Materi akuntansi manajemen, akuntansi biaya, akuntansi keuangan, akuntansi pajak, akuntansi pemerintahan, perbankkan dan Analisis ekonomi

Thursday, September 14, 2017

Perbedaan Spesifik antara IFRS dengan US GAAP

Perbedaan Spesifik antara IFRS dengan US GAAP - Perbedaan terbesar antara US GAAP dan IFRS adalah bahwa keseluruhan menyediakan kurang detail. panduan tentang pengakuan pendapatan, misalnya, secara signifikan lebih kecil dari GAAP luas. IFRS juga mengandung relatif sedikit instruksi spesifik industri. 
Karena proyek yang sudah berjalan lama konvergensi antara IASB dan FASB, sejauh mana perbedaan spesifik antara IFRS dan GAAP telah mengecil.. Namun perbedaan yang signifikan lakukan tetap, paling salah satu dari yang dapat menghasilkan hasil yang dilaporkan sangat berbeda, tergantung pada perusahaan industri dan individu fakta-fakta dan keadaan.

Contoh: 
  • IFRS tidak mengizinkan Last In, First Out (LIFO). 
  • IFRS menggunakan metode langkah tunggal untuk write-downs kerusakan daripada langkah kedua metode yang digunakan dalam US GAAP, membuat write-downs lebih mungkin. 
  • IFRS memiliki batas probabilitas yang berbeda dan pengukuran objektif untuk kemungkinan. 
  • IFRS tidak mengizinkan utang untuk pelanggaran perjanjian yang telah terjadi harus diklasifikasikan sebagai non-arus pengabaian kecuali kreditur diperoleh sebelum tanggal neraca. 
Kerangka konseptual pelaporan keuangan yang kita kenal selama ini sebagaimana yang diadopsi dalam buku ajar di kampus-kampus adalah kerangka konseptual berdasarkan USGAAP. Sejalan dengan konvergensi International Financial Reporting Standar (IFRS) kedalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK), mau tidak mau kita harus merubah mindset kita mengikuti kerangka konseptual IFRS tersebut. 
Perbedaan Spesifik antara IFRS dengan US GAAP
Perbedaan Spesifik antara IFRS dengan US GAAP
Ada beberapa perbedaan dasar antara kedua standar tersebut sebagaimana dijelaskan dalam tabel-tabel dibawah ini. Pada dasarnya batang tubuh kerangka konseptual tersebut masih sama, yaitu level 1: tujuan laporan keuangan, level
2: karakteristik kualitatif dan element laporan keuangan, dan level
3: Asumsi dasar, Prinsip dan kendala. 

Berikut adalah Perbedaan keduanya:

Level 1: Tujuan Laporan Keuangan:
US GAAP
IFRS
·            Menyediakan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan investasi dan kredit.
·         Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pengguna dalam pengambilan keputusan ekonomi.
·         Menyediakan informasi yang berguna untuk memprediksi jumlah, waktu, dan ketidakpastian arus kas masa depan perusahaan
·         Pengguna adalah investor, karyawan, pemberi pinjaman, pemasok dan kreditor usaha lainnya, pelanggan, pemerintah dan masyarakat.
·         Menyediakan informasi tentang sumber dayaekonomi, klaim terhadap sumber daya tersebut, dan perubahan terhadap keduanya.

Level 2: Karakteristik Kualitatif Informasi Akuntansi
US GAAP
IFRS
Relevan – terdiri dari: 
§  Nilai prediksi – membantu pengguna memprediksi hasil dari kejadian masa lalu, saat ini dan masa depan.
§  Nilai umpan balik – membantu pengguna mengkonfirmasi dan membetulkan nilai prediksi sebelumnya.
§  Tepat waktu – tersedia sebelum kehilangan kapasitas untuk mempengaruhi keputusan
Relevan – terdiri dari:
§  Nilai prediksi
§  Nilai konfirmasi
§  Materialitas
Dapat dipercaya – terdiri dari:
§  Disajikan dengan jujur
§  Netral
§  Dapat diferivikasi
Dapat dipercaya – terdiri dari:
§  Disajikan dengan jujur
§  Netral
§  Substansi mengungguli bentuk
§  Kehati-hatian (dimana ada ketidakpastian, kesalahan dalam menyediakn informasi dan menjamin adanya konservatisme.
§  Kelengkapan
Dapat dibandingkan
Dapat dibandingkan
Konsisten

Level 3: Pengakuan dan pengukuran – Asumsi dasar 
US GAAP
IFRS
1.      Kelangsungan usaha
2.      Entitas ekonomi
3.      Unit moneter
4.      Periodisitas
1.      Kelangsungan usaha
2.      Basis akrual

Level 4 : Pengungkapan dan Penyajian Laporan Keuangan
No
Perbedaan
IFRS
PSAK
Efek
konvergensi
1.
Komponen Laporan
Keuangan yang lengkap
Komponen laporan keuangan
lengkap terdiri atas :
-    Laporan posisi keuangan (neraca)
-    Laporan laba rugi komprehensif
-    Laporan perubahan ekuitas
-    Laporan arus kas
-    Catatan atas laporan keuangan
-    Laporan posisi keuangan komparatif awal periode dan penyajian retrospektif terhadap penerapan kebijakan akuntansi
Komponen laporan keuangan
lengkap terdiri atas :
-    Neraca
-    Laporan laba rugi
-    Laporan perubahan ekuitas
-    Laporan arus kas
-    Catatan atas laporan Keuangan
2.
Pengungkapan
dalam Laporan
posisi keuangan
(neraca)
Berdasar ilustrasi IFRS :

Aset :
-    Aset Tidak Lancar
-    Aset lancar

Ekuitas :
-    Ekuitas yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk
-    Hak nonpengendali

Laibilitas :
-    Laibilitas jangka panjang
-    Laibilitas jangka pendek
Berdasar PSAK:

Aset :
-    Aset Lancar
-    Aset Tidak Lancar

Laibilitas :
-    Laibilitas jangka pendek
-    Laibilitas jangka panjang

Ekuitas :
-    Hak nonpengendali
-    Ekuitas yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk
3.
Istilah minority
interest
Istilah minority interest (hak minoritas) diganti menjadi non controlling interest (hak nonpengendali) dan disajikan dalam Laporan perubahan ekuitas.
Menggunakan istilah hak Minoritas
4.
Pos luar biasa
(extraordinary
item)
Tidak mengenal istilah pos luar biasa (extraordinary item)
Masih memakai istilah pos luar biasa (extraordinary item)
5.
Penyajian laibilitas jangka panjang yang akan dibiayai kembali
Laibilitas jangka panjang
disajikan sebagai laibilitas jangka pendek jika akan jatuh tempo dalam 12 bulan meskipun perjanjian pembiayaan kembali sudah selesai setelah periode pelaporan dan sebelum penerbitan laporan keuangan
Tetap disajikan sebagai Laibilitas jangka panjang

Level 5: Pengakuan dan pengukuran – Prinsip
US GAAP
IFRS
1.      Biaya historis
2.      Pengakuan pendapatan
3.      Kesesuaian
4.      Pengungkapan penuh








1.      Biaya historis
2.      Biaya sekarang (apa yang harus dibayar hari ini untuk mendapatkan aset. Ini sering diperoleh dalam penilaian yang sama dengan nilai wajar)
3.      Nilai realisasi (jumlah kas yang dapat diperoleh saat ini jika asset dilepas
4.      Nilai wajar
5.      Pengakuan pendapatan
6.      Pengakuan beban
7.      Pengungkapan penuh

Level 6 : Perubahan Kebijakan dan Prinsip Akuntansi dan Kesalahan Mendasar
No
Perbedaan
IFRS
PSAK
Efek konvergensi
1.
Perubahan kebijakan atau
prinsip akuntansi
Dicatat secara retrospektif dan dilakukan penyajian kembali terhadap laba ditahan serta adanya penjelasan efek kumulatif perubahan pada saat periode dilakukan perubahan
Sama seperti IFRS,
dicatat secara retrospektif dan dilakukan penyajian kembali terhadap laba ditahan serta adanya penjelasan efek kumulatif perubahan pada saat periode dilakukan perubahan
2.
Kesalahan mendasar
Konsep kesalahan mendasar (fundamental error) dihapus dan diganti dengan Prior period error (Kesalahan
periode lalu).
Masih memakai konsep kesalahan mendasar (Fundamental error) yang disajikan secara retrospektif.
3.
Perubahan estimasi
Perubahan estimasi dicatat secara retrospektif dengan cara melakukan penyesuaian atas laba atau rugi tahun terjadinya perubahan estimasi dan laba rugi periode yang akan datang jika mempengaruhi keduanya.
Sama seperti IFRS, Perubahan estimasi dicatat secara retrospektif dengan cara melakukan penyesuaian atas laba atau rugi tahun terjadinya perubahan estimasi dan laba rugi periode yang akan datang jika mempengaruhi keduanya.

 Level 7: Pengakuan dan pengukuran – Kendala 
US GAAP
IFRS
1.      Biaya dan manfaat 
2.      Materialitas
3.      Praktik Industri
4.      Konservatisme
1.      Keseimbangan antara biaya dan manfaat
2.      Tepat waktu
3.      Keseimbangan antara karakteristik kualitatif

Sebagaimana diatur dalam IAS 32 & 39 dan IFRS 7 & 9, maka secara ringkas dapat dilihat. ada perbedaan dan persamaan IFRS dengan GAAP, yaitu sebagai berikut: 
  1. IFRS dan GAAP untuk debt securities memiliki perlakuan akuntansi yang sama 
  2. IFRS dan GAAP menggunakan pengujian yang sama untuk menentukan apakah methode equity digunakan yaitu berdasarkan pengaruh yg signifikan dg patokan lebih dari 20% kepemilikan. 
  3. Reklasifikasi securities adalah sama antar keduanya. 
  4. Dasar konsolidasi, IFRS dan GAAP mendasarkan pada persentasi kepemilikan (50%) 
  5. IFRS dan GAAP sama dalam akuntansi untuk pemilihan Fair Value yaitu pilihan menggunakan fair value harus dilakukan di awal pengakuan. 
  6. GAAP tidak mengizinkan reversal untuk beban impairment yang telah terjadi untuk “available for sale debt and equity securities”. 
  7. IFRS tidak mengizinkan hal yg sama untuk “available for sale equity ”, namun mengizinkan reversal untuk “available for sale debt securities” dan “held-tomaturity securities”. 
Demikianlah materi tentang Perbedaan Spesifik antara IFRS dengan US GAAP yang sempat kami berikan dan jangan lupa juga untuk menyimak materi seputar Perbandingan PSAK dengan IFRS yang telah kami posting sebelumnya. semoga materi yang kami berikan dapat membantu menambah wawasan anda semikian dan terimah kasih.

Jangan Lupa Tinggalkan Komentar…!!!

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Perbedaan Spesifik antara IFRS dengan US GAAP

Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

Loading...
Loading...