Materi akuntansi manajemen, akuntansi biaya, akuntansi keuangan, akuntansi pajak, akuntansi pemerintahan, perbankkan dan Analisis ekonomi

Sunday, October 8, 2017

Riset Pemasaran

Riset Pemasaran - Dewasa ini, persaingan di dunia bisnis semakin ketat, bahkan tidak hanya dalam skala kecil, namun sudah menjadi persaingan yang berskala global. Untuk itu, setiap perusahaan tentunya akan terus fokus agar tetap mencapai keunggulan kompetitif. Kesadaran dunia industri akan pentingnya keunggulan kompetitif kini terfokus pada proses decision making, dan tentunya konsumen. Konsumen merupakan faktor penting yang menjadi penggerak suatu perusahaan. Oleh karena itu, kepuasan, perilaku serta preferensi konsumen benar-benar harus diperhatikan perusahaan. 

Agar tetap fokus pada konsumen dan pengambilan keputusan selanjutnya, maka dibutuhkan identifkasi kebutuhan dan keinginan konsumen melalui penelitian terhadap pasar , yakni apa yang disebut dengan Riset Pemasaran. Riset Pemasaran berperan sebagai dasar penyusunan strategi dan taktik pemasaran, dimana harus didukung dengan data yang akurat, relevan, terpercaya, obyektif dan tepat waktu, sehingga manajemen perusahaan dapat merencanakan dan melaksanakan dengan baik berbagai aspek pemasaran, seperti pengembangan produk dan merk, penentuan harga, pendistribusian produk dan komunikasi pemasaran terintegrasi. 
Riset Pemasaran
Riset Pemasaran

Apa Sebenarnya Peran Riset Pemasaran dalam Suatu Perusahaan? 
Di dalam dunia bisnis, pemasaran merupakan salah satu fungsi yang amat penting, yang tentu menyangkut dunia konsumen. Untuk memuaskan kebutuhan, dan keinginan konsumen, diperlukan suatu identifikasi kebutuhan yang tentunya bersifat sistematis dan obyektif. 

Informasi tentang pasar suatu perusahaan dikumpulkan, diolah, dianalisis agar dapat diketahui hal mengenai konsumen, mulai dari siapa saja konsumen perusahaan, seperapa sering mereka membeli, kapan, dimana mereka membeli,dan bagaimana perilaku mereka. Informasi tersebut tentunya diolah dengan langkah yang sitematis, mulai dari pengumpulan data, analisis hingga intrepretasi hasil keputusan. Di sinilah Riset Pemasaran berfungsi. Riset Pemasaran akan membantu perusahaan untuk mengurangi segala ketidakpastian dan membantu pengambilan keputusan dalam dunia pemasaran, misalnya produk apa yang tepat diluncurkan dan akan laris di pasaran. 


B. Definisi Riset Pemasaran 
Menurut American Marketing Association (AMA), pengertian riset pemasaran lebih ditekankan pada perannya dalam memberikan informasi di tiap tahapan riset. Riset pemasaran adalah sebuah fungsi yang menghubungkan konsumen, pelanggan, dan publik dengan pihak pemasar melalui informasi.

Pengertian Riset Pemasaran menurut para ahli : 

Riset Pemasaran menurut Malhotra (2006) merupakan : 
”Identifikasi, pengumpulan, analisis dan penyebarluasan informasi secara sistematis dan obyektif dengan tujuan untuk membantu manajemen dalam pengambilan keputusan berkaitan dengan identifikasi dan pemecahan masalah dan peluang dalam bidang pemasaran. ”

Riset Pemasaran menurut American Marketing Association (AMA) (1987) : 
“fungsi yang menghubungkan konsumen, pelanggan dan masyarakat umum dengan pemasar melalui informasi. Informasi ini digunakan untuk mengidentifikasi dan menentukan peluang dan masalah pemasaran; merumuskan, menyempurnakan dan mengevaluasi tindakan-tindakan pemasaran; memantau kinerja pemasaran; dan menyempurnakan pemahaman yang dapat membuat aktivitas pemasaran lebih efektif. Riset pemasaran menentukan informasi yang dibutuhkan untuk memenuhi tujuan tersebut; merancang metode untuk pengumpulan informasi; mengelola dan mengimplementasikan proses pengumpulan data; menganalisis hasil-hasil yang diperoleh; dan mengkomunikasikan hasil temuan dan implikasinya”.

C. Kriteria Riset Pemasaran

Riset Pemasaran yang baik, harus memenuhi beberapa kriteria, di antaranya : 

a. Relevan 
Suatu Riset Pemasaran haruslah menghasilkan informasi yang dibutuhkan untuk merespon tantangan atau menyelesaikan masalah pemasaran yang dihadapi perusahaan.

b. Tepat Waktu 
Hasil penelitian selesai tepat pada waktunya ( Tidak Terlalu Cepat ataupun terlambat).

c. Efisien 
Setiap riset pemasaran harus memberikan nilai tambah lebih besar dari pada biaya yang telah dikeluarkan. ( Dengan biaya yang sepadan namun memiliki value yang lebih tinggi.)

d. Obyektif ( Akurat) 
Peneltitian hendaknya cermat, teliti, dan dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Mengapa ? Agar hasil penelitian berkualitas baik, sehingga kesalahan interpretasi dapat dihindari. 

D. Klasifikasi Riset Pemasaran

D.1 Riset Identifikasi Masalah (Problem Identification Research) 
Tipe ini dilakukan untuk membantu mengidentifikasi masalah yang mungkin tidak atau belum muncul ke permukaan, namun telah atau bakal terjadi di masa depan. Riset Identifikasi masalah terdiri dari : riset potensi pasar, riset pangsa pasar, riset citra merk atau perusahaan, riset karakteristik pasar, riset analisis penjualan, riset peramalan bisnis, dan riset trend bisnis. 



D.2 Riset pemecahan masalah (Proble Solving Research)
Setelah masalah teridentifikasi, maka dilakukan riset pemecahan masalah. Digunakan dalam pembuatan keputusan untuk memecahkan masalah pemasaran spesifik. 

Riset pemecahan masalah meliputi : 
  • riset segmentasi : misal segmen pasar,potensi pasar, gaya hidup konsumen, preferensi konsumen, dll. 
  • riset produk : misal brand positioning, desain produk, kemasan produk, diferensiasi produk, dll.
  • riset penetapan harga : misal arti penting harga dalam sebuah merek, pricing practice, hubungan harga dengan permintaan konsumen, perubahan harga, dll.)
  • riset promosi : misal bauran promosi, mediapromosi, creative advertising testing, efektivitas iklan, dll.)
  • riset distribusi : misal penentuan tipe distribusi, intensitasgrosir, lokasi distribusi dan gerai-gerai, dll. 

E. Proses Riset Pemasaran

1. Perumusan Masalah ( Defining The Problem)
Riset hanya dapat dirancang secara sistematis untuk memberikan informasi berharga jika masalah yang dihadapi telah dirumuskan secara jelas dan akurat. Maka , tahap awal yang harus dilakukan adalah merumuskan masalah apa yang akan dicari keputusannya.

Banyak hal yang bisa dilakukan oleh satu perusahaan di dalam mencari problem-problem, tentunya yang berkaitan dengan pemasaran misal dalam diskusi,data-data sekunder, dll. 

Contoh Perumusan Masalah :
Indomie sebagai salah satu produk Mi instan yang diproduksi oleh PT. Indofood Sukses Makmur, tentunya kini menghadapi perrsaingan yang sangat ketat, seperti Wingsfood yang Memproduksi Mi Sedap. Diketahui pangsa pasar Indomie turun dari 90% menjadi 75%. Apa yag harus dilakukan Indomie untuk tetap dapat meraih pangsa pasar tertinggi .Haruskah riset dilakukan mengenai hal tersebut, 

2. Pendekatan Penyelesaian Masalah ( Developing an Approach to The Problem)
Di dalam Tahap ini, kita mengembangkan berbagai kerangka dan model analitis, pertanyaan yang dibutuhkan, memberikan hipotesis sebagai asumsi dasar dalam riset yang akan dikembangkan nantinya, serta menentukan factor-faktor yang mempengaruhi desain penelitian. 

3. Penentuan Desain Riset 
Desain riset merupakan kerangka atau cetak biru untuk melaksanakan proyek riset pemasaran, yang menjabarkan prosedur untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan dalam memecahkan masalah riset pemasaran. 

Dalam proses penentuan desain riset, ada beberapa komponen yang dilakukan yakni : 

Komponen-komponen desain riset : 
  • Menentukan desain riset pemasaran (eksploratoris, deskriptif atau kausal). 
  • Menentukan informasi yang dibutuhkan. 
  • Menetapkan prosedur pengukuran dan skala. 
  • Menyusun dan melakukan pre-test terhadap kuesioner atau bentuk pengumpulan data lainnya. ( menentukan apakan mengguakan survey, observasi atau cara lainnya.) 
  • Menetapkan proses sampling dan jumlah sample. 
  • Menyusun rencana analisis data. 

4. Mengumpulkan Data Yang Diperlukan ( Collecting Data)
Mengumpulkan data bisa melakukan Field Work, misalnya dengan melakukan observasi langsung, interview, langsung melalui supplier, survey terhadap pasar ( Konsumen ), dll. Di dalam proses mengumpulkan data juga harus dilakukan training, controlling, dan evaluasi yang cermat untuk menghindari kesalahan pada tahap berikutnya. 


5. Preparing and Analyzing Data
Persiapan data mencakup mengedit, coding, transkripsi, dan verifikasi data. Setiap bentuk kuesioner atau pengamatan diperiksa, atau diedit, dan, jika perlu, diperbaiki. Setelah data benar-benar tepat, masing-masing hasil nya, dapat dimasukkan menjadi data komputer, kemudian di analisis dengan menggunakan berbagai macam tipe pengukuran statistik. Hasilnya dapat dijadikan sebagai sumber pengambilan kesimpulan yang tentunya berhubungan dengan riset pemasaran yang dilakukan suatu perusahaan. 


Analisis Data tidak hanya dengan menggunakan Ilmu statistik. Ada 2 tipe analisis data yakni : 

a. Analisis dengan bantuan Ilmu Statistik 
Mayoritas data riset pemasaran merupakan tipikal data statistik, sehingga dianalisis dengan metode statistik. 

Aplikasi Metode Statistik : 

1. Statistik Deskriptif : menggambarkan berbagai karakteristik data 

2. Statistik Induktif (Inferensi) : inferensi terhadap sekumpulan data dari satu sample, misalnya : prediksi, estimasi, pengambilan keputusan, dsb. 

Jenis Data Statistik : 
1. Data Kualitatif : data kategori, tidak dapat dilakukan operasi matematika, meliputi : data nominal & data ordinal. 

2. Data Kuantitatif : dapat dilakukan operasi matematika, meliputi : data interval & data rasio. 

b. Analisis dengan bantuan Non Ilmu Statistik 
Contoh : analisis sikap konsumen dengan Metode Fishbein, atau Multiattribute Attitude Model, analisis Semantic Differensial, Importance Performance Analysis, optimasi biaya pemasaran, dll. 

6. Preparing and Presenting The Report
Pada tahap ini semua data telah terkumpul dan terolah. Seluruh proyek harus didokumentasikan dalam laporan tertulis yang tentunya menampilkan mulai dari langkah awal yakni identifikasi masalh, pendekatan-pendekatan yang digunakan, desain riset yang digunakan, prosedur analisis data yang dipakai, serta hasil akhir dari riset tersebut. 

Biasanya pada laporan akhir tersebut, ditampilkan tabel, grafik, perhitungan-perhitungan, yang tentunya menunjukkan hasil riset perusahaan yang juga dipresentasikan secara lisan agar pihak manajemen dapat menyimpulkan keputusan yang tepat. 


Kesimpulan 
Konsumen, merupakan aset yang berharga bagi suatu perusahaan yang benar-benar harus dipertahankan loyalitasnya. Mengingat persaingan dunia industri yang semakin ketat, menuntut perusahaan untuk terus mencari cara dan mengambil keputusan yang tepat untuk tetap mencapai competitive advantage. Salah satunya, dilakukan suatu riset untuk mengidentifikasi kebutuhan konsumen, maupun langkah-langkah pemasaran yang tepat, yakni melalui Riset Pemasaran. Agar Riset Pemasaran dapat memberikan keputusan yang tepat maka harus dilakukan secara ”total” oleh suatu perusahaan, memenuhi semua kriteria, serta melalui langkah yang tepat.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Riset Pemasaran

Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

Loading...
Loading...