Materi akuntansi manajemen, akuntansi biaya, akuntansi keuangan, akuntansi pajak, akuntansi pemerintahan, perbankkan dan Analisis ekonomi

Tuesday, September 5, 2017

Konsep Biaya dan Biaya Relevan untuk Pengambilan Keputusan

Konsep Biaya dan Biaya Relevan untuk Pengambilan Keputusan - Biaya adalah semua pengorbanan yang perlu dilakukan untuk suatu proses produksi, yang dinyatakan dengan satuan uang menurut harga pasar yang berlaku, baik yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi. Biaya terbagi menjadi dua, yaitu biaya eksplisit dan biaya implisit. Biaya eksplisit adalah biaya yang terlihat secara fisik, misalnya berupa uang. Sementara itu, yang dimaksud dengan biaya implisit adalah biaya yang tidak terlihat secara langsung, misalnya biaya kesempatan dan penyusutan barang modal.


Konsep Biaya dan Biaya Relevan untuk Pengambilan Keputusan
Konsep Biaya dan Biaya Relevan untuk Pengambilan Keputusan

Metode Pengumpulan Biaya / Pengklasifikasian Biaya
Biaya perlu diklasifikasikan untuk menentukan metode yang tepat dalam menghimpun dan mengalokasikan biaya.
            Metode klasifikasi yang penting dapat dijelaskan sebagai berikut.
a.         Fungsi
            Produksi  :  biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan suatu barang.
            Pemasaran  :  biaya yang dikeluarkan untuk menjual suatu barang atau jasa.
            Administrasi  :  pengeluaran untuk menjalankan kebijaksanaan-kebijaksanaan.
            Keuangan  :  bagian pengeluaran yang dikaitkan upaya mencari dana.
b.         Unsur - unsur
            Bahan langsung : yaitu bahan baku yang merupakan bagian yang integral dari produk jadi.
            Upah langsung : upah tenaga kerja langsung untuk keperluan komponen produk jadi.
            Biaya umum pabrik : mencakup segala bahan, upah tidak langsung serta biaya produksi yang tidak langsung dapat dibebankan pada satuan, pekerjaan atau produk tertentu.
c.         Produk
            Langsung : yaitu biaya yang dibebankan kepada produk tanpa memerlukan alokasi lebih lanjut.
            Tidak langsung, biaya yang dialokasikan.
d.         Departemen
            Produksi : ialah satu unit kegiatan yang dilaksanakan atas suatu komponen atau suatu produk yang biayanya dialokasikan lebih lanjut.
            Pelayanan / Jasa : suatu unit yang tidak langsung terlibat dalam kegiatan produksi dan biaya pada akhirnya dibebankan kepada satuan produksi.


e.         Saat Dibebankan Kepada Pendapatan
            Biaya produk : biaya-biaya yang dimasukkan pada waktu penghitungan biaya produksi. Biaya produk termasuk dalam persediaan dan dalam harga pokok penjualan apabila produk dijual.
            Biaya periode : biaya yang berkaitan dengan perjalanan waktu dan bukan dengan jumlah produk. Biaya ini ditunjukkan pada biaya perhitungan rugi / laba setiap akhir periode karena tidak ada lagi manfaat yang diterima dimasa mendatang.
f.          Kaitannya dengan Volume
            Variabel : yaitu biaya yang jumlahnya berubah secara proporsional dengan perubahan kegiatan bersangkutan. Biaya satuan tidak berubah dan tidak dipengaruhi oleh volume.
            Tetap : biaya yang tidak berubah jumlahnya sekalipun volume berubah. Harga satuannya akan turun bila volumenya meningkat.
g.         Periode yang Dicakup
            Modal : yaitu biaya yang diharapkan akan memberi manfaat dimasa mendatang dan diklasifikasikan sebagai aktiva.
            Pendapatan : biaya yang diharapkan akan memberi manfaat pada waktu terjadi pengeluaran dan biasanya dianggap expense.
h.         Tingkat Rata-rata
            Total : biaya komulatif menurut kategori yang ditentukan.
Satuan : keseluruhan jumlah biaya dibagi dengan unit / volume.



Biaya Dalam Hubungannya Dengan Pengendalian

1.  Biaya yang Terkendali (Controllable Cost)
            Biaya yang pada tingkat manajemen tertentu atau yang secara langsung dapat dipengaruhi manajer tertentu.

2.  Biaya yang Tidak Dapat Dikendalikan (Uncontrollable Cost)
          Biaya yang bukan tanggung jawab dan tidak dapat dipengaruhi pusat (center) tertentu.

Contoh : Uncontrollable cost :
            Semua gaji karyawan dibagian pemasaran ditetapkan oleh Direksi, dan jika gaji belum memenuhi motivasi karyawan, sehingga terjadi penurunan produksi, maka manajer atau kepala bagian pemasaran tidak dapat diminta pertanggungjawaban atas kurangnya motivasi atau penurunan produksi.

Contoh : Controllable cost :
            Misalnya bagian pemasaran memerlukan kerja lembur , sehingga harus menambah pembayaran ekstra, maka jika pembayaran ini dapat melebihi kapasitas kerja rutin dan manajer bagian yang bersangkutan harus pula dapat mempertanggungjawabkan kegagalan-kegagalannya.

3.  Discretionary atau Managed Cost atau Programmed Cost
            Sifat biaya jangka pendek yang berarti kadang-kadang ada dan kadang-kadang tidak ada dan berubah-ubah bisa kecil atau dinaikkan atau tidak perlu dilaksanakan apa yang telah dianggarkan, jika memang keadaan harus demikian.
            Contoh : biaya iklan, promosi, riset atau pengembangan. Biaya yang besar ini dapat dibebankan sekaligus dalam tahun pengeluaran sebagai beban rugi / laba, atau diamortisasikan beberapa tahun, tergantung kebijaksanaan manajemen.

4.  Committed Cost atau Capacity Cost
            Biaya ini sering pula disebut biaya bersiap atau biaya berjaga-jaga (stand by cost) meliputi semua biaya yang terjadi dalam rangka mempertahankan kapasitas atau kemampuan organisasi dalam kegiatan produksi, pemasaran dan administrasi . Beban biaya secara berkala dibebankan ke rugi/ laba.
            Misalnya biaya penyusutan aktiva tetap secara periodik (bulanan atau tahunan) selalu ada sepanjang umur aktiva yang ditetapkan sebelumnya, tanpa melihat perusahaan sedang surut atau maju dan tidak pula dapat dihapuskan atau ditiadakan.

5.  Avoidable dan Unvoidable Cost
            Avoidable atau terhindar adalah suatu beban biaya yang bersifat tetap dan menjadi tanggungan sendiri oleh suatu bagian tertentu atau biaya yang tidak akan berlanjut.

            Unvoidable cost sebaliknya merupakan biaya yang menjadi tanggungan bersama suatu organisasi atau biaya yang dirumuskan sebagai fasilitas atau jasa yang dinikmati bersama berdasarkan beban tertentu dengan metode alokasi.

            Contoh : Sebuah toko bercabang dari rangkaian toko “wongkito” menjual banyak jenis produk. Toko itu memiliki restoran dengan meja panjangan hampir selebar toko. Manajemen sedang mempertimbangkan untuk menutup saja restoran tersebut, karena operasinya terus merugi. Ramalan perhitungan rugi-laba dalam ribuan rupiah tampak sebagai berikut :

(untuk memudahkan analisis hanya 3 jenis produk)                       Dalam Ribuan Rupiah
                                                                        Dagangan     Produk           Restoran
                                                Jumlah           Umum                        Pertanian      
Penjualan                              5.000              4.000              400                 600
Pengeluaran Variabel         3.390              2.800              200                 390
                                                _____________________________________________
Marjin Kontribusi                  1.620              1.200              200                 210
                                                (32%)              (30%)              (50%)              (35%)
Pengeluaran tetap
(avoidable dan
Unavoidable)                                    1.110              750                   50                  310
                                                _____________________________________________
Laba(rugi)operasional            500              450                 150                 (100)

            Biaya terhindarkan (avoidable cost) terdiri dari upah karyawan masing-masing departemen, Rp 100.000 dibagian restoran, Rp 20.000 dibagian produk pertanian dan Rp 250.000 dibagian dagangan umum.

            Jika restoran itu ditutup, maka manajer akan menggunakan ruangan yang dikosongkan sebagai : a). Menambah barang dagangan umum atau b). Menambah hasil produk pertanian. Menambah barang dagangan umum tidak akan memerlukan tenaga tambahan, tetapi menambah hasil produk pertanian akan memerlukan Rp 25.000,-. Manajer memperkirakan bahwa penjualan barang dagangan umum akan bertambah Rp 300.000,- dan hasil produk pertanian dengan Rp 200.000,-
            Masalahnya : Keputusan apa yang akan diambil oleh manajer.

            Pembahasan, yang dimaksud ialah :
1.         Menutup restoran atau tidak ?
2.         Yang dikembangkan dagangan umum atau produk pertanian ?
Sebetulnya dengan metode yang lain yang akan dibahas pada bab-bab berikutnya, dengan asumsi tidak ada penggunaan ruangan kosong untuk alternatif lain, tapi jika diketahui pula pendapatan alternatif lain tersebut dapat dilihat bahwa keputusan yang terbaik adalah meneruskan restoran.

6.  Imputed dan Sunk Cost
            Imputed cost ialah biaya yang menyatakan harga beli atau nilai dari suatu kekayaan yang diukur dengan nilai penggunaannya. Biaya ini tidak menyangkut pengeluaran kas yang sebenarnya dan juga tidak dicatat dalam buku-buku perusahaan, terutama dalam perusahaan perorangan.
            Sunk cost adalah biaya yang dalam situasi tertentu tidak dapat diperoleh kembali. Pengeluaran yang telah dilakukan pada masa lalu, semuanya tidak dapat diperoleh kembali.
            Misalnya dalam keputusan untuk penggantian aktiva lama dengan yang baru, nilai aktiva lama atau nilai buku setelah penyusutan aktiva lama merupakan sunk cost dan tidak relevan untuk dipertimbangkan dalam penggantian tersebut.

            Misalnya, PT Benua memiliki mesin dengan harga perolehan sebesar Rp 240.000,- taksiran umurnya 12 tahun dan sudah dipakai 8 tahun, penyusutan metode garis lurus, bearti nilai buku Rp 80.000,- untuk masa 4 tahun.
            Suatu mesin baru ditawarkan dengan fungsi dan kapasitas sama, dan bedanya mesin baru ini menghemat biaya variabel Rp 40.000,- dibandingkan dengan mesin lama sebesar Rp 70.000,-untuk tenaga kerja dan hanya 12.000,- dibandingkan Rp 30.000,- untuk biaya overhead, sedangkan biaya komersial dan penjualan tidak berubah.
            Harga mesin baru Rp 120.000,- dengan umur ekonomis 4 tahun dan tidak mempunyai nilai residu, mesin lama dengan penggantian ini dapat laku terjual dengan harga Rp 8.000,-
            Proyeksi rugi / laba per tahun apabila tetap menggunakan mesin lama adalah sebagai berikut :
Penjualan                                                                                          Rp 250.000,-
Biaya produksi variabel : Bahan baku      40.000,-
                                        Tk. Langsung        70.000,-
                                            Overhead           30.000,-
                                            Penyusutan       20.000,-
                                                                      ________
Jumlah biaya produksi                                                                         160.000,-
                                                                                                            ____________
                                                                        Laba kotor                 Rp  90.000,-
Biaya komersial :
                                            Variabel             20.000,-
                                            Tetap                  10.000,-
                                                                       ________
Jumlah biaya komersial                                                                  Rp  30.000,-
                                                                                                            ____________
                                                                        Laba bersih               Rp  60.000,-

Analisis penggantian mesin (selama 4 tahun)
                                                                        Mesin                         Mesin
Unsur Perbandingan                                   tidak diganti               diganti
- Biaya tenaga kerja                                     Rp 280.000,-             Rp 160.000,-
- Overhead variable                                           120.000,-                     48.000,-
- Penyusutan mesin baru                                     __                             120.000,-
- Harga jual mesin lama                                       __                                (8.000,-)
Jumlah biaya 4 tahun                                  Rp 400.000,-             Rp 320.000,-





Laba-Rugi 4 Tahun Menggunakan Mesin Baru
Penjualan : Rp 250.000,- x 4 =                                                      Rp 1.000.000,-
Biaya produksi variabel :
-  Bahan baku           : Rp 40.000,- x 4 = Rp 160.000,-
-  Tk.Langsung          : Rp 40.000,- x 4 = Rp 160.000,-
-  Overhead               : Rp 12.000,- x 4 = Rp   48.000,-
-  Penyusutan            :                             = Rp 120.000,-
                                                                 ______________
Jumlah biaya produksi                                                                    Rp   488.000,-
                                                                                                            _____________
                                                                        Laba kotor                 Rp   512.000,-
Biaya komersial :
-  Variabel                  :                               Rp   80.000,-
-  Tetap                       :                               Rp   40.000,-
                                                                 ______________
Jumlah biaya komersial                                                                  Rp   120.000,-
                                                                                                            _____________
            Laba bersih sebelum pendapatan & biaya lain  :            Rp   392.000,-
Pendapatan dan biaya lain :
-  Nilai buku mesin lama  :             
-  Harga perolehan  :                        Rp 240.000,-
-  Akumulasi penyusutan  :
   8 tahun x Rp 20.000,- =                Rp 160.000,-
                                                            ____________
-  Nilai buku                                       Rp   80.000,-
-  Nilai jual                                         Rp     8.000,-
                                                            ____________
Rugi penjualan mesin lama                                                           Rp    72.000,-
                                                                                                            _____________
                                                                        Laba bersih               Rp  320.000,-
                                                                                                            _____________


7.  Opportunity Cost (Biaya Kesempatan)
            Jika suatu keputusan sudah dibuat untuk melaksanakan salah satu alternatif, maka manfaat alternatif-alternatif lainnya akan lepas dari tangan. Manfaat yang lepas karena ditolaknya pilihan yang lain disebut biaya kesempatan atau opportunity cost dari pilihan yang telah dibuat itu.
Contoh : John adalah pemilik toko pakaian di Palembang.
            Baru-baru ini ia ditawari jabatan manajer toko disalah satu supermarket sebesar Rp 50 juta setahun dan John yakin bahwa ia dapat menjual tokonya Rp 115 juta.
            John meneliti dan mulai menghitung kedua alternatif yang dihadapinya, perhitungan laba/ rugi perusahaan John untuk tahun lalu sebagai berikut :
            Hasil penjualan                                                                    Rp   225 juta
            Harga pokok penjualan                                                       Rp   135 juta
                                                                                                            ____________
            Laba kotor                                                                                      90 juta
            Biaya operasional :  -  sewa gedung           7,2   juta
                                                -  upah karyawan       4,58  juta
                                                -  umum                        3,64 juta
                                                -  perlengkapan        5,6      juta
                                                -  iklan                                      1,45 juta
                                                -  asuransi                  8,2      juta
                                                -  lain-lain                     1,78 juta
                                                                                    _________
Jumlah biaya operasional                                                                     32,45 juta
                                                                                                                  __________
Laba bersih                                                                                              57,55 juta
                                                                                                                  __________
            Analisis John harus dikurangi dengan biaya kesempatan yang tercakup dalam keputusan yang akan diambilnya, yaitu :
-       Gaji yang tidak jadi diterimanya;
-       Bunga deposito yang bisa diterimanya, jika tokonya dijual dan hasilnya disimpan pada bank.

Analisis yang dimaksud adalah :
Laba bersih (dengan buka toko)                                                    Rp  57,55 juta
Dikurangi :
-  Gaji yang tidak diterima                           Rp  50      juta
-  Bunga deposito, misalnya
   17 % setahun (17% x 115 juta) =                19,55 juta
                                                                        _____________
Total biaya kesempatan                                                                        69,55 juta
                                                                                                            _____________
Kerugian karena tidak menerima tawaran kerja                         Rp (12  juta)
                                                                                                            _____________
            

Andaikata John tidak memperhatikan biaya kesempatan, tentunya ia akan menarik kesimpulan yang salah dan akan berpendapat bahkan akan lebih untung jika ia tetap menjalankan tokonya sendiri.
            Ini merupakan analisis yang sifatnya kuantitatif semata-mata dan John perlu juga mengukur faktor-faktor kualitatifnya, seperti misalnya kerugian karena kebebasan sebagai pengusaha wiraswasta, dan rugi karena tidak menerima tambahan penghasilan sebesar Rp 12 juta.

Langkah-langkah Pengambilan Keputusan
Langkah-langkah itu meliputi :
  1. Penentuan masalah, misalnya mengganti mesin baru dengan yang lama, menutup salah satu bagian dari perusahaan, dan sebagainya.
  2. Mengenal dengan baik kemungkinan atau alternatif-alternatif yang ada.
  3. Menetapkan data dan biaya yang relevan dengan keputusan yang akan diambil dan masalahnya, karena tidak semua data atau biaya relevan dengan masalah.
  4. Mengevaluasi data, dengan metode yang berkaitan pada alternatif atau evaluasi yang bagaimana seharusnya dibuat.
  5. Mempertimbangkan faktor-faktor kualitatif.
  6. Keputusan dan alasan diambilnya.


Pengambilan Keputusan dalam Produk Bersama
            Joint cost dapat diartikan sebagai biaya yang timbul karena proses atau pembuatan bersama barang-barang yang dihasilkan dari bahan baku yang sama, maka jika dua atau lebih banyak jenis produk yang dihasilkan dari faktor produksi atau dari jumlah biaya-biaya yang sama timbul Joint Cost.
            Untuk pengambilan keputusan yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :
  1. Alokasi biaya bersama tidak perlu diperhatikan, tapi besarnya pertambahan harga jual yang menjadi titik perhatian dan dibandingkan dengan biaya setelah diproses / separable.
  2. Biaya bersama harus dialokasikan pada titik pisah (split off), karena itu tidak akan berbeda untuk kedua, ketiga dan alternatif berikutnya dan tidak relevan untuk pengambilan keputusan, misalnya apakah produk setelah titik pisah harus diproses lebih lanjut atau tidak.
  3. Selain alokasi biaya, adapula faktor lainnya yang harus dipertimbangkan, seperti kapasitas tersedia, tetapi alokasi kapasitas pun akan dipertimbangkan atau dialokasikan menurut incremental yang terbesar dari serangkaian produk bersama.
Demikianlah materi tentang Konsep Biaya dan Biaya Relevan untuk Pengambilan Keputusan yang sempat kami berikan dan jangan lupa juga untuk menyimak materi seputar Pengertian  Statistik Sampling dan Sampling Non Statistik yang telah kami posting sebelumnya. semoga materi yang kami berikan dapat membantu menambah wawasan anda semikian dan terimah kasih.

Jangan Lupa Tinggalkan Komentar…!!!

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Konsep Biaya dan Biaya Relevan untuk Pengambilan Keputusan

Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

Loading...
Loading...