Materi akuntansi manajemen, akuntansi biaya, akuntansi keuangan, akuntansi pajak, akuntansi pemerintahan, perbankkan dan Analisis ekonomi

Tuesday, August 22, 2017

Kas, Persedian dan Penyusutan Aktiva Tetap

Kas, Persedian dan Penyusutan Aktiva TetapAset tetap dalam akuntansi adalah aset berwujud yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa, untuk direntalkan kepada pihak lain, atau untuk tujuan administratif; dan diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode.[1] Jenis aset tidak lancar ini biasanya dibeli untuk digunakan untuk operasi dan tidak dimaksudkan untuk dijual kembali.


Kas, Persedian dan Penyusutan Aktiva Tetap
Kas, Persedian dan Penyusutan Aktiva Tetap
Contoh aset tetap antara lain adalah propertibangunanpabrik, alat-alat produksi, mesin, kendaraan bermotor, furnitur, perlengkapan kantor, komputer, dan lain-lain. Aset tetap biasanya memperoleh keringanan dalam perlakuan pajak. Kecuali tanah atau lahan, aset tetap merupakan subyek dari depresiasi atau penyusutan.

Kas
Kas adalah uang kas yang ada di perusahaan dan uang yang disimpan di bank, yang siap dan bebas dipergunakan untuk membiayai kegiatan umum perusahaan.
Unsur-unsur yang dapat dianggap sebagai kas adalah :
-          Uang kas perusahaan (cash on hand)
-          Rekening giro di bank
-          Cek-cek tunai yang diterima
-          Pos wesel
-          Travel’s check

Unsur-unsur yang tidak digolongkan sebagai kas adalah :
-          Cek mundur (post date checks)
-          Cek kosong dari pihak lain
-          Perangko
-          Dana yang disisihkan untuk tujuan tertntu
-          Rekening gira pada bank luar negri yang tidak dapat segera dipakai.


Kas Kecil (Petty Cash)
Kas kecil merupakan kas yang ada di perusahaan yang digunakan untuk pengeluaran rutin dan bernilai relatif kecil. Kas kecil selain di perusahaan induk juga di tempatkan di proyek-proyek atau cabang-cabang perusahaan. Kas Kecil merupakan bagian dari kas perusahaan.

Metode pengisian kembali Petty Cash :

  1. Metode Imperest (bersaldo tetap)

Merupakan sistem pengisian kembali dengan mempertahankan saldo kas kecil bernilai tetap. Ketika kas kecil digunakan sama sekali tidak perlu dilakukan penjurnalan, tetapi setelah terkumpul jumlah tertentu dilakukan penukaran (reinbursement) sejumlah pengeluaran dan dijurnal.

Jurnal pembentukan kas kecil :
Kas Kecil                                   xxxx
          Bank/Kas                                    xxxx

Jurnal pengisian kembali :
Biaya-biaya                     xxxx
          Bank   /Kas                                  xxxx


  1. Metode Fluktuatif (saldo berubah-ubah)

Merupakan sistem pengisian kembali kas kecil berdasarkan kebutuhan operasional. Setiap ada pengeluaran kas kecil langsung dicatat mengurangi kas kecil, sehingga saldo kas kecil akan selalu berubah-ubah. Ketika kas kecil digunakan dilakukan penjurnalan langsung.

Jurnal pembentukan kas kecil :
Kas Kecil                                   xxxx
          Bank/Kas                                    xxxx
Jurnal ketika ada pengeluaran :

Biaya-biya                                 xxxx
          Kas Kecil                                     xxxx

Jurnal pengisian kembali :

Kas Kecil                                   xxxx
          Bank   /Kas                                  xxxx


Pengendalian Internal Penerimaan dan Pengeluaran Kas

Untuk menjaga kekayaan perusahaan khususnya Kas perlu diadakan suatu sistem pengendalian yang berupa prosedur penerimaan dan pengeluaran Kas. Pengendalian atas penerimaan kas akan dapat menjamin bahwa semua penerimaan kas telah disetor ke bank dan catatan akuntansi perusahaan diselenggarakan secara benar. Pengendalian internal atas pengeluaran kas harus memberikan keyakinan yang mendalam bahwa pembayaran dilakukan hanya untuk transaksi-transaksi yang telah mendapatkan otorisasi dan juga menjamin bahwa kas digunakan secara efisien.

Aspek-aspek Pengendalian interen Penerimaan Kas :

1.     Seleksi karyawan dan pelatihan yang memadahi,
2.    Adanya pemisahan tugas antara pemegang uang dan bagian pencatatan,
3.    Adanya otorasasi atas penerimaan kas,
4.    Adanya dokumen pendukung atas setiap penerimaan kas,
5.    Adanya penggunaan cash register,
6.    Adanya jaminan bahwa kas disetor ke bank pada esok harinya.
Aspek-aspek Pengendalian interen Pengeluaran  Kas :

1.     Setiap pengeluaran kas dilakukan dengan cek, kecuali atas pengeluaran dalam jumlah relatif kecil dilakukan menggunaqkan kas (petty cash),
2.    Setiap pengeluaran harus ada otorisasi pimpinan seperti yang telah ditetapkan oleh perusahaan,
3.    Adanya pemisahan tugas antara karyawan yang memegang uang dengan karyawan yang bertugas sebagai pencatat,
4.    Diperlukan pemeriksaan internal untu mengecek apakah transaksi pengeluaran kas telah dilakukan sesuai dengan aturan kebijakan manajemen,
5.    Adanya dokumen pendukung atas setiap pengeluaran kas,
6.    Buku cek yang belum digunakan harus disimpan dalam kotak penyimpan dan harus dalam pengawasan manajemen.


Persediaan

Persediaan merupakan aset berwujud  yang diperoleh perusahaan dengan tujuan untuk dijual kembali, baik yang langsung dijual kembali seperti didapatkannya ataupun melalui proses lebih lanjut.

Metode penentuan Harga Pokok ;

  1. Metode identifikasi khusus (specific identification method)

Metode ini digunakan oleh perusahaan-perusahaan yang memperdagangkan barang yang dengan mudah diidentifikasi satu per satu. Sebagai contoh perusahaan dealer mobil.

Contoh : 4 Januari membeli 1 unit mobil 20.000.000,-, 10 Januari membeli 1 unit mobil 22.000.000,-. Apabila tanggal 20 januari mobil yang dibeli tgl 4 laku, maka harga pokok yang dibebankan adalah 20.000.000,-.

  1. Metode Rata-rata Tertimbang (Average Method)

Metode ini menghitung Nilai persediaan dengan membagi Harga Pokok barang yang dapat dijual (persediaan awal + pembelian) dengan Jumlah Unit yang tersedia untuk di jual.

Contoh : Persediaan awal total 50 unit senilai Rp. 250.000,-, pembelian barang dagangan 100 unit @ Rp. 3.500 = Rp. 350.000,-.
Harga Pokok nya adalah =  Rp. 600.000 / 150 unit = Rp. 4.000 / unit.

  1. Metode FIFO (First In First Out) / Masuk Pertama Keluar Pertama

Dalam metode LIFO perusahaan harus mempunyai catatan mengenai kapan dan harga berapa pembelian tersebut dilakukan. Harga beli dari barang yang pertama masuk dalam persediaan akan menjadi biaya yang pertama kali dibebankan pada haraga pokok penjualan. Biaya persediaan akhir berdasarkan pada harga pembelian barang yang paling akhir.





Contoh :

Persediaan awal ( 10 unit @ Rp. 1.000 )                                                           Rp. 10.000,-
Pembelian ;
  5 Jan  transk. no. 1 (25 unit @ Rp 1.400)                        Rp. 35.000
  7 Jan  transk. No.2 (25 unit @ Rp 1.800)                        Rp. 45.000
Total                                                                                                  Rp. 80.000,-



Harga Pokok Barang tersedia untuk di jual                                            Rp. 90.000,-

Dijual 40 unit seharga @ Rp 2.000 = Rp. 80.000,-
Berapa laba dan sisa persediaan  dihitung dengan metode FIFO ?

Jawab :
Harga Pokok Penjualan 40 unit ;
10 unit @ Rp. 1.000                                                Rp. 10.000
                   25unit @ Rp. 1.400                                                 Rp.  35.000
                     5 unit @ Rp. 1.800                                      Rp.    9.000
                   ______                                                       _________
Total           40 unit                            HPP                       Rp. 54.000

Laba = Rp. 80.000 – Rp. 54.000           = Rp.26.000,-
Sisa persediaan  = 20 unit x 1.800       = Rp. 36.000,-


  1. Metode LIFO (Last In First Out) / Masuk Terakhir Keluar Pertama

Dalam metode LIFO perusahaan juga harus mempunyai catatan mengenai kapan dan harga berapa pembelian tersebut dilakukan. Harga beli dari barang yang terakhir masuk dalam persediaan akan menjadi biaya yang pertama kali dibebankan pada haraga pokok penjualan. Biaya persediaan akhir berdasarkan pada harga pembelian barang yang paling awal.





Contoh :

Persediaan awal ( 10 unit @ Rp. 1.000 )                                                Rp. 10.000,-
Pembelian ;
  5 Jan  transk. no. 1 (25 unit @ Rp 1.400)               Rp. 35.000
  7 Jan  transk. No.2 (25 unit @ Rp 1.800)              Rp. 45.000
Total                                                                                         Rp. 80.000,-
         
Harga Pokok Barang tersedia untuk di jual                                  Rp. 90.000,-

Dijual 40 unit seharga @ Rp 2.000 = Rp. 80.000,-
Berapa laba dan sisa persediaan  dihitung dengan metode LIFO ?

Jawab :

Harga Pokok Penjualan 40 unit ;
25 unit @ Rp. 1.800                                      Rp. 45.000
                   15unit @ Rp. 1.400                                        Rp. 21.000
                   ______                                                       _________
Total           40 unit                  HPP                                 Rp. 66.000

Laba = Rp. 80.000 – Rp. 66.000                    = Rp.14.000,-
Sisa persediaan ;
  -  10 unit x 1.000                     = Rp. 10.000,-
                     -  10 unit x 1.400                     = Rp. 14.000,-



Total                 20 unit                      = Rp. 24.000,-


Penyusutan (Depresiasi) Aktiva Tetap


  1. Metode Garis Lurus (Straight Line Method)

PenyusutanGaris Lurus / th= Harga Perolehan – Nilai Sisa/residu
                                                Umur Ekonomis


Contoh : Beli Mobil Rp. 100.000.000, umur ekonomis 5 tahun ditaksir
                Nilai sisanya 40 %, berapa penyusutan mobil / tahun ?


Penyusutan  =  100.000.000 -  40.000.000  =  Rp. 15.000.000 / tahun
                                                5

  1. Metode Jumlah unit Produksi

Beban Penyusutan  =  Harga Perolehan – Nilai Sisa
                             Manfaat taksiran dalam jam/km

Contoh : Beli Mesin Rp. 100.000.000, taksiran operasi mesin 10.000 jam
                Nilai sisanya 30 %, berapa penyusutan mobil / tahun ?

Beban penyusutan = 100.000.000 – 30.000.000
                                                10.000 jam
                             =  Rp. 7.000 / jam

  1. Declining Method / Metode Saldo Menurun

Penyusutan yang dibebankan dari tahun pertama ke tahun berikutnya selalu menurun. Tarif yang digunakan 2 kali dari pembagian umur ekonomis. Misal umur ekonomis 5 tahun , tarif =  40 % ( 100 % ; 5 x 2 )

Beban Penyusutan = Tarif Penyusutan x Nilai Buku awal

Contoh : Kendaraan dibeli dg harga Rp. 22.000.000, ditaksir umur ekonomis 5 tahun, nilai sisa Rp. 1.000.000,- berapa penyusutannya ?
Thn    Harga         Tarif     Nilai Buku    Penyst.    Akum Peny       Nilai Buku  
          Perolh                          Awal th                                                      Akhir



1    22.000.000    40 %   22.000.000   8.800.000   8.000.000   13.200.000
2    22.000.000    40 %   13.200.000   5.280.000  14.080.000    7.920.000
3    22.000.000    40 %     7.920.000   3.168.000  17.248.000    4.752.000
4    22.000.000    40 %     4.752.000   1.900.800  19.148.800    2.851.200
5    22.000.000                 2.851.200   1.851.200 21.000.000    1.000.000

Tahun ke-5, beban penyusutan 1.140.480 (2.851.200 x 40%), tetapi karena nilai sisa Rp. 1.000.000,- , maka beban penyusutan tahun ke – 5 dihitung 1.851.200 (2.851.200-1.000.000).

  1. Metode Jumlah Angka Tahun (Sum of Year Digit)

Metode ini beban penyusutan stiap tahun semakin menurun juga selama masa pemakaiannya.

Rumus Jumlah angka tahun = N (N+1)   , N = umur ekonomis
                                           2
Untuk masa manfaat 5 tahun maka,

Jumlah angka tahunn =  5 (5+1)  = 15
                                     2
Masa manfaat 5 tahun angka pembilang 5 untuk tahun ke-1, 4 untuk tahun ke-2 dst.

Penyusutan  =  Tarif Penyusutan x ( Harga Perolehan – Nilai Sisa)

Contoh : Kendaraan dibeli dg harga Rp. 22.000.000, ditaksir umur ekonomis 5 tahun, nilai sisa Rp. 1.000.000,- berapa penyusutannya ?
Beban Penyusutan tahun pertama ;
Beban Penyusutan =  5  x (22.000.000-1.000.000) = 7.000.000
                                    15
Tahun berikutnya ;

Thn    Harga          Tarif    Nilai Prlh      Penyust.     Akum Peny   Nilai Buku   
           Perolh                      Nilai sisa                                               Akhir



1    22.000.000    5/15    21.000.000   7.000.000   7.000.000   15.000.000
2    22.000.000    4/15    21.000.000   5.600.000  12.600.000    9.400.000
3    22.000.000    3/15    21.000.000   4.200.000  16.800.000    5.200.000
4    22.000.000    2/15    21.000.000   2.800.000  19.600.000    2.400.000
5    22.000.000    1/15    21.000.000   1.400.000   21.000.000   1.000.000



Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Kas, Persedian dan Penyusutan Aktiva Tetap

Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

Loading...
Loading...