Materi akuntansi manajemen, akuntansi biaya, akuntansi keuangan, akuntansi pajak, akuntansi pemerintahan, perbankkan dan Analisis ekonomi

Tuesday, August 22, 2017

Akuntansi Perusahaan Dagang

Akuntansi Perusahaan DagangPerusahaan Dagang merupakan perusahaan yang dalam aktifitasnya melakukan perdagangan dengan cara membeli barang dari supplier untuk dijual kembali secara keseluruhan kepada pelanggan tanpa melalui proses produksi.


Akuntansi Perusahaan Dagang
Akuntansi Perusahaan Dagang
Pendapatan yang dihasilkan dari penjualan perusahaan dagang disebut pendapatan penjualan atau disingkat menjadi penjualan. Pendapatan utama dari perusahaan dagang adalah pendapatan yang berasal dari penjualan, sedang Beban utama dari perusahaan dagang adalah Harga Pokok Penjualan (HPP)/CGS (Cost of Good Sold).

          Harga Pokok Penjualan merupakan biaya dari barang yang dijual biaya-biaya yang melekat atas perolehan barang tersebut. Penjualan dikurangi Harga Pokok Penjualan mendapatkan Laba/Rugi Kotor.

          Barang dagangan yang belum terjual pada akhir periode akuntansi disebut Persediaan barang dagangan (merchandise inventory), dan menjadi bagian dari Aktiva Lancar dalam Laporan Keuangan Neraca. Dan ketika persediaan terjual akan dibebankan sebagai beban utama berupa Harga Pokok Penjualan, disini akan mengurangi/mengkredit akun persediaan, dan HPP terkelompok  dalam akun Laba Rugi.

Sistem Persediaan Barang Dagangan.

Ada dua sistem akuntansi dalam merode pencatatan persediaan, yakni Sistem Persediaan Periodik (periodic inventory system) dan Sistem Persediaan Perpetual (perpetual inventory sistem)

Sistem persediaan periodik biasanya digunakan oleh perusahaan yang menjual barang relatif murah, dan sistem ini tidak melakukan pencatatan atas mutasi persediaan barang dagangan, dengan pertimbangan biaya untuk  pencatatan yang sangat besar. Akibatnya untuk memperoleh informasi jumlah persediaan yang akan digunakan untuk menyusun laporan keuangan, perusahaan harus melakukan perhitungan secara periodiksekurang-kurangnya sekali dalam satu tahun.

Sistem persediaan perpetual, perusahaan akan mempertahankan suatu catatan yang kontinyu dalam jumlah persediaan yang tersedia. Sehingga lebih memudahkan untuk pengawasan, setiap pembelian dan penjualan barang dagangan dicatat dalam suatu akun persediaan. Dengan cara ini saldo dan jumlah pembelian serta penjualan dapat diketahui dari catatan persediaan setiap saat. Penghitungan barang juga tetap dilakukan untuk mencocokan dengan catatan paling tidak setahun sekali.

Perbedaan antara Sistem Periodik dan Sistem Perpetual :

Sistem Persediaan Periodik

  1. Tidak ada pencatatan atas persediaan untuk semua pembelian dan penjualan.
  2. Tidak mempunyai buku tambahan (subsisiary ledger) atau kartu persediaan.
  3. Penghitungan persediaan harus dilakukan paling tidak setahun sekali, untuk menyusun laporan keuangan.
  4. Biasa dugunakan untuk barang dagangan yang murah.
  5. Kurang baik untuk pengendalian barang dagangan.
  6. Pembelian dicatat dalam akun Pembelian.

Sistem Persediaan Perpetual

  1. Catatan yang kontinyu mengenahi barang dagangan yang dibeli dan dijual.
  2. Mempunyai buku tambahan (subsisiary ledger) atau kartu persediaan.
  3. Tidak perlu dilakukan penghitungan persediaan kecuali pada akhir tahun, untuk menyusun laporan keuangan.
  4. Dapat digunakan untuk semua jenis barang.
  5. Kurang baik untuk pengendalian barang dagangan.
  6. Pembelian dicatat dalam akun Persediaan.


Ayat Jurnal pencatatan Sistem Periodik :



                   Pembelian                                 xxxxx
                             Kas/Hutang dagang                             xxxxx


Ayat Jurnal pencatatan Sistem Perpetual :

Persediaan                                xxxxx
                             Kas/Hutang dagang                             xxxxx


 Potongan Pembelian

Potongan Pembelian ada dua jenis potongan, yaitu Potongan perdagangan atau potongan kuantitas (quantity discount) dan potongan tunai (cash discount).

Potongan kuantitas (quantity discount) diperoleh dari pembeli apabila membeli dalam jumlah yang banyak. Makin banyak kuantitas barang yang dibeli makin semakin rendah harga per unitnya. Potongan kuantitas ini tidak memerlukan pencatatan, Ayat jurnal (journal entry) atas pembelian dibuat berdasarkan harga pembelian bersih yaitu setelah dikurangi potongan kuantitas.

Contoh : Toko mebel, Beli kursi dengan harga @ Rp. 2.000.000,- , Beli 3 kursi potongan 5 %, beli 4 – 9 kursi dapat potongan 10 %.
Bila beli 5 kursi  = 5 x 1.800.000,- (diskon = 2.000.000 x 10%)  = Rp. 9.000.000,-
Total diskon = 5 x 200.000,- = Rp. 1.000.000,-

Jurnalnya :
          Persediaan                                          Rp. 9.000.000,-
                   Hutang dagang                                             Rp. 9.000.000,-

(tidak ada jurnal atas potongan pembelian Rp. 1.000.000,-, tapi langsung dijurnal harga pembelian bersihnya.)

Potongan tunai (cash discount), merupakan potongan/hadiah karena pembayaran yang lebih cepat, biasanya diberikan dengan syarat yang dinyatakan dengan kode potongan dan waktu.

Contoh : 1 Maret 20xx  Beli 5 buah kursi @ Rp. 2.000.000,- secara kredit dengan syarat pembayaran 5/10n/30. Artinya bila dibayar sampai dengan tanggal 10 mendapat potongan 5%, dengan jangka waktu kredit 30 hari.

Jurnal yang dibuat :

1 Maret                 Persediaan                      10.000.000,-
                                      Hutang dagang                          10.000.000,-

                             (mencatat pembelian secara kredit)

10 Maret               Hutang dagang                 10.000.000,-
                                      Kas                                           9.500.000,-
                                      Persediaan                                   500.000,-
                   (pelunasan kredit dalam periode potongan / 10.000.000 x 5%)

30 Maret              Hutang dagang                 10.000.000,-
                                      Kas                                           10.000.000,-

                             (pelunasan kredit melewati periode potongan/tanpa diskon)

Retur Pembelian dan Pengurangan Harga

Retur pembelian (purchase return) biasanya dilakukan apabila barang yang dibeli rusak, cacat atau tidak cocok dan sudah melalui kesepakatan atas pembelian barang. Tetapi perusahaan dapat melakukan pilihan lain atas barang yang mau di retur dengan cara memberikan pengurangan harga (purchase allowance).

Karena retur dan pengurangan harga ini mengurangi biaya persediaan, maka dalam sistem perpetual dicatat dengan mengkredit akun Persediaan Barang Dagangan. Dokumen yaqng digunakan adalah nota debet yang dibuat perusahaan atau nota kredit dari penjual.

Contoh : 1 Maret 20xx  Beli 5 buah kursi @ Rp. 2.000.000,- secara kredit dengan syarat pembayaran 5/10n/30.  5 Maret mengembalikan 2 kursi karena rusak.
Jurnal yang dibuat :

1 Maret                 Persediaan                      10.000.000,-
                                      Hutang dagang                          10.000.000,-
                             (mencatat pembelian secara kredit)

5 Maret                Hutang dagang                 4.000.000,-
                                      Persediaan                                  4.000.000,-
                             (Retur pembelian 2 kursi x 4.000.000,-)

Misalkan pada 6 Maret terdapat 1 kursi ada kerusakan kecil, perusahaan  memilih untuk tidak di retur, tapi milih mendapat potongan harga, misalnya sebesar Rp. 700.000,-

Jurnal yang dibuat :
6 Maret                Hutang dagang                 700.000,-
                                      Persediaan                                  700.000,-


Biaya Transportasi

Istilah FOB (free on board) menentukan kapan hak pemilikan barang berpindah dari penjual ke pembeli.

 FOB Shipping point berarti hak pemilikan berpindah pada saat persediaan lepas dari tempat usaha penjual, yaitu tempat pemberangkatan (shipping point), dalam hal ini barang sudah menjadi hak pembeli dan karena itu biaya transportasinya ditanggung oleh pembeli.

FOB destination berarti hak pemilikan berpindah pada saat barang sampai tempat tujuan (destination), jadi biaya transportasi dibayar oleh penjual.

FOB shipping point lebih banyak digunakan, jadi biaya pengiriman ditanggung oleh pembeli barang. Dalam akuntansi biaya untuk mendapatkan aktiva adalah seluruh biaya yang timbul untuk mendapatkan aktiva termasuk biaya transportasi/pengiriman.
Untuk persediaan  biayanya merupakan biaya bersih setelah dikurangi berbagai potongan dan ditambah biaya transportasi yang dibebankan.

Contoh : 5 April  20xx  PT. ABC menerima tagihan dari perusahaan ekspedisi atas biaya pengiriman barang dagangan sebesar Rp. 500.000,-

Jurnalnya adalah :
5 April 20xx                   Persediaan                      Rp. 500.000,-
                                      Kas/Hutang                               Rp. 500.000,-

                   (pembayaran tagihan ongkos angkut)

Pilihan lain Prosedur untuk Potongan Pembelian, Retur dan Potongan Harga Pembelian dan Biaya Transportasi.

Bila di inginkan pencatatan yang lebih rinci atas Potongan Pembelian, Retur dan Potongan Harga Pembelian dan Biaya Transportasi, maka akun – akun tersebut merupakan akun bernilai sisa kredit dan merupakan akun kontra dari akun Persediaan barang dagangan.

Dengan demikian pelaporan akun-akun tersebut dalam laporan keuangan digabungkan dengan akun persediaan seperti tergambar dibawah ini :

Persediaan                                                                          Rp. 10.000.000,-
Dikurangi :
o   Potongan Pembelian                                1.000.000,-
o   Retur Pembelian dan Potongan Harga       4.700.000,-
Total Pengurangan                                                      Rp.   5.700.000,-



          Pembelian Bersih Persediaan                                            Rp.   4.300.000,-
          Ditambah : Ongkos Angkut                                              Rp.      500.000,-



          Total Biaya Persedian                                                      Rp.   4.800.000,-
         


Penjualan Persediaan dan Harga Pokok Penjualan

Penjualan Kas. Misalnya tanggal 5 April  Penjualan tunai Rp. 5.000.000,-

Jurnal :
5 April         Kas                                           Rp. 5.000.000,-
                             Penjualan                                                      Rp. 5.000.000,-

          Untuk memperbaharui catatan persediaan, perusahaan juga harus mengurangi nilai persediaan sesuai dengan harga perolehannya. Misalnya harga perolehan atas barang yang dijual sebesar Rp. 3.500.000,-, harus memindahkan persediaan sebesar Rp. 3.500.000,- dengan cara mengkredit dan mendebet akun Harga Pokok Penjualannya.

5 April         Harga Pokok Penjualan               Rp. 3.500.000,-
                             Persediaan                                                   Rp. 3.500.000,-
                   (pencatatan HPP)


Potongan Penjualan, Retur dan Potongan Harga Penjualan
Potongan Penjualan, Retur dan Potongan Harga Penjualan merupakan akun kontra dari Pendapatan Penjualan yang akan menurunkan jumlah pendapatan yang diperoleh perusahaan dari penjualan barang dagangan. Potongan harga penjualan merupakan akun untuk menampung atas barang yang rusak.

          Akun yang dibuat perusahaan ada dua yaitu akun Potongan penjualan dan akun Retur dan potongan harga penjualan.
Contoh : 7 April , PT. ABC menjual 5 unit barang elektronik seharga Rp. 5.000.000,- secara kredit dengan syarat pembayaran 5/15n/30. Harga pokok persediaan tersebut Rp. 4.000.000,-.

Ayat jurnalnya adalah :
7 April         Piutang dagang                                    5.000.000,-
                             Penjualan                                                      5.000.000,-
                   (mencatat penjualan secara kredit)
7 April         Harga Pokok Penjualan                         4.000.000,-
                             Persediaan                                                   4.000.000,-
                   (mencatat HPP)

Kemudian 10 April pembeli mengembalikan 1 unit barang seharga Rp. 1.000.000,- karena tidak sesuai dengan pesanan.Harga perolehan barang retur senilai Rp. 800.000,-.

Jurnal returnya adalah :
10 April       Retur dan Potongan harga          1.000.000,-
                             Piutang Dagang                                             1.000.000,-

                   (mencatat retur barang yang dikembalikan atas piutang)
10 April       Persediaan                                          800.000,-
                             Harga Pokok Penjualan                                  800.000,-
                   (mencatat penerimaan barang persediaan yang dikembalikan)

Kemudian 12 April pembeli menuntut potongan harga atas barang yang rusak, dan oleh penjualan diberikan potongan sebesar Rp. 100.000,-

Jurnalnya :
12 April       Retur dan Potongan harga                   100.000,-
                             Piutang Dagang                                             100.000,-

                   (mencatat pemberian potongan harga atas barang yang rusak, akun persediaan tidak di jurnal karena barang tidak dikembalikan)

                             Piutang Dagang



7 April         5.000.000             10 April       1.000.000
                                                12 April          100.000



Saldo           3.900.000

Pada tanggal 20 April PT. ABC menerima pembayaran separoh dari piutangnya, dan setengahnya lagi diterima pada tanggal 1 Mei.

Jurnal yang dibuat :

20 April       Kas                                           1.755.000,-
                   Potongan Penjualan              195.000,-
                             Piutang dagang                                    1.950.000,-

                   (mencatat pembayaran dari pembeli pada masa potongan, (potongan = 1.9250.000 x 10 %))

1 Mei           Kas                                           1.950.000,-
                             Piutang dagang                                    1.950.000,-
                   (mencatat pelunasan piutang dimasa setelah tidak ada potongan)

Penghitungan Fisik Persediaan Barang Dagangan
Dalam sistem persediaan perpetual perusahaan mempunyai akun Persediaan Barang Dagangan (merchandise inventory), akun ini dapat menunjukkan saldo persediaan setiap saat. Tetapi saldo secara fisik mungkin saja berbeda dengan saldo menurut catatan persediaan. Perbedaan ini bisa disebabkan oleh karena penyusutan, dicuri, kesalahan mencatat, kesalahan kode dan lain-lain.

          Apabila setelah dihitung secara fisik (stock opname) terdapat perbedaan dengan catatan yang dibuat, maka akun Persediaan barang dagangan harus disesuaikan. Jurnal penyesuaiannya adalah sebagai berikut :

          Harga Pokok Penjualan                                  xxxxx
                   Persediaan Barang Dagangan                                   xxxxx
          (mencatat selisih bila : perhitungan fisik lebih kecil dari catatan perusahaan, dicatat sebesar selisih perhitungannya)

          Persediaan Barang Dagangan                         xxxxx
                   Harga Pokok Penjualan                                            xxxxx
(mencatat selisih bila : perhitungan fisik lebih besar  dari catatan perusahaan, dicatat sebesar selisih perhitungannya)

Berikut disajikan beberapa Contoh Bentuk Laporan Keuangan sampai Laba(Rugi) Kotor :


Perusahaan Dagang Arumba Adhi
Laporan Laba Rugi
1 – 31 Desember 20xx




Penjualan                                                                                   Rp. 5.000.000,-
Dikurangi :  
-          Potongan Penjualan                                  Rp.    195.000,-
-          Retur Penjualan dan Potongan Harga        Rp. 1.100.000,- +
Rp. 1.295.000,- _



Penjualan Bersih                                                                        Rp. 3.705.000,-

Harga Pokok Penjualan      :
          Persediaan 1 Des 20xx                        Rp.    500.000,-
          Pembelian                                           Rp. 3.500.000,-  +
          Persediaan Siap untuk dijual                Rp. 4.000.000,-
          Persediaan 31 Des 20xx                      Rp.    800.000,-  -
          Harga Pokok Penjualan                                                      Rp. 3.200.000,- _



Laba Kotor                                                                                Rp.    505.000,-









Berikut contoh transaksi perusahaan dagang :

         

Data tambahan :

a.    Pendapatan bunga belum tertagih Rp. 600.000,-
b.    Sisa persediaan Rp. 24.500.000,-
c.    Asuransi yang terpakai Rp 800.000,-
d.    Penyusutan Rp. 700.000,-
e.    Gaji terhutang Rp. 2.400.000,-
f.    Beban bunga terhutang  Rp. 500.000,-

Jurnal yang dibuat :

a.    Piutang Dagang                                   600.000,-
Pendapatan Bunga                                              600.000,-

b.    Harga Pokok Penjualan                         1.000.000,-
Persediaan                                                        1.000.000,-

c.    Beban Asuransi                                   800.000,-
Asuransi dibayar dmk                                        800.000,-

d.    Penyusutan                                         700.000,-
Akumulasi Penyusutan                                        700.000,-

e.    Beban Gaji                                          2.400.000,-
Hutang Gaji                                                      2.400.000,-

f.    Beban Bunga                                        500.000,-
Hutang Bunga                                                    500.000,-


Setelah dibuatkan  jurnal Penyesuaiannya langkah berikutnya kemudian dientry ke dalam neraca lajur seperti dibawah ini :









Perusahaan Arumba Adhi
Laporan Laba Rugi
Periode 1- 31 Desember 20xx




Penjualan                                                                                   Rp. 60.000.000,-

Dikurangi :  
-          Potongan Penjualan                                  Rp. 2.000.000,-
-          Retur Penjualan dan Potongan Harga        Rp. 6.000.000,- +
Rp. 8.000.000,- _



Penjualan Bersih                                                                        Rp.52.000.000,-

Harga Pokok Penjualan                                                               Rp.37.000.000,- _



Laba Kotor                                                                                Rp.15.000.000,-

Beban Operasi :
-          Beban Gaji                                             Rp. 5.400.000,-
-          Beban Sewa                                            Rp. 1.200.000,-
-          Beban Penyusutan                                   Rp.    700.000,-
-          Beban Asuransi                                      Rp.    800.000,-     Rp.   8.100.000,-



Laba (Rugi) Operasi                                                                  Rp.   6.900.000,-

Pendapatan dan Beban Lain-lain :
-          Pendapatan Bunga                                                                Rp.   1.400.000,-
-          Beban Bunga                                                                        (Rp.   2.000.000,-)



Laba Bersih sebelum Pajak                                                        Rp.   6.300.000,-









Prusahaan Arumba Adhi
Neraca
31 Desember 20xx




Aktiva                                                Kewajiban

Aktiva Lancar :
-          Kas                                     20.500.000           Hutang Dagang      30.300.000
-          Piutang Dagang                    25.600.000           Hutang Gaji             2.400.000
-          Persediaan                          24.500.000           Hutang Bunga              500.000
-          Asuransi Dibayar dimuka       1.600.000           



Total Aktiva Lancar                 72.200.000           Total Kewajiban     33.200.000

Aktiva Tetap :                                                       Equitas Pemilik :

-          Mebel                                 10.000.000            - Modal                  50.000.000
-          Akumulasi Penyst.                ( 2.700.000)                   - Prive                   (10.000.000)
- Laba bersih           6.300.000



Total Aktiva Tetap                               7.300.000            Total  Equitas        46.300.000



Total Aktiva                    79.500.000        Total Pasiva     79.500.000
















Prusahaan Arumba Adhi
Laporan Perubahan Ekuitas
31 Desember 20xx




Modal awal,  1Desember 20xx                                                    Rp. 50.000.000,-
Ditambah : - Laba bersih                                                           Rp.   6.300.000,-
                                      
          Total                                                                               Rp. 56.300.000,-

Dikurangi : - Prive                                                                     Rp. 10.000.000,-



Modal per 31 Desember 20xx                                                    Rp. 46.300.000,-


Demikianlah materi tentang Akuntansi Perusahaan Dagang dan jangan lupa juga untuk menyimak materi tentang Pengertian, Jenis-jenis dan Dasar Hukum Cek.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Akuntansi Perusahaan Dagang

Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

Loading...
Loading...