Materi akuntansi manajemen, akuntansi biaya, akuntansi keuangan, akuntansi pajak, akuntansi pemerintahan, perbankkan dan Analisis ekonomi

Tuesday, October 3, 2017

Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

Laporan Keuangan Perusahaan Dagang - “Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang biasanya disajikan pada perusahaan dagang meliputi neraca, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara seperti misal, sebagai laporan arus KAS, atau laporan arus dana), catatan juga termasuk skedul dan informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut, misal informasi keuangan segmen industri dan geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan harga. 

Laporan keuangan pada perusahaan dangang pada dasrnya tidak jauh berbeda dengan laporan keuangan pada umumnya atau dengan laporan keuangan pada perusahaan jasa. Hanya saja terdapat lebih banyak komponen dalam masing masing jenis dari laporan perusahaan dangang dibandingkan dengan komponen dari jenis laporan keuangan perusahan jasa. Selanjutnya akan dibahas mengenai jenis jenis laporan keuangan perusahaan dangang berserta komponennya masing masing.ng

A. Bentuk-Bentuk Laporan Keuangan Perusahaan Dagang
  1. Neraca,
  2. Laporan laba-rugi,
  3. Laporan perubahan ekuitas,
  4. Laporan arus kas, dan
  5. Catatan atas laporan keuangan.
1. Neraca ( Balance Sheet)
Laporan neraca atau daftar neraca disebut juga laporan posisi keuangan perusahaan. Laporan ini menggambarkan posisi aktiva, kewajiban, dan modal pada saat tertentu. Laporan ini bisa disusun setiap saaat dan merupakan opname situasi posisi keuangan pada saat itu. 

Komponen Neraca Perusahaan Dagang

Neraca terdiri dari kelompok akun riil atau akun nyata, yang terdiri dari:

b. Asset/ Aktiva (Harta)
Asset adalah semua kekayaan yang dimiliki perusahaan, baik yang berwujud maupun tidak berwujud, yang dapat dinilai dengan uang dan dapat digunakan dalam operasi perusahan.

Asset/ Harta terdiri dari:
Harta Lancar ( Current Assets), adalah harta yang diharapkan dapat dicairkan tidak lebih dari satu tahun/ satu siklus akuntansi.

Harta Lancar terdiri dari:
  • Kas (cash)
  • Surat Berharga
  • Piutang Dagang (Account Receivable)
  • Piutang Wesel (Notes Receivable)
  • Perlengkapan (Supllies0
  • Persediaan Barang Dagangan ( Merchandise Inventory)

Harta Tetap Berwujud ( Fixed Assets), adalah kekayaan yang dimiliki perusahaan yang pemakainnya lebih dari satu tahun, digunakan untuk oersai peusahaan dan bukan untuk di jual.

Harta tetap berhujud terdiri dari:
  • Tanah
  • Gedung/ Bangunan
  • Mesin
  • Peralatan Toko dan Peralatan Kantor
  • Kendaraan
Harta Tetap tidak berwujud ( Intengible Fixed Assets), adalah hak istimewa yang dimiliki perusahaan dan memiliki nilai tetapi tidak memiliki bentuk fisik.

Harta tetap tak berhujud terdiri dari:
  • Goodwill ( Nama Baik)
  • Hak Paten
  • Hak Cipta
  • Merek Dagang
  • Hak Sewa
b. Utang/ Kewajiban ( Liabilities)
Utang adalah keharusan membayar kepada pihak lain yang disebabkan adanya transaksi pembelian barang secara kredit. Berdasarkan jangka waktu pelunasannya utang dikelompokkan menjadi:

Utang Lancar ( Current Liabilities), adalah utang yang harus dilunasi kurang dari satu tahun. Utang lancar terdiri dari:
  • Utang Dagang ( Acoount Payable)
  • Utang Wesel ( Notes Payable)
  • Utang Pendapatan/ Pendapatan Diterima Dimuka
  • Utang Beban/ Beban Yang Masih Harus Dibayar
Utang Jangka Panjang ( Long Terms Liabilities), adalah utang yang waktu pelunasanya lebih dari satu tahun. Utang jangka panjang terdiri dari:
  • Utang Hipotek
  • Utang Obligasi
  • Kredit Investasi
c. Modal / Ekutas (Equity), adalah hak kepemilikan atas harta perusaaan yang merupakan kekayaan bersih, atu selisih harta dan utang.

2. Bentuk Laporan Neraca/ Laporan Posisi Keuangan Perusahaan Dagang
a. Bentuk Akun/ Skontro
Dalam bentuk ini sisi aktiva dan pasiva disusun bersebelahan, bentuk ini mempunyai dua sisi, yaitu sisi debit untuk merunci aktiva dan sisi kredit untuk merinci kewajiban dan ekuitas.

b. Bentuk Laporan
Dalam Bentuk ini aktiva, kewajiban, dan ekuitas disusun dari atas ke bawah, aktiva dibuat terlebih dahulu di atas kemudian kewajiban dan ekuitas di bawahnya.

Sumber Penyusunan Neraca
Laporan Neraca atau Laporan Posisi Keuangan disusun dari neraca lajur atau kertas kerja lajur neraca dengan ketentuan sebagai berikut:
  • Untuk aktiva berada di lajur Neraca sebelah debet
  • Untuk kewajiban datanya di lajur Neraca sebelah kredit.
  • Untuk modal diambil dari modal akhir hasil laporan perubahan modal.
 Laporan Laba Rugi
Laporan laba / rugi adalah laporan keuangan yang melaporkan mengenai aktivitas operasional perusahaan dengan memperhitungkan pendapatan dan beban-beban selama satu periode yang kemudian dapat ditentukan laba atau rugi.

Pendekatan untuk mencatat transaksi perusahaan

a. Pendekatan Dasar Tunai ( Cash Basis)
Suatu sistem yang mengakui penghasilan pada saat uang tunai diterima dan mengakui beban saat mengeluarkan uang tunai. Metode ini cocok untuk perusahaan dengan skala kecil karena metode ini kurang tepat untuk mengakui laba atau rugi pada periode tertentu.

b. Pendekatan Dasar Waktu ( Accrual Basis)
Suatu sistem yang mengakui pendapatan pada saat terjadinya transaksi, walaupun sudah atau belum menerima uang tunai dan mengakui beban pada saat terjadinya transaksi walaupun sudah atau belum mengeluarkan uang tunai. 

Metode ini sangat tepat untuk perusahaan yang melakukan transaksi secara kredit, karena laporan laba rugi akan mencerminkan kondisi yang benar selama satu periode tertentu. Dalam buku ini pembahasan ditekankan pada metode dasar waktu (accrual basis).

Komponen Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang
Laporan laba rugi usaha pada perusahaan dagang diperoleh dari membandingkan antara penjualan bersih, harga pokok penjualan ( HPP), dan beban operasi perusahaan.

Berikut adalah komponen-komponen laporan laba rugi pada perusahaan dagang.
  • Laba Bersih operasi adalah laba bruto/laba kotor dikurangi beban opersai perusahaan.
  • Laba Bruto (kotor) adalah selisih penjualan bersih dengan harga pokok penjualan.
  • Penjualan Bersih adalah jumlah seluruh penjualan dikurangi retur dan pengurangan harga serta potongan penjualan
  • Harga Pokok Penjualan (HPP) adalah harga perolehan persediaan yang dijual. Dihitung dengan menjumlahkan persediaan barang awal dengan pembelian bersih dan dikurangi persediaan barang dagang akhir.
  • Pembelian Bersih adalah jumlah pembelian ditambah beban angkut dan dikurangi retur pembelian dan potongan pembelian
  • Bebab Operasi Perusahaan terdiri dari semua beban yang timbul sehububungan dengan kegiatan uatama perusahaan. Beban operasi dikelompokkan menjadi 2 yaitu:  Beban Penjualan, meliputi beban yang berhubungan dengan kegiatan penjualan barang, seperti ; beban iklan, beban angkut penjualan , beban perlengkapan toko,beban gaji penjualan, beban sewa toko,dll. Beban Administrasi dan Umum, meliputi beban yang tidak berhubungan langsung dengan penjualan barang dagang, seperti; beban gaji kantor, beban perlengkapan kantor, beban asuransi, dll.
  • Pendapatan dan Beban diluar Operasi Perusahaan adalah pendapatan yang diterima dan beban yang dikeliurkan tetati tidak berhubungan langsung dengan kegiatan opesarional perusahaan. Misalnya: pendapatan bunga, beban komisi, beban administrasi bank, beban bunga, dll.
  • Laba Bersih Sebelum Pajak adalah laba bersih operasi dikurangi/ditambah dengan pendapatan dan beban non oprasional. Pengurangan laba bersih sebelum pajak dengan pajak diperoleh laba bersih setelah pajak. 
Bentuk Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang

a. Bentuk Langsung ( Single Step)

Bentuk Langsung ( Single Step)
Penyajian laporan laba/rugi dengan bentuk single step dilakukan dengan menjumlahkan semua pendapatan menjadi satu, demikian pula bebannya. Setelah itu dicari selisihnya untuk mengetahui laba dan rugi.

b. Bentuk Bertahap ( Multiple Steps)

Bentuk Bertahap ( Multiple Steps)



Penyajian laporan laba/rugi dengan bentuk multiple step dilakukan dengan memisahkan antara pendapatan usaha dan pendapatan di luar usaha, serta memisahkan pula antara beban usaha dan beban di luar usaha. Setelah itu mencari selisihnya sehingga akan diperoleh laba atau rugi bersih usah.

Laporan Perubahan Modal (Ekuitas)
Laporan perubahan ekuitas yaitu laporan keuangan yang menunjukan perubahan ekuitas selama satu periode. Laporan perubahan ekuitas terdiri dari saldo awal modal pada neraca saldo setelah disesuaikan di tambah laba bersih selama satu periode dikurangi dengan pengambilan prive. 

Laporan perubahan modal hanya lazim berlaku dibuat pada perusahaan perseorangan, persekutuan atau firma, dan CV. Sementara itu, untuk perusahaan berbentuk perseroan terbatas (PT) istilah untuk laporan perubahan modal adalah laporan laba ditahan (returned earning statement).

Komponen Laporan Perubahan Modal

Komponen akun dalam laporan perubahan ekuitas adalah:
a. Modal awal
Modal awal berasal dari investasi awal ataupun penambahan investasi.

b. Laba atau rugi 
Laba perusahaan akan menambah modal perusahaan, sedangkan rugi akan mengurangi modal perusahaan.

c. Penarikan (prive)
Apabila sebagian laba diambil oleh pemilik untuk kepentingannya sendiri di luar kepentingan perusahaan, maka kejadian ini akan mengurangi modal pemilik. Jika bentuk perusahaan adalah perseorangan atau firma maka penarikan disebut Prive dan jika berbentuk perseroan (PT) penarikan disebut Dividen. Apabila laba lebih besar dari pada penarikan maka akan ada kenaikan modal, sebaliknya jika laba lebih kecil dari penarikan maka akan terjadi penurunan modal.

d. Modal akhir 
Modal akhir adalah saldo modal awal ditambah laba rugi dikurangi penarikan.

Bentuk Laporan Perubahan Modal
Bentuk Laporan Perubahan Modal
a. Laporan Arus Kas ( Cash Flow)
Laporan arus kas menyajikan arus kas masuk dan arus kas keluar dari kas dan setara kas dengan kategori aktivitas operasi, investasi dan pendanaan selama waktu periode tertentu.  Kas dapat didefinisikan sebagai jumlah kas yang ada ditangan (cash on hand), treasury bills, commercial paper, money market fund dan rekening giro pada bank (cash in bank)termasuk overdraft pada bank. Setara kas (cash equivalent) dapat diartikan sebagai investasi yang bersifat jangka pendek, sangat likuid dan yang dengan cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah tertentu, tanpa menghadapi resiko perubahan nilai yang signifikan.

Keuntungan Laporan Arus Kas

Keuntungan laporan arus kas menurut Lee (Sofyan Harahap : 258) adalah sebagai berikut :
  • Dapat memberikan kerangka kerja untuk menghubungkan prestasi masa lalu, saat sekarang dan masa yang akan datang.
  • Menurut kacamata investor, proyeksi arus kas akan menggambarkan kemampuan perusahaan untuk membayar dan menggambarkan perencanaan kebijakan keuangannya.
  • Nilai discounted flow ratio lebih dipercaya untuk menjadi indikator investasi daripada rasio laba dengan harga sekarang disebabkan sistem alokasi yang dilakukan dalam menghitung laba seperti dalam akuntansi berbasis akrual (accrual basis accounting)
  • Akuntansi arus kas dapat digunakan untuk memperbaiki kesenjangan antara bagaimana investasi dilakukan yang biasanya dengan dasar kas dengan bagaimana hasil suatu investasi dinilai.
Klasifikasi Laporan Arus Kas
PSAK 2 mensyaratkan bahwa laporan arus kas menyajikan arus kas selama periode akuntansi yang relevan, yang diklasifikasikan menjadi tiga kategori , yaitu:

a. Arus Kas Dari Aktivitas Operasi
Aktivitas operasi dapat didefinisikan sebagai aktivitas utama penghasil pendapatan perusahaan (principal revenue-producing activities) dan aktivitas lain yang bukan merupakan aktivitas investasi dan pendanaan. Arus kas dari aktivitas operasi terkait dengan aktivitas menghasilkan pendapatan dari entitas. 

Contoh arus kas dari aktivitas operasi adalah :
  • Penerimaan kas dari penjualan barang
  • Penerimaan kas dari penjualan jasa
  • Penerimaan kas dari royalti, komisi dan pendapatan lainnya yang diterima tunai.
  • Pembayaran kas kepada pemasok barang
  • Pembayaran kas kepada karyawan
  • Pemayaran kas kepada pemasok jasa lainnya 
  • Pembayaran atau restitusi pajak penghasilan kecuali secara khusus merupakan bagian dari aktivitas pendanaan dan investasi
  • Penerimaan dan pembayaran kontrak yang dimiliki untuk tujuan diperdagangkan atau diperjualbelikan.
b. Arus Kas Dari Aktivitas Investasi
Aktivitas investasi adalah perolehan (acquisition) dan pelepasan (disposal) aset jangka panjang dan investasi non setara kas. Aktivitas investasi mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas sehubungan dengan sumber daya yang diperoleh perusahaan yang ditujukan untuk menghasilkan pendapatan dan arus kas masa depan.

Contoh arus kas dari aktivitas investasi adalah :

Arus kas yang diterima, misalnya :
  • Penjualan aset tetap
  • Penjualan surat berharga yang berupa investasi
  • Penagihan pinjaman pokok jangka panjang/pinjaman (tidak termasuk bunga jika merupakan kegiatan investasi)
  • Penjualan aset lainnya yang digunakan dalam kegiatan produksi (tidak termasuk persediaan)
Arus kas yang keluar, misalnya :
  • Pembayaran untuk mendapatkan aset tetap
  • Aktiva tak berwujud dan aktiva jangka panjang lain, termasuk pengembangan yang dikapitalisasikan
  • Pembelian investasi jangka panjang
  • Perolehan saham atau instrumen keuangan perusahaan lain
  • Pemberian pinjaman pada pihak lain
  • Pembayaran untuk aset lain yang digunakan dalam kegiatan produktif seperti hak paten (tidak termasuk persediaan yang merupakan persediaan operasional)
c. Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan
Aktivitas pendanaan adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan besaran dan komposisi modal ekuitas dan pinjaman perusahaan.

Contoh arus kas dari aktivitas pendanaan :

Arus kas masuk misalnya :
  • Pengeluaran saham atau instrumen modal lainnya
  • Pengeluaran wesel
  • Penjualan obligasi
  • Pengeluaran surat hutang hipotik
  • Serta pinjaman lainnya
Arus kas keluar misalnya :
  • Pembayaran deviden dan pembagian lainnya yang diberikan kepada pemilik
  • Pembelian saham perusahaan (treasury stock)
  • Pelunasan pokok pinjaman
Metode Pelaporan Arus Kas

a. Metode Langsung
Metode langsung pada hakikatnya adalah menguji kembali setiap item laporan laba rugi dengan tujuan untuk melaporkan seberapa besar kas yang diterima atau dibayarkan terkait dengan setiap komponen laga rugi tersebut.

PSAK mensyaratkan pengungkapan kelompok utama penerimaan kas bruto dan pengeluaran kas bruto.

Contoh arus kas bruto :
  • Tagihan kas dari pelanggan
  • Penerimaan bunga dan deviden
  • Pembayaran kas ke karyawan dan pemasok lain
  • Pembayaran bunga dan deviden
  • Penerimaan dan pembayaran kas operasi lain.
b. Metode Tidak Langsung
Dengan metode ini laba atau rugi bersih disesuaikan dengan mengoreksi pengaruh dari transaksi bukan kas, akrual dari penerimaan atau pembayaran kas untuk operasi masa lalu dan masa depan dan unsur penghasilan atau beban yang berkaitan dengan arus kas investasi dan pendanaan. Metode tidak langsung ini merupakan rekonsiliasi laba bersih yang diperoleh perusahaan dengan melakukan penyesuaian sebagai berikut :
  • Pendapatan dan beban yang tidak melibatkan arus kas masuk dan kas keluar, contohnya adalalah amortitasi premium/diskonto investasi obligasi, beban penyisihan piutang ragu-ragu, beban penyusutan aktiva tetap, beban amortisasi aktiva tidak berwujud dan beban amortisasi premium/diskonto utang obligasi.
  • Keuntungan dan kerugian yang terkai dengan aktivitas investasi atau pembiayaan, contohnya adalah keuntungan dan kerugian penjualan aktiva tetap, keuntungan dan kerugian penjualan investasi dalam saham, dan keuntungan serta kerugian atas penebusan kembali utang obligasi.
  • Perubahan dalam aktiva lancar (selain kas) dan kewajiban lancar sebagai hasil dari transaksi pendapatan dan beban yang tidak mempengaruhi arus kas, contohnya adalah perubahan dalam saldo piutang usaha, persediaan barang dagang, biaya dibayar dimuka, utang usaha, utang gaji/upah, utang bunga dan utang pajak penghasilan.

Bentuk Laporan Arus Kas

Bentuk Laporan Arus Kas


a. Catatan Atas Laporan Keuangan
Catatan atas Laporan Keuangan merupakan komponen laporan keuangan yang baru yang kedudukannya menggantikan Nota Perhitungan Anggaran. Catatan atas Laporan Keuangan meliputi penjelasan, daftar rinci, dan analisis suatu pos yang disajikan dalam Laporan Realisasi Anggaran dan Neraca dalam rangka pengungkapan yang memadai.

b. Informasi dalam Catatan Atas Laporan Keuangan
  • kebijakan akuntansi
  • penjelasan pos-pos laporan keuangan,
  • pengungkapan lainnya, dan informasi tambahan yang diperlukan.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

Loading...
Loading...