Materi akuntansi manajemen, akuntansi biaya, akuntansi keuangan, akuntansi pajak, akuntansi pemerintahan, perbankkan dan Analisis ekonomi

Tuesday, September 12, 2017

Pengertian dan Contoh Relevant Cost dan Sunk Cost

Pengertian, Perbedaan dan Contoh Relevant Cost dan Sunk Cost - Dalam akuntansi, yang dimaksud dengan biaya adalah aliran sumberdaya yang dihitung dalam satuan moneter yang dikeluarkan untuk membeli atau membayar persediaan, jasa, tenaga kerja, produk, peralatan, dan barang lainnya yang digunakan untuk keperluan bisnis atau kepentingan lainnya. Sementara biaya kesempatan merujuk pada setiap alternatif yang dikorbankan untuk melakukan pekerjaan lain yang lebih bernilai.
Tugas akuntan adalah mencatat aliran uang yang keluar masuk dan keluar dari organisasi. karenanya, seorang akuntan—berbeda dengan ekonom—tidak menghitung biaya kesempatan karena pada kenyataannya tidak ada sepersenpun uang yang keluar dari pengorbanan itu, yang hilang hanya kesempatan.

Pengertian dan Contoh Relevant Cost dan Sunk Cost
Pengertian dan Contoh Relevant Cost dan Sunk Cost

Relevant Cost VS Sunk Cost

A. Pengertian Relevant Cost
Relevan cost atau biasa disebut juga biaya sesungguhnya adalah semua biaya-biaya yang sesungguhnya dikeluarkan untuk menghasilkan sebuah produk. Yang termasuk ke dalam relevan cost yaitu biaya produksi (biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik) dan biaya non-produksi (biaya pemasaran atau penjualan dan biaya administrasi).

Konsep-konsep Biaya
a. Relevant cost : disebut juga differential cost, yaitu biaya yang patut dipertimbangkan di dalam pemilihan alternatif keputusan yang diambil. Biaya yang berbeda pada setiap keputusan alternative yang diambil.

b. Sunk Cost : biaya-biaya yang tidak mengeluarkan pengeluaran tunai contoh, biaya penyusutan, amortisasi goodwill.

c. Avoidable cost : adalah biaya yang dapat dihilangkan baik seluruhnya ataupun sebagian dengan memilih salah satu alternatif yang tersedia.

d. Opportunity Cost (biaya kesempatan) : keuntungan yang terpaksa dilepaskan karena diambilnya suatu alternative lain.

Biaya differential tidak cocok untuk penggolongan akuntansi yang mungkin dilakukan karena biaya-biaya differential memperlakukan biaya produk berdasarkan differensial/ perbedaan bukan berdasarkan biaya total.

Dalam pertimbangan biaya relevan, manajemen perlu untuk memperhatikan biaya produksi dan biaya non produksi.

Biaya Produksi:
Kebanyakan perusahaan manufaktur membagi biaya produksi ke dalam tiga kategori besar: bahan langsung (direct material), tenaga kerja langsung (direct labour), dan biaya overhead pabrik (manufacturing overhead). Penjelasan mengenai ketiga biaya tersebut adalah sebagai berikut:

1. Bahan langsung
Bahan yang digunakan untuk menghasilkan sebuah produk jadi disebut bahan baku atau bahan mentah (raw material). Istilah ini kadang-kadang menyesatkan karena seakan-akan menyiratkan sumber daya alam yang belum diproses seperti bijih besi atau bubur kayu. Sesungguhnya bahan baku berkaitan dengan semua jenis bahan yang digunakan dalam membuat sebuah produk jadi; dan produk jadi sebuah perusahaan dapat menjadi bahan baku perusahaan yang lainnya. Sebagai contoh, plastic yang dihasilkan oleh DuPont adalah bahan baku bagi Compaq Computer untuk pembuatan computer (PC). Studi yang dilakukan atas 37 industri manufaktur menunjukkan bahwa rata-rata biaya bahan meliputi sekitar 55% penjualan.

Bahan langsung (direct material) adalah bahan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari produk jadi, dan dapat ditelusuri secara fisik dan mudah ke produk tersebut. Termasuk dalam hal ini tempat duduk pesawat boeing yang dibeli dari subkontraktor, yang kemudian dipasang pada pesawat-pesawat komersialnya. Termasuk juga motor elektrik Panasonic yang digunakan untuk pemutar CD.

Kadang-kadang tidak terlalu bermanfaat untuk menelusuri biaya bahan baku yang tidak terpengaruh secara signifikan dalam produk jadi. Bahan-bahan tersebut misalnya solder untuk menghubungkan rangkaian dalam TV Sony atau lem untuk perekat kursi Olimpyc. Bahan-bahan seperti solder dan lem disebut bahan tidak langsung (indirect material) yag dimasukkan dalam biaya overhead pabrik.

2. Tenaga kerja langsung
Istilah tenaga kerja langsung (direct labour) digunakan untuk biaya tenaga kerja yang dapat ditelusuri dengan mudah ke produk jadi. Tenaga kerja langsung biasa disebut juga tenaga kerja manual (touch labour) karena tenaga kerja langsung melakukan kerja tangan atas produk pada saat produksi. Biaya tenaga kerja misalnya biaya tenaga kerja bagian perakitan seperti halnya biaya untuk tukang kayu, tukang batu, dan operator mesin.

Biaya tenaga kerja yang tidak dapat ditelusuri secara fisik dalam pembuatan produk disebut tenaga kerja tidak langsung (indirect labour) dan diperlakukan sebagai bagian biaya overhead pabrik. Tenaga kerja tidak langsung biasanya biaya untuk pembersih gedung, supervisor, penanganan bahan, dan penjaga malam. Meskipun peran pekerja tersebut sangat penting terhadap produksi, tidak praktis atau tidak mungkin untuk menelusuri dengan tepat ke unit produksi tertentu. Tenaga kerja seperti tiu dikategorikan sebagai etnaga kerja tidak langsung.

Dalam beberapa industri telah terjadi pergeseran yang besar dalam struktur tenaga kerja. Peralatan otomatis yang canggih, yang dijalankan dan diawasi oleh tenaga kerja tidak langsung yang ahli, mulai menggantikan peran tenaga kerja tidak langsung. Studi atas 37 industri manufaktur yang dikemukakan di atas menyebutkan bahwa biaya tenaga kerja langsung mencakup sekitar 10% dari penjualan. Di beberapa perusahaan, tenaga langsung bahkan talah menjadi elemen kecil yang hilang dari kategori biaya tersendiri. Meskipun demikian sebagian perusahaan produksi dan jasa yang ada di dunia ini tetap mengakui tenaga kerja langsung sebagai biaya tersendiri.

3. Overhead pabrik
Overhead pabrik (manufacturing overhead) elemen ketiga biaya produksi yang mencakup seluruh biaya produksi yang tidak termasuk dalam bahan langsung dan teanag kerja langsung. Biaya overhead pabrik termasuk bahan tidak langsung, tenaga kerja tidak langsung, pemeliharaan dan perbaikan peralatan produksi, listrik dan penerangan, pajak property, depresiasi, dan asuransi fasilitas-fasilitas pabrik. Di dalam perusahaan juga terdapat biaya listrik dan penerangan, pajakproperti, depresiasi, asuransi, dan sebagainya, brkaitan dengan fungsi produksi dan penjualan. Hanya biaya-biaya yang berkaitan dengan operasi pabrik yang termasuk dalam biaya overhead produksi. Beberapa studi menunjukkan bahwa overhead pabrik mencapai 16% dari penjualan.

Sejumlah nama lain digunakan untuk biaya overhead pabrik, misalnya biaya produksi tidak langsung (indirect manufacturing cost), factory overhead, dan factory burden. Semua itu bersinonim dengan biaya overhead pabrik.

Biaya overhead pabrik ditambah biaya tenaga kerja disebut biaya konversi (conversion cost). Istilah tersebut muncul dari fakta bahwa biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik terjadi dalam proses konversi dari bahan baku menjadi produk jadi. Gabungan antara biaya tenaga kerja langsung dengan bahan langsung disebut biaya utama (prime cost).

Biaya Nonproduksi
Pada umumnya biaya nonproduksi dibagi menjadi dua macam yaitu: 
Biaya pemasaran atau penjualan. 
Biaya administrasi. 

1. Biaya pemasaran atau penjualan
Biaya pemasaran atau penjualan meliputi semua biaya yang diperlukan untuk menangani pesanan konsumen dan memperoleh produk atau jasa untuk disampaikan kepada konsumen. Biaya-biaya tersebut pemerolehan pesanan (order-getting) dan pemenuhan pesanan (order-filling). Biaya pemasaran meliputi pengiklanan, pengiriman, perjalanan dalam rangka penjualan, komisi penjualan, gaji untuk bagian penjualan, dan biaya penyimpanan (gudang) produk jadi.

2. Biaya administrasi
Biaya administrasi meliputi pengeluaran eksekutif, organisasional, klerikal yang berkaitan dengan manajemen umum organisasi. Contoh dari biaya administrasi ini adalah gaji eksekutif, akuntansi umum, kesekretariatan, humas, dan biaya sejenis yang berkaitan dengan administrasi umum secara keseluruhan. Biaya nonproduksi ini disebut juga biaya penjualan, administrasi, dan umum

Activity Based Costing (ABC) dan biaya relevan
ABC dapat digunakan untuk membantu mengindentikfikasikan biaya relevan yang potensial untuk tujuan pembuatan keputusan. ABC memperbaiki kemungkinan dapat di telusurinya biaya dengan memfokuskan pada aktivitas yang disebabkan oleh produk atau segmen yang lain. Manejer harus berhati – hati dan cermat membaca istilah kemampuan untuk dapat di telusuri dibandingkan dengan kondisi yang sesungguhnya. Banyak orang yang mengamsumsiakan bahwa jika biaya dapat ditelusuri ke segmen tertentu, biaya tersebut otomatis menjadi biaya yang dapat terhindari. 

B. Pengertian Sunk Cost
Sunk Cost (biaya tertanam) adalah biaya – biaya yang dikeluarkan di waktu yang lampau atau biaya – biaya yang dikeluarkan tetapi tidak mempengaruhi keputusan proyek jangka pendek karena biaya ini tak akan kembali. Sunk cost selalu ada dalam suatu proyek. Dalam analisa proyek, sunk cost tidak diperhitungkan dalam komponen biaya karena proyek melihat Future Cost & Benefit(perhitungan dan analisis biaya relevan).

Contoh sunk cost dalam kehidupan sehari-hari adalah: 
Pembelian tanah untuk investasi yang belum diputuskan untuk proyek apa (belum digunakan), apabila tanah tersebut diberi pagar pembatas, biaya pembuatan pagar ini dianggap sebagai biaya tertanam. 

Suatu perusahaan manufaktur membeli mesin produksi Rp 20 juta. Karena pengeluaran kas telah terjadi, maka pengeluaran (investasi) ini adalah sunk cost (karena menjadi biaya tertanam). Dengan kata lain, biaya penggunaan mesin dan biaya depresiasi merupakan sunk cost, yang harus diabaikan dalam membuat keputusan di masa depan. 

Suatu ketika Andy tertarik untuk membeli motor sport seharga Rp.200 juta. Andy membayar uang tanda atau down payment sebesar 2 juta kepada si penjual. Suatu hari, Andy ingin untuk membeli motor low rider. Andy harus membayar lunas sebesar Rp.56 juta untuk bisa mendapatkan motor tersebut. Pilihan dari kedua opsi tersebut, apakah Andy membeli motor sport atau membeli motor low rider, itu tidak akan berpengaruh kepada uang tanda sebesar Rp.2 juta tadi yang merupakan DP. 

FORMULA dan HUBUNGAN SUNK COST dengan BIAYA TETAP

Formula yang ada terkait dengan sunk cost, fixed cost, dan avoidable cost adalah sebagai berikut:

Jika dilukiskan dengan skema maka letak-letak antara biaya-biaya ini adalah sebagai berikut:

Fixed cost (biaya tetap) adalah biaya yang sudah tidak dapat diubah-ubah lagi karena tidak terpengaruh oleh kapasitas (volume). 

Ciri-ciri biaya tetap adalah: 
  • Jumlah keseluruhan tetap ada dalam rentang (range) yang relevan, 
  • Penurunan biaya perunit bila volume bertambah dalam rentang yang relevan, 
  • Dapat dibebankan kepada departemen-departemen berdasarkan keputusan manajerial atau menurut metode alokasi biaya, dan 
  • Tanggung jawab pengendalian lebih banyak dipikul oleh manajemen eksekutif daripada penyedia operasi. 
Avoidable cost (biaya Relevan/Diferensial) adalah berbagai perbedaan biaya-biaya di antara sejumlah alternatif pilihan yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk mengambil keputusan jangka pendek. Biaya ini membutuhkan pengeluaran tunai sekarang atau di masa depan biaya yang dapat dihilangkan baik seluruhnya atau sebagian dengan memilih salah satu alternatif yang tersedia. Contohnya adalah: saat kita menonton film di bioskop dan menyewa VCD/DVD adalah bersifat relevant karena biaya-biaya tersebut dapat dihindarkan.

Pengambilan keputusan yang ditujukan untuk memperoleh manfaat dari analisis biaya diferensial adalah: 

Menerima/menolak pesanan pelanggan 
à Biaya diferensial ini merupakan selisih antara biaya produksi output sekarang dengan biaya output lebih besar yang direncanakan. Apabila kapasitasnya ada, maka indikasi dari analisis biaya diferensial adalah mejual output tambahan dengan harga di bawah biaya rata-rata per unit sekarang. Selama pendapatan melebihi biaya diferensial untu produksi output maka hal ini akan menguntungkan. 

Mengurangi harga dari suatu barang pesanan (khusus) 
à Pengurangan harga yang diberikan ini dapat menyebabkan semakin ketatnya persaingan harga. Jika produk yang dijual pada harga yang dikurangi memengaruhi penjualan pesaing, tentunya akan terjadi perang harga sehingga berakibat pada hilangnya laba pada semua pihak terkait. Pengurangan harga memang akan memberikan tambahan bisnis, namun dalam jangka panjang akan mengurangi margin laba. 

Mengurangi harga di pasar kompetitif 
Memutuskan untuk membeli atau membuat sendiri 
à Hal ini terjadi karena pengoptimalan sumber daya produktif dan keuangan perusahaan, seperti penggunaan dari peralatan yang menganggur, tenaga kerja yang menganggur, atau ruangan yang menganggur. Oleh karena itu, hal-hal yang harus dipertimbangkan adalah:

a. Pertimbangan tentang kuantitas, kualitas, dan ketergantungan dengan pasoakan komponen dan kemampuan untuk memproduksi komponen tersebut.

b. Perbandingan biaya jika membeli langsung komponen tersebut atau memproduksinya sendiri. 
Memperluas, menutup atau menghilangkan produksi dari suatu produk 

à menutup: Selama produk yang dijual masih dapat emnutupi biaya tetap dan memberikan kontribusi terhadap penutupan biaya tetap, maka dalam jangka pendek akan lebih baik bagi perusahaan untuk beroperasi daripada tidak beroperasi. Perlu diingat bahwa penutupan fasilitas juga tidak akan menghilangkan seluruh biaya seperti biaya penyusutan, bunga, pajak, dan asuransi akan tetap ada walau tidak ada aktivitas.

à menghentikan: Selama suatu produk perusahaan mengalami kesulitan untuk dipasarkan dan dijual sehingga hanya memperoleh sedikit laba atau bahkan tidak sama sekali, maka memang akan lebih baik bagi perusahaan untuk menghentikan produksinya. 
Menentukan akan memproses lagi atau menjual 
Memilih alternatif dalam produksi produk 
Menentukan harga maksimum untuk bahan baku 

Dari formula di atas dapat kita ketahui bahwa biaya tetap diperoleh dari biaya tertanam dan biaya yang dapat dihindarkan jika suatu alternatif dipilih. Sunk cost berbeda dengan fixed cost, contoh sunk cost adalah biaya tenaga kerja tidak langsung (gaji direktur, gaji supervisor, biaya pembayaran PBB, biaya penelitian).

SPECIAL ORDER, MAKE OR BUY, KEEP OR DROP, PRODUCT MIX, TOC
Pembuatan keputusan taktis adalah pembuatan keputusan dengan memilih dari beberapa alternatif dalam waktu yang singkat. Misalnya: menerima pesanan khusus dengan harga yang lebih rendah dari harga normal untuk memanfaatkan kapasitas yang masih menganggur. Meskipun keputusan taktis tampaknya ditujukan untuk kepentingan jangka pendek, namun harus diingat bahwa keputusan jangka pendek seringkali memiliki konsekuensi jangka panjang. Keputusan taktis harus mendukung sasaran strategis perusahaan secara keseluruhan meskipun tujuan langsungnya berjangka pendek atau berskala kecil. Keputusan taktis yang tepat berarti bahwa keputusan yang dibuat mencapai tidak hanya tujuan terbatas tetapi juga berguna untuk jangka panjang. Tidak ada keputusan taktis yang harus dibuat jika keputusan tersebut tidak mendukung sasaran strategis perusahaan secara keseluruhan. 

Demikianlah materi tentang Pengertian dan Contoh Relevant Cost dan Sunk Cost yang sempat kami berikan dan jangan lupa juga untuk menyimak materi seputar Pengertian dan contoh Saham Treasury dan Saham Preferen yang telah kami posting sebelumnya. semoga materi yang kami berikan dapat membantu menambah wawasan anda semikian dan terimah kasih.

Jangan Lupa Tinggalkan Komentar…!!!

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Pengertian dan Contoh Relevant Cost dan Sunk Cost

Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

Loading...
Loading...