Materi akuntansi manajemen, akuntansi biaya, akuntansi keuangan, akuntansi pajak, akuntansi pemerintahan, perbankkan dan Analisis ekonomi

Friday, October 13, 2017

Jurnal Penutup

Jurnal Penutup - Penutupan buku merupakan suatu proses dengan menggunakan jurnal penutup. Jurnal penutup dapat dilakukan dengan cara memindahkan saldo-saldo rekening penghasilan dan biaya rekening rugi-laba dan kemudian menutup saldo rugi-laba ke rekening modal perusahaan. Jurnal penutup merupakan jurnal yang dibuat untuk memindahkan saldo-saldo rekening sementara dan rekening prive.
Tujuan pembuatan jurnal penutup:
  • Untuk menutup saldo yang terdapat dalam semua rekening sementara (menutup berarti mengurangi saldo rekening sehingga menjadi nol).
  • Agar saldo rekening modal menunjukkan jumlah yang sesuai dengan keadaan pada akhir periode (sama dengan jumlah modal akhir yang dilaporkan dalam neraca).
Fungsinya jurnal penutup: 
  • Agar dapat memisahkan antara pendapatan dan biaya periode sekarang dengan periode yang akan datang.
  • Agar rekening modal menunjukkan jumlah yang sesuai dengan keadaan pada akhir periode akuntansi
  • Agar buku besar telah seimbang sebelum memulai kembali pencatatan pada periode berikutnya.
Jurnal Penutup
Jurnal Penutup

Dalam  menyelenggarakan  penutupan  buku,  digunakan  rekening  sementara  yang  baru,  yaitu  rekening  Rugi-Laba  /  Ikhtisar  Rugi-Laba.  Rekening  ini  hanya  digunakan  dalam  penutupan  buku  pada  akhir periode. Buku-buku hanya ditutup  pada akhir periode dengan maksud  agar  pihak-pihak  yang  berkepentingan  terhadap  laporan  keuangan  perusahaan akan dapat mengetahui hasil operasi perusahaan dari satu masa  ke  masa  berikutnya.  Di  samping  itu,  dengan  dilakukannya penutupan  maka  rekening  modal  akan  menunjukkan  jumlah  yang  sama  dengan  jumlah  yang  ditunjukkan  dalam  neraca. 

Penutupan pembukuan biasanya dilakukan dengan urutan:
  1. Menutup semua rekening pendapatan dengan memindahkan saldo setiap rekening pendapatan ke rekening rugi-laba.
  2. Menutup semua rekening biaya dengan memindahkan saldo setiap rekening biaya ke rekening rugi-laba.
  3. Menutup rekening rugi-laba dengan memindahkan saldo rekening tersebut ke rekening modal.
  4. Menutup rekening prive (jika ada) dengan memindahkan saldo rekening tersebut ke rekening modal.

Jurnal-jurnal  penutupan  dapat  dilakukan  pada  perusahaan  perseorangan  maupun  perusahaan  perseroan.  Perusahaan perseorangan adalah sebuah badan usaha yang modalnya berasal dari  seorang pemiliknya. Dalam perusahaan perseorangan, hanya terdapat  satu  rekening  modal.  Dalam  perusahaan  perseorangan  pemilik  sering  melakukan pengambilan atau pemakaian kekayaan perusahaan (uang  atau  barang)  untuk  keperluan  pribadi/prive. 

Dalam perusahaan perseorangan, jurnal-jurnal penutupan dilakukan dengan cara:
  1. Memindahkan semua rekening nominal ke rekening rugi laba.
  2. Memindahkan saldo rekening rugi laba ke rekening prive pemilik (untuk persekutuan diperinci prive masing-masing sekutu).
  3. Jurnal untuk memindahkan saldo rekening prive ke rekening modal.
Sedangkan  pada  perusahaan  persekutuan,  laba  atau  rugi  perusahaan  harus  dibagikan  kepada  para  sekutu  dengan  cara  pembagian  yang  telah  diatur  dalam  anggaran  dasar  perusahaan. Persekuuan  biasanya  memiliki  beberapa  buah  rekening  modal  yang  disesuaikan  dengan  jumlah  sekkutunya.  Seperti  halnya  dalam perusahaan  perseorangan,  para  sekutu  dalam  suatu  persekutuan  biasanya  diperbolehkan  untuk  melakukan  pengambilan  prive  dalam batas tertentu sehingga terdapat beberapa buah rekening prive. Hasil pembagian laba atau rugi persekutuan dipindahkan dari rekening rugi-laba  ke  rekening  modal  melalui  rekening  prive  masing-,asing  sekutu.

Oleh karena itu, jurnal-jurnal penutupan dilakukan dengan cara:
  • Memindahkan semua rekening nominal ke rugi-laba.
  • Memindahkan saldo rekening rugi-laba ke rekening laba yang ditahan.

Setelah  jurnal  penutup  diposting  ke  buku  besar  masing-masing,  selanjutnya  buku  besar  tersebut  ditutup  (digarisbawahi)  untuk  menunjukkan  bahwa  rekening-rekening  nominal  tersebut  sudah  tidak mempunyai saldo lagi.

Terdapat 4 (empat) jurnal penutup yang harus dibuat yaitu:

Menutup rekening Pendapatan
Rekening
Debet
Kredit
Pendapatan
Ikhtisar Rugi/Laba
xxx

xxx

Menutup rekening Beban
Rekening
Debet
Kredit
Ikhtisar Rugi/Laba
Beban
xxx

xxx

Menutup rekening Ikhtisar Rugi/Laba
Rekening
Debet
Kredit
Ikhtisar Rugi/Laba
Modal
xxx

xxx

Menutup rekening Prive
Rekening
Debet
Kredit
Modal
Prive
xxx

xxx


CONTOH
Berikut adalah data laporan Rugi laba suatu perusahaan:
Pendapatan…………………………………………………….
Beban telepon……………………………………………
Beban asuransi……………………………………………
Beban depresiasi……………………………………………
Beban gaji..……………………………………………………
Rp. 12.900.000,-
Rp. 1.000.000,-
Rp. 250.000,-
Rp. 9.000.000,-
Rp. 2.000.000,-
Jurnal penutup yang harus dibuat pada akhir periode akuntansi adalah sebagai berikut:

JURNAL PENUTUP
Rekening
Debet
Kredit
Menutup Pendapatan:

Pendapatan
Ikhtisar Rugi/Laba


12.900.000



12.900.000
Menutup Beban:
Ikhtisar Rugi/Laba
Beban telepon
Beban asuransi
Beban depresiasi
Beban gaji
12.250.000




1.000.000
250.000
9.000.000
2.000.000
Menutup Ikhtisar Rugi/Laba:
Ikhtisar Rugi/Laba
Modal
650.000


650.000

Rekening  riil  juga  tidak  perlu  ditutup  karena  saldo  rekening tersebut  akan  dibawa  ke  periode  berikutnya.  Hanya  pada  akhir periode  harus  dihitung  saldonya  apakah  debet  atau  kredit  untuk  kemudian dibawa ke periode berikutnya sebagai saldo awal. Akhirnya, setelah  proses  penutupan  selesai,  hanya  rekening-rekening  aktiva, hutang,  dan  modal  saja  yang  memiliki  saldo  sehingga  buku  besar dapat disajikan lagi dengan bentuk dasar persamaan akuntansi yaitu:

AKTIVA = HUTANG + MODAL

v Neraca Saldo Setelah Penutupan Buku
Neraca saldo setelah penutupan buku (after closing trial balance). Setelah dibuat ayat jurnal penutup dan postingnya, tahap berikutnya dalam siklus akuntansi adalah menyusun neraca saldo setelah penutupan. Neraca saldo setelah penutupan buku adalah suatu daftar yang berisi saldo-saldo rekening buku besar setelah perusahaan melakukan penutupan buku, tujuannya supaya aktiva atau harta, kewajiban atau utang, dan modal selalu dalam keadaan seimbang, sebelum perusahaan memulai pencatatan pada tahun atau periode berikutnya. Neraca  saldo  setelah  penutupan  buku  merupakan  suatu  daftar yang  berisi  saldo-saldo  rekening  buku  besar  setelah  perusahaan melakukan  penutupan  buku. 
Neraca  ini  dibuat  untuk  menguji  keseimbangan  antara  saldo  debet  dan  kredit  dari  rekening-rekening riil  setelah  adanya  penutupan  buku.  Rekening-rekening  yang  tampak dalam  neraca  akan  terlihat  persis  dengan  neraca  saldo  setelah penutupan  ini.  Akan  tetapi,  agak  berbeda  baik  dari  bentuk  dan susunan  dari  rekening-rekeningnya.  Rekening  dan  jumlah  saldo  yang tercantum  dalam  neraca  harus  sama  dengan  rekening  dan  jumlah saldo  yang  tercantum  dalam  neraca  saldo  setelah  penutupan  buku. Apabila  terjadi  ketidaksesuaian,  berarti  telah  terjadi  kesalahan  yang harus dicari penyebabnya dan diadakan koreksi yang diperlukan.

v Jurnal Penyesuaian Kembali
Setelah berakhirnya satu periode akuntansi, maka langkah awal memasuki periode akuntansi berikutnya adalah membuat ayat jurnal pembalik. Jurnal pembalik pada hakekatnya adalah jurnal untuk membalikan ayat jurnal penyesuaian, namun tidak semua ayat jurnal penyesuaian harus dibalikan. Disamping itu pembuatan ayat jurnal pembalik ini bukan suatu keharusan tergantung sistem pencatatan akuntansi perusahaan dalam hal pengakuan harta atau beban dan utang atau pendapatan. Sekali perusahaan menggunakan pendekatan beban dan pendapatan maka perusahaan harus konsisten (tidak bolah berubah-ubah) harus tetap dipertahankan.

Dasar penyusunan ayat jurnal pembalik adalah dari jurnal penyesuaian, indikator suatu ayat jurnal penyesuaian memerlukan jurnal pembalik adalah jika suatu ayat jurnal penyesuaian memunculkan akun riil yang baru (belum muncul di neraca saldonya).

Jurnal penyesuain kembali sifatnya optional artinya boleh dilakukan atau tidak . Apabila dilakukan jurnal penyesuaian kembali ini dilakukan pada hari pertama pada periode berikutnya, misalnya perusahaan melaukan penutupan buku dan penyusunan laporan keuangan periode pada tanggal 31 Desember 2002 maka jurnal penyesuaian kembali dibuat pada tanggal 1 Januari 2003. Beberapa penyesuaian harus di lakukan kembali sebelum dilakukan pencatatan untuk periode berikutnya dilakukan. penyesuaian kembali dapat dilakukan dengan cara membalik jurnal penyesuaian yang ditelah dibuat pada saat proses penyusunan laporan keuangan akhir periode. Hal ini dilakukan apabila suatu transaksi berkaitan dengan periode berikutnya. Tujuan pembuatan jurnal penyesuaian kembali adalah agar pencatatan transaksi dilakukan secara konsisten.

Yang  diadakan  jurnal  penyesuaian  kembali  adalah  :
1)  Biaya yang dibayar di muka
Seperti  yang  diketahui,  bahwa  penyesuaian  yang  dibuat untuk  biaya  yang  dibayar  di  muka  tergantung  pada  perkiraan yang  dipakai  untuk  mencatat  pengeluaran  biaya  tersebut  pada saat terjadi transaksi.

Contoh:
Misalnya  pada  tanggal  1  Agustus  2000,  dibayar  premi  asuransi sejumlah  Rp  120.000,00  untuk  jangka  waktu  satu  tahun,  maka jurnal  penyesuaiannya  pada  tanggal  31  Desember  2000  sebagai berikut:
Tanggal
Nama Akun
Ref
Debet
Kredit
2000 Agustus 1
Asuransi bayar dimuka

Rp 50.000,00



Premi asuransi


Rp 50.000,00


Pada  tanggal  1  Januari  2001  dibuat  jurnal  penyesuaian  kembali untuk  memindahkan  rekening  penyesuaian  riil  ke  rekening nominal yaitu:
Tanggal
Nama Akun
Ref
Debet
Kredit
2001 Januari 1
Premi asuransi


Rp 50.000,00



Asuransi bayar dimuka


Rp 50.000,00


2)  Pendapatan diterima di muka
Jika  perusahaan  menerima  penghasilan  atau  pendapatan yang  belum  menjadi  haknya,  maka  pada  akhir  periode  harus dibuat  jurnal  penyesuaian  untuk  mencatat  penghasilan  atau pendapatan yang sebenarnya pada periode tersebut.
Contoh:
Misalnya  pada  tanggal  1  Agustus  2000,  diterima  penghasilan bunga  untuk  jangka  waktu  6  bulan  sebesar  Rp  60.000,00.  Maka jurnal penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2000 adalah:
Tanggal
Nama Akun
Ref
Debet
Kredit
2000 Agustus 1
Penghasilan Bunga


Rp 10.000,00



Bunga diterima dimuka


Rp 10.000,00


Pada  tanggal  1  Januari  2001  dibuat  jurnal  penyesuaian  kembali untuk  memindahkan  rekening  penyesuaian  riil  ke  rekening nominal yaitu:

Tanggal
Nama Akun
Ref
Debet
Kredit
2000 Agustus 1
Bunga diterima dimuka


Rp 10.000,00



Penghasilan Bunga


Rp 10.000,00

Dengan  adanya  jurnal  penyesuaian  kembali,  maka pembukuan  perusahaan  akan  konsisten  dengan  pencatatan semula  pada  awal  terjadinya  transaksi  yaitu  memakai  rekening penghasilan.
3)  Biaya yang masih harus dibayar
Pada  akhir  periode  jika  ada  jasa  yang  sudah  dinikmati  oleh perusahaan  tapi  belum  dibayar,  maka  harus  dibuat  jurnal penyesuaian untuk mengakui biaya yang terjadi dan hutang biaya pada  pihak  yang  memberikan  jasa  tersebut.  Dalam  kaitan  ini  setelah  dibuat  jurnal  penyesuaian  maka  pada  periode  berikutnya perlu  dibuat  jurnal  penyesuaian  kembali  untuk  memudahkan pencatatan  pada  saat  diadakan  pembayaran  terhadap  hutang tersebut.
Contoh:
Pada  tanggal  31  Desember  1982  diketahui  bahwa  biaya  bunga yang  masih  harus  dibayar  adalah  sebesar  Rp  400.000,00. Pembayaran  bunga  tiap  tahunnya  dilakukan  pada  tanggal  1 September  dan  1  Maret  dan  besarnya  bunga  tiap  bulan  sebesar Rp 100.000,00
Jurnal penyesuaian (pada 31-12-1982):
Tanggal
Nama Akun
Ref
Debet
Kredit
1982 - 12 - 31
Biaya Bunga

Rp 400.000,00


Bunga Yang Masih Harus Di Bayar


Rp 400.000,00

Jurnal penyesuaian kembali (pada 1-1-1983):
Tanggal
Nama Akun
Ref
Debet
Kredit
1983 - 1 - 1
Bunga Yang Masih Harus Di Bayar

Rp 400.000,00



Biaya Bunga


Rp 400.000,00

4)  Pendapatan yang masih harus diterima
Pada  akhir  periode  jika  ada  jasa  yang  sudah  diberikan perusahaan  tapi  belum  menerima  pembayaran,  maka  harus dibuat  jurnal  penyesuaian  untuk  mengakui  adanya  penghasilan atau  pendapatan  dan  mengakui  pula  adanya  piutang  pada  pihak yang  menerima  jasa  tersebut.  Dalam  kaitan  ini  setelah  dibuat jurnal  penyesuaian  maka  pada  periode  berikutnya  perlu  dibuat jurnal penyesuaian kembali untuk memudahkan pencatatan pada  menerima pembayaran atas piutangnya.
Contoh:
Pada  tanggal  31  Desember  1982  diketahui  bahwa  bunga  atas piutang  wesel  perusahaan  yang  sudah  menjadi  hak  tahun  1982 adalah sebesar Rp 180.000,00. Bunga diterima per kas untuk tiap tahunnya  adalah  pada  tanggal  1  Oktober  dan  1  April.  Besarnya
bunga tiap bulan sebesar Rp 60.000,00.
Jurnal penyesuaian (pada 31-12-1982):
Tanggal
Nama Akun
Ref
Debet
Kredit
1982 - 12 - 31
Penghasilan yang akan diterima

Rp 180.000,00



Penghasilan bunga 


Rp 180.000,00

Jurnal penyesuaian kembali (pada 1-1-1983):
Tanggal
Nama Akun
Ref
Debet
Kredit
1983 - 1 - 1
Penghasilan bunga 

Rp 180.000,00



Penghasilan yang akan diterima


Rp 180.000,00

Contoh Soal (JURNAL PENYESUAIAN KEMBALI)
Terdapat  informasi  dari  catatan  akuntansi  Perusahaan  Sastro  Utomo  yang berlaku sampai tanggal 31 Agustus 2006:
1.      Pada  tanggal  1  Juli,  perusahaan  menerima  pendapatan  sebesar  Rp 30.000.000,00  untuk  dua  bulan  mulai  tanggal  tersebut.  Transaksi dicatat  dengan  menempatkan  rekening  pendapatan  diterima  di  muka pada sisi kredit.
2.      Biaya reparasi peralatan untuk bulan Agustus belum dibayar dan belum dicatat sebesar Rp 5.000.000,00.
3.      Pendapatan  bunga  untuk  bulan  Agustus  belum  dicatat  dan  belum diterima sebesar Rp 21.000.000,00.
4.      Pada  tanggal  28  Maret,  dibayar  premi  asuransi  untuk  6  bulan  di  muka sebesar  Rp  6.000.000,00.  transaksi  dicatat  dengan  mendebet  rekening asuransi dibayar di muka.
Diminta:
a.  Buatlah jurnal penyesuaian untuk transaksi-transaksi di atas.
b.  Buatlah jurnal penyesuaian kembali untuk tanggal 1 September 2006
Jawab:
a.       Jurnal Penyesuaian
Perusahaan sastro utomo
Jurnal penyesuaian
31 agustus 2006
Tanggal
Nama Akun
Ref
Jumlah
Debet
Kredit
2006 agustus
1
Pendapatan
Pendapatan diterima dimuka
(untuk mencatat pendapatan yang telah diterima dimuka)

Rp 30.000,00

Rp 30.000,00

2
Biaya peralatan
Peralatan yang masih harus dibayar
(untuk mencatat biaya peralatan yang belum dibayar)

Rp 5.000.000,00

Rp 5.000.000,00

3
Pendapatan bunga yang akan diterima
Penghasilan bunga
(untuk mencatat pendapatan bunga bulan agustus)

Rp 21.000.000,00


Rp 21.000.000,00

4
Asuransi dibayar dimuka
Premi asuransi
(untuk mencatat asuransi yang telah dibayar dimuka)

Rp 6.000.000,00


Rp 6.000.000,00
Jumlah

Rp 62.000.000,00
Rp 62.000.000,00


b.      Jurnal penyesuaian kembali
Perusahaan sastro utomo
Jurnal penyesuaian kembali
1 september 2006
Tanggal
Nama Akun
Ref
Jumlah
Debet
Kredit
2006 september
1
Pendapatan diterima dimuka
Pendapatan
 (untuk mencatat pendapatan yang telah diterima dimuka)

Rp 30.000,00


Rp 30.000,00

2
Peralatan yang masih harus dibayar
Biaya peralatan
 (untuk mencatat biaya peralatan yang belum dibayar)

Rp 5.000.000,00


Rp 5.000.000,00

3
Penghasilan bunga
Pendapatan bunga yang akan diterima
 (untuk mencatat pendapatan bunga bulan agustus)

Rp 21.000.000,00

Rp 21.000.000,00

4
Premi asuransi
Asuransi dibayar dimuka
 (untuk mencatat asuransi yang telah dibayar dimuka)

Rp 6.000.000,00

Rp 6.000.000,00
Jumlah

Rp 62.000.000,00
Rp 62.000.000,00

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Jurnal Penutup

Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

Loading...
Loading...