Materi akuntansi manajemen, akuntansi biaya, akuntansi keuangan, akuntansi pajak, akuntansi pemerintahan, perbankkan dan Analisis ekonomi

Sunday, August 27, 2017

Perilaku Biaya

Perilaku Biaya - Perilaku biaya adalah bagaimana sebuah biaya akan bereaksi atau merespon perubahan yang terjadi dalam aktifitas perusahaan, Contoh PT TELKOM ingin meaksir pengaruh kenaikan kapasitas peralatan komunikasi jarak jauh sebesar 5 % terhadap total gaji untuk operator komunikasi jarak jauh.


Perilaku Biaya
Perilaku Biaya

Biaya Variabel
Biaya variabel adalah biaya yang jumlahnya berubah secara proposional sesuai dengan perubahan tingkat kegiatan. Contoh perusahaan memproduksi mobil, setiap mobil memerlukan satu unit baterry (accu),  jika perusahaan menghasilkan 100 unit mobil dalam satu bulan maka diperlukan 100 unit batery, jika pada bulan berikut jumlah produksi naik menjadi 150 unit, maka jumlah batery yang diperlukan mengalami kenaikkan secara proposional yaitu sebanyak 150 unit..

Perilaku Biaya Variabel
Jumlah Mobil yang diproduksi
Biaya Batery yang diproduksi
Jumlah Biaya Variabel
1
100
500
          Rp. 120.000,-
Rp. 120.000,-
Rp. 120.000,-
Rp. 120.000,-
Rp. 12.000.000,-
Rp. 60.000.000,-

Biaya Tetap
 Biaya tetap adalah biaya yang jumlahnya tetap, meskipun aktivitas perusahaan berubah dalam kisaran kegiatan relevan (relevant range: Kisaran aktifitas yang mencakup kapasitas normal yang dimiliki perusahaan)Contoh: jika perusahaan memiliki sebuah mesin produksi dengan kapasitas 5.000 unit maka jumlah biaya tetap tidak akan mengalami perubahan sepanjang jumlah unit yang diproduksi lebih kecil atau sama dengan 5.000 unit,  sehinga jika mengalami kenaikan diatas 5.000 unit maka biaya tetap akan mengalami kenaikan 


Perilaku Biaya Tetap
Total Biaya Sewa
Jumlah Produksi
Biaya per-unit
Rp. 400.000.000
Rp. 400.000.000
Rp. 400.000.000
100 unit
500 unit
1.000 unit
Rp. 4.000.000
Rp. 800.000
Rp. 400.000



Pemisahan Biaya Campuran Ke Biaya Tetap Dan Biaya Variabel
Biaya campuran adalah biaya yang memiliki sebagian karakteristik biaya tetap dan sebagian karakteristik biaya variabel, biaya ini berfluktuasi namun tidak proposional dalam merespon kegiatan.
Ada beberapa cara memisahkan biaya campuran yaitu dengan cara:
1.      Metode titik tertinggi dan titik terendah
2.      Metode kuadrat terkecil (least square method)
Contoh soal
Berikut data biaya Listrik yang terjadi dan data produksi selama bulan Juni sampai Oktober pada PT Gulamanies
Bulan
Jumlah Biaya
Jumlah Unit
Juni
Rp. 1.000.000,-
100
Juli
Rp. 1.687.500,-
200
Agustus
Rp. 2.375.000,-
300
September
Rp. 3.062.500,-
400
Oktober
Rp. 3.750.000,-
500


1.      Jika digunakan metode titik tertinggi dan titik terendah, adapun langkahnya:
      Menghitung selisih biaya dan selisih kegiatan (unit produk) antara data terbesar dengan data terkecil, hasilnya adalah:
Metode
Jumlah Biaya
Jumlah Unit
Titik Tertinggi
Titik Terendah
Selisih
Rp. 3.750.000,-
           Rp. 1.000.000
          Rp. 2.750.000
500
100
400
      Menghitung biaya variabel (b) dengan membagi selisih biaya dengan selisih unit produk sebagai berikut:
b  =  Rp. 2.750.000 :  400 = Rp 6.875.,-

      Menghitung biaya tetap (a) dengan menggunakan persamaan biaya dan memasukkan salah satu data total biaya campuran sebagai berikut:
                   Total Biaya (Y) = a + bX
a.       = Y – bX
= 3.750.000 – (Rp 6.875 x 500)
= 312.500
            maka persamaannya  Y = 312.500,- + 6.875 X

Jika digunakan Least square maka digunakan rumus dengan metoda tercepat


Least square maka digunakan rumus dengan metoda tercepat
Kemudian dimasukkan ke dalam variabel-variabel dengan rumus sebagai berikut:
n
X
Y
XY
X2
1
100
1.000.000
100.000.000
10.000
2
200
1.687.500
337.500.000
40.000
3
300
2.375.000
712.500.000
90.000
4
400
3.602.500
1.225.000.000
160.000
5
500
3.750.000
1.875.000.000
250.000
S
1500
11.875.000
4.250.000.000
550.000

Selanjutnnya angka dimasukkan kedalam rumus sehingga menghasilkan :
b  = 6.875
a  =312.500 
dan diperoleh persamaan :
Y = 312.500,- + 6.875 X


Klasifikasi Biaya Untuk Pembebanan Biaya Ke Obyek Biaya

Obyek biaya adalah sesuatu tempat dimana data biaya dihitung – termasuk didalamnya adalah produk pelanggan, pesnan dan unit organisasi.

Untuk tujuan pembebanan biaya, maka biaya dikelompokkan menjadi:
(a)   Biaya Langsung
Biaya langsung adalah biaya yang dapat dengan mudah dan meyakinkan ditelusur ke obyek biaya tertentu, yang tidak sekedar biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja tetapi bila perusahaan membebankan biaya berbagai kantor di berbagai wilayah penjualan maka gaji manajer dikantor wilayah (lain) merupakan biaya langsung bagi kantor penjualan tersebut

(b)   Biaya Tidak Langsung
Biaya tidak langsung adalah biaya yang tidak mudah untuk ditelusuri dan meyakinkan ditelusuri ke obyek tertentu. Contoh gaji manajer pabrik, karena biaya ini sama sekali tidak disebabkan oleh proses pembuatan produk, melainkan karena manajer tersebut mengoperasikan pabrik tersebut. Biaya tidak langsung ini disebut dengan biaya bersama (common cost)


Klasifikasi Biaya Untuk Pembuatan Keputusan (Decision Making)

Dalam pembuatan keputusan terdapat beberapa konsep yaitu:
1.      Biaya Diferensial dan Pendapatan diferensial
Pembuatan keputusan pada dasarnya adalah proses pemilihan berbagai alternatif, dan setiap alternatif tersedia manfaat (benefit) dan pengorbanan (cost), yang dibandingkan dengan manfaat dan pengorbanan lainnya, perbedaan inilah yang disebut biaya diferensial (differential cost yang terkadang disebut Incremental cost), dan perbedaan pendapatan diantara dua alternatif disebut pendapatan diferensial (differential revenue).   
Biaya diferansial dapat pula dikelompokkkan dalam biaya tetap dan biaya variabel Contoh : Perusahaan mengevaluasi alternatif metoda pemasaran, maka penyajian informasi yang akan digunakan untuk pembuatan keputusan dapat disajikan sebagai berikut:
Uraian
Metoda 1
Metoda 2
Biaya & Pendapatan Diferensial
Pendapatan (V)
HPP (V)
Biaya  Advertensi (T)
Biaya Komisi (V)
Depresiasi Gudang (T)
Biaya Lain-lain (V)
350.000.000
175.000.000
40.000.000
0
25.000.000
30.000.000
400.000.000
200.000.000
22.500.000
20.000.000
40.000.000
30.000.000
50.000.000
25.000.000
(17.500.000)
20.000.000
15.000.000
0
Jumlah Biaya
270.000.000
312.500.000
42.500.000
Laba Bersih
80.000.000
87.500.000
7.500.000

Sesuai dengan  analisis, pendapatan diferensial berjumlah Rp. 50.000.000, sedangkan biaya diferensial berjumlah Rp. 42.500.000 sehingga ada selisih berupa laba bersih diferensial sebesar Rp. 7.500.000 jika usulan metode 2 diterima

2.      Biaya Kesempatan (Opportunity Cost)
Biaya kesempatan adalah manfaat potensial yang hilang ketika sebuah alternatif dipilih. Kenyataannya biaya kesempatan ini tidak selalu dicatat dalam catatan akuntansinamun biaya ini secara eksplisit dipertimbangkan dalam proses pembuatan keputusan oleh manajer.

Contoh 1: Conan Edogawa memiliki pekerjaan sambilan yang mengahsilkan pendapatan per minggu sebesar Rp. 125.000, ketika Liburan semester Conan ingin pulang kampung dan atasan mengijinkan Cuti namun tidak memberikan gaji  selama liburan, dengan demikian disimpulkan Conan Edogawa kehilangan pendaptan sebesar Rp. 125.000 karena memilih alternatif Liburan 
Contoh 2:  Misae, seorang investor yang mempertimbangkan ununtuk membeli sebidang tanah yang akan digunakan toko dimasa yang akan datang selain itu Misae juga memiliki alternatif membeli saham sebuah perusahaan dengan dengan reputasi baik, maka biaya kesempatan yang terjadi adalah berupa pendapatan investasi yang diperoleh jika pembelian saham dilakukan.
           
3.      Biaya Masa Lalu (Sunk Cost) dan Biaya Tunai (Out of Pocket Cost)
Biaya masa lalu adalah biaya yang sudah terjadi dimasa lalu dan tidak dapat diubah sekarang maupun dimasa mendatang, dengan demikian biaya ini dapat dan seharusnya diabaikan ketika mengambil tindakan untuk masa yang akan datang .

Contoh: Perusahaan telah membeli mesin seharga Rp. 25.000.000 karena pengeluaran telah terjadi maka investasi sebesar Rp. 25.000.000 disebut sunk cost dengan kata lain biaya penggunaan mesin tesebut merupakan biaya depresiasi merupakan sunk cost, biaya tersebut tidak diperhitungkan dalam proses pengambilan keputusan
4.      Biaya  Tunai
Biaya  Tunai adalah biaya yang memerlukan pengeluaran kas pada periode berjalan. Contoh: Biaya gaji karyawan, biaya listrik dan air, biaya pemasaran dan lain-lain.
Misalkan terdapat data sbb :

Biaya Pemeriksaan
Jam Pemeriksaan
$120
10
220
20
320
30
440
40
500
50
DIMINTA :
1.      Tentukanlah suatu rumus biaya dengan menggunakan metode tinggi rendah.
2.      Tentukanlah suatu rumus biaya dengan menggunakan metode kuadrat terkecil


Demikianlah materi seputar Perilaku Biaya dan jangan lupa juga untuk menyimak materi tentang Terminologi, Konsep Dan Klasifikasi Biaya.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Perilaku Biaya

Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

Loading...
Loading...