Materi akuntansi manajemen, akuntansi biaya, akuntansi keuangan, akuntansi pajak, akuntansi pemerintahan, perbankkan dan Analisis ekonomi

Wednesday, September 6, 2017

Pengertian Merek, Lisensi (waralaba) dan Hak Cipta (Paten)

Pengertian Merek, Lisensi (waralaba) dan Hak Cipta (Paten) - Pengertian dan Perbedaan Lisensi (waralaba) dengan Hak Cipta (Paten) - Aktiva tidak berwujud adalah aktiva nonmoneter yang dapat diidentifikasi dan tidak mempunyai bentuk fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan atau menyerahkan barang atau jasa, disewakan pada pihak lainnya atau untuk tujuan administratif. Aktiva tidak berwujud mempunyai nilai karena diharapkan dapat memberikan sumbangan pada laba. Jenis dan macam aktiva tidak berwujud adalah sebagai berikut:

Pengertian Merek, Lisensi (waralaba) dan Hak Cipta (Paten)
Pengertian Merek, Lisensi (waralaba) dan Hak Cipta (Paten)

1. Merek
Merek atau cap dagang adalah hak untuk menggunakan merek dagang. Merek atau cap dagang bisa didaftarkan sehingga akan dilindungi oleh undang-undang. Hak untuk menggunakan suatu merek dagang adalah tidak terbatas. Merek dagang bisa juga diperoleh dari suatu pembelian, dalam keadaan ini harga perolehan yang dicatat adalah harga beli dan semua biaya pembelian sampai merek itu siap digunakan. 

Apabila merek dagang ini dibuat sendiri maka harga perolehannya adalah biaya-biaya untuk merencanakan dan mendaftarkan. Karena umurnya tidak terbatas maka tidak dilakukan amortisasi, tetapi kadang-kadang karena anggapan akan adanya perubahan-perubahan di masa yang akan datang (misalnya adanya perubahan permintaan terhadap produk) maka harga perolehan merek dagang akan dihapuskan dalam periode yang pendek.

Jurnal untuk mencatat perolehan merek dagang adalah: 

Merek         Rpxx 
Kas             Rpxx 

Amortisasi merek dicatat dengan jurnal berikut: 

Amortisasi merek      Rpxx 
Merek (akumulasi amortisasi merek)      Rpxx


2. Piranti lunak komputer (software 
Software (perangkat lunak komputer) adalah kumpulan konsep, aktivitas dan prosedur yang digunakan dalam program komputer untuk melaksanakan suatu fungsi atau pekerjaan tertentu. Ada dua jenis software komputer yaitu software aplikasi dan software sistem. Software aplikasi merupakan software yang dapat digunakan dalam menyelesaikan tugas/pekerjaan tertentu, seperti word processing, spreadsheet, software akuntansi dan Iain-lain.

Software sistem merupakan software yang dibutuhkan agar sistem. komputer dapat berfungsi seperti sistem operasi, sistem manajemen basis data, program utilitas dan Iain-lain. Software sistem biasanya dibeli bersamaan dengan pembelian perangkat keras komputer. Software aplikasi dapat dibeli atau dibuat sendiri. Harga perolehan software aplikasi yang dibeli adalah sebesar harga beli ditambah semua biaya sampai software itu .siap digunakan. Apabila perusahaan mengembangkan sendiri software aplikasinya, maka harga perolehannya adalah semua biaya yang dikeluarkan untuk membuat software tersebut. Harga perolehan software aplikasi dan software sistem akan diamortisasi selama umur ekonomis atau masa manfaatnya. 


3. Lisensi dan waralaba 
Lisensi atau waralaba (franchise) adalah hak yang diberikan oleh suatu pihak disebut franchisor kepada pihak lain untuk menggunakan fasilitas yang dimiliki menggunakan hak merek atau nama dagang, ataupun menjual barang dan jasa. Pihak yang memberikan hak biasanya perusahaan swasta. Akhir-akhir ini perkembangan sistem franchise menunjukkan kemajuan pesat di bidang usaha swasta. Terdapat berbagai jenis franchise dalam praktek. Jenis-jenis ini dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu (a) sistem franchise untuk produk dan jasa, (b) sistem franchise lisensi untuk merek dagang.. Jika lisensi dan waralaba diperoleh dengan suatu kontrak yang harganya dibayarkan sekaligus pada saat penandatanganan kontrak, maka jumlah yang dibayarkan tersebut merupakan harga perolehan yang akan diamortisasi selama masa manfaat. 


4. Hak kekayaan intelektual seperti: hak cipta, paten dan hak kekayaan intelektual lainnya 
Paten adalah suatu hak yang diberikan kepada pihak yang menemukan sesuatu hal baru untuk membuat, menjual atau mengawasi penemuannya selama jangka waktu tertentu. Kalau paten itu tidak dapat diperpanjang maka penemuan tadi akan diperbarui atau diubah sehingga bisa diperoleh paten yang. Paten mungkin digunakan sendiri oleh penemunya atau diserahkan pada pihak lain dengan perjanjian-perjanjian tertentu. Yang termasuk harga perolehan paten, jika paten itu diperoleh karena pengembangan, adalah biaya-biaya pendaftaran, biaya pembuatan model dan gambar-gambar dan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk membuat percobaan-percobaan dan pengembangan. Paten yang dibeli dari pihak lain akan dicatat sebesar harga perolehannya yang terdiri dari harga beli dan semua biaya yang dikeluarkan sampai paten itu siap digunakan. Apabila terjadi pelanggaran-pelanggaran terhadap hak paten, maka biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menjaga hak ini akan dikapitalisir. Paten akan diamortisir selama-umur kegunaannya. Umur paten bisa juga dihitung atas dasar unit produk yang akan dibuat. 

Amortisasi paten dicatat dengan jurnal sebagai berikut: 

Amortisasi paten    Rpxx 
Paten (atau akumulasi amortisasi paten)  Rpxx 

Amortisasi paten akan dikelompokkan dalam biaya produksi, jika paten itu digunakan dalam proses produksi, tetapi jika paten itu digunakan untuk kegiatan yang berhubungan dengan penjualan maka amortisasi paten akan dibebankan sebagai biaya penjualan. 

Hak cipta adalah hak yang diberikan kepada pengarang atau artis/aktor untuk menerbitkan, menjual atau mengawasi karangannya, musik atau pekerjaan pementasan dan karya seni lainnya. Hak cipta seperti halnya paten termasuk dalam hak cipta intelektual yang dilindungi undang-undang. Hak cipta bisa digunakan sendiri, dijual atau diberikan pada pihak lain dengan perjanjian-perjanjian tertentu. Yang termasuk dalam harga perolehan hak cipta adalah semua biaya yang berhubungan dengan penyusunan pekerjaan itu, termasuk juga biaya-biaya untuk mendaftar-kan dan memperoleh hak. Jika hak cipta itu dibeli maka harga perolehannya adalah jumlah uang yang dibayarkan. Harga perolehan hak cipta akan diamortisasi sepanjang masa manfaatnya. 

5. Resep, formula, model, desain, dan prototype
Resep, formula, desain, dan prototipe merupakan penemuan-penemuan yang didapat perusahaan yang selanjutnya digunakan dalam operasi perusahaan. Ada kalanya bisa merupakan keunggulan atau ciri khas yang membedakan produk perusahaan itu dengan produk perusahaan lain. Umumnya penemuan resep, formula, model, desain, atau prototipe akan didaftarkan perusahaan sebagai paten atau hak cipta.

Demikianlah materi tentang Pengertian Merek, Lisensi (waralaba) dan Hak Cipta (Paten) yang sempat kami berikan dan jangan lupa juga untuk menyimak materi seputar Bagaimana Menilai Aktiva Tidak Berwujud yang telah kami posting sebelumnya. semoga materi yang kami berikan dapat membantu menambah wawasan anda semikian dan terimah kasih.

Jangan Lupa Tinggalkan Komentar…!!!

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pengertian Merek, Lisensi (waralaba) dan Hak Cipta (Paten)

Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

Loading...
Loading...