Materi akuntansi manajemen, akuntansi biaya, akuntansi keuangan, akuntansi pajak, akuntansi pemerintahan, perbankkan dan Analisis ekonomi

Saturday, February 4, 2017

Sifat dan Jenis Audit serta Bukti Sifat dan Jenis Bukti Audit

Sifat dan Jenis Audit  serta Bukti Sifat dan Jenis Bukti Audit- Laporan keuangan organisasi merupakan salah satu sarana untuk memenuhi akuntabilitas yang dituntut oleh para stakeholders (pemerintah, kreditor, pemberi dana/penyumbang, penerima jasa, pengurus, karyawan, anggota). Panduan ini menjelaskan tentang apa itu audit, tujuan dari audit, jenis-jenis audit dan materi lainnya untuk pengenalan awal mengenai proses audit keuangan.
Sifat dan Jenis Audit  serta Bukti Sifat dan Jenis Bukti Audit
Sifat dan Jenis Audit  serta Bukti Sifat dan Jenis Bukti Audit

1.    Hakekat bukti audit

  Bukti adalah setiap informasi yang digunakan auditor untuk menentukan apakah informasi yang diaudit dinyatakan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.



 Bukti memiliki banyak bentuk yang berbeda, termasuk :

a.    Kesaksian lisan pihak yang diaudit (klien)

b.    Komunikasi tertulis dengan pihak luar

c.    Observasi oleh auditor

d.    Data elektronik dan data lain tentang transaksi



Untuk memenuhi tujuan audit, auditor harus memperoleh bukti dengan kualitas dan jumlah yang mencukupi. Auditor harus menentukan jenis dan jumlah bukti yang diperlukan serta mengevaluasi apa informasi sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.



2.    Keputusan bahan bukti audit

Keputusan utama yang harus dihadapi oleh setiap auditor adalah untuk menentukan ketepatan jenis dan jumlah bahan bukti yang dikumpulkan untuk memenuhi ketentuan bahwa komponen laporan keuangan klien dan laporan keuanga secara kesekuruhan telah disajikan secara wajar, dan bahwa klien menjalankan pengendalian internal yang efektif terhadap laporan keuangan.



Terdapat 4 jenis keputusan mengenai bahan bukti :

a.    Prosedur pengauditan yang sama yang akan digunakan

prosedur audit adalah instruksi terperinci yang menjelaskan bahan bukti audit yang harus diperoleh selama melaksanakan pengauditan.

­­­­

b.    Berapa ukuran sampel yang dipilih untuk prosedur tertentu

auditor dapat membedakan ukuran sampel dari satu keseluruh unsur dalam populasi yang diuji.



c.    Unsur-unsur mana yang akan dipilih dari populasi

setelah menentukan ukuran sampel, auditor harus memilih unsur yang mana dalam populasi yang akan diuji.



d.    Kapan menjalankan prosedur tersebut

audit atas laporan keuangan biasanya mencakup satu periode.







3.    Keandalan bahan bukti yang menyimpulkan

Dua penentu keandalan bahan bukti adalah ketepatan dan kecukupan, yang diambil langsung dari standar ke tiga pekerjaan lapangan.



1)    Ketepatan

merupakan pengukuran terhadap kualitas bahan bukti, yang berarti bahan bukti tersebut relevan dan andal dalam memenuhi tujuan audit untuk kelompok-kelompok transaksi, saldo-saldo akun dan pengungkapan yang terkait.



a.    Relevansi bukti

Bahan bukti harus terkait dengan atau relevan terhadap tujuan audit yang telah diuji sebelumnya oleh auditor sebelum bahan bukti tersebut dapat dikatakan tepat. Relevansi hanya terkait dengan tujuan audit khusus.



b.    Keandalan bukti

Dimana bahan bukti dapat dipercaya atau layak dipercaya. Keandalan, demikian pula dengan ketepatan, bergantung pada 6 karakteristik :

a.    Independensi pemberi informasi

b.    Efektivitas pengendalian internal klien

c.    Pengetahuan langsung auditor

d.    Kualifikasi individu yang memberikan informasi

e.    Tingkat objektivitas

f.     Ketepatan waktu



2)    Kecukupan

kuantitas bahan bukti yang didapatkan mencerminkan kecukupan. Kecukupan bahan bukti diukur berdasarkan ukuran sampel yang dipilih oleh auditor.



Dampak gabungan

keandalan bahan bukti hanya dapat dievaluasi setelah mempertimbangkan gabungan dari ketepatan dan kecukupan, termasuk pengaruh atas faktor-faktor yang mempengaruhi ketepatan dan kecukupan.

Keandalan dan biaya : keandalan dan biaya atas semua alternatif harus dipertimbangkan sebelum memilih jenis yang terbaik atau jenis bahan bukti.



4.    Tujuan dokumentasi audit

Tujuan akhir dokumentasi audit adalah untuk membantu auditor dalam memberikan opini yang beralasan bahwa pengauditan telah dilakukan dengan memadai sesuai dengan standar audit.



Dokumentasi audit, yang terkait dengan audit periode berjalan adalah :

1.    Sebuah dasar perencanaan audit

2.    Sebuah catatan bukti yang dikumpulkan dan hasil pengujian yang dilakukan

3.    Data untuk menentukan jenis laporan audit yang tepat

4.    Sebuah dasar untuk menelaah oleh supervisor dan partner



5.    Jenis-jenis bahan bukti audit

Setiap prosedur audit membutuhkan satu atau lebih jenis bukti, berikut jenis bukti audit :

1.    Pemeriksaan fisik

pemeriksaan atau penghitungan yang dilakukan oleh auditor atas aset berwujud, jenis bukti ini sering kali dikaitkan dengan persediaan dan kas.



2.    Konfirmasi jawaban

3.    lisan/ tertulis yang diterima dari pihak ketiga yang independen untuk melakukan verifikasi atas keakuratan informasi yang diminta auditor.



4.    Dokumentasi

pemeriksaan auditor atas dokumen dan catatan klien untuk membuktikan informasi yang harus/sebaiknya dimasukkan dalam laporan keuangan.



5.    Prosedur analitis

menggunakan perbandingan dan keterkaitan untuk menilai apakah saldo-saldo akun data lain yang muncul telah disajikan secara wajar dibandinngnkan dengan perkiraan auditor.



6.    Tanya jawab dengan klien

diperolehnya jawaban tertulis atau informasi dari klien sebagai jawaban atas pertanyaan yang diberikan auditor.



7.    Penghitungan ulang

mencakup pengecekan ulang atas contoh-contoh perhitungan yang dilakukan oleh klien. Terdiri dari pengujian atas keakuratan matematis dan mencakup prosedur-prosedur.



8.    Pengerjaan ulang

pengujian yang dilakukan oleh seorang auditor independen terhadap prosedur pembukuan atau pengendalian yang awalnya dilakukan sebagai bagian dari pembukuan entitas dan sistem pengendalian internal.



9.    Pengamatan

penggunaan panca indra untuk menilai aktifitas-aktifitas klien.



6.    Hakekat kertas kerja

  Definisi kertas kerja (SA Seksi 339 paragraf 03) adalah  catatan-catatan yang diselenggarakan oleh auditor mengenai prosedur audit yang ditempuhnya, pengujian yang dilakukannya, informasi yang diperolehnya, dan kesimpulan yang dibuat sehubungan dengan auditnya.



Audit laporan keuangan harus didasarkn pada standar auditing yang ditetapkan IAI. Standar pekerjaan lapangan mengharuskan auditor melakukan perencanaan dan survei terhadap audit  yang dilaksanakan, memperoleh pemahaman atas pengendalian intern, dan mengumpulkan bukti kompeten yang cukup melalui berbagai proses audit.



Kertas kerja merupakan sarana yang digunakan oleh auditor untuk membuktikan standar pekerjaan lapangan telah dipatuhi. Isi kertas kerja menurut SA Seksi 339 paragraf 05 adalah kertas kerja yang memperlihatkan kecocokan antara catatan akuntansi, laporan keuangan, informasi lain, dan standar auditing yang diterapkan dan dilaksanakan oleh auditor.



Kertas kerja berisi dokumentasi yang memperlihatkan :

1.    Telah dilaksanakan standar kerja lapangan pertama, yaitu pemeriksaan telah direncanakan dan disupervisi dengan baik.

2.    Telah dilaksanakan standar pekerjaan lapangan kedua, yaitu pemahaman memadai atas pengendalian intern telah diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat, dan lingkup pengujian yang telah dilakukan.

3.    Telah dilaksanakannya standar pekerjaan lapangan ketiga, yaitu bukti audit telah diperoleh, prosedur audit telah ditetapkan, dan pengujian telah dilaksanakan, yang memberikan bukti kompeten yang cukup sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang diaudit.



7.    Konsep pengorganisasian kertas kerja

Terdapat tiga metode pemberian indeks terhadap kertas kerja, yaitu :

1.    Indeks angka : kertas kerja utama dan skedul utama diberi indeks dengan angka sedangkan skedul pendukung diberi  sub indeks dengan mencantumkan nomor kode skedut utama yang diberikan. Contoh : 6-1, 6-2, dan seterusnya.

2.    Indeks kombinasi angka dan huruf : kertas kerja utama dan skedul utama diberi huruf, angka. Sedangkan skedul pendukung diberi kombinasi angka dan huruf. Contoh: A-1.

3.    Indeks angka berurutan : kertas kerja diberi kode angka yang berurutan.



Susunan kertas kerja disusun secara sistematik dan dalam urutan logis untuk memudahkan review atas kertas kerja yang dihasilkan oleh asisten atau staf auditor.



Urutannya adalah sebagai berikut :

a.    Draf laporan audit (audit report)

b.    Laporan keuangan auditan

c.    Ringkasan informasi bagi reviewer

d.    Program audit

e.    Laporan keuangan/lembar kerja (work sheet) yang dibuat klien

f.     Ringkasan jurnal adjustment

g.    Working trial balace

h.    Skedul utama

i.      Skedul pendukung



Demikian yang dapat kami sampaikan aemoga bermanfaat. Amina…..

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Sifat dan Jenis Audit serta Bukti Sifat dan Jenis Bukti Audit

Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

Loading...
Loading...