Materi akuntansi manajemen, akuntansi biaya, akuntansi keuangan, akuntansi pajak, akuntansi pemerintahan, perbankkan dan Analisis ekonomi

Sunday, September 3, 2017

Pengertian, Tujuan dan Unsur-unsur Pengendalian Intern

Pengertian, Tujuan dan Unsur-unsur Pengendalian Intern - Dalam teori akuntansi dan organisasi, pengendalian intern atau kontrol intern didefinisikan sebagai suatu proses, yang dipengaruhi oleh sumber daya manusia dan sistem teknologi informasi, yang dirancang untuk membantu organisasi mencapai suatu tujuan atau objektif tertentu. Pengendalian intern merupakan suatu cara untuk mengarahkan, mengawasi, dan mengukur sumber daya suatu organisasi. Ia berperan penting untuk mencegah dan mendeteksi penggelapan (fraud) dan melindungi sumber daya organisasi baik yang berwujud (seperti mesin dan lahan) maupun tidak berwujud (seperti reputasi atau hak kekayaan intelektual seperti merek dagang).
A. Pengertian Struktur Pengendalian Intern
Alasan perusahaan untuk menyusun struktur pengendalian intern adalah dalam rangka pencapaian tujuan perusahaan tersebut. Sistem terdiri dari kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur yang dirancang untuk memberi keyakinan kepada pihak manajemen bahwa tujuan dan sasaran perusahaan dapat dicapai.

Beberapa ahli mengajukan teori mengenai struktur pengendalian intern yaitu:

1. Menurut SPAP SA seksi 150, (IAI 2001:312.2) menyebabkan bahwa :
”Pemahaman yang memadai atas struktur pengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat ini dan lingkup pengujian yang akan ditentukan”.

2. Menurut IAI (2001:319.2) mendefinisikan pengendalian intern sebagai:
“suatu proses yang dijalankan oleh dewan komisaris, manajemen dan personel lain entitas yang didesain untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tiga golongan tujuan berikut ini : a. Keadalan pelaporan keuangan,
b. Efektifitas dan efisien operasi, dan
c. Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku.

3. Menurut Mulyadi dalam bukunya “Sistem Akuntansi”, menerangkan bahwa:
“Sistem pengendalian intern meliputi struktur organisasi, metode dan ukuran-ukuran yang dikoordinir untuk menjaga kekayaan organisasi, mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi, mendorong efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen “.

4. Menurut Zaki Baridwan dalam bukunya “Sistem Akuntansi“ yang dikutip dari AICPA, pengendalian intern didefinisikan sebagai berikut :
“Pengendalian intern itu meliputi struktur organisasi dan semua cara-cara serta alat-alat yang dikoordinasikan yang digunakan di dalam perusahaan dengan tujuan untuk menjaga keamanan harta milik perusahaan, memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi, memajukan efisiensi di dalam operasi dan membantu menjaga dipatuhinya kebijakan-kebijakan manajemen yang telah ditetapkan lebih dahulu “

5. Menurut Sofyan Syafri Harahap dalam bukunya “Auditing Kontemporer“ yang dikutip dari “Committee on Auditing Procedure“, yang dipublikasikan tahun 1949 dengan judul “Internal Control Elements of Coordinate System and its Importance to Management and the Independent Public Accountant “, berbunyi sebagai berikut :

“Pengawasan intern mencakup struktur organisasi dan seluruh metode serta prosedur yang terkoordinir yang diterapkan oleh perusahaan untuk mengamankan hartanya, mencek ketelitian dan kepercayaan terhadap data akuntansi, mendorong kegiatan agar efisien, dan mengajak untuk mentaati kebijakan perusahaan”.

6. Menurut Anies S.M Basmalah, dalam bukunya “Auditing PDE” menerangkan bahwa :
“Pengendalian intern adalah seluruh kebijakan, prosedur, dan praktik akuntansi yang dibuat oleh manajemen untuk membantu mereka melindungi organisasi dari kesalahan (error) dan penyalahgunaan (fraud)”



1. Menurut Dr. Slamet Sugiri, M. B. A. Akuntan dalam bukunya “Pengantar Akuntansi “, menerangkan bahwa :

“Pengendalian intern dapat dipandang dari 2 (dua) arti yaitu :
a. Pandangan yang sempit menyatakan bahwa pengendalian intern adalah pengecekan penjumlahan, baik mendatar (cross footing) maupun penjumlahan menurun (footing).
b. Pandangan yang luas menyatakan bahwa pengendalian intern lebih luas dari pada pengecekan, yaitu meliputi semua alat yang digunakan manajemen untuk melakukan pengendalian (pengawasan)”.

2. Menurut Bambang Hartadi dalam bukunya “Sistem Pengendalian Intern dalam hubungan dengan Manajemen dan Audit“, pengendalian intern merupakan :
“Semua metode dan ketaatan-ketaatan yang terkoordinasi yang dianut dalam perusahaan untuk melindungi harta kekayaan, memeriksa ketelitian dan seberapa jauh data akuntansi dapat dipercaya meningkatkan efisiensi usaha dan menolong ditaatinya kebijakan perusahaan yang telah ditetapkan”.

3. Menurut James D. Wilson dan John B. Campbell dalam bukunya “Controllership”, menerangkan bahwa :
“Pengendalian intern mencakup rencana organisasi dan semua metode serta tindakan yang digunakan dalam perusahan untuk mengamankan harta, mengecek kecermatan dan keandalan dari data akuntansinya, memajukan efisiensi operasi, dan memastikan pentaatan pada kebijaksanaan yang telah ditetapkan manajemen”.

B. Tujuan Pengendalian Intern

Tujuan pengendalian diklasifikasikan menjadi tiga kelompok berikut :
a. Pengendalian Preventif
Bertujuan sama dengan pengendalian pra tindak, disamping untuk mengarahkan kegiatan-kegiatan agar sesuai dengan yang direncanakan, pengendalian ini sering dikatakan lebih baik dibandingkan dengan pengendalian detektif dan korektif karena alasan-alasan sebagai berikut :

1. Pengendalian preventif sifatnya lebih murah
2. Biaya Pelaksanaanya lebih murah
3. Lebih baik mencegah sebelum suatu masalah timbul daripada mendeteksi atau memperbaiki persoalan setelah hal tersebut terjadi. 

b. Pengendalian Detektif
Dimaksudkan untuk menentukan dan mengidentifikasi adanya kesalahan yang terjadi dalam pelaksanaan aktivitas tertentu, disamping itu untuk mengurangi frekuensi terjadinya kesalahan. Keterbatasan pengendalian ini adalah bahwa pengendalian detektif hanya dapat memberitahukan mengenai masalah yang timbul saja.

c. Pengendalian Korektif
Tujuan pengendalian korektif adalah untuk memberikan informasi yang diperlukan oleh personil-personil yang terlibat dalam penyelidikan dan perbaikan kesalahan yang telah terdeteksi oleh pengendalian detektif. Meskipun namanya korektif, pengendalian ini hanya mengumpulkan bukti saja dan komputer tidak memperbaiki sendiri kesalahan yang terjadi.


C. Unsur-unsur Pengendalian Intern

Unsur-unsur pengendalian intern dijelaskan lebih lanjut sebagai berikut:
1. Lingkungan pengendalian
Lingkungan pengendalian menetapkan corak suatu organisasi dan mempengaruhi kesadaran orang-orangnya. Lingkungan pengendalian merupakan dasar untuk semua komponen pengendalian intern yang lain, menyediakan disiplin dan struktur.

Lingkungan pengendalian mencakup hal-hal berikut ini :
a.Integritas dan nilai etika
b. Komitmen terhadap kompetensi
c. Partisipasi dewan komisaris atau komite audit
d. Struktur organisasi
e. Pemberian wewenang dan tanggung jawab
f. Kebijakan dan praktik sumber daya manusia

2. Penaksiran Risiko
Risiko yang relevan dengan pelaporan keuangan mencakup peristiwa dan keadaan intern maupun ekstern yang dapat terjadi dan secara negatif mempengaruhi kemampuan entitas untuk mencatat, mengolah, meringkas dan melaporkan data keuangan konsisten dengan asersi manajemen dalam laporan keuangan, risiko dapat timbul atau berubah karena keadaan berikut ini :
a. Perubahan dalam lingkungan operasi
b. Personel baru
c. Sistem informasi yang baru atau yang diperbaiki
d. Teknologi baru
e. Lini produk, produk, atau aktivitas baru
f. Restrukturisasi korporasi
g. Operasi luar negeri
h. Standar Akuntansi baru

3. Aktivitas Pengendalian
Aktivitas pengendalian adalah kebijakan dan prosedur yang membantu memastikan bahwa arahan manajemen dilaksanakan. Umumnya aktivitas pengendalian yang mungkin relevan dengan audit dapat digolongkan sebagai kebijakan dan prosedur yang berkaitan dengan hal-hal berikut ini :
a. Review terhadap kinerja
b. Pengolahan informasi
c. Pengendalian fisik
d. Pemisahan tugas

4. Informasi dan Komunikasi
Sistem informasi yang relevan dengan tujuan pelaporan keuangan, yang meliputi sistem akuntansi, terdiri dari metode dan catatan yang dibangun untuk mencatat, mengolah, meringkas, dan melaporkan transaksi entitas (baik peristiwa maupun kondisi) dan untuk memelihara akuntabilitas bagi aktiva, utang, dan ekuitas yang bersangkutan. 

5. Pemantauan
Pemantauan adalah proses penentuan kualitas kinerja pengendalian intern sepanjang waktu. Pemantauan ini mencakup penentuan desain dan operasi pengendalian tepat waktu dan pengambilan tindakan koreksi. Proses ini dilaksanakan melalui kegiatan yang berlangsung secara terus menerus, evaluasi secara terpisah, atau dengan berbagai kombinasi dari keduanya.

D. Hubungan Pengendalian Intern dengan Ruang Lingkup (scope) Pemeriksaan 
Jika pengendalian intern suatu satuan usaha lemah, maka kemungkinan terjadinya kesalahan, ketidakakuratan ataupun kecurangan dalam perusahaan sangat besar. Bagi akuntan publik hal tersebut menumbuhkan risiko yang besar, dalam arti risiko untuk memberikan opini tidak sesuai dengan kenyataan, jika auditor kurang hati-hati dalam melakukan pemeriksaan dan tidak cukup banyak mengumpulkan bukti-bukti yang mendukung pendapat yang diberikannya. 

Untuk mencegah kemungkinan tersebut, jika dari hasil pemahaman dan evaluasi atas pengendalian intern perusahaan, auditor menyimpulkan bahwa pengendalian intern tidak berjalan efektif, maka auditor harus memperluas scope pemeriksaannya pada waktu melakukan substantive test, sebaliknya jika auditor menyimpulkan bahwa pengendalian intern berjalan efektif, maka scope pemeriksaan pada waktu melakukan substantive test bisa dipersempit.

Gambar Komponen Internal Control
Gambar Komponen Internal Control

1. Melakukan Pemahaman dan Evaluasi atas Pengendalian Intern
Auditor harus mendokumentasikan pemahamanya tentang komponen pengendalian intern entitas yang diperoleh untuk merencanakan audit. Bentuk dan isi dokumen dipengaruhi oleh ukuran dan kompleksitas entitas, serta sifat pengendalian intern entitas. Sebagai contoh dokumentasi pemahaman tentang pengendalian intern entitas yang besar dn kompleks dapat mencakup bagan alir (flowchart), kuesioner, atau tabel keputusan. 

Namun untuk entitas yang kecil, dokumentasi dalam bentuk memorandum sudah memadai. Umumnya semakin komleks pengendalian intern dan semakin luas prosedur yang dilaksanakan, seharusnya semakin luas dokumentasi yang dilakukan oleh auditor.

Karena baik buruknya pengendalian intern akan memberikan pengaruh yang besar terhadap : 
Keamanan harta perusahaan 
Dapat dipercayai atau tidaknya laporan keuangan perusahaan 
Lama atau cepatnya proses pemeriksaan akuntan 
Tinggi rendahnya audit fee 
Jenis opini yang akan diberikan akuntan publik 

Ada tiga cara yang bisa digunakan akuntan publik, yaitu :
1. Internal Control Questionnaires
Cara ini banyak digunakan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP), karena diaggap lebih sederhana dan praktis. Biasanya KAP sudah memiliki satu set ICQ yang standar, yang bisa digunakan untuk memahami dan mengevaluasi pengendalian intern diberbagai jenis perusahaan. Yang perlu diperhatikan adalah :

a. Auditor harus menanyakan langsung pertanyaan-pertanyaan di ICQ kepada staf klien dan kemudian mengisi sendiri jawabanya, jangan sekedar menyerahkan ICQ kepada klien untuk diisi.

b. Untuk repeat engagement (penugasan yang berikutnya) ICQ tersebut harus dimutakhirkan berdasarkan hasil tanya jawab dengan klien.

c. Ada kecendrungan bahwa klien akan memberikan jawaban seakan-akan pengendalian intern sangat baik.

Karena itu auditor harus melakukan compliance test untuk membuktikan efektifitas dari pengendalian intern klien.

2. Flow Chart (bagan arus)
Flow chart menggambarkan arus dokumen dalam sistem dan prosedur di suatu unit usaha, untuk auditor yang terlatih baik, penggunaan flow chart lebih disukai, karena auditor bisa lebih cepat melihat apa saja kelemahan dan kebaikan dari suatu sistem dan prosedur.

Setelah flow chart dibuat, auditor harus melakukan walk through, yaitu mengambil dua atau tiga dokumen untuk mentest, apakah prosedur yang dijalankan sesuai dengan apa yang digambarkan dalam flow chart.

3. Narrative
Dalam hal ini auditor menceritakan dalam bentuk memo, sistem dan prosedur akuntansi yang berlaku di perusahaan, cara ini biasa digunakan untuk klien kecil yang pembukuannya sederhana.


2. Keterbatasan Pengendalian Intern Entitas
Terlepas dari bagaimana bagusnya desain dan operasinya, pengendalian intern hanya dapat memberikan keyakinan memadai bagi manajemen dan dewan komisaris berkaitan dengan pencapaian tujuan pengendalian intern entitas. Hal ini mencakup kenyataan bahwa pertimbangan manusia dalam pengambilan keputusan dapat salah dan rusak karena kegagalan yang bersifat manusiawi tersebut. 

Disamping itu pengendalian dapat tidak efektif karena adanya kolusi di antara dua orang atau lebih atau manajemen mengesampingkan pengendalian intern. Faktor lain yang membatasi pengendalian intern adalah biaya pengendalian intern entitas tidak boleh melebihi manfaat yang diharapkan dari pengendalian tersebut.

Demikianlah materi tentang Pengertian, Tujuan dan Unsur-unsur Pengendalian Intern yang sempat kami berikan dan jangan lupa juga untuk menyimak materi seputar Pengertian, Prinsip dan Teori Good Corporate Governance yang telah kami posting sebelumnya. semoga materi yang kami berikan dapat membantu menambah wawasan anda semikian dan terimah kasih.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pengertian, Tujuan dan Unsur-unsur Pengendalian Intern

Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

Loading...
Loading...