Materi akuntansi manajemen, akuntansi biaya, akuntansi keuangan, akuntansi pajak, akuntansi pemerintahan, perbankkan dan Analisis ekonomi

Saturday, September 16, 2017

Pengertian, Fungsi dan Jenis-jenis Sistem Perekonomian

Pengertian, Fungsi dan Jenis-jenis Sistem Perekonomian - Pada awalnya, hanya ada satu sistem ekonomi, yaitu sistem ekonomi tradisional. Namun, seiring berkembangnya zaman, terjadilah perubahan. Secara ekstrem, sistem ekonomi kemudian dikelompokkan menjadi dua, yaitu sistem ekonomi kapitalis dan sistem ekonomi sosialis. Namun, tidak ada satu negara pun yang menganut kedua sistem ekonomi tersebut secara murni. Sehingga, muncullah sistem ekonomi campuran. 
Pada dasarnya, semua prinsip ekonomi sama, yaitu memiliki suatu tujuan perekonomian tercapainya kemakmuran dan kesejahteraan bagi suatu rakyat. Hanya saja, dalam menetapkan suatu sistem ekonomi suatu negara, harus didasarkan pada ideologi (pandangan hidup) negara tersebut, agar sesuai penerapannya. 
Pengertian, Fungsi dan Jenis-jenis Sistem Perekonomian
Pengertian, Fungsi dan Jenis-jenis Sistem Perekonomian

A. Pengertian Sistem Ekonomi
Dalam menjalani kehidupan, manusia tidak pernah lepas dari persoalan-persoalan ekonomi, karena sumber daya yang terbatas dan kebutuhan yang tidak terhingga. Hal ini yang menjadikan manusia harus memilih di anatara berbagai alternatif, cara untuk mendayagunakan sumber-sumber produktif yang terbatas tersebut.

Setidaknya ada tiga pilihan yang harus dibuat:
  1. pilihan atas abarang apa yang harus diproduksi dan berapa jumlahnya;
  2. pilihan atas cara memproduksi barang dan jasa, dan;
  3. pilihan atas berbagai alternative cara mendistribusikan barang dan jasa yang diproduksi kepada seluruh anggota masyarakat.

Berdasarkan uraian permasalahan di atas, maka diperlukan suatu penyelesaian sistematis. Penyelesaian yang sistematis terhadap permasalahan tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan sistem ekonomi. Sistem ekonomi adalah cara suatu negara dalam mengatur kehidupan ekonomi, untuk menjawab pertanyaan apa, bagaimana, dan untuk siapa.

Faktor yang sangat menentukan terhadap pemilihan sistem ekonomi adalah ideologi (pandangan hidup) masing-masing negara, potendi sumber daya yang dimiliki, dan riwayat sejarah bangsa yang bersangkutan. Oleh sebab itu, tiap negara mempunyai sistem ekonomi dengan ciri khas masing-masing.

B. Fungsi Sistem Ekonomi

Fungsi sistem ekonomi, antara lain:
  1. memberikan perangsang untuk melakukan produksi;
  2. menyediakan cara atau metode untuk mengorganisasikan kegiatan perekonomian, dan;
  3. menciptakan mekanisme (cara kerja) tertentu agar pembagian hasil produksi di antara masyarakat dapat terlaksana dengan baik.
C. Jenis-jenis Sistem Ekonomi
Secara ekstrem, sistem ekonomi dikelompokkan menjadi dua, yaitu sistem ekonomi kapitalis dan sistem ekonomi sosialis. Namun, tidak ada satu negara pun yang menganut kedua sistem ekonomi tersebut secara murni. Dalam kenyataan yang ada hanyalah kecenderungan ke arah kedua sistem ekonomi tersebut.

1. Sistem Ekonomi Tradisional
Masyarakat yang menggunakan sistem ekonomi tradisional adalah masyarakat sederhana, artinya yang belum mempunyai pembagian kerja dan menggantungkan hasil alam untuk memnuhi kebutuhan hidupnya, cara mendapatkan barang dengan “barter”, belum mengenal uang sebagai alat pembayaran, serta produksi dan distribusi terbentuk karena tradisi. Dalam sistem ekonomi ini, rumah tangga bertindak sebagai produsen sekaligus konsumen, sehingga setiap rumah tangga hanya berusaha memenuhi kebutuhannya sendiri.

Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional:
  • Belum memiliki pembagian kerja dalam masyarakatnya.
  • Dalam pemenuhan kebutuhan, masih menggunakan pertukaran dengan sistem barter.
  • Proses produksi dan sistem distribusinya terbentuk karena kebiasaan (tradisi) yang berlaku di masyarakat.
  • Jenis produksi diseduaikan dengan kebutuhan setiap rumah tangga.
  • Hubungan masyarakatnya sangat bersifat kekeluargaan.
  • Alam merupakan sumber kehidupan dan sumber kemakmuran.
  • Mata pencaharian masyarakatnya masih bertumpu pada sektor agraris.
Berdasarkan ciri-ciri dan uraian di atas, dapat kita rumuskan kelebihan dan kekurangan dari sistem ekonomi tradisional, sebagai berikut:

1. Kelebihan sistem ekonomi tradisional
  • Setiap masyarakat termotivasi untuk menjadi produsen.
  • Tidak terjadi persaingan usaha, karena semua kegiatan dilakukan berdasarkan kebiasaan.
  • Kegiatan yang dilakukan hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
  • Produksi ditujukan tidak untuk mencari keuntungan.
  • Dengan sifat kekeluargaannya, masyarakat hidup dalam kebersamaan.
  • Dengan sistem pertukaran barter, masyarakat cenderung bertindak jujur.
2. Kelemahan sistem ekonomi tradisional
  • Tidak ada kerjasama antar individu.
  • Sulit mempertemukan kedua belah pihak yang saling membutuhkan.
  • Pola pikir masyarakat tidak berkembang, dikarenakan pengaruh tradisi.
  • Tidak memperhitungkan efisiensi dan penggunaan sumber daya.
  • Kegiatan ekonomi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup, tidak untuk meningkatkan kesejahteraan.
  • Hasil produksi terbatas, sehingga masyarakat tidak berusaha mencari keuntungan untuk kemakmuran.

REVIEW >>>
Sistem ekonomi tradisional bisa dikatakan sudah tidak digunakan lagi, karena sistem ekonomi ini terdapat pada kehidupan masyarakat sederhana yang bergantung pada alam dalam pemenuhan kehidupannya. Selain itu, pada era globalisasi seperti sekarang ini, sistem ekonomi tradisional sangat tidak efektif dan efisien untuk digunakan suatu negara.

2. Sistem Ekonomi Kapitalis
Sistem ekonomi kapitalis atau biasa disebut sistem ekonomi liberal dan ekonomi pasar bebasmerupakan sistem ekonomi yang lebih besar memberikan kesempatan kepada swasta (masyarakat) dalam melakukan kegiatan ekonomi. Sebaliknya, campur tangan pemerintah hanya sebagian kecil atau sedikit.

Sistem ekonomi liberal memberikan kebebasan pada masing-masing individu dalam berbagai aspek kehidupan berekonomi untuk memperoleh keuntungan yang setinggi-tingginya. Sistem ekonomi kapitalis dicetuskan oleh Adam Smith, yang menyatakan, “Kemakmuran masyarakat akan tercapai jika setiap individu makmur. Kemakmuran individu tercapai jika masing-masing individu diberi kebebasan untuk bertindak ddan berdagang (laissez fairer, laissez passer)”

Penganut sistem ekonomi ini antara lain, Amerika Serikat dan negara-negara Eropa Barat, seperti Belgia, Irlandia, dan Perancis.

Berikut merupakan ciri-ciri sistem ekonomi kapitalis:
  1. Hak milik atas alat produksi berada di tanagn perseorangan, masyarakat, atau perusahaan.
  2. Adanya persaingan bebas antarpenguasaha untuk memperoleh laba sebesar-besarnya.
  3. Terdapat pembagian kelas dalam masyarakat, yaitu kelas pekerja (buruh) dan pemilik modal.
  4. Modal memegang peranan penting.
  5. Dalam memecahkan persoalan ekonomi didasarkan atas prinsip ekonomi pasar, kebebasan individu sebagai produsen maupun konsumen didasarkan pada mekanisme pasar ( saling memengaruhi antara permintaan dan penawaran).
  6. Campur tangan pemerintah diusahakan sedikit mungkin, yaitu hanya bergerak dalam bidang penyelenggaraan keadilan, pertahanan dan keamanan, serta penyediaan barang-barang yang tidak dapat disediakan oleh swasta.
Berdasarkan ciri-ciri dan uraian di atas, dapat kita rumuskan kelebihan dan kelemahan dari sistem ekonomi pasar bebas, sebagai berikut:

1. Kelebihan sistem ekonomi pasar bebas
  • Tiap-tiap individu sebagai warga Negara diberi kebebasan memilih pekerjaan yang ia sukai sesuai dengan bakatanya.
  • Adanya persaingan yang kuat menyebabkan setiap individu selalu berusaha untuk maju.
  • Kualitas barang lebih terjamin, karena untuk dapat bersaing di pasaran setiap individu harus berusaha menghasilkan barang yang berkualitas baik.
  • Kualitas pelayanan lebih terjamin, karena merupakan factor yang sanagt penting dalam bersaing.
  • Produksi didasarkan atas kebutuhan masyarakat.
  • Inisiatif dan kreativitas masyarakat dapat semakin berkembang.
  • Efisiensi dan efektivitas tinggi, karena tindakannya selalu didasarkan pada prinsip ekonomik.
2. Kelemahan sistem ekonomi pasar bebas:
  • Sering kali menimbulkan persaingan tidak sehat antara produsen, hal ini dilakuakn agar mereka menang dalam persaingan.
  • Adanya persaingan dalam pasara dapat menimbulkan monopoli, sehingga merugikan masyarakat.
  • Perekonomian mudah tidak stabil. 
  • Menimbulkan eksploitasi SDM.
  • Pemanfaatan SDA sering tidak memperhatikan kelestarian lingkungan.
  • Cenderung menimnulkan penindasan terhadap kaum lemah (buruh) oleh kaum kapitalis (pemilik modal).
  • Munculnya kesenjangan ekonomi antara golongan ekonomi kuat dengan yang lemah.

REVIEW >>>
Pada prinsipnya, sistem ekonomi kapitalis, pemerintah tidak ikut campur dalam kegiatan perekonomian. Namun, secara tidak langsung, pemerintah juga harus melindungi masyarakat dari dampak buruk yang ditimbulkan sistem ini. Untuk mengatasinya, pemerintah perlu mengadakan campur tangan dengan membuat undang-undang yang mengatur kegiatan ekonomi.

3. Sistem Ekonomi Sosialis
Sistem ekonomi sosialis, yang biasa juga disebut sistem ekonomi etatisme (perencanaan sentral) atau terpusat dan sistem ekonomi komando adalah sistem ekonomi yang hamper semua kegiatan ekonomi diatur secara sentral dari pusat oleh negara atau pemerintah pusat.

Sistem ekonomi terpusat menghendaki kemakmuran masyarakat secara merata dengan menghindari adanya penindasan dalam kegiatan perekonomian. Kebersamaan atau kolektivisme merupakan sebuah slogan yang biasa dipakai oleh masyarakat sosialis.

Sistem ekonomi ini dianut oleh negara Rusia, RRC, Polandia, Rumania, dan negara-negara Eropa Timur termasuk negara-negara pecahan Uni Soviet.

Ciri-ciri sistem ekonomi perencanaan sentral, antara lain:
  • Sumber-sumber produksi dikuasai oleh negara.
  • Hak milik pribadi tidak diakui.
  • Jalannya kegiatan dalam suatu perekonomian sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.
  • Semua kegiatan ekonomi diatur oleh pemerintah pusat.
  • Kebijakan-kebijakan dalan perekonomian disusun dan dilaksanakan oleh negara.
Berdasarkan ciri-ciri dan uraian di atas, dapat kita rumuskan kelebihan dan kelemahan dari sistem ekonomi komando, sebagai berikut:

1. Kelebihan sistem ekonomi komando
  • Pemerintah bertanggung jawab penuh dalam perekonomian.
  • Pemerintah mudah melakukan pengendalain dan pengawasan harga.
  • Kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara merata.
  • Perekonomian relatif stabil dan jarang terjadi krisis.
  • Relatif tidak ada jurang pemisah anatara orang kaya dan miskin.
  • Sistem ekonomi sangat sederhana, karena semua kegiatan ekonomi diatur oleh negara.
2. Kelemahan sistem ekonomi komando
  • Hak milik perseorangan tidak diakui.
  • Individu tidak mempunyai kebebasan untuk memiliki barang dan jasa.
  • Individu tidak mempunyai kebebasan untuk berusaha.
  • Jalur birokrasi panjang, sehingga sulit dalam pengambilan keputusan.
  • Oleh karena tidak ada kebebasan, menyebabkan kreativitas masyarakat tidak dapat berkembang.
  • Kurang adanay rangsanagn bagi para pekerja untuk bekerja lebih giat, karena penghargaan baik berupa materi maupun immateri sangat kecil.
  • Masyarakat cenderung tidak peduli terhadap pemeliharaan sumber-sumber dan alata-alat perekonomian, karena hak milik perseorangan/swasta tidak diakui.

REVIEW >>>
Dengan adanya pembatasan dalam kegiatan sistem ekonommi sosialis, mengurangi hasrat masyarakat dalam pengembangan usaha, karena kurangnya pemberian penghargaan terhadap suatu usaha yang dilakukan masyarakat. Dan, karena ketatnya pengawasan yang dilakukan pemerintah, juga dapat memacu timbulnya pasar gelap maupun penyelundupan.

Karena beberapa kelemahan yang telah diuraikan di atas, maka banyak negara yang mengubah sistem sosialis yang memungkinkan munculnya peranan masyarakat, sebagai contoh negara Cina.

4. Sistem Ekonomi Campuran
Dalam pembahasan sebelumnya, sudah diuraikan bahwa kedua sistem ekonomi, yaitu kapitalis dan sosialis secara murni tidak pernah ada dalam kenyataan. Kedua sistem ekonomi tersebut mempunyai kelemahan. Oleh karena itu, muncullah bentuk sistem ekonomi yang bersifat campuran.

Sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi yang mengambil segi positif dari sistem ekonomi kapitalis dan sistem ekonomi sosialis.

Dalam sistem ekonomi ini, masyarakat diberi kebebasan untuk berusaha dalam kegiatan ekonomi, tetapi terbatas pada bidang-bidang yang tidak menguasai hajat hidup orang banyak atau bidang usaha vital, dan bidang inilah yang dikelola dan dikuasai oleh negara.

Sistem ekonomi campuran memberi kebebasan kepada pihak swasta ikut terlibat dalam kegiatan perekonomian dalam batas-batas yang tidak menyangkut hajat hidup rakyat banyak dan pemerintah ikut aktif dalam kegiatan ekonomi, serta berkewajiban menyusun perencanaan dan menetapkan kebijaksanaan dalam kegiatan perekonomian.

Sistem ini banyak dianut oleh negara-negar berkembang.

Berikut ini merupakan ciri-ciri dari sistem ekonomi campuran:
  • Pemerintah ikut aktif dalam kegiatan perekonomian.
  • Bidang-bidang yang strategis masih dikuasai oleh negara.
  • Pemerintah menyusun perencanaan dan menetapkan kebijaksanaan dalam kegiatan perekonomian.
  • Swasta diberi kebebasan dan kesempatan dalam kegiatan perekonomian, akan tetapi harus sesuai dengan rencana pemerintah dan taat pada kebijaksanaan yang ditentukan oleh pemerintah.
  • Hak milik swasta atas alat produksi diakui asalkan penggunaannya tidak merugikan kepentingan umum.
  • Pemerintah berkewajiban mengadakan pengawasan, bimbingan, dan bantuan kepada pihak swasta.
  • Ada persaingan, tetapi masih ada control dari pemerintah.
Berdasarkan ciri-ciri dan uraian di atas, dapat kita rumuskan kelebihan dan kelemahan dari sistem ekonomi pasar bebas, sebagai berikut:

1. Kelebihan sistem ekonomi campuran
  • Adanya kebebasan berusaha dapat mendorong kreativitas individu sesuai dengan kemapuan.
  • Hak milik individu atas sumber-sumber produksi diakui walaupun ada pembatasan.
  • Lebih mementingkan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi atau golongan.
2. Kelemahan sistem ekonomi campuran
  • Sulit menentukan batas antara kegiatan ekonomi yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah dan swasta.
  • Sulit menentukan batas antara sumber-sumber produksi yang dapat dikuasai oleh swasta dan pemerintah.
  • Jika peran pemerintah mendominasi, akan timbul etatisme.
  • Jika peran swasta mendominasi, akan timbul monopoli yang merugikan masyarakat.
REVIEW >>>
Sistem ekonomi campuran merupakan perpadua antara sistem liberal dan sosialis, yang mengambil garis tengah antara kebebasan dan pengendalian, yang juga berarti garis antara peran mutlak negara/kolektif dan peran menonjol individu. Garis tengah ini tentunya disesuaikan dengan dimana perpaduan itu terjadi, sehingga peran situasi dan lingkungan sangat member warna pada sistem perpaduan/campuran itu. Akan tetapi, sistem ekonomi ini sangat rentan, karena sulit menentukan batas antara pemerintah dan swasta, yang akibatnya bisa menimbulkan kecenderungan pemerintah (etatisme) maupun kecenderungan swasta (monopoli).

Demikianlah materi tentang Pengertian, Fungsi dan Jenis-jenis Sistem Perekonomian yang sempat kami berikan dan jangan lupa juga untuk menyimak materi seputar Adam Smith : Teori Ekonomi Klasik vs neoklasik yang telah kami posting sebelumnya. semoga materi yang kami berikan dapat membantu menambah wawasan anda semikian dan terimah kasih.

Jangan Lupa Tinggalkan Komentar…!!!

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Pengertian, Fungsi dan Jenis-jenis Sistem Perekonomian

Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

Loading...
Loading...