Materi akuntansi manajemen, akuntansi biaya, akuntansi keuangan, akuntansi pajak, akuntansi pemerintahan, perbankkan dan Analisis ekonomi

Thursday, July 5, 2018

Dasar-Dasar Akuntansi

Dasar-Dasar Akuntansi - Akuntansi bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat dimanfaatkan oleh para manajer, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan lainnya, seperti pemegang saham, kreditur, atau pemilik. Pencatatan harian yang terlibat dalam proses ini dikenal dengan istilah pembukuan. Akuntansi keuangan adalah suatu cabang dari akuntansi di mana informasi keuangan pada suatu bisnis dicatat, diklasifikasi, diringkas, diinterpretasikan, dan dikomunikasikan. Auditing, satu disiplin ilmu yang terkait tetapi tetap terpisah dari akuntansi, adalah suatu proses di mana pemeriksa independen memeriksa laporan keuangan suatu organisasi untuk memberikan suatu pendapat atau opini - yang masuk akal tetapi tak dijamin sepenuhnya - mengenai kewajaran dan kesesuaiannya dengan prinsip akuntansi yang berterima umum.

A. Pengertian Akuntansi 
Sebelum menjelaskan apa itu dasar – dasar akuntansi, sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa itu akuntansi. Akuntansi adalah proses mencatat, mengklarifikasi, meringkas, mengolah, dan menyajikan data keuangan pada satu periode. Data akuntansi biasanya digunakan oleh pihak internal maupun eksternal. Pihak internal ialah orang atau pihak yang memiliki perusahaan sendiri, yang berguna untuk merencanakan bisnisnya, mengetahui keadaan perusahaannya, mengambil kebijakan untuk perusahaannya kedepan. Pihak eksternal ialah investor, kreditor, pemerintah, karyawan, calon investor, dan masyarakat. Untuk mengetahui prospek masa depan perusahaan dan mengambil keputusan untuk memasuki dunia perusahaan tersebut atau tidak. 

Akuntansi merupakan sistem keuangan yang dicatat dengan memperhatikan sistem persamaan (keseimbangan) atau kata lainnya double entry antara debit dan kredit. Ini berkaitan dengan persamaan dasar akuntansi untuk mengetahui posisi keuangan dan transaksi pada suatu periode. 

B. Akun Dasar Akuntansi
Dengan rincian harta atau aktiva terbagi dua, yaitu harta lancar dan harta tetap. Harta lancar yaitu kas, piutang, perlengkapan, persediaan barang, perskot sewa (sewa dibayar dimuka), surat berharga, cadangan kas dimuka. Harta tetap yaitu rumah, emas, tanah, gedung, kendaraan, peralatan. 

Utang atau kewajiban atau liability terbagi dua, yaitu utang jangka panjang dan utang jangka pendek. Utang jangka pendek adalah utang yang batas pelunasannya kurang dari satu tahun, seperti utang usaha dan utang bank. Sedangkan utang jangka panjang adalah utang yang batas pelunasannya lebih dari satu tahun, seperti utang hipotik dan utang obligasi. 

Modal atau capital atau equitas adalah kekayaan pribadi yang dipakai dalam perusahaan. Akun yang terdapat didalam modal ialah prive atau pengambilan pribadi oleh pemilik perusahaan. 

Pendapatan atau revenue adalah balas jasa dari apa yang kita kerjakan. Pendapatan terbagi dua, yaitu pendapatan usaha yang didapat dari balas jasa atas apa yang kita kerjakan, pendapatan diluar usaha seperti bunga bank, sewa, dan komisi. 

Biaya atau cost adalah beban yang kita keluarkan dalam menjalankan usaha atau beban untuk mendukung usaha. Beban terbagi dua, yaitu beban usaha seperti beban operasional, beban gaji karyawan, beban iklan. Sedangkan beban diluar usaha seperti beban bunga dan beban pajak. 

·         Harta Lancar
Kas

Piutang

Perlengkapan

Persediaan Barang

Perskot Asuransi

Surat Berharga
·         Harta Tetap
Gedung

Tanah

Kendaraan

Peralatan
·         Utang  Jangka
Pendek
Utang Usaha

Utang Bank
·         Utang Jangka
Utang Hipotik
Panjang
Utang Obligasi
·         Modal
Prive
·         Pendapatan
Usaha
Pendapatan Jasa
·         Pendapatan diluar Usaha
Pendapatan Bunga
·         Biaya Usaha
Biaya Operasional

Biaya Gaji Karyawan

Biaya Iklan
·         Biaya Diluar Usaha
Biaya bunga

Biya Pajak


C. Berikut tahap siklus jurnal : 
  1. Tahap Pencatatan terdiri dari jurnal umum (dagang dan jasa), buku besar, dan neraca saldo. 
  2. Tahap pengiktisaran terdiri dari jurnal penyesuaian, kertas kerja (neraca lajur), dan jurnal penutup. 
  3. Tahap pelaporan terdiri dari laporan laba atau rugi, laporan perubahan modal, laporan neraca. 
Dalam memposting jurnal persamaan dasar ke dalam jurnal umum, akan lebih baik jika kita tau kode akun dan penempatan akun, baik yang di sisi debit maupun sisi kredit. Berikut akan saya jelaskan pedoman pengisian jurnal umum dengan penempatan akun yang tepat. 

tahap siklus jurnal


D. Pengertian dan Urutan Jurnal 

1. Jurnal Umum 
Jurnal yang mencatat akun dari jurnal persamaan dasar, yang dicatat pada sisi kredit dan sisi debit sesuai dengan penempatan akun tersebut. Serta sisi debit dan kredit jika dijumlah harus seimbang. Cara mencatat jurnal umum ialah dengan mencatat akun debit terlebih dahulu dengan bukti transaksi lalu di ikuti pencatatan sisi kredit dengan sedikit menjorok ke kanan. 

2. Buku Besar 
Mencatat perubahan transaksi berdasarkan data dari jurnal umum. Tujuan membuat jurnal besar adalah untuk mengetahui saldo akhir tiap – tiap akun pada satu periode tertentu. Buku besar dapat berbentuk T, dua kolom, tiga kolom, dan empat kolom. 

Cara memposting buku besar ialah dengan cara memindahkan akun buku ke buku besar sesuai letak debit dan kredit berdasarkan nama dan saldo akun di jurnal. Posting sebaiknya dilakukan setelah pencatatan transaksi dalam jurnal atau pada hari yang sama untuk mencegah penumpukan jurnal. 

3. Jurnal Penyesuaian 
Menyesuaikan saldo akun ke saldo akun sebenarnya hingga periode tertentu. Tujuannya agar pada akhir periode dapat memisahkan akun riil dan akun nominal, juga agar tidak terdapat pencatatan ganda. Dan akun nominal menunjukkan uang yang benar – benar menjadi pendapatan dan beban pada perusahaan tersebut. 

4. Kertas Kerja 
Lembaran kertas lajur untuk mengumpulkan data pada akhir periode. Tujuannya untuk mempermudah menyusun laporan keuangan, mengurangi kesalahan yang mungkin terjadi pada jurnal penyesuaian, dan memeriksa tepat tidaknya sebuah penghitungan. 

Mulyadi, Endang. 2007. Akuntansi 2. Jakarta: Yudhistira. 

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Dasar-Dasar Akuntansi

Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

Loading...
Loading...