Materi akuntansi manajemen, akuntansi biaya, akuntansi keuangan, akuntansi pajak, akuntansi pemerintahan, perbankkan dan Analisis ekonomi

Friday, September 15, 2017

Pasar Modal

Pasar Modal - Pasar modal merupakan tempat berinteraksinya issuer dengan investor yang memperdagangkan insstrumen keuangan jangka panjang diantaranya obligasi dan saham. Pasar modal memiliki dua fungsi dalam perekonomian, yaitu fungsi ekonomi dan fungsi keuangan. Tahapan perdagangan sekuritas di pasar modal terdiri dari pasar primer dan pasar sekunder, di mana di setiap tahapan, proses pembentukan harganya berbeda-beda. Di Indonesia, pasar modal diawasi dan diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Pengertian Pasar Modal
Pasar modal (capital market) merupakan tempat dipertemukannya pihak yang membutuhkan dana (perusahaan/issuer) dengan pihak yang menyediakan dana (investor). Pasar modal dapat juga diartikan sebagai pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang(jangka waktu lebih dari 1 tahun) yang dapat diperjualbelikan, baik surat utang (obligasi), ekuiti (saham), instrumen derivatif maupun instrumen lainnya. Pasar modal merupakan sarana pendanaan bagi issuer (perusahaan atau institusi lainnya), dan sebagai sarana bagi investor untuk melakukan kegiatan investasi. 

Pelaku yang terlibat dipasar modal yaitu (1) Emiten yaitu badan usaha (perseroan terbatas) yang menerbitkan saham;(2) Penjamin emisi (underwriter) yaitu perusahaan perantara yang menjamin penjualan emisi; (3) Badan Pelaksana pasar modal yaitu badan yang mengatur dan mengawasi jalannya pasar modal; (4) Bursa Efek yaitu tempat diselenggarakannya kegiatan perdagangan efek pasar modal yang didirikan oleh suatu badan usaha; (5) Broker yaitu perantara dalam perdagangan efek; dan (6) Investor yaitu pihak yang menanamkan modalnya dalam bentuk efek.

Pasar Modal
Pasar Modal
Instrumen keuangan yang biasa diperjualbelikan di pasar modal diantaranya adalah :

a. Surat utang atau obligasi
Obligasi merupakan surat berharga yang menyatakan utang dari suatu perusahaan atau institusi lainnya terhadap pemegang obligasi. Keuntungan yang didapatkan investor dari membeli surat utang adalah berupa return yang terdiri dari kupon serta nilai nominal yang akan didapatkan pada saat jatuh tempo.

b. Ekuitas (saham)
Saham terdiri dari saham biasa dan saham preferen. Saham biasa adalah bukti kepemilikan atas suatu perusahaan atau bukti penyertaan modal di suatu perusahaan. Saham preferen merupakan gabungan antara obligasi dan saham biasa. Maka dapat dikatakan bahwa selain memiliki karakteristik seperti saham biasa, saham preferen juga memiliki karakteristik seperti obligasi. Keuntungan dari investor yang membeli saham, selain memiliki sebagian kepemilikan dari suatu perusahaan juga adalah mendapatkan dividen (keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham) serta mendapatkan capital gain (keuntungan yang didapat dari selisih harga jual). 

Selain kedua instrumen tersebut, di pasar modal juga diperjualbelikan instrumen keuangan lainnya seperti reksa dana, waran, right, dan instrumen derivatif seperti option, futures, dan instrumen derivatif lainnya.

Peran Pasar Modal
Pasar Modal memiliki peran penting bagi perekonomian suatu negara karena pasar modal menjalankan dua fungsi, yaitu fungsi ekonomi dan fungsi keuangan. 

1. Pasar modal memiliki fungsi ekonomi karena pasar modal menyediakan sarana dan fasilitas untuk mempertemukan dua pelaku ekonomi yaitu pihak yang memiliki kelebihan dana (investor) dan pihak yang memerlukan dana (issuer)*kan kemaren ibu ngomen yang pas dipengertian..kira2 kalo ini masukin lagi ato jangan investro sama issuernya??. Pasar modal juga dapat menjadi sarana bagi issuer untuk mendapatkan dana dari investor. Dengan menginvestasikan dananya investor mengharapkan adanya imbalan atau return dari penyerahan dana tersebut. Sedangkan bagi issuer, dana yang diperoleh dari pasar modal dapat digunakan untuk pengembangan usaha, ekspansi, penambahan modal kerja dan lain-lain, 

2. Pasar modal memiliki fungsi keuangan karena pasar modal memberikan kesempatan bagi pemilik dana untuk memperoleh return dari berinvestasi pada instrumen keuangan (seperti saham, obligasi dan reksa dana)yang dipilih oleh pemilik dana.

Pada pasar modal, investor dapat menentukan objek investasi dalam berbagai return dan risiko. Semakin tinggi risiko maka semakin tinggi return yang diperoleh. Bagi issuer adanya pasar modal membantu mereka untuk mengumpulkan dana yang dapat digunakan untuk menunjang usaha. Selain itu, untuk melakukan investasi di pasar modal diperlukan adanya pengetahuan mengenai standar harga yang ditetapkan. 

Keberadaanpasar modal merupakansalahsatufaktorpentingdalampembangunanperekonomian.Hal ini dapat terjadi karena banyakindustridanperusahaan yang menggunakanpasar modalsebagai media untukmenyerapinvestasidan media untukmenyerap dana yang dapat digunakan untuk pengembangan usaha. Adanya pengembangan usaha tersebut pada akhirnya juga akan mempengaruhi terciptanya lapangan kerja baru yang kemudian akan mempengaruhi perekonomian. *mungkin kalo mau ditambahin aja sama alasan kenapa pasar modal lebih dipilih untuk menyerap dana dibandingkan dengan pinjem ke bank..

Tahapan Transaksi dalam Pasar Modal
Tahapan transaksi dalam pasar modal terjadi melalui dua tahapan yaitu (1) pasar primer(primary market) dan (2) pasar sekunder(secondary market). Pasarprimer merupakan pasaryang memperdagangkan obligasi dan saham yang baru diterbitkan pertama kali oleh emiten kepada underwriter. Kegiatan pada pasar primer tersebut dikenal dengan IPO (Initial Public Offering) atau penawaran umum pertama. IPO dilakukan berdasarkan waktu yang ditetapkan oleh pihak penerbit (issuer)sebelum sekuritas tersebut diperdagangkan di pasar sekunder, umumnyaIPO dilakukan pada jangka waktu sekurang-kurangnya 6 hari kerja.Hargasekuritas di pasar primer ditentukan oleh penjamin emisi (underwriter) dan perusahaanyang melakukan penawaran umum (go public) berdasarkan analisis fundamental perusahaan yang bersangkutan, harga sekuritas yang ditentukan pada pasar perdana bernilai tetap. 

Pasar sekunder merupakan pasar yang memperdagangkan saham dan obligasi antar investor setelah melewati masa penawaran di pasar primer. Setelah saham dan obligasi dibeli investor dari emiten melalui underwriter, investor menjual kembali saham dan obligasi kepada investor lainnya, baik dengan tujuan mengambil untung dari kenaikan harga (capital gain) maupun menghindari kerugian (capital loss). Harga sekuritas pada pasar sekunder berfluktuasi sesuai dengan ekspektasi pasar. Pada pasar sekunder investor dapat membeli dan menjual sekuritas setiap saat, dengan demikian pula pasar sekunder berguna sebagai tempat untuk menghimpun dana investor baik perseorangan maupun lembaga.

Terbentuknya harga di pasar modal
Harga sekuritas pada pasar perdana merupakan hasil kesepakatan antara pihak emiten dengan pihak underwriter. Sedangkan pada pasar sekunder, harga sekuritas berfluktuasi sesuai dengan ekspektasi pasar. Oleh karena itu, harga sekuritas tidak ditentukan oleh Bursa Efek Indonesia, anggota bursa, ataupun emiten melainkan dibentuk dari penawaran pasar dan permintaan pasar. Penawaran dan permintaan sekuritas kemudian diolah pada komputer Jakarta Automated Trading System (JATS) sampai ditemukan penawaran dan permintaan yang cocok (matched). Ada dua prinsip dalam mekanisme pembentukan harga sekuritas, yaitu prinsip price priority dan time priority. Menurut price priority, harga jual yang lebih murah akan lebih diutamakan dari harga jual yang lebih mahal, dan harga beli yang lebih mahal akan lebih diutamakan dari harga beli yang lebih murah. Sedangkan menurut time priority, order jual atau beli yang masuk lebih dahulu pada harga yang sama akan lebih diprioritaskan.

Mekanisme perdagangan sekuritas di pasar modal
Proses perdagangan sekuritas pada dasarnya adalah untuk mempertemukan pihak yang memiliki kelebihan dana (investor) dengan pihak yang membutuhkan dana (issuer). Untuk melakukan hal tersebut, perlu adanya beberapa persiapan. Investor yang ingin melakukan transaksi di pasar modal, harus menjadi nasabah di perusahaan Efek atau kantor broker. Pertama kali investor melakukan pembukaan rekening dengan mengisi1,, dokumen pembukaan rekening. Nasabah atau investor dapat melakukan order jual atau beli setelah investor disetujui untuk menjadi nasabah di perusahaan Efek yang bersangkutan. Umumnya setiap perusahaan Efek mewajibkan kepada nasabahnya untuk mendepositkan sejumlah uang tertentu sebagai jaminan bahwa nasabah tersebut layak melakukan jual beli saham. Investor yang sudah menjadi nasabah dari perusahaan efek, sudah dapat melakukan transaksi. 

Pada pasar primer, mekanisme perdagangan sekuritas melibatkan emiten dan underwriter. Pada pasar perdana issuer melakukan penawaran umum. Proses penawaran umum sekuritas bermula dari calon emiten (penerbit saham) yang ingin menerbitkan sekuritas, terlebih dahulu menentukan penjamin emisi (underwriter) dan melakukan kontrak di Bursa Efek Indonesia. Kontrak berisi pernyataan pendaftaran yang kemudian akan disampaikan kepada badan pangawas. Badan pengawas (Otoritas jasa Keuangan) kemudian akan memberikan keputusan mengenai pernyataan pendaftaran yaitu dinyatakan efektif atau tidak efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan. Apabila pernyataan pendaftaran dinyatakan efektif, maka terjadilah penawaran umum perdana (IPO). Penawaran umum perdana tersebut terjadi di pasar primer. Jika sudah tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia maka transaksi sudah terjadi di pasar sekunder.

Kegiatan jual beli di pasar sekunder diawali dengan investor melakukan order melalui perantara (broker). Order yang diterima broker kemudian akan diteruskan ke floor trader. Floor trader akan memasukan order ke dalam sistem di Indonesia disebut JATS. Seluruh order yang masuk ke sistem tersebut akan dipantau oleh floor trader, investor, serta broker. Pada tahap ini, investor dapat melakukan perubahan order seperti perubahan harga penawaran untuk tercapai tujuan order (baik untuk membeli maupun menjual) yang diinginkan. Selanjutnya ketika order telah bertemu harga yang sesuai maka transaksi akan terjadi. Floor trader atau broker akan memberikan informasi kepada investor bahwa order terlah terpenuhi. Selanjutnya adalah penyelesaian transaksi atau biasa disebut setllement. Untuk memenuhi settlement ini dibutuhkan beberapa proses seperti pemindahbukuan dan kliring hingga akhirnya hak-hak investor terpenuhi.

Otoritas Pasar Modal
Pasar modal di Indonesia berada di bawah wewenang Bursa Efek Indonesia. Badan yang mengawasi Bursa Efek Indonesia Indonesia yaitu Bapepam-LK (Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan). Bapepam-LK adalah lembaga resmi yang melakukan tugas pengawasan dan menetapkan peraturan-peraturan pada pasar modal. Saat ini badan pengawasan untuk pasar modal telah berpindah tangan, tanggung jawab tersebut telah diberikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam pasar modal yaitu melakukan pembinaan, pengaturan, dan pengawasan sehari-hari kegiatan pasar modal; dan mewujudkan terciptanya kegiatan pasar modal yang teratur, wajar, dan efisien serta melindungi kepentingan pemodal dan masyarakat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga memiliki tugas dalam pasar modal yaitu (1) memberikan izin usaha kepada bursa efek, lembaga kliring dan penjaminan, lembaga penyimpanan dan penyelesaian, reksa dana, perusahaan efek, penasehat investasi dan biroadministrasi efek; (2) memberikan izin orang perseorangan bagi wakil penjamin emisi efek, wakil perantara pedagang efek, wakil manajer investasi, wakil agen penjual reksa dana; (3) memberikan persetujuan bagi bank kustodian; mewajibkan pendaftaran kepada profesi penunjang pasar modal yaitu notaris, konsultan hukum, penilai, dan akuntan publik; (5) menetapkan persyaratan dan tata cara pendaftaran; dan (6) melakukan pemeriksaan dan penyidikan. 

Rangkuman
Pasar modal (capital market) merupakan tempat dipertemukannya pihak yang membutuhkan dana (perusahaan/issuer) dengan pihak yang menyediakan dana (investor). Terdapat beberapa pelaku yang terlibat pada pasar modal, diantaranya adalah emiten, broker, badan pengawas, underwriter, serta investor. Instrumen yang diperdagangkan pada pasar modal merupakan instrumen keuangan jangka panjang (lebih dari satu tahun) diantaranya surat utang (obligasi) dan ekuitas (saham). Pasar modal memiliki peran penting terhadap perekonomian karena pasar modal menjalankan dua fungsi, yaitu fungsi ekonomi dan fungsi keuangan. Sebagai fungsi ekonomi, pasar modal merupakan tempat bertemunya investor (surplus unit) dan issuer (deficit unit) sehingga melalui pasar modal issuer dapat mendapatkan dana dari investror yang kemudian dapat digunakan untuk pengembangan usaha. Fungsi keuanganpasar modal memberikan kesempatan bagi pemilik dana untuk memperoleh return dari berinvestasi pada instrumen keuangan (seperti saham, obligasi dan reksa dana) yang dipilih oleh pemilik dana. Tahapan perdagangan sekuritas di pasar modal terdiri dari pasar primer (pasar perdana) dan pasar sekunder. Harga sekuritas di pasar primer sudah ditentukan berdasarkan kesepakatan antara emiten dan underwriter. Prinsip pembentukan harga sekuritas di pasar sekunder adalah price priority dan time priority. Otoritas yang berwenang mengawasi dan mengatur jalannya pasar modal di Indonesia adalah Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Demikianlah materi tentang Pasar Modal yang sempat kami berikan dan jangan lupa juga untuk menyimak materi seputar Pengertian dan Perbedaan Gross Margin, Operating Margin dan Net Margin yang telah kami posting sebelumnya. semoga materi yang kami berikan dapat membantu menambah wawasan anda semikian dan terimah kasih.

Jangan Lupa Tinggalkan Komentar…!!!

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pasar Modal

Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

Loading...
Loading...