Materi akuntansi manajemen, akuntansi biaya, akuntansi keuangan, akuntansi pajak, akuntansi pemerintahan, perbankkan dan Analisis ekonomi

Wednesday, October 4, 2017

Pengertian, Jenis-jenis dan Peran Manajer

Pengertian, Jenis-jenis dan Peran Manajer - Manajer memegang otoritas sebagai penentu berkembangnya suatu lembaga atau perusahaan. Kedudukannya sangat strategis karena hubungan secara langsung dengan pengambilan keputusan dan kebijaksanaan yang ditetapkan untuk dilaksanakan secara operasional oleh seluruh bawahannya. Sebagian besar organisai beroprasi dalam suatu jaringan pasar lingkungan yang kompleks. Singkatnya pasar adalah suatu mekanisme untuk pertukaran antara barang dan jasa tertentu. Selain itu pula suatu organisasi selalu terkait dengan nama manajer karena suatu organisasi tidakan akan manju tanpa didalamnya terdapat manajer dan manajemennya.

A. Pengertian Manajer
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Manajer adalah (1) orang yg mengatur pekerjaan atau kerja sama di antara berbagai kelompok atau sejumlah orang untuk mencapai sasaran; (2) orang yg berwenang dan bertanggung jawab membuat rencana, mengatur, memimpin, dan mengendalikan pelaksanaannya untuk mencapai sasaran tertentu.


Pengertian, Jenis-jenis dan Peran Manajer
Manajer
Menurut Robert Tanembaum (2012), Manajer adalah seseorang yang mengarahkan orang lain dan bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut. Pemimpin adalah mereka yang menggunakan wewenag formal untuk mengorganisasi, mengarahkan dan mengontrol para bawahan yang bertanggungjawab, supaya semua bagian pekerjaan dikoordinasi untuk mencapai tujuan perusahaan.

Menurut Sabardi (1992), Manajer adalah orang yang berkewajiban mengatur organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan bantuan orang lain.

Menurut Griffin (2004), Manajer adalah seseorang yang tanggung jawab utamanya adalah melaksanakan proses manajemen dalam suatu organisasi.

B. Jenis-Jenis Manajer

Manajer bagi dua jenis, yaitu:
  1. Manajer Fungsional, mempunyai tanggung jawab terbatas terhadap satu jenis kegiatan organisasi, seperti bagian produksi, bagian pemasaran, bagian pembelian, bagian keuangan, bagian gudang, dan lain sebagainya. Kegiatan-kegiatan manajer lainnya ada dibawah tanggung jawab manajer fungsional lainnya.
  2. Manajer Umum, bertugas mengatur, mengawasi dan bertanggung jawab atas satuan-satuan kerja secara keseluruhan yang mencakup beberapa kegiatan-kegiatan fungsional satuan kerja.

C. Fungsi, Tugas, dan Peran Manajer

Fungsi dari seorang manajer adalah:
1) Memahami visi dan misi perusahaan.
2) Harus menjabarkan visi dan misi tersebut kepada tujuan. Tujuan dirumuskan dengan dua dasar:
a) Visi dan Misi.
b) Antisipasi (memperkirakan) tentang masa depan.

Tujuan harus memenuhi empat syarat:
a) Measurable (dapat diukur), ada data-data dan angka-angka.
b) Chalenging (menantang), tidak boleh mudah dicapai sehingga motivasi kerja akan dapat dibangkitkan.
c) Realistic (dapat diwujudkan), sesuai dengan kemampuan.
d) Time Frame (jangka waktu).

3) Merumuskan tindakan-tindakan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan (membuat plan atau rencana).
4) Melakukan usaha untuk menyediakan resources dalam melaksanakan plan yang telah dibuat.
5) Memimpin pelaksanaan rencana agar para pegawai depat bekerja dengan motivasi yang tinggi.
6) Mengendalikan pelaksanaan kegiatan serta penggunaan resources agar rencana yang dibuat dapat berjalan sebagaimana mestinya.
7) Bersiap untuk menghadapi kontingensi (bersiap untuk menghadapi hal-hal yang di luar perkiraan).

Menurut SugiyantoWiryoputrao dalam buku "Dasar-dasar Manajemen", yang menjadi tugas atau pekerjaan dari manajer itu adalah sebagai berikut :
  1. Bekerja dengan dan melalui orang lain dalam arti luas.
  2. Memadukan dan menyeimbangkan berbagai tujuan yang saling bertentangan dan menentukan perioritas-perioritas.
  3. Bertanggung jawab dan mempertanggung jawabkan, dimana sukses dan kegagalan bawahan adalah cerminan langsung sukses dan kegagalan manajer.
  4. Berfikir secara analitis dan konseptual.
  5. Sebagai mediator antar anggota.
  6. Sebagai seorang politisi dengan mengembangkan hubungan-hubungan baik untuk mendapatkan dukungan atas kegiatan-kegiatan yang dilaksanakannya.
  7. Sebagai seorang diplomat, yaitu sebagai wakil (refresentatif) resmi dari kelompok kerja pada berbagai pertemuan-pertemuan baik dengan kelompok kerja organisasi lain, dengan masyarakat maupun dengan pemerintah.
  8. Manajer mengambil keputusan-keputusan yang sulit, diharapkan manajer dapat menemukan pemecahannya dan mengambil keputusan-keputusan yang akurat.

Peran dari seorang manajer (Management Role) antara lain adalah sebagai berikut:

1) Interpersonal Role

Manajer harus bisa mempunyai peran berhubungan dengan pihak-pihak lain.
  • Figur Head : manajer harus bisa mewakili unit yang dipimpinya.
  • Leader : manajer harus bisa memimpin bawahanya secara efektif.
  • Liaison : manajer bisa menjadi penghubung dengan unit/organisasi yang lain.
2) Informational Role (peran informasi)

Monitoring
Manajer harus bisa berperan memonitor kegiatan-kegiatan unit yang dipimpinya dalam rangka aktivitas produksi dan pengumpulan data.

Disseminator
Manajer harus berperan menyampaikan informasi yang dikumpulkanya kepada pihak yang membutuhkannya.

Spoke person
Manajer harus berperan menyampaikan kebijakan/keputusan pimpinanya yang lebih tinggi kepada bawahan yang dipimpinnya dengan cara yang mudah dimengerti (bisa menyampaikan keinginan, aspirasi, dan usul kepada pimpinan).

3) Decision Making
Manajer harus berperan mengambil keputusan dari persoalan-persoalan yang muncul di unit organisasi yang dipimpinya.Setiap keputusan mengandung resiko yang harus diperhitungkan.Tetapi, seorang manajer tidak boleh mundur untuk mengambil keputusan.

Enterperneur (pengusaha)
Manajer harus berperan melihat peluang-peluang yang muncul, mengambil keputusan untuk memanfaatkan peluang-peluang tersebut bagi organisasi/unit yang dipimpinya.

Disturbance Handler
Manajer harus berperan mengambil keputusan untuk mengatasi gangguan-gangguan.

Resource Allocator
Manajer harus berperan mengambil keputusan alokasi sumber daya.

Negotiator
Manajer harus berperan mengambil keputusan dalam berunding dengan unit-unit yang lain.

Menurut Sugiyanto Wiryoputro peran dari manajer, yang disadurnya dari Ranupandojo, yaitu sebagai berikut :
  1. Sebagai Produser.
  2. Sebagai Administrator.
  3. Sebagai Entrepreneur.
  4. Sebagai Integrator.
Henry Mintzberg, seorang ahli riset ilmu manajemen, mengemukakan bahwa ada sepuluh peran yang dimainkan oleh manajer di tempat kerjanya. Ia kemudian mengelompokan kesepuluh peran itu ke dalam tiga kelompok.
  1. Peran antar pribadi, yaitu melibatkan orang dan kewajiban lain, yang bersifat seremonial dan simbolis. Peran ini meliputi peran sebagai figur untuk anak buah, pemimpin, dan penghubung. 
  2. Peran informasional, meliputi peran manajer sebagai pemantau dan penyebar informasi, serta peran sebagai juru bicara. 
  3. Peran pengambilan keputusan, meliputi peran sebagai seorang wirausahawan, pemecah masalah, pembagi sumber daya, dan perunding.
Mintzberg kemudian menyimpulkan bahwa secara garis besar, aktivitas yang dilakukan oleh manajer adalah berinteraksi dengan orang lain.

D. Pengertian Lingkungan
Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada di sekitar organisasi yang dapat memberikan pengaruh terhadap organisasi tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung.Lingkungan menciptakan ketidakpastian bagi para manajer organisasi, dan mereka harus menjawab dengan merancang organisasi tersebut untuk beradaptasi dengan lingkungan atau mempengaruhi lingkungan. ( “Richard L. Daft”/ 89&99/2002)

1. Faktor Lingkungan yang Mempengaruhi Keputusan Manajer

1.1. Faktor- Faktor Lingkungan Eksternal
Lingkungan eksternal terdiri atas unsur-unsur di luar organisasi, yang sebagian besar tidak dapat dikendalikan dan berpengaruh dalam pembuatan keputusan oleh manajer.Lingkungan eksternal mempunyai baik unsur-unsur yang berpengaruh langsung (lingkungan eksternal mikro) dan yang berpengaruh tidak langsung (lingkungan ekstern makro).

aLingkungan Ekstern Mikro

Lingkungan ekstern mikro terdiri dari :

Pesaing ( Competitor )
Lingkungan persaingan perusahaan tercermin dari tipe, jumlah dan norma-norma perilaku organisasi-organisasi pesaing. Dengan pemahaman akan lingkungan persaingan yang dihadapinya, organisasi dapat mengetahui posisi persaingannya, sehingga lebih mampu mengoptimalkan operasi-operasinya.

Pelanggan ( Comtumers )
Strategi, kebijaksanaan dan taktik-taktik pemasaran perusahaan sangat tergantung pada situasi pasar dan pelanggan.Biasanya, manajer pemasaran menganalisa profil pelanggan sekarang dan potensial serta kondisi pasar dan mengarahkan kegiatan-kegiatan pemasaran perusahaan berdasarkan hasil analisis.Alanisis pelanggan ini juga berguna untuk mengantisipasi perubahaan perilaku pasar atau pelanggan dan mengarahkan pengelokasian sumber dayanya sesuai kebutuhan dan keinginan pelanggan. Dalam situasi persaingan yang ketat, melalui pemuasan kebutuhan dan keinginan pelanggan, perusahaan akan dapat menjaga kelangsungan hidupnya, berkembang dan mendapatkan keuntungan.

Pasar Tenaga Kerja ( Labor Supply )
Organisasi memerlukan sejumlah karyawan (personalia) dengan bermacam-macam keterampilan, kemampuan dan pengalaman, sehingga organisasi perlu menggunakan banyak saluran untuk menarik dan mempertahankan karyawan tersebut.Kemampuan menarik dan mempertahankan karyawan dan cakap merupakan kebutuhan prasyarat bagi perusahaan sukses.

Lembaga- Lembaga Keuangan
Organisasi-organisasi tergantung pada bermacam-macam lembaga keuangan. Kebutuhan akan dana dari lembaga-lembaga keuangan tersebut dalam jangka pendek untuk membelanjai operasi-operasinya, atau jangka panjang untuk membangun fasilitas baru dan membeli peralatan baru. Perusahaan perlu menjalin hubungan kerja yang baik dengan lembaga-lembaga keuangan dengan memahami prosedur-prosedur perbankan, mampu membuat transaksi yang berharga, mempunyai pembukuan yang lengkap dan jaminan yang diperlukan.

Penyedia ( Suppliers )
Setiap organisasi sangat bergantung pada sumber daya-sumber dayanya untuk memenuhi kebutuhan bahan baku (mentah), bahan pembantu, pelayanan, energi dan peralatan, yang digunakan untuk memproduksi keluaran. Organisasi biasanya berhubungan dengan para penyedia melalui agen-agen atau manajer pembeliannya.Manajer pembelian senantiasa harus menilai kemampuan reputasi, pelayanan, harga, potongan kuantitas, kualitas dan sebagainya dari para penyedia sehingga dapat disesuaikan dengan karasteristik-karasteristik yang diinginkan perusahaan.

Perwakilan-Perwakilan Pemerintah
Hubungan organisasi dengan perwakilan-perwakilan pemerintah berkembang semakin kompleks.Perwakilan-perwakilan pemerintah ini biasanya menetapkan peraturan-peraturan yang harus dipatuhi organisasi dalam operasinya, prosedur-prosedur perijinan, dan pembatasan-pembatasan lainnya untuk melindungi masyarakat.Di samping itu perwakilan-perwakilan pemerintah sering merupakan atau menjadi para penyedia dan kreditur besar bagi perusahaan.

1. 2. Lingkungan Ekstern Makro

Lingkungan ekstern makro mempengaruhi organisasi dengan dau cara, yaitu :
  • Kekuatan-kekuatan di luar tersebut mempengaruhi suatu organisasi secara langsung atau secara tidak langsung melalui satu unsure atau lebih unsur-unsur lingkungan ekstern makro.
  • Unsur-unsur lingkungan makro menciptakan iklim.missal teknologi tinggi, kedaan perekonomian cerah atau lesu dan perubahan-perubahan sosial di mana organisasi ada dan harus memberikan tanggapan.
Lingkungan ekstern makro terdiri dari faktor-faktor teknologi, ekonomi, politik, sosial, dan dimensi internasional sebagai kekuatan-kekuatan yang berada di luar jangkauan perusahaan dan biasanya terlepas dari situasi operasional perusahaan, dengan organisasi jarang memiliki kekuatan untuk memberikan pengaruh balik yang berarti.

Ø Perkembangan Teknologi
Dalam setiap masyarakat atau industri, tingkat kemajuan teknologi memainkan peranan berarti pada penentuan produk dan jasa yang akan diproduksi, peralatan yang akan digunakan, dan bagaimana macam-macam operasi akan dikelola. Perubahan-perubahan teknologi, yang biasanya bersifat inovatif dan menolak keusangan, dapat terjadi seketika dan dramatik dalam mempengaruhi perusahaan dan situasi persaingan.

Ø Variabel-variabel Ekonomi
Para manajer akan selalu terlibat dengan masalah-masalah biaya sumber daya-sumber daya yang dibutuhkan organisasi. Biaya-biaya ini berubah-ubah setiap waktu karena pengaruh faktor-faktor ekonomi.Sehingga manajer senantiasa perlu menganalisa dan mendiagnosa faktor-faktor ekonomi.Jadi, manajer-manajer perusahaan harus mencurahkan waktu dan sumber daya-sumber daya untuk melakukan peramalan-peramalan ekonomi dan antisipasi perubahan-perubahan harga.

Ø Lingkungan Sosial-Kebudayaan
Lingkungan sosial-kebudayaan suatu masyarakat merupakan pedoman hidup yang menentukan bagaimana hampir seluruh organisasi dan manajer akan beroperasi. Lingkungan ini mencakup kepercayaan, niali-nilai, sikap, pandangan serta pola kehidupan yang dibentuk oleh tradisi, pendidkan, kelompok etnis, ekologi, demografis, geografis, serta agama dan kepercayaan dari sekelompok atau seluruh masyarakat tertentu.

Ø Variabel-variabel Politik & Hukum
Politik dan hukum dalam suatu periode waktu tertentu akan menentukan operasi perusahaan. Manajer tidak mungkin mengabaikan iklim politik, peraturan-peraturan pemerintah maupun dampaknya terhadap pemerintah dalam pembuatan keputusan.Pemerintah dapat berperan sebagai pencipta kesempatan, pemberi perlindungan, dan penetap batasan-batasan.

Ø Dimensi Internasional
Komponen internasional dalam lingkungan eksternal juga menyajikan kesempatan-kesempatan dan tantangan-tantangan, serta mempunyai potensi menjadi faktor yang berpengaruh langsung pada operasi perusahaan.Kekuatan-kekuatan internasional ini berpengaruh melalui perkembangan politik dunia, ketergantungan ekonomi, penularan nilai-nilai dan sikap hidup serta transfer teknologi.Lebih sempit lagi, kekuatan-kekuatan ini berwujud, misalnya ketergantungan sumber daya impor, persaingan dengan perusahaan-perusahaan multinasional, perubahan pola kehidupan menjadi lebih materialistik dan individualistik, tingkat pertukaran mata uang asing, dan sebagainya. 


D. Faktor-Faktor Lingkungan Internal Perusahaan
Lingkungan internal perusahaan merupakan kekuatan-kekuatan yang ada dalam organisasi itu sendiri dan sifatnya dapat dikontrol oleh manajemen. Lingkungan internal ini juga berpengaruh secara langsung terhadap kinerja dari sebuah organisasi.

1. Pekerja/karyawan
Karyawan merupakan salah satu sumber daya dan sekaligus input yang berharga yang dimiliki oleh pekerja dan manajer memilik kepentingan-kepentingan tersendiri. Para pekerja menginginkan adanya imbalan berupa upah dan gaji yang layak dari hasil kerja mereka. Sementara manajer menginginkan adanya kinerja yang tinggi yang ditunjukkan oleh besarnya omzet penjualan dan laba.

2. Dewan Komisaris
Untuk ukuran organisasi atau perusahaan besar semacam PT, biasanya terdiri dari beberapa dan bahkan ribuan orang yang terlibat di dalamnya. Keterlibatan orang-orang tersebut biasa kita sebut sebagai pemegang saham. Oleh karena itu dewan komisaris diperlukan untuk mewakili kepentingan para pemegang saham. Dewan komisaris akan selalu memantau kegiatan dan mengawasin, memastikan kegiatan akan berjalan mencapai tujuan. Kependudukan dewan komisaris di dalam perusahaan adalah independen terhadap manajemen.

3. Pemegang Saham
Para pemegang saham memiliki kepentingan dan tanggung jawab tertentu terhadap perusahaan. Tanggung jawab tersebut di dasarkan pada seberapa besar sumbangan (saham) mereka terhadap perusahaan.

F. Cara Menjadi Manajer yang Baik

Ada beberapa cara untuk menjadi seorang yang manajer yang baik :

1) Memotivasi Karyawan

Berikan motivasi kepada karyawan
Ø Nilai-nilai kita adalah yang membuat kita “bergerak”. Jika anda mengatur lingkungan dengan menghargai nilai-nilai yang ada dalam tim anda, maka mereka akan memberikan usaha yang terbaik.

Ø Tanyakan secara teratur pada karyawan bagaimana mereka menyukai pekerjaanya. Doronglah mereka untuk jujur pada anda. Lalu, ambil tindakan berdasarkan apa yang mereka utarakan pada anda.

Buatlah karyawan agar merasa bahagia dengan apa yang dikerjakan
Ø Dalam sebuah rapat dengan atasan anda misalnya, utarakan sesuatu yang dilakukan dengan baik oleh salah satu karyawan. Jika atasan anda kebetulan menyampaikan pada karyawan tersebut bahwa anda mengatakan hal yang baik dan berusaha dan berusaha member dukungan padanya, maka ia akan merasa kalau anda menghargainya.

Ø Pujilah suatu hal baik yang dilakukan karyawan secara pribadi. Utarakan pujian ini diwaktu yang tepat. Jelaskan secara mendetail. Pembicaraan yang pribadi dan singkat dapat memberikan dampak positif terhadap semangat kerja sehingga memberikan motivasi yang lebih besar kepada karyawan

Utarakan pada karyawan betapa anda menghargai mereka 
Ø Jangan berbelit-belit, katakana saja terus terang. Seorang karyawan yang tahu kalau ia dihargai, akan lebih bekerja keras, menikmati apa yang dilakukannya, dan membagikan kebahagiaan ini kepada orang lain.

2) Menentukan Tujuan
· Under-promise, over-deliver (Tidak memberikan harapan yang muluk namun menunjukan hasil yang luar biasa).

· Pastikan karyawan mengetahui apa yang ditargetkan
Ø Memiliki tujuan yang kongkrit akan member wewenang pada karyawan dan membuat mereka fosus kerja. Uraikan secara jelas apa yang anda targetkan, kapan tenggang waktunya, dan apa yang akan anda lakukan dengan hasilnya.

· Berikan masukan yang berorientasi tujuan
Ø Memberikan masukan yang cepat pada karyawan yang terfokus pada usaha mereka dapat membantu mendorong ke arah kemajuan. Lakukan pertemuan dalam skala tim atau secara perorangan dan utarakan pendapat anda secara mendetail.

Ø Aturlah sebuah jadwal pertemuan untuk member masukan. Lakukan jadwal tersebut secara berkala sehingga karyawan tahu kapan bias mengetahuinya dan bias meluangkan waktu disela-sela jadwal kerja mereka.

· Berpeganglah pada standar tinggi
Ø Ada tipe manajer yang terus menerus berteriak dan mengeluh secara kasar ketika terjadi kesalahan dan bersikap ‘maklum’ ketika gagal. Idealnya cobalah bersikap lebih keras pada diri sendiri daripada kepada karyawan. Cara ini bias menimbulkan efek yang menular: Karyawan melihat tujuan dan standar yang anda tentukan untuk diri sendiri dan mereka akan meniru anda karena mengagumi anda.

3) Mendelegasikan Tanggung Jawab

· Delegasikan
Ø Mulailah dari hal kecil. Berikan tugas yang bias diperbaiki karyawan jika keliru. Ambil peluang untuk mengajarkan dan memberdayakan karyawan. Lalu secara bertahap berikan mereka tugas-tugas dengan tanggung jawab yang lebih besar saat anda mulai memahami kekuatan dan kelemahan mereka.

Ø Pelajari cara mengantisipasi masalah yang akan timbul sehingga anda dapat melatih mereka dengan benar sebelum mereka mulai bekerja.

· Berikan tugas-tugas yang akan meningkatkan kemampuan karyawan
Ø Ketika karyawan mulai mengambil tanggung jawab lebih dan menunjukan bahwa mereka mampu, maka berikan mereka tugas yang akan meningkatkan kemampuan dan membantu mereka mendapatkan rasa memiliki yang lebih besar terhadap pekerjaannya. Tak hanya sekedar mengetahui kemampuan karyawan menangani pekerjaannya, namun anda juga sedang menjadikan mereka lebih berharga untuk perusahaan.

· Ambil tanggung jawab atas kesalahan karyawan
Ø Ketika salah satu bawahan anda membuat kesalahan, jangan bersikap seolah-olah anda berkuasa atas mereka, ambil kesalahan itu sebagai kesalahan anda, bahkan meskipun secara teknis bukan kesalahan anda. Apa yang sedang anda lakukan adalah menciptakan sebuah budaya dimana karyawan merasa nyaman saat melakukan kesalahan, tetapi bukan berarti memberikan kebebasan terhadap karyawan untuk melakukan kesalahan. Ini adalah konsep yang sangat penting.

Ø Melakukan hal ini memungkinkan karyawan untuk berinovasi dan pada akhirnya belajar untuk berkembang. Pekerja yang belajar dari kesalahannya akan tumbuh menjadi pekerja yang lebih baik, sedangkan mereka yang tidak membuat kesalahan ditahap awal biasanya akan bermain terlalu aman, tidak pernah berani masuk ke dalam hal yang lebih menantang.

· Jangan menerima penghargaan atas prestasi karyawan
Ø Biarkan mereka yang menerima atas prestasinya. Hal ini akan memotivasi mereka untuk terus mengejar keberhasilan. Menejer yang berhasil seperti seorang kondukter. Ia mengaransemen musik sehingga tiap elemen terdengar sebaik mungkin dan ia terhubung dengan groupnya secara keseluruhan. Kondukter hebat akan memimpin dengan memberi contoh, menyatu dengan lingkungannya.

· Kenali kesalahan anda
Ø Saat sesuatu tidak seperti yang diharapkan, kenalilah apa yang telah anda lakukan dengan cara yang berbeda dan ungkapkan kenyataan ini kepada karyawan. Hal ini menunjukan pada mereka kalau anda juga melakukan kesalahan dan juga menunjukan bagaimana mereka seharusnya menangani kesalahannya.

4) Berkomunikasi secara efektif

· Bersikaplah secara terbuka
Ø Ingatkan selalu karyawan anda jika memiliki pertanyaan atau masalah. Anda siap dan bersedia untuk mendengarkan. Memelihara komunikasi yang terbuka akan membuat anda mengetahui masalah dengan cepat, sehingga anda dapat memperbaikinya sesegera mungkin.

Ø Jangan meminimalisir atau membiarkan masalah karyawan dan pastikan anda selalu menjawab pertanyaan mereka sepenuhnya.

· Curahkan perhatian pada karyawan
Ø Jangan membuat interaksi dengan karyawan benar-benar murni urusan pekerjaan. Berbicara dan bangunlah sebuah hubungan yang pribadi.

Ø Menyesuaikan diri dengan kehidupan karyawan diluar kantor kemungkinan besar bias membuat anda diperhatikan kapan mereka memerlukan perhatian ekstra dari anda. Jika anda membantu mengatasi kegundahandalam kehidupan pribadi karyawan anda, maka mereka akan merasa senang hati bersikap loyal terhadap anda.

Ø Ketahuilah batasan anda. Jangan terlibat terlalu jauh dan menanyakan hal-hal yang terlalu pribadi pada karyawan. Anda dapat memelihara hubungan yang bersahabat tanpa harus terlibat terlalu dalam.

· Jangan mencampurkan masukan positif dan negative
Ø Ketika anda mencampurkan masukan positif dan negatif, maka akan berakibat buruk. Masukan positif menjadi tersisih akibat masukan negatif.

Ø Ketika anda memisahkan masukan positif dan negatif, maka masukan positif semakin menonjol dan masukan negatif menjadi lebih vital.

· Dengarkan
Ø Ketika karyawan aktif mengutarakan ide, jangan menyela pembicaraan. Bicaralah hanya untuk memastikan suara anda menjadi bagian dari situasi itu.

Ø Ketika emosi bergolak, biarkan karyawan menyuarakan emosinya dalam situasi aman dan terkendali. Emosi yang tertahan bias menjadi kemarahan dan dapat menghancurkan hubungan kerja, emosi yang tidak dapat ditangani dengan tepat dapat megganggu diskusi yang rasional, yang seharusnya menjadi hal utama dalam lingkungan kerja anda.

Ø Ketika tim anda sedang membangun kesepakatan atau berdiskusi, tawarkan kesediaan untuk mendengarkan.

· Perjelas apa yang anda dengar
Ø Manajer yang baik tidak hanya berusaha agar dirinya menjadi lebih paham, namun juga berusaha mengerti apa yang dikatakan orang-orang disekitarnya. Anda dapat melakukan hal ini dengan mengulang apa yang telah dikatakan orang lain sebagai percakapan dari anda. Gunakan teknik ini ketika anda tidak yakin dengan apa yang dikatakan orang lain.

· Bertanyalah
Ø Pertanyaan yang cerdas menunjukan kalau anda dapat mengikuti alur percakapan dan memperjelasnya ketika diperlukan. Manajer yang efektif peduli untuk memahami pa yang memang penting. Orang lain mungkin memiliki pertanyaan dan mungkin tidak mau bertanya, jika anda menanyakan pertanyaan mereka, anda dapat bertindak sebagai fasilitator dan membangun komitmen tim. Inilah nilai sejati seorang manajer.

5) Memegang prinsip kesetaraan
· Perlakukan setiap orang dengan setara.

· Perlakukan karyawan anda dengan baik
Ø Jika anda bersikap baik terhadap karyawan dan mereka bahagia dengan pekerjaannya, maka akan member kebaikan itu pada konsumen dan meningkatkan citra perusahaan. Bias juga mereka melakukan hal yang sama pada karyawan yang lainnya dan memelihara budaya perusahaan yang positif.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Pengertian, Jenis-jenis dan Peran Manajer

Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

Loading...
Loading...