Materi akuntansi manajemen, akuntansi biaya, akuntansi keuangan, akuntansi pajak, akuntansi pemerintahan, perbankkan dan Analisis ekonomi

Tuesday, September 5, 2017

Pengertian dan Kajian-kajian Ekonomi Mikro

Pengertian Ekonomi Mikro - Mikro berasal dari bahasa Yunani yaitu micros yang berarti kecil. Teori ekonomi mikro sering juga disebut teori harga atau price theory karena dalam ekonomi mikro, harga memainkan peranan yang relative penting. Teori ekonomi mikro juga membahas masalah kumpulan atau agregasi, seperti kurva permintaan individu dan kurva permintaan pasar. Jadi, teori mikro adalah kajian tentang bagaimana rumah tangga dan perusahaan membuat keputusan dan bagaimana ia berinteraksi dengan pasar-pasar tertentu.
Salah satu tujuan ekonomi mikro adalah menganalisis pasar beserta mekanismenya yang membentuk harga relatif kepada produk dan jasa, dan alokasi dari sumber terbatas di antara banyak penggunaan alternatif. Ekonomi mikro menganalisis kegagalan pasar, yaitu ketika pasar gagal dalam memproduksi hasil yang efisien; serta menjelaskan berbagai kondisi teoritis yang dibutuhkan bagi suatu pasar persaingan sempurna. Bidang-bidang penelitian yang penting dalam ekonomi mikro, meliputi pembahasan mengenai keseimbangan umum (general equilibrium), keadaan pasar dalam informasi asimetris, pilihan dalam situasi ketidakpastian, serta berbagai aplikasi ekonomi dari teori permainan. Juga mendapat perhatian ialah pembahasan mengenai elastisitas produk dalam sistem pasar.

Pengertian dan Kajian-kajian Ekonomi Mikro
Pengertian dan Kajian-kajian Ekonomi Mikro
Teori penawaran dan permintaan biasanya mengasumsikan bahwa pasar merupakan pasar persaingan sempurna. Implikasinya ialah terdapat banyak pembeli dan penjual di dalam pasar, dan tidak satupun di antara mereka memiliki kapasitas untuk memengaruhi harga barang dan jasa secara signifikan. Dalam berbagai transaksi di kehidupan nyata, asumsi ini ternyata gagal, karena beberapa individu (baik pembeli maupun penjual) memiliki kemampuan untuk memengaruhi harga. Seringkali, dibutuhkan analisis yang lebih mendalam untuk memahami persamaan penawaran-permintaan terhadap suatu barang. Bagaimanapun, teori ini bekerja dengan baik dalam situasi yang sederhana.

Ekonomi arus utama (mainstream economics) tidak berasumsi apriori bahwa pasar lebih disukai daripada bentuk organisasi sosial lainnya. Bahkan, banyak analisis telah dilakukan untuk membahas beragam kasus yang disebut "kegagalan pasar", yang mengarah pada alokasi sumber daya yang suboptimal, bila ditinjau dari sudut pandang tertentu (contoh sederhananya ialah jalan tol, yang menguntungkan semua orang untuk digunakan tetapi tidak langsung menguntungkan mereka untuk membiayainya). Dalam kasus ini, ekonom akan berusaha untuk mencari kebijakan yang akan menghindari kesia-siaan langsung di bawah kendali pemerintah, secara tidak langsung oleh regulasi yang membuat pengguna pasar untuk bertindak sesuai norma konsisten dengan kesejahteraan optimal, atau dengan membuat "pasar yang hilang" untuk memungkinkan perdagangan efisien dimana tidak ada yang pernah terjadi sebelumnya. Hal ini dipelajari di bidang tindakan kolektif. Harus dicatat juga bahwa "kesejahteraan optimal" biasanya memakai norma Pareto, dimana dalam aplikasi matematisnya efisiensi Kaldor-Hicks, tidak konsisten dengan norma utilitarian dalam sisi normatif dari ekonomi yang mempelajari tindakan kolektif, disebut pilihan masyarakat/publik. Kegagalan pasar dalam ekonomi positif (ekonomi mikro) dibatasi dalam implikasi tanpa mencampurkan kepercayaan para ekonom dan teorinya.

Permintaan untuk berbagai komoditas oleh perorangan biasanya disebut sebagai hasil dari proses maksimalisasi kepuasan. Penafsiran dari hubungan antara harga dan kuantitas yang diminta dari barang yang diberi, memberi semua barang dan jasa yang lain, pilihan pengaturan seperti inilah yang akan memberikan kebahagiaan tertinggi bagi para konsumen.


Kajian-kajian Ekonomi Mikro


Ekonomi mikro adalah cabang dari ilmu ekonomi yang secara khusus membahas perilaku individu dan perusahaan yang dihadapkan pada keterbatasan sumber daya. Ekonomi mikro mempelajari kegiatan-kegiatan ekonomi dari unit-unit ekonomi individual, yaitu individu sebagai konsumen, individu sebagai pemilik faktor produksi dan individu sebagai produsen. Dalam ekonomi mikro dipelajari bagaimana individu menggunakan sumber daya yang dimilikinya sehingga tercapai tingkat kepuasan yang optimum. Secara teori, setiap individu yang melakukan kombinasi konsumsi atau produksi yang optimum bersama dengan individu-individu lain akan menciptakan keseimbangan dalam skala makro dengan asumsi cateris peribus. 

Ekonomi mikro mempelajari hal-hal berikut.
a. Kegiatan-kegiatan ekonomi dari satuan-satuan ekonomi individu, seperti motif-motif ekonomi, tingkah laku konsumen individu, serta masalah-masalah yang dihadapi perusahaan-perusahaan individu dan cabang-cabang.

b. Arus barang dan jasa dari perusahaan-perusahaan ke konsumen, komposisi arus barang tersebut, dan penilaian barang-barang yang membentuk arus itu.

c. Arus sumber-sumber produksi dan jasa dari pemiliknya ke pengusaha-pengusaha dengan penilaian dan alokasinya di antara alternatif penggunaan.

Analisis ekonomi mikro terdiri atas teori harga, teori produksi, dan teori distribusi. Hal tersebut dapat diuraikan sebagai berikut.

a. Teori harga, antara lain membahas proses pembentukkan harga oleh interaksi antara penawaran dan permintaan akan suatu barang dan jasa di dalam suatu pasar, faktor-faktor yang memengaruhi perubahan permintaan dan penawaran, hubungan antara harga permintaan dan penawaran, bentuk-bentuk pasar, dan sebagainya.

b. Teori produksi, antara lain menganalisis masalah biaya produksi, tingkat produksi yang paling menguntungkan produsen, serta kombinasi faktor-faktor produksi yang harus dipilih oleh para produsen agar tujuan untuk mencapai laba maksimum tercapai.

c. Teori distribusi, antara lain membahas faktor-faktor yang menentukan tingkat upah tenaga kerja, tingkat bunga yang harus dibayar karena penggunaan modal, dan tingkat keuntungan yang diperoleh para pengusaha. 

Teori ekonomi mikro mula-mula dikembangkan oleh ahli-ahli ekonomi klasik pada abad ke-18 dan ke-19, seperti Adam Smith dan David Ricardo, yang selanjutnya dikembangkan oleh Marshall dan Pigou.

Untuk menyusun teorinya, ahli-ahli ekonomi klasik (mikro) mendasarkan pada anggapan-anggapan dasar tertentu, antara lain sebagai berikut.

a. Setiap subjek ekonomi selalu bertindak ekonomis rasional, yaitu para konsumen selalu berusaha untuk mencapai kepuasan maksimal dari setiap barang dan jasa yang dikonsumsi, sedangkan produsen selalu berusaha untuk memperoleh keuntungan yang maksimal.

b. Setiap subjek ekonomi mempunyai informasi yang lengkap atas segala sesuatu yang terjadi di pasar.

c. Tingkat mobilitas tinggi sehingga para ahli ekonomi dapat segera menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi di pasar. Berdasarkan anggapan-anggapan di atas, para ahli ekonomi klasik berkeyakinan bahwa kegiatan ekonomi akan berkembang secara efisien, pertumbuhan ekonomi akan semakin meningkat, dan kesempatan kerja penuh akan tercapai (full employment).

Ekonomi mikro menganalisa kegiatan-kegiatan dan permasalahan ekonomi dari unit-unit ekonomi individual. Ekonomi makro menganalisisnya dari pendekatan sebaliknya. Artinya, yang dipelajari dalam ekonomi makro adalah variable-variabel total, seperti pendapatan nasional konsumsi, tabungan masyarakat, dan investasi total.

Dari segi kegunaannya, ekonomi mikro akan bermanfaat dalam beberapa hal berikut ini.
  1. Membantu memilih fakta-fakta penting yang relevan dalam persoalan-persoalan ekonomi tertentu.
  2. Ekonomi mikro berguna sebagai dasar untuk peramalan sehingga sangat berguna bagi para manajer dalam pengambilan keputusan.
  3. Berguna dalam mempengaruhi suatu perekonomian.

Kajian Ilmu Ekonomi Mikro

Kajian Ilmu Ekonomi Mikro
Kajian Ilmu Ekonomi Mikro

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Pengertian dan Kajian-kajian Ekonomi Mikro

Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

Loading...
Loading...