Materi akuntansi manajemen, akuntansi biaya, akuntansi keuangan, akuntansi pajak, akuntansi pemerintahan, perbankkan dan Analisis ekonomi

Tuesday, September 5, 2017

Pengertian Statistik Sampling dan Sampling Non Statistik

Pengertian  Statistik Sampling dan Sampling Non Statistik - Pengertian sampel dan teknik penentuan sampel Sampling adalah metode penelitian, yang kesimpulan terhadap populasi yang diteliti didasarkan pada hasil pengujian terhadap sampel. Populasi adalah kumpulan yang lengkap dari kelompok data yang menjadi objek penelitian. Sampel adalah bagian dari populasi, yang di pilih untuk diteliti, berfungsi sebagai perwakilan dari seluruh anggota populasi. Audit sampling ini dapat dilakukan dengan dua pendekatan umum, yaitu : Tidak menggunakan statistik (nonstatistik) dan Menggunakan statistik.
Sampling Non Statistik merupakan pengambilan sampel yang dilakukan berdasarkan kriteria subyektif berdasarkan pengalaman auditor. sehingga proses pemilihan sampel tidak random dan hasil penyampelan tidak dievaluasi secara matematis Sampling Statistik Sampling statistik adalah penggunaan rencana sampling (sampling plan) dengan cara sedemikian rupa sehingga hukum probabilitas digunakan untuk membuat statement tentang suatu populasi. Ada dua syarat yang harus dipenuhi agar suatu prosedur audit bisa dikategorikan sebagai sampling statistik. Pertama, sampel harus dipilih secara random. Random merupakan lawan arbritrari atau judgemental. Seleksi random menawarkan kesempatan sampel tidak akan bias. Kedua, hasil sampel harus bisa dievaluasi secara matematis.
Pengertian  Statistik Sampling dan Sampling Non Statistik
Pengertian  Statistik Sampling dan Sampling Non Statistik
Jika salah satu syarat ini tidak terpenuhi maka tidak bisa disebut sebagai sampling statistik. Berikut digambarkan tipe sampling audit syarat pengkategorian tipe-tipe tersebut. Sampling dalam pengujian pengendalian “SIFAT DAN TUJUAN SAMPLING AUDIT KETIDAKPASTIAN DAN SAMPLING AUDIT RISIKO SAMPLING TEKNIK SAMPLING AUDIT SIFAT DAN TUJUAN SAMPLING AUDIT” Sampling audit diterapkan baik untuk pengujian pengendalian dan pengujian substantif. Namun demikian, hal tersebut bukan berarti dapat diterapkan untuk seluruh prosedur audit yang dapat digunakan dalam pengujian-pengujian tersebut. Contoh, sampling audit secara luas di gunakan dalam pemeriksaan (vouching), konfirmasi (confirming), dan penelusuran (tracing), tetapi hal tersebut tidak biasa digunakan dalam pengajuan pertanyaan, observasi, dan prosedur analitis KETIDAKPASTIAN DAN SAMPLING AUDIT Contoh, perhitungan auditor atas resiko pengendalian yang mempengaruhi sifat (nature), waktu (timing), luas (extent) dan pemilihan staf (staffing) atas prosedur-prosedur audit lainnya yang dilakukan.

Ketidakpastian yang melekat dalam audit sering disebut sebagai risiko audit. Sampling audit menerapkan dua komponen risiko audit, yaitu : Risiko pengendalian Risiko pengendalian adalah risiko bahwa pengendalian intern tidak dapat mendeteksi atau menghindari salah saji material dalam asersi laporan keuangan. Pengujian rincian risiko Pengujian rincian risiko merupakan risiko bahwa salah saji material tidak akan diungkapkan dengan pengujian rincian oleh auditor. Sampling audit dalam pengujian pengendalian memberikan informasi yang secara langsung berhubungan dengan penilaian auditor atas risiko pengendalian, dan sampling audit dalam pengujian substantif membantu auditor mengkuantifikasi dan mengendalikan pengujian rincian atas risiko.

Risiko sampling (sampling risk) adalah risiko bahwa auditor mencapai kesimpulan yang salah karena sampel populasi tidak representatif. Risiko sampling adalah bagian sampling yang melekat akibat menguji lebih sedikit dari populasi secara keseluruhan. melakukan pengujian pengendalian jenis risiko sampling berikut dapat terjadi : Risiko atas penilaian tingkat risiko pengendalian yang terlalu rendah (the risk of assessing control risk too low) adalah risiko bahwa penilaian tingkat risiko pengendalian berdasarkan sampel mendukung penilaian tingkat risiko pengendalian yang direncanakan pada saat efektivitas operasi aktual dari prosedur atau kebijakan struktur pengendalian, jika diketahui, dianggap tidak cukup mendukung tingkat penilaian yang di rencanakan atas penilaian tingkat risiko pengendalian yang terlalu tinggi (the risk od assessing control risk too high) adalah risiko bahwa penilaian tingkat risiko pengendalian berdasarkan sampel tidak mendukung penilaian tingkat risiko pengendalian yang direncanakan pada saat efektivitas operasi aktual dari prosedur atau kebijakan struktur pengendalian, jika diketahui, dianggap cukup untuk mendukung tingkat penilaian yang direncakan.

TEKNIK SAMPLING AUDIT Auditor dapat menggunakan sampling untuk memeperoleh informasi tentang beberapa perbedaan karakteristik populasi. Namun demikian, kebanyakan sampel audit mengarah pada : Tingkat penyimpangan (deviation rate) Jumlah uang Pada saat sampling statistik dugunakan, teknik sampel ini masing-masing ditunjukkan sebagai sampling atribut dan sampling variabel. Sampling audit adalah penerapan prosedur audit yang kurang dari 100% pada item-item dalam populasi, seperti saldo akun atau kelompok transaksi, yang bertujuan untuk mengevaluasi beberapa karakteristik populasi tersebut. Rencana sampling untuk pengujian substantif dapat dirancang untuk : Memperoleh bukti bahwa saldo akun tidak mengandung salah saji yang material Membuat estimasi independen mengenai jumlah tertentu SAMPLING PPS (PROBABILITY PROPORTIONAL TO SIZE) Tujuan rencana sampling PPS pada umumnya adalah untuk memperoleh bukti bahwa saldo akun yang dicatat tidak salah saji secara material Rumus untuk menentukan ukuran sampel dalam sampling PPS adalah :


n = BV X RF TM – (AM X EF) 

BV = nilai buku populasi yang diuji

RF = faktor reliabilitas untuk resiko kesalahan penerimaan

TM = salah saji yang dapat ditoleransi

AM = salah saji yang diantisipasi

EF = faktor ekspansi untuk salah saji yang diantisipasi


SAMPLING VARIABEL KLASIK Dalam pendekatan ini, teori distribusi normal digunakan dalam pengevaluasian karakteristik populasi berdasarkan hasil sampel yang digambarkan dari populasinya. Sampling variabel klasik bermanfaat bagi auditor pada saat tujuan audit berkaitan dengan kemungkinan kurang saji atau lebih saji dari saldo akun, dan keadaan lain ketika sampling PPS tidak tepat atau tidak efektif. SAMPLING NONSTATISTIK DALAM PENGUJIAN SUBSTANTIF Pertimbangan yang hati-hati dalam perancangan sampel harus dilakukan untuk memperoleh sampel-sampel yang efisien dan efektif. Hal ini dihasilkan dalam sampel statistik yang secara eksplisit menspesifikasi faktor-faktor penting dan menghubungkannya ke model matematika. Pertimbangan faktor-faktor yang sama dalam sampel-sampel nonstatistik dapat membantu menghasilkan sampel yang lebih efisien dan efektif, sekalipun faktor-faktor ini tidak secara eksplisit dikuantifikasikan 


Sampling dalam Pengujian Pengendalian
Dlm melaksanakan pengujian pengendalian dan pengujian substantif, terdapat 2 tipe resiko sampling yg bisa terjadi : Pengujian pengendalian Resiko penentuan tingkat resiko pengendalian yg terlalu rendah, yaitu menentukan tingkat resiko pengendalian, berdasarkan hasil sampel, terlalu rendah dibandingkan dengan efektivitas operasi prosedur/kebijakan struktur pengendalian sesungguhnya. Resiko penentuan tingkat resiko tinggi pengendalian yg terlalu tinggi, yaitu mementukan tingkat resiko pengendalian, berdasarkan hasil sampel, yg terlalu tinggi dibandingkan dengan efektivitas operasi prosedur atau kebijakan pengendalian yg sesungguhnya. Pengujian substantif Resiko keliru menerima, yaitu resiko mengambil kesimpulan, berdasarkan hasil sampel, bahwa saldo rekening tidak berisi salah saji secara material, padahal kenyataannya saldo rekening telah salah saji secara manual. Resiko keliru menolak, yaitu resiko mengambil kesimpulan, berdasarkan hasil sampel, bahwa saldo rekening berisi salah saji secara material, padahal kenyataannya saldo rekening tidak berisi salah saji secara material. 

Resiko Nonsampling Meliputi semua aspek resiko audit yg tidak berkaitan dengan sampling. Sumber resiko sampling meliputi : Kesalahan manusia, seperti gagal mengenali kesalahan dlm dokumen Ketidaktepatan penerapan prosedur audit terhadap tujuan Kesalahan dlm menafsirkan hasil sampel Kesalahan karena mengandalkan pada informasi keliru yg diterima dari pihak lain, seperti jawaban konfirmasi yg tidak benar. Sampling Nonstatistik dan Sampling Statistik Dlm melakukan pengujian audit sesuai dengan standar audit, auditor bisa menggunakan sampling nonstatistik/sampling statistik/keduanya. Kedua tipe sampling tersebut memerlukan pertimbangan dlm perencanaan dan pelaksanaan serta penilaian hasilnya. Dlm sampling nonstatistik, auditor menentukan ukuran sampel dan mengevaluasi hasil sampel sepenuhnya berdasarkan kriteria subyektif serta pengalamannya.

Dlm sampling statistik, mungkin diperlukan biaya cukup besar u/ melatih auditor dlm penggunaan statistik dan merancang serta menerapkan rencana sampling. Namun demikian, sampling statistik akan bermanfaat bagi auditor dalam:

(1) merancang sampel yg efisien,
(2) mengukur kecukupan bukti yg diperoleh 
(3) menilai hasil sampel.

Tehnik-Tehnik Sampling Audit Pada umumnya sampel ditujukan u/ memperkirakan: 
a. tingkat deviasi(penyimpangan) 
b. jumlah rupiah. 
Dlm sampling statistik, tehnik-tehnik sampling tersebut masing-masing dinamakan sampling atrbut & sampling variabel. Sampling atribut, jenis pengujian termasuk, pengujian pengendalian. Tujuannya untuk menaksir tingkat devisiasi dari pengendalian yg telah ditetapkan dlm suatu populasi. Sampling variabel, jenis pengujian termasuk, pengujian substantif. Tujuannya untuk menaksir jumlah total rupiah suatu populasi atau jumlah rupiah kekeliruan dlm suatu populasi. PERANCANGAN SAMPEL ATRIBUT UNTUK PENGUJIAN PENGENDALIAN Sampling atribut dlm pengujian pengendalian digunakan hanya bila ada alur bukti dokumen dlm pelaksanaan prosedur pengendalian. 

Prosedur tersebut meliputi, prosedur otorisasi, dokumen dan catatan, dan pengecekan secara independen. Tahapan dalam rencana sampling statistik untuk pengujian pengendalian adalah : Menentukan tujuan audit Merumuskan populasi dan unit sampling Menetapkan atribut- atribut Menentukan ukuran sampel . Menentukan metoda pemilihan sampel Melaksanakan rencana sampling Mengevaluasi hasil sampel MENENTUKAN UKURAN SAMPEL Untuk dapat menentukan suatu ukuran sampel bagi setiap atribut/pengendalian yg akan diuji, auditor harus merumuskan suatu nilai berupa angka u/ setiap faktor berikut ini : Resiko penetapan resiko pengendalian terlalu rendah Tingkat deviasi bisa ditoleransi Tingkat deviasi populasi diharapkan Tabel Ukuran Sampel Cara penggunaan tabel tersebut adalah sbb : Memilih tabel yg sesuai dengan resiko yg ditetapkan u/ penentuan resiko pengendalian terlalu rendah Menetapkan kolom yg sesuai dengan tingkat deviasi yg bisa ditoleransi yg telah ditetapkan Menetapkan baris yg berisi tingkat deviasi populasi yg diharapkan Membaca ukuran sampel yg terletak pada persilangan antara koloom dan baris yg ditetapkan pada tahap 2 dan 3 di atas. Menetapkan Pengambilan Sampel Atribut Secara Statistik dan Mengevaluasi Hasilnya Melaksanakan sampel berarti melakukan pengambilan unsur-unsur yg terpilih u/ menjadi sampel dan melakukan pengujian pengendalian terhadap unsur tersebut.

Mengevaluasi hasilnya berarti menentukan apakah sampel mendukung/tidak mendukung resiko pengendalian direncakan berdasarkan frekuensi deviasi dari pengendalian yg diobservasi dlm sampel. MELAKSANAKAN RENCANA SAMPEL Setelah rencana sampling dirancang, unsur2 sampel dipilih dan diperiksa u/ menentukan sifat dan frekuensi deviasi dari pengendalian yg telah ditetepkan. Deviasi bisa berupa dokumen hilang, tidak ada paraf yg menunjukkan bahwa pengendalian telah dilakukan, terdapat selisih antara detil dokumen yg bersangkutan dengan catatan, harga tidak diotorisasi, dan kekeliruan perhitungan yg ditemukan melalui pengerjaan ulang yg dilakukan auditor. Mengevaluasi Hasil Sampel Deviasi yg ditemukan dlm sampel harus ditabulasi, diringkas dan dievaluasi. Dlm melakukan evaluasi atas faktor2 berikut perlu dipertimbangan profesional u/ mendapatkan kesimpulan secara keseluruhan. Menghitung tingkat deviasi sampel Tingkat deviasi sampel u/ setiap pengendalaian yg diuji, dihitung dengan membagi jumlah deviasi yg ditemukan dengan ukuran sampel yg diperiksa.

Tingkat deviasi ini adalah estimasi terbaik auditor tentang tingkat deviasi sesungguuhnya dlm populasi. Menentukan batas atas deviasi Batas atas deviasi menunjukkan tingkat deviasi maksimum dlm populasi berdasarkan jumlah deviasi yg ditemukan dlm sampel. Menentukan cadangan u/ resiko sampling cadangan u/ resiko sampling ditambahkan pada tingkat deviasi sampel sehingga bisa ditetapkan batas atas deviasi yg akan lebih besar dari tingkat deviasi populasi sesungguhnya. Mempertimbangkan aspek kualitatif dari deviasi Setiap deviasi dari pengendalian yg telah ditetapkan harus dianalisis u/ menentukan sifat dan penyebab deviasi. Merumuskan kesimpulan Auditor menggunakan hasil sampel, pengetahuan tentang lingkungan pengendalian dan sistem akuntansi, serta pertimbangan profesional u/ membuat penetapan akhir resiko pengendalian, u/ pengendalian yg diwakili oleh atribut2 yg termasuk dlm rencana sampling. 

Demikianlah materi tentang Pengertian  Statistik Sampling dan Sampling Non Statistik yang sempat kami berikan dan jangan lupa juga untuk menyimak materi seputar Contoh Soal Rekonsiliasi Bank yang telah kami posting sebelumnya. semoga materi yang kami berikan dapat membantu menambah wawasan anda semikian dan terimah kasih.
Jangan Lupa Tinggalkan Komentar…!!!

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Pengertian Statistik Sampling dan Sampling Non Statistik

Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

Loading...
Loading...