Materi akuntansi manajemen, akuntansi biaya, akuntansi keuangan, akuntansi pajak, akuntansi pemerintahan, perbankkan dan Analisis ekonomi

Tuesday, September 12, 2017

Statement Laba Komprehensif (Pengertian Income, Revenues dan Gains)

Statement Laba Komprehensif (Pengertian Income, Revenues dan Gains) - Komponen pelaporan telah diklarifikasi sebagai pendapatan, biaya, keuntungan, dan kerugian untuk memberikan gambaran pelaporan yang lebih baik.
Pengertian INCOME
Income statement sangat penting dan merupakan basic dari laporan keuangan. Kita telah mempelajari pentingnya income statement dalam memprediksi arus kas masa depan dan menilai kinerja manajemen. Makna Income dalam perpajakan adalah sebagai jumlah kotor sehingga diterjemahkan sebagai penghasilan sebagaimana digunakan dalam Standart Akuntansi Keuangan, sedangkan dalam Akuntansi istilah income adalah dimaknai sebagai jumlah bersih sehingga istilah laba lebih menggambarkan apa yang dimaksud dengan income.

Statement Laba Komprehensif (Pengertian Income, Revenues dan Gains)
Statement Laba Komprehensif

Berikut ini beberapa pengertian laba (income) :
Sumber
Definisi
Pendekatan
ATB 2
Income dan profit : Jumlah yang dihasilkan dari revenue atau operation revenue – cost of goods sold, biaya-biaya lain serta kerugian
Revenue-expense approach
APB Statement 4
Net income/net loss : kelebihan/defisit pendapatan (revenue) atas biaya-biaya untuk satu periode akuntansi
Revenue-expense approach
SFAC No 6
Comprehensive income : perubahan ekuitas (net assets) sebuah entitas selama satu periode transaksi serta kejadian dan circumstances lain diluar dari sumber daya pemilik
Asset-liability approach

Pengertian REVENUE
Sumber
Definisi
Pendekatan
ATB 2
Revenue : hasil dari penjualan barang dan pemberian jasa dan diukur dengan harga yang dibebankan kepada konsumen, klien, atau penyewa
Revenue-expense approach
APB Statement 4
Revenue : peningkatan bruto asset dan penurunan bruto liabilitas yang diukur sesuai dengan GAAP yang merupakan hasil dari aktivitas yang bertujuan mendapatkan profit
Asset-liability approach
SFAC No 6
Revenue : arus masuk atau peningkatan asset sebuah entitas, pelunasan liabilitasnya, ataupun kombinasi keduanya selama satu periode dari mengirimkan atau memproduksi barang, memberikan jasa, ataupun aktivitas lain yang merupakan aktivitas operasional utama perusahaan
Asset-liability approach
.
Definisi yang ke-1 dan ke-2 mengacu pada pendekatan revenue expense. Definisi yang ke 3 mengacu pada pendekatan sumber daya ekonomi, klaim atas sumber daya dan definisi tersebut menjadi arah yang diambil oleh FASB saat ini dan yang akan datang.

Revenue Recognition
Secara teoritis, revenue harus diidentifikasi pada selama periode dimana mayoritas aktivitas ekonomi yang diperlukan untuk pembuatan dan pelepasan barang dan jasa telah dicapai.

Empat poin alternative pengakuan pendapatan:
  1. Selama produksi untuk kontrak jangka panjang tertentu, seperti agriculture dan pertambangan yang menggunakan installment method dimana pendapatan diakui pada saat kas diterima..
  2. Pada saat produksi diselesaikan, dengan syarat kondisi market dan demand yang stabil serta produk dapat segera dipertukarkan.
  3. Pengakuan pada saat terjadinya penjualan merupakan prinsip umum dalam pengakuan. 
  4. Pada saat kas diterima.

Pengertian GAINS

Gains didefinisikan sebagai berikut :
• Pendapatan yang diperoleh selain dari hasil penjualan barang dan jasa yang merupakan aktivitas utama perusahaan.
• Peningkatan ekuitas (net asset) dari transaksi sekeliling ataupun insidental, kecuali yang berasal dari pendapatan/investasi pemilik.

2. EXPENSES AND LOSSES
EXPENSES
Beberapa pengertian dari Expenses / Biaya:
Sumber
Definisi
Pendekatan
ATB 2
Beban: semua expired cost yang sudah dikurangkan dari pendapatan
Revenue-expense approach
APB Statement 4
Beban : penurunan kotor pada asset atau peningkatan kotor pada liabilitas yang diakui dan diukur sesuai dengan GAAP yang dihasilkan dari aktivitas profit- oriented suatu entitas
Mulai ada hubungan net asset, tapi pengukuran masih berdasar pada
revenue-expense approach
SFAC No 6
Beban : arus keluar atau penggunaan lain asset atau kewajiban yang terjadi (atau kombinasi keduanya) selama suatu periode dari mengantarkan atau produksi barang, memberikan jasa, atau melakukan aktivitas lain yang merupakan aktivitas operasi utama perusahaan
Asset-liability approach

Pengakuan terhadap expenses atau biaya terdapat dalam APB Statement No. 4 dimana expenses itu sendiri diklasifikasikan menjadi tiga kategori yaitu:
  1. Kos yang diasosiasikan secara langsung dengan periode pendapatan.
  2. Kos yang diasosiasikan dengan periode dengan beberapa basis.
  3. Kos yang secara praktik tidak dapat diasosiasikan dengan periode manapun.
Pengertian LOSSES
Losses/Kerugian adalah penurunan modal (aktiva bersih) dan transaksi sampingan atau transaksi yang jarang terjadi dari suatu badan usaha dan dari semua transaksi atau kejadian lain yang mempengaruhi badan usaha selama suatu periode kecuali yang timbul dari biaya (expense) atau distribusi pada pemilik. Losses mencerminkan pengurangan pada net asset tapi tidak dari expenses atau transaksi modal (APB Statement No 4 Dan SFAC No. 6). 

3. PROFIT OR LOSS
Arti penting dari laporan laba rugi yaitu sebagai alat untuk mengetahui kemajuan yang dicapai perusahaan dan juga mengetahui berapakah hasil bersih atau laba yang didapat dalam suatu periode.

Laba atau keuntungan dapat didefinisikan dengan dua cara. yang pertama Laba dalam ilmu ekonomi murni didefinisikan sebagai peningkatan kekayaan seorang investor sebagai hasil penanam modalnya, setelah dikurangi biaya-biaya yang berhubungan dengan penanaman modal tersebut (termasuk di dalamnya, biaya kesempatan). Sementara itu, laba dalam akuntansi didefinisikan sebagai selisih antara harga penjualan dengan biaya produksi. 

4. OTHER COMPREHENSIVE INCOME

Pendapatan komprehensif lain (other comprehensive income – OCI) adalah total penghasilan dikurang beban (termasuk penyesuaian reklasifikasi) yang tidak diakui dalam laba rugi sebagaimana yang disyaratkan dalam SAK lainnya.

Komponen pendapatan komprehensif lain meliputi:
  1. Perubahan dalam surplus revaluasi
  2. Keuntungan dan kerugian aktuarial atas program manfaat pasti yang diakui
  3. Keuntungan dan kerugian yang timbul dari penjabaran laporan keuangan dari entitas asing
  4. Keuntungan dan kerugian dari pengukuran kembali aset keuangan yang dikategorikan sebagai tersedia untuk dijual 
  5. Bagian efektif dari keuntungan dan kerugian instrumen lindung nilai arus kas
5. CURRENT OPERATING VS ALL-INCLUSIVE INCOME

Terdapat dua pendekatan yang lakukan untuk penyajian pos –pos dalam laporan laba rugi yaitu
a. Current Operating
Pendukung current operating berpendapat pos-pos yang dimasukkan dalam income statement adalah pos-pos operasi (operating) dan periode sekarang (current). Sedangkan pos-pos non operating seharusnya dilaporkan dalam laporan laba ditahan. Hal tersebut didasarkan pada alasan
  • Laba digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan sumber daya ekonomi untuk periode berjalan sehingga laba harus terbebas dari hal-hal yang mengaburkan efisiensi
  • Laba merupakan pengukuran performance manajemen atas penggunaan sumberdaya ekonomi dari operasi normal perusahaan.
  • Laba harus dapat digunakan untuk melakukan perbandingan antar periode dan antar perusahaan sehingga harus berasal dari pos-pos operasi dan rutin
  • Pembaca income statement hanya melihat angka akhir sehingga dengan memasukkan pos luar biasa dalam income statement dapat menyesatkan pemakai.
b. All inclusive
Konsep ini dilandasi oleh konsep kontinuitas usaha yang memandang income statement merupakan bagian dari aliran oparasi jangka panjang. Untuk dapat memprediksi kemampuan menghasilkan laba jangka panjang maka income statement harus disajikan sepanjang umur perusahaan. Dengan begitu, income statement harus memuat pos-pos yang tidak normal (luar biasa). Hal tersebut didasarkan pada argument
  • Bila pos luar biasa dikeluarkan dari perhitungan laba tahunan maka akan terjadi overstatement laba tahunan sepanjang beberapa tahunan. 
  • Adanya pengeluaran pos non pemilik maka akan member kesempatan manajemen untuk melakukan memanipulasi laba (earning management)
  • Tidak mudahnya untuk menentukan apakah suatu pos bersifat operasi atau non operasi, normal atau tidak normal, dan biasa atau luar biasa

6. NON-OPERATING SECTIONS

Operasi Yang Dihentikan
Pelepasan aktiva yang tidak memenuhi kualifikasi sebagai pelepasan segmen bisnis meliputi:
  • Pelepasan sebagian lini bisnis
  • Pemindahan aktiva produksi atau pemasaran untuk lini bisnis tertentu dari satu lokasike lokasi lainnya
  • Penghentian lini produk atau sekelompok jasa
  • Perubahan lainnya yang diakibatkan oleh kemajuanteknologi

Pos-Pos Yang Luar Biasa
Pos-posmatrial yang jarang muncul, yang secara signifikan berbeda dengan aktivitas bisnis utama perusahaan.
Kriteria pos-pos luar biasa adalah 
a) bersifat tidak biasa dan 
b) kejaranganterjadinya

Keuntungan dan Kerugian Tidak Biasa
Pos-pos material di dalam bisnis yang sifatnya Hampir jarang terjadi. Contoh fluktuasi valuta asing yang jumlahnya material

Perubahan Prinsip Akuntansi
Perubahan prinsip akuntansi diakui dengan mencantumkan pengaruh kumulatif awal tahun, bersih setelah pajak, dalam laporan laba-rugi tahun berjalan. Jumlah ini didasaarkan atas perhitungan retroaktif dari perubahan keprinsip baru

Perubahan Estimasi
Perubahan estimasi disajikan dalam periode terjadinya perubahan itu jika hanya mempengaruhi periode bersangkutan atau dalam periode terjadinya perubahan atau periode di masa depan jika perubahan itu mempengaruhikeduanya

Item Extraodinary
Item Extraodinary menjadi kontroversi dan memberikan contoh yang baik untuk memberikan batas finite uniformity dan rigid uniformity dalam standar akuntansi. 

Perubahan Prinsip Akuntansi
Perubahan dalam metode akuntansi mungkin berpengaruh secara signifikan pada laporan keuangan baik current reporting period dan setiap trend yang ditunjukan laporan keuangan yang komparatif atau historical summaries dari laporan perusahaan. 

Operasi yang Terhenti
Satu tipe khusus dari item non operating yang diakui oleh APB no 30 yaitu operasi yang terhenti secara spesifik mengharuskan perlakuan akuntansi yang khusus keuntungan atau kerugian pada penggantian penghapusan sebagian dari usaha dan mengacuh pada komponen dari suatu usaha yang aktivitasnya merupakan bagian bisnis terpisah. 

7. EARNING PER SHARE
Earnings Per Share (EPS) merupakan alat analisis tingkat profitibilitas perusahaan yang menggunakan konsep laba konvensional. EPS atau laba per lembar saham adalah tingkat keuntungan bersih untuk tiap lembar sahamnya yang mampu diraih perusahaan pada saat menjalankan operasinya. 

8. EARNING MANAJEMEN
Earnings management sering disebut creative accounting practices, income smoothing, income manipulation, agresive accounting, financial numbers game dan lain-lain. Earnings management dapat dilakukan dari tingkatan sopan dan tidak berbahaya sampai dengan tingkatan penipuan dan membahayakan publik atau lebih dikenal dengan fraudulent financial statement. Earnings managements adalah suatu konsep yang dapat digunakan manajemen untuk mengelola laporan keuangan perusahaan agar laporan tersebut tampak terlihat memiliki kualitas. 

9. INCOME STATEMENT DEVELOPMENT
Dalam penyajian Laporan Laba Rugi Komprehensif entitas dapat disajikan 

· Dalam format satu laporan laba rugi komprehensif atau 
· Dalam dua laporan yang terdiri dari laporan yang menunjukkan komponen laba rugi terpisah dan laporan berikutnya yang menunjukkan komponen pendapatan komprehensif lain 

Dalam perkembangannya seiring dengan perkembangan dari PSAK lain dan perkembangan IAS No1 tentang pemisahaan penghasilan komprehensif lain dan penyajian informasi komparatif, maka pada tahun 2013 PSAK 1 mengalami revisi lagi. Secara garis besar perubahan PSAK 1 (Revisi 2013) dengan PSAK 1 (Revisi 2009) adalah.
  • Penggantian penamaan dari Laporan Laba Rugi Komprehensif menjadi Laporan Laba Rugi dan Pendapatan Komprehensif Lain 
  • Adanya tambahan pendefinisian Laba rugi, Pemilik, Penyesuaian Reklasifikasi dan Total Laba Rugi Komprehensif 
  • Munculnya informasi komparatif ( minimum dan tambahan)
  • Disajikan berdasarkan kelompok:
  • Penyajian Pengahsilan Komprehensif lain ke dalam pos-pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi dan Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi.
Demikianlah materi tentang Statement Laba Komprehensif (Pengertian Income, Revenues dan Gains) yang sempat kami berikan dan jangan lupa juga untuk menyimak materi seputar Model Pembuatan Keputusan Taktis yang telah kami posting sebelumnya. semoga materi yang kami berikan dapat membantu menambah wawasan anda semikian dan terimah kasih.

Jangan Lupa Tinggalkan Komentar…!!!

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Statement Laba Komprehensif (Pengertian Income, Revenues dan Gains)

Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

Loading...
Loading...