Materi akuntansi manajemen, akuntansi biaya, akuntansi keuangan, akuntansi pajak, akuntansi pemerintahan, perbankkan dan Analisis ekonomi

Monday, September 11, 2017

Langkah-Langkah Penyusunan Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

Langkah-Langkah Penyusunan Laporan Keuangan Perusahaan Dagang - Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan.
Setidaknya ada 4 jenis laporan keuangan yang umum digunakan oleh perusahaan, yaitu meliputi:
  1. Laporan Keuangan Neraca
  2. Laporan laba rugi komprehensif
  3. Laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan berupa laporan arus kas atau laporan arus dana
  4. Laporan perubahan ekuitas.
Catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran posisi keuangan adalah aset, kewajiban,dan ekuitas. Sedangkan unsur yang berkaitan dengan pengukuran kinereja dalam laporan laba rugi adalah penghasilan dan beban. Laporan posisi keuangan biasanya mencerminkan berbagai unsur laporan laba rugi dan perubahan dalam berbagai unsur neraca.

Langkah-Langkah Penyusunan Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

Langkah-Langkah Penyusunan Laporan Keuangan


Perusahaan Dagang PERUSAHAAN DAGANG MUTIARA

NERACA SALDO

31 DESEMBER 2002 (dalam ribuan rupiah)

Rekening
Saldo

Debet
Kredit
Kas
Rp 9.500

Piutang dagang
16.100

Persediaan barang dagangan
36.000

Asurasni Dibayar dimuka
3.800

Gedung
80.000

Akumulasi Depresiasi Gedung

Rp 16.000
Utang Dagang

20.400
Modal, Mutiara

83.000
Prive, Mutiara
15.000

Penjualan

480.000
Retur dan Potongan penjualan
12.000

Potongan tunai penjualan
8.000

Pembelian
325.000

Retur dan potongan pembelian

10.400
Potongan tunai pembelian

6.800
Biaya angkut pembelian
12.200

Biaya angkut penjualan
7.000

Biaya iklan
16.000

Biaya sewa
19.000

Biaya gaji
40.000

Biaya rupa-rupa
17.000

Total
616.600
616.600

Prosedur-prosedur akhir periode pada perusahaan dagang dengan Metode Pisik
  1. Pembuatan jurnal penyesuaian
  2. Penyusunan Neraca Lajur
  3. Penyusunan Laporan Keuangan
  4. Pembuatan jurnal penutup pada akhir periode

PENYESUAIAN
Penyesuaian diperlukan pada akhir periode didalam suatu perusahaan dagang, pada umumnya tidak berbeda dengan penyesuaian-penyesuaian dengan perusahaan jasa.
Perusaah yang menggunakan metode periodik sangat sederhana, namun metode ini tidak dapat menyediakan informasi mengenai dua hal yang sangat diperlukan dalam laporan keuangan, yaitu informasi tentang :
  1. Persediaan yang ada pada setiap saat diperlukan
  2. Harga pokok barang yang sudah dijual ( harga pokok penjualan)

Hal ini disebabkan karena dalam metode persedian periodik rekening persediaan barang dagangan tidak digunakan untuk mencatat pertambahan persediaan karena adanya transaksian pembelian dan sebaliknya juga tidak mencatat pengurangan persediaan karena adanya transakssi penjualan sehingga dalam buku besar rekening persediaan hanya menunjukkan saldo persediaan barang dagangan pada awal periode. Rekening ini tidak dapat memberi informasi mengenai jumlah persediaan yang ada pada saat-saat tertentu. Pada akhir periode perusahaan melakukan perhitungan atas jumlah fisik persediaan yang ada digudang (belum terjual) pada akhir periode. Informasi tentang persediaan akhir yang diperoleh melalui perhitungan fisik ini harus dimasukkan dalam pembukuan perusahaan, agar pembukuan dapat memberikan informasi sesuai dengan keadaan keadaan yang sebenarnya pada akhir periode akuntansi. Proses untuk memasukkan data persediaan akhir ini kedalam pembukuan perusahaan dilakukan dengan membuat jurnal penyesuaian. 



sesuai dengan rumus diatas maka jurnal penyesuaian untuk mecatat harga pokok peenjualan dan persediaan akhir pada perusahaan yang menggunakan persediaan periodic adalah :


Apabila dalam buku besar terdapat rekening-rekening yang berpengaruh atas pembelian, seperti rekening biaya angkut pembelian, Retur  dan Potongan Pembelian, dan Potongan Tunai Pembelian, maka saldo rekening-rekening tersebut harus dipindahkan juga kerekening Harga Pokok Penjualan.

Apabila jurnal-jurnal penyesuaian tersebut diatas dibukukan ke buku besar, maka saldo rekening Persediaan Barang Dagangan akan menunjukkan jumlah persediaan yang ada pada akhir periode dari rekening Harga Pokok Penjualan untuk periode yang bersangkutan.

Untuk memperjelas, dibawah ini data-data untuk penyesuaian pembukuan Perusahaan Dagang MUTIARA  pada akhir bulan Desember  2002 (dalam ribuan ):

  1. Persediaan barang dagangan per 31 Desember 2002 Rp 40.000
  2. Asuransi Dibayar Dimuka Rp 1.800
  3. Depresiasi Gedung 10% pertahun
  4. Gaji Pegawai yang masih harus dibayar Rp 5.000
  5. Sewa yang masih harus dibayar Rp 4.000
Berdasarkan data diatas, jurnal penyesuaian yang harus dibuat Perusahaan Dagang MUTIARA pada tanggal 31 Desember 2002 adalah (dalam ribuan ) :

PERUSAHAAN DAGANG MUTIARA
NERACA LAJUR
PERIODE BERKAHIR 31 DESEMBER 2002




PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN
Dengan telah selesainya disusun pembuatan Neraca lajur, maka penyususnan lapran keuangan dapat dilakukan dengan mudah karena data yang diperlukan dalam pembuatan laporn keuangan telah tersedia di nerac lajur. Namun demikian dalam menyusun laporan keuangan harus dilakukan dengan memperhatikan cara-cara penyajian yang lazim.

Berikut ini adalah laporan keuangan Perusahaan Daganga MUTIARA :



Demikianlah materi tentang Langkah-Langkah Penyusunan Laporan Keuangan Perusahaan Dagang yang sempat kami berikan dan jangan lupa juga untuk menyimak materi seputar Akuntansi Perusahaan Dagang yang telah kami posting sebelumnya. semoga materi yang kami berikan dapat membantu menambah wawasan anda semikian dan terimah kasih.

Jangan Lupa Tinggalkan Komentar…!!!

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Langkah-Langkah Penyusunan Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

Loading...
Loading...