Materi akuntansi manajemen, akuntansi biaya, akuntansi keuangan, akuntansi pajak, akuntansi pemerintahan, perbankkan dan Analisis ekonomi

Thursday, September 14, 2017

Pengertian dan Sejarah Pencatatan Double Entry

Pengertian dan Sejarah Pencatatan Double Entry - Praktek akuntan di Indonesia sebenarnya sudah berlangsung lama, yakni sejak zaman Hindia Belanda, tahun 1642. Akuntan-akuntan Belanda tersebut mendirikan perusahaan-perusahaan yang juga dimonopoli kaum penjajah, sampai abad ke-19. Sesudah Belanda terusir oleh masuknya tentara pendudukan Jepang, mulai dikenal kursus akuntan di Jakarta oleh Departemen Keuangan, yang bisa dinikmat warga Indonesia.
Sesudah Indonesia merdeka, pembentukan Ikatan Akuntan Indonesia dirintis pada tahun 1957 oleh sejumlah akuntan lulusan pertama Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan lulusan Belanda. Pada tahun-tahun inilah, pemerintah Indonesia melakukan nasionalisasi terhadap perusahaan-perusahaan milik Belanda. Dengan pulangnya akuntan-akuntan Belanda ke negerinya, peran para akuntan Indonesia pun semakin berkembang.

Perkembangan itu semakin pesat setelah diresmikannya kegiatan pasar modal, 10 Agustus 1977, yang menjadikan akuntansi keuangan sangat penting. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat pada awal periode Orde Baru, serta tumbuhnya berbagai perusahaan dan jenis usaha, peran akuntan Indonesia pun makin berkibar. 

IAI sendiri sebagai organisasi juga berkembang pesat, dengan anggota sekitar 5.000 orang, terdiri dari akuntan publik, akuntan manajemen, akuntan pendidik, dan akuntan yang bekerja di sektor pemerintah. Jumlah anggota ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Keanggotaan IAI sebenarnya masih dapat ditingkatkan, karena jumlah akuntan Indonesia yang terdaftar dan memiliki register seluruhnya adalah 16.000 orang. 

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi, yang seiring dengan peningkatan peran akuntan Indonesia itu, sayangnya tidak berlanjut mulus karena hantaman krisis ekonomi, yang dampaknya masih terasa sampai sekarang. Bagaimanapun, krisis ini telah membuka mata kita tentang pengaruh globalisasi terhadap ekonomi Indonesia, selain membuktikan masih lemahnya fundamental ekonomi nasional selama ini.

Sebelum merumuskan peran dan kontribusi akuntan Indonesia, tentu kita harus memahami secara lebih spesifik, apa saja bentuk tantangan dan permasalahan yang dihadapi Indonesia dewasa ini, serta kaitannya dengan kondisi global. Pemahaman ini penting, karena peran dan kontribusi akuntan Indonesia --yang hendak dirumuskan tersebut-- bukanlah sesuatu yang diada-adakan, melainkan sesuatu yang diharapkan mampu diaktualisasikan, guna menjawab tantangan dan permasalahan secara proporsional.


Pengertian dan Sejarah Pencatatan Double Entry
Pengertian dan Sejarah Pencatatan Double Entry
Pengertian Pencatatan Double Entry
Double entry system atau yang diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia sebagai sistem pembukuan ganda adalah sebuah sistem pencatatan dengan serangkaian aturan untuk mencatat informasi keuangan yang didalam setiap transaksi atau kejadian akan merubah setidaknya dua sisi buku besar.

Sistem ini merubah total pemahaman sistem pencatatan single-entry yang banyak dipakai pada era sebelum Pacioli. Demikianlah sistem double entry ini merubah sistem pencatatan dalam akuntansi modern hingga masa kini.

Keunggulan Pencatatan Double Entry
Dalam persamaan akun akan terjadi eliminasi sehingga tidak memungkinkan terjadinya kesalahan pencatatan atau selisih kecuali ada faktor dari kesalahan manusia dan salah klasifikasi akun (misalkan akun kas dimasukkan ke dalam sisi hutang).

Sedangkan single-entry hanya mencatat kas masuk dan keluar sehingga bila terjadi kesalahan pencatatan sedikit saja, akan terjadi understated (terlalu kecil) atau overstated (terlalu besar)nilai yang dicatat. Selain itu, sulit juga untuk menilai berapa nilai asset yang ada karena penggolongannya sering tumpang tindih dengan modal pemilik.

Sejarah Metode Pencatatan Double Entry
Penelitian terhadap sejarah akuntansi sudah semakin semarak dan publikasi yang khusus menganalisa dan mempelajari sejarah akuntansi ini dimuat melalui berbagai publikasi akuntansi umumnya dn dalam The Accounting Historian Journal khususnya yang merupakan bagian dari The Academy of Accounting Historian.

Untuk mempelajari sejarah Akuntansi kita haru dapat membedakan antara praktek akuntansi itu sendiri sebagai pencatatan transaksi dengan system pembukuan yang sekarang dikenal dengan double entry accounting system. Pada hakikatmya para ahli akan sepakat apabila dikatakan bahwa praktek pencatatan akuntansi dalam arti pencatatan kejadian yang berhubungan dengan bisnis sudah dimulai lama sejak adanya kejadian transaksi dimaksud. Hal ini terbukti dari berbagai penemuan-penemuan seperti dikemukakan Ernest Stevelinck dalam artikelnya yang berjudul Accounti ng in Ancient Times ( The Accounting Historians Journal Volume 12 No 1 (1985) sebagai berikut :

“Mesir memiliki sejarah akuntansi yang panjang. Ribuan bukti catatan akuntansi dalam kulit kayu (papyri) yang ditemukan lebih lima belas abad yang lalu dan menjelaskan bahwa akuntansi ini telah ada lebih daripada 3.000 tahun yang lalu dengan beberapa tingkat kejelasannya”.

Dalam artikel itu dijelaskan pada awal kerajaan Mesir itu seorang manajer yang bernama My mencatat transaksi hariannya dalam Calamos reed (sejenis kulit). Disini My yang memiliki asisten telah bekerja secara efisien dan dengan sistem yang dibuatnya ia mampu mengamati kapalnya yang mengangkut barang-barang dari tokonya melalui sungan Nil. 

Pada tahun 3200 sebelum masehi telah dikenal dua macam teknik akuntansi secara simultan. Yang pertama koin dengan bentuk tertentu disimpan dan ditandai kemudian dimasukkan dalam amplop. Jenis lainnya token disimpan dalam bentuk yang lebih besar dengan berbagai variasi yang lebih kompleks. Pemisaham ini menggambarkan perbedaan transaksi cash (Utang, Piutang, dll) dengan transaksi non cash (Persediaan, Peralatan , Tanah, dll) (Mattessich, 1987 hlm.79).

Dari kisah penemuan ini jelas kita lhat bahwa pada masa itu dikenal keberadaan dungsi akuntansi. Bahkan hal yang sama dalam bentuk lain ditemukan dalam kerajaan Babylonia 2500 tahun yang lalu., pada tahun1893 ditemukan lagi oleh seorang yang melakukan ekspedisi ke Amerika di Nippur sejenis batuan dala, bentuk tablet yang dibuat 455 tahun sebelum masehi (Stevelinck,1985). Bahkan arkeologi ini dapat ditemukan di museum Archeological Museumof Constantinople, Museum University of Pennsylvania, University of Jena. Dan penulis yakin hal yang sama akan juga ditemukan dalam kebudayaan lain yang telah pernah maju menguasai dunia seperti kebudayaan China, India, Mesopotamia, dan Persi.

Pendapat ini dapat diperkuat lagi oleh Richard Mattessich (1987) dalam artikelnya yang berjudul Prehistoric Accounting and The Problem of Representation: On recent archeological evidence of the middle east from 8000 BC to 3000 BC. Abstrak dari artikel ini mengemukakan sebagai berikut :

“Penelitian arkeologi akhir-akhir ini menghasilkan pandangan revolusioner tentang penemuan perhitungan, gambaran, dan idiografi tulisan. Penemuan ini adalah system pemrosesan data dalam “clay tokens” (sejenis koin yang terbuat dari bahan plastik) yang sederhana dan kompleks dari berbagai bentuk telah terkumpul dalam sebuah amplop plastik (clay envelops) untuk mengungkapkan secara simbolis nilai asset dan transaksi ekonomis. Nominal dari koin telah ditemukan oleh arkeolog sepanjang Fertle Crescent denagn berlapis-lapis yang merupakan benda yang dikeluarkan antara tahun 8000-3100 sebelum Masehi. Setelah itu baru ditemukan tablet plastik.

Penemuan penting ini menimbulkan dampak filosofi ekonomi yang penting yaitu (Mattessich, 1987):
  1. Penemuan ini menyimpulkan bahwa akuntansi mendahului perhitungan dan penulisan.
  2. konsep penyajian laporan keuangan ternyata berkembang secara perlahan. 
  3. Perhitungan angka muncul setelah melalui berbagai tahapan.
  4. Dikenalnya eksistensi abstract input output principle 10000 tahun yang lalu dan double entry 5000 tahun yang lalu.
  5. Memperkenalkan validitas “Correspondence theory”. Dalam teori ini dibahas bagaimana bahasa menggambarkan realitas, kombinasi apa yang digunakan untuk menggambarkan relitas, bagaimana menyusun suatu kalimat untuk menggambarkan ini dan seterusnya.

Menurut pendapat Mattessich di ata system double entry sudah ada 5000 tahun yang lalu. Sedangkan selama ini kita kenal bahwa penemu sisten double entry ini adala Lucas Pacioli, bagaimana kita memahami persoalan ini? Untuk menjawab ini maka dapat dikemukakan sebagai berikut. Sistem double entry accounting telah disepakati para ahli mula-mula “diterbitkan” oleh Lucas Pacioli dalam bukunya yang berisi 36 bab yang terbit pada tahun 1494 di Florence, Italia dengan judul: Summa d’Arithmethica, Geometria, Propotioni et Propotionalita.

Beberapa masalah yang menimbulkan diperlukannya akuntansi adalah: perkembangan ilmu yang berjalan sedemikian cepat dan menimbulkan berbagai teknik dan penerapan sistem akuntansi di antara perusahaan-perusahaan sehingga masalah perbandingan dan kebenaran (kewajaran) laporan keungan menjadi permasalahan. Keadaan ini menimbulkan prasangka negatif bahwa manajemen dapat menyusun laporan keuangan sesuai dengan kehendak dan kepentingannya sehingga dia dapat memanipulasi laporan keuangandan akibatnya laporan keuangan dianggap kurang bernilai dan pada sanpai puncaknya tahun 1930 pada masa depresi berat di USA. Akhirnya USA membentu SEC (Security Exchange Commision) sebagai salah satu lembaga yang banyak mendorong tercapainya suatu prinsip akuntansi yang baku. Dari lembaga ini dan dari lembaga lainnya muncullah konsep, teori, dan perumusan-perumusan yang sistematis tentang teori akuntansi.

Demikianlah materi tentang Pengertian dan Sejarah Pencatatan Double Entry yang sempat kami berikan dan jangan lupa juga untuk menyimak materi seputar Pengertian, Sumber, Penilaian dan Pengukuran Pendapatan (Revenue) yang telah kami posting sebelumnya. semoga materi yang kami berikan dapat membantu menambah wawasan anda semikian dan terimah kasih.

Jangan Lupa Tinggalkan Komentar…!!!

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Pengertian dan Sejarah Pencatatan Double Entry

Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

Loading...
Loading...