Materi akuntansi manajemen, akuntansi biaya, akuntansi keuangan, akuntansi pajak, akuntansi pemerintahan, perbankkan dan Analisis ekonomi

Sunday, February 12, 2017

Pengertian Ekuitas

Pengertian ekuitas adalah tuntutan pemilik terhadap aktiva perusahaan. Dalam perusahaan perorangan atau persekutuan, ekuitas pemilik seringkali dipecah menjadi akun yang berbeda untuk mencatat nilai sisa ekuitas pemilik (owner’s capital balance) dan pengambilan pribadi (the owner’s withdrawals). Ekuitas- Ekuitas pemegang saham menunjukkan Jumlah kontribusi dr para pemegang saham dan Bagian yang dihasilkan dan yang ditahan oleh perusahaan. Laba adalah pengembalian atas ekuitas (return on equity capital) & termasuk hanya arus kas masuk yg melebihi jumlah yg diperlukan utk mempertahankan modal.
Ekuitas Pemegang saham
Ekuitas
Sifat Dasar Ekuitas Pemegang Saham
1.    Kepentingan pemilik atau pemegang saham pd perusahaan bisnis adl suatu kepentingan sisa (residual interest).
2.    Sumber utama ekuitas
a)    Kontribusi pemegang saham (modal disetor)
b)    Laba (penghasilan) yg ditahan oleh perusahaan

3.    Modal adalah bagian ekuitas pemegang saham yg disyaratkan mnrt anggaran dasar utk ditahan dalam perusahaan sebagai perlindungan bagi kreditur.
4.    Umumnya modal dasar adalah nilai pari semua saham yg diterbitkan, tetapijika saham tanpa nilai pari diterbitkan, itu bisa berupa:
a)    Total daripembayaran untuk saham tersebut
b)    Jumlah minimum yang ditetapkan dalam hukum perseroan yang berlaku
c)    Jumlah yang diputuskan oleh dewan komisaris menurut kebijksanaannya.

5.    Modal kontribusi (modal disetor) adalah jumlah uang yg dikeluarkan dimuka oleh pemegang saham utk dipakai dlm bisnis perusahaan.
6.    Modal yg dihasilkan adalah modalyan  terdiri dari semua laba yang belum dibagikan & tetap diinvestasikan pada perusahaan.


Bentuk Perseroan dari  Kesatuan
1.    Tiga jenis utama organisasi bisnis
a)    Perusahaan perorangan,
b)    Firma
c)    Perseroan, bentuk yg paling dominan

2.    Dari segi kepemilikan, Perseroan diklasifikasikan sebagai berikut:
a)    Perseroan Sektor Masyarakat; unit-unit pemerintah atau operasi bisnis yg dimiliki unit-unit pemerintah (seperti Federal Deposit Insurance Corp)
b)    Perseroan Sektor Swasta
a.    Bukan Saham: bersifat nirlaba & tak menerbitkan saham (spt tempat ibadah, yayasan sosial & sekolah)
b.    Saham: yg beroperasi utk mencari laba & menerbitkan saham
                           i.     Perseroan tertutup (non-publik): saham dipegang oleh beberapa pemegang saham (mungkin satu keluarga) & tak tersedia utk pembelian umum.
                         ii.     Perseroan terbuka; saham dijual scr luas & dipegang oleh masyarakat umum
(a).     Perseroan terdaftar; saham diperdagangkan pd suatu bursa efek/stock exchange yg terorganisasi
(b).     Perseroan tak terdaftar/paralel (over-the–counter corp): saham diperdagangkan pd suatu pasar dimana pialang surat berharga (securities dealers) membeli dr & menjual kpd publik.

3.    Bentuk perusahaan mempengaruhi akuntansi dr segi:
  1. Pengaruh ketentuan hukum
  2. Penggunaan saham modal atau sistem saham
  3. Pengembangan berbagai kepentingan kepemilikan
  4. Kewajiban terbatas pemegang saham
  5. Formalitas pembagian laba

 

Saham Modal Atau Sistem Saham
1.    Hak pemegang saham dari setiap lembar saham adalah
a)    Membagi laba & rugi scr proporsional
b)    Ikut serta dlm manajemen (hak utk memilih direktur) scr proporsional
c)    Membagi aktiva perusahaan bila tjd likuidasi scr proporsional
d)    Ikut serta scr proporsional dlm penerbitan saham.

2.    Tiga hak pertama berlaku untuk semua perusahaan, sedangkan hak ke-4 mirip hak istimewa untuk melindungi pemegang saham dari kehilangan hak kepemilikan di luar kemauannya.

3.    Keuntungan dari sistem saham adalah kemudahannya dalam pemindahan hak perusahaan dr seseorang ke orang lain. Orang yg memiliki saham dalam suatu perusahaan dpt menjual sahamnya ke pihak lain tiap saat dg harga ttt tanpa hrs meminta izin dr perusahaan atau pemegang saham.

4.    Oki, perusahaan menggunakan jasa registrars & transfer agents yg memberikan jasa pencatatan & pemindahtanganan saham


Jenis-Jenis Hak Kepemilikan
1.    Common Stock adalah hak perseroan tersisa yg menanggung risiko terbatas bila tjd kerugian & menerima manfaat bila tjd keuntungan.
2.    Prefered Stock adalah sebaggai ganti untuk preferensi khusus, pemegang saham selalu mengorbankan beberapa hak yang terkandung pada saham modal

Kewajiban Pemegang Saham Yang Terbatas
1.    Pemilik perseroan adalah  para pemegang saham yang menyumbangkan kekayaan/jasa kepada perusahaan sebagai ganti untuk saham kepemilikan & kekayaan/jasa tersebut merupakan batas kerugian pemegang saham
2.    Nilai pari saham adalah saham yang memiliki nilai tetap tercetak pada setiap lembar saham
3.    Saham pada nilai premi/agio atau diskonto/disagio adalah  saham modal perseroan diterbitkan di atas atau di bawah pari
4.    Kewajiban kontinjen pemeang saham yang  dibeli pada harga di bawah nilai pari:
a)    kewajiban kepada kreditur perusahaan, bukan kepada perush itu sendiri.
b)    menjadi kewajiban yang sebenarnya hanya jika jumlah di bawah pari harus dikumpulkan untuk  membayar kreditur jika perusahaan  dibubarkan
c)    tanggungjawab pemegang sertifikat asli pada saat pembubaran perusahaan  kecuali oleh kontrak dimana tanggungjawab pemegang ini dialihkan kepada pemegang lain.

 

Formalitas Pembagian Laba

hal yang  perlu diperhatikan:

1.    Pembagian kepada pemilik harus mematuhi hukum perseroan,
2.    Pembagian kepada pemegang saham harus disetujui oleh dewan komisaris/direksi (board of directors),
3.    Dividen harus sesuai dengan kontrak saham modal seperti hal preferensi, partisipasi dan lain-lain.

 

 

Akuntasi Utk Penerbitan Saham

Saham Nilai Pari

Ä  Penerbitan saham dg nilai pari, sebagai berikut:
  1. Saham disetor atau saham biasa, memperlihatkan nilai pari saham terbitan perseroan.
  2. Modal disetor yg melebihi nilai pari atau tambahan modal disetor atau agio saham. Menunjukkan kelebihan atas nilai pari yg disetor oleh pemegang shm sbg ganti saham yg diterbitkan. Kelebihan di atas nilai pari mjd bagian modal disetor perush,
  3. Diskonto atau Disagio Saham. Menunjukkan bhw saham diterbitkan di bawah nilai pari. Pemegang shm yg diterbitkan di bawah nilai pari dpt diminta membayar jumlah diskonto jika diperlukan utk melindungi kreditur dari kerugian bila perusahaan  dilikuidasi.

Contoh Colonial Corporation menjual seratus lbr saham dg harga Rp1.100 dg nilai pari Rp5 per saham. Pencatatan pembukuannya:
Kas
1.100

   Saham Biasa

500
   Modal Disetor yg Melebihi Nilai Pari (Agio Saham Biasa)

600

Jika diterbitkan saham pengganti senilai Rp300, maka pencatatnnya sbb:
Kas
300

Modal Disetor yang Melebihi Nilai Pari (Agio Saham Biasa)
200

    Saham Biasa

500

Ä  Pada kasus pencatatan jurnal secara resmi harus  dilakukan untuk otorisasi saham, perlu memperhatikan hal berikut:
  1. saham preferen atau saham biasa yg diotorisasi. Menunjukkan jumlah total darisaham modal yang diotorisisi.
  2. saham preferen atau saham biasa yg belum diterbitkan. Menunjukkan total saham otorisasi yang  belum diterbitkan. jika saham yang belum diterbitkan dikurangkan dari jumlah saham yang otorisasi, diperoleh jumlah saham yang telah diterbitkan

Saham Tanpa Nilai Pari
Alasan penerbitan saham tanpa nilai pari:
  1. menghindari kewajiban kontinjen yang mungkin timbul jika saham dengan nilai pari diterbitkan dengan disagio
  2. jika saham tak mempunyai nilai pari, timbul kerancuan antara nilai pari & nilai wajar.

Contoh Video electronic corp didirikan dg 10.000 lembar saham biasa yang diotorisasi tanpa nilai pari. Tak ada pencatatan selain memo, yang  perlu dibuat untuk k otorisasi karena tak ada jumlah uang yg terlibat. Jika 500 lembar saham kmd diterbitkan dg harga Rp10 per saham, pencatatannya sbb:
Kas
5.000

   Saham Biasa – tanpa nilai pari

5.000

Jika 500 lbr shm lagi diterbitkan seharga Rp11 per saham, pencatatannya sbb:
            Kas
5.500

   Saham Biasa – tanpa nilai pari

5.500

Ä  Saham tanpa nilai pari hrs dicatat pd harga penerbitannya tanpa tambahan modal disetor atau disagio.
Ä  Nilai tetapan (stated value) adl nilai minimum dimana saham tak dpt diterbitkan di bawah nilai itu.
Contoh 1000 lbr shm, nilai tetapan Rp5 diterbitkan Rp15 per lbr & pembayaran tunai, pembukuannya sbb:
Kas
15.000

   Saham Biasa

15.000
Atau
Kas
15.000

   Saham Biasa

5.000
   Tambahan Modal disetor yg melebihi Nilai Tetapan

10.000

 

Saham Dijual Atas Dasar Pesanan (Subscription)

1.    Dilakukan jika:
  1. perush kecil melakukan “go public”
  2. perseroan menawarkan saham kepada pegawainya agar karyawan berpartisipasi dalam kepemilikan perusahaan . Hanya dilakukan pembayaran sebagian & saham tak diterbitkan  hingga harga pesanan penuh diterima.

2.    Akuntansi utk saham dipesan:
  1. saham biasa atau preferen yang dipesan, menunjukkan kewajiban perseroan untuk menerbitkan saham setelah pembayaran akhir saldo pesanan.
  2. piutang pesanan (subscriptions receivable), menunjukkan jumlah yang harus ditagih sebelum saham pesanan akan diterbitkan.
3.    Pemesan yang telah menandatangani kontrak pesanan, memiliki hak & keistimewaan yang sama sebagai pemegang saham yang mempunyai saham yang beredar

Contoh Lubradite Corp. menawarkan shm atas dsr pesanan pd masy ttt & berhak membeli 10 lbr shm (nilai pari Rp5) seharga Rp20 per shm. 50 org menerima tawaran perush & akan membayar 50% uang muka & 50% lagi pd akhir bulan keenam.

Pd tgl penerbitan
Piutang pesanan
10.000

   Saham Biasa yg Dipesan

2.500
   Tambahan Modal disetor yg Melebihi Nilai Pari

7.500
(utk mencatat penerimaan pesanan 500 lembar saham)


Kas
5.000

    Piutang Pesanan

5.000
(utk menctt penerimaan angsuran I: 50% dr total jml tempo shm yg dipesan)

ketika pembayaran akhir diterima & saham diterbitkan, ayat jurnalnya adl:

Enam bulankemudian
Kas
5.000

   Piutang pesanan

5.000
(utk mencatat penerimaan angsuran akhir shm pesanan)


Saham Biasa yg dipesan
2.500

    Saham Biasa

2.500
(utk menctt penerbitan 500 lbr shm stlh penrimaan angsuran akhir dr pemesan)   


Saham Diterbitkan Dlm Gabungan dengan  Surat Berharga Lain (Lump Sum)
1. Dua metoda alokasi:
  1. Metoda Proporsional
  2. Metoda Inkremental

Metoda Proporsional

1.    Jika nilai pasar atau dasar lain tersedia, maka nilai lump sum dialokasikan atas surat berharga scr proporsional, yaitu rasio surat berharga thdp total.
2.    Contoh 1000 lbr shm dg stated value Rp10 memiliki harga pasar Rp20 per shm & 1000 lbr shm preferen dg nilai Rp10 & harga pasar Rp12 per shm diterbitkan dg nilai lump sum Rp30.000; alokasi sbb:

Nilai pasar wajar saham biasa (1000 x Rp20)          Rp20.000
Nilai pasar wajar saham prefren  (1000 x Rp12)           12.000
Nilai pasar wajar agregat                                                       Rp32.000

Alokasi utk saham biasa
=
Rp20.000
x
Rp30.000
=
Rp18.750
Rp32.000
Alokasi utk saham preferen
=
Rp12.000
x
Rp30.000
=
Rp11.250
Rp32.000
Total Alokasi





Rp30.000








Metoda Inkremental

Jika nilai pasar wajar tak dpt ditentukan, metoda inkremental digunakan. Nilai pasar surat berharga digunakan sbg dasar alokasi nilai shm yg diketahui & sisanya dialokasikan pd shm yg nilai pasarnya tak diketahui.

Contoh 1000 lbr shm biasa dg nilai tetapan Rp10 & harga pasar Rp20 per shm & 1000 lbr shm preferen dg nilai pari Rp10 tak memiliki harga pasar yg diterbitkan dg nilai lump sum Rp30,000, alokasi sbb:

Lump sum





Rp30.000
Alokasi utk saham biasa (1,000 saham x nilai pasar Rp20)

20.000

Saldo yg dialokasikan utk saham preferen

Rp10.000









Jika tak ada nilai pasar wajar yg dpt ditentukan utk setiap kelas saham yg terlibat dlm pertukaran sekaligus, alokasi hrs dilakukan scr arbitrer.
Arbitrer digunakan agar dpt dilakukan penyesuaian jika nilai pasar masa depan terbentuk.

 

Saham yang  Diterbitkan dalam Transaksi Bukan Kas
Jika saham diterbitkan utk jasa/kekayaan selain kas, maka kekayaan/jasa dicatat pd nilai pasar wajar saham yg diterbitkan atau pd nilai pasar wajar saham dr penerimaan bukan kas, masa yg dpt ditentukan scr lebih jelas.

saham yan belum diterbitkan atau saham treasuri (shm diterbitkanyang  telah dibeli kembali tetap belum ditarik) dapat ditukar dengan kekayaan/jasa, dengan memperhatikan:
a)    Diket nilai pasar wajar shm treasuri, digunakan utk menilai kekayaan/jasa
b)    Tak diket nilai pasar shm treasuri, digunakan nilai pasar wajar kekayaan/jasa

Contoh prosedur pencatatan penerbitan 10.000 lbr shm biasa dg nilai pari Rp10 yg diukur dg suatu paten.
1.    Nilai pasar wajar paten blm dpt ditetapkan ttp nilai pasar wajar atas shm diket Rp140.000
Paten
Rp140.000

   Saham Biasa

Rp100.000
   Modal disetor yg Melebihi Nilai Pari

Rp40.000

2.    Nilai pasar wajar dr shm blm dpt ditentukan, ttp nilai pasar wajar dr paten ditetapkan Rp150.000
Paten
Rp150.000

   Saham Biasa

Rp100.000
   Modal disetor yg Melebihi Nilai Pari

Rp50.000

3.    Nilai pasar wajar dr shm maupun dr paten blm dpt ditentukan. Konsultan yg independen menetapkan nilai paten Rp125.000 & dewan komisaris setuju.
Paten
Rp125.000

   Saham Biasa

Rp100.000
   Modal disetor yg Melebihi Nilai Pari

Rp25.000

 

Penilaian Atas Saham
Perusahaan dapat menilai/assessment pemegang saham pd jumlah tambahan di atas nilai kontribusi sebenarnya, kmd menetapkan apakah saham yg semula dijual pd disagio atau agio.

Jika saham semula dinilai pd disagio, hasil tambahannya dikredit pd perkiraan disagio. Jika saham semula diterbitkan pd nilai agio, perkiraan Modal Disetor yg Berasal dr Penilaian dikredit.

BIAYA PENERBITAN SAHAM

1. Biaya yg berkaitan dg akuisisi modal perush dr penerbitan surat berharga:
  1. Biaya pengacara
  2. Biaya akuntan publik
  3. Biaya penjamin (underwriter) & komisi
  4. Pengeluaran pencetakan & pengiriman sertifikat & laporan registrasi
  5. Beban utk pengajuan pd SEC/bursa saham
  6. Bebab administrasi & klerikal utk penyiapan
  7. Biaya iklan penerbitan

2. Dua metoda akuntansi utk biaya penerbitan awal
  1. Memperlakukan biaya penerbitan sbg pengurangan atas jumlah yg disetor, krn tak berkaitan dg operasi perush
  2. Memperlakukan biaya penerbitan sbg biaya pendirian

Reakuisisi Saham
1. Sebab perush membeli kembali sahamnya yg beredar:
a)    Utk memenuhi kontrak kompensasi saham karyawan atau memenuhi kebutuhan merger yg potensial
b)    Menambah laba per saham dg mengurangi saham yg beredar.
c)    Utk menghindari usaha pengambilalihan atau mengurangi jumlah pemegang saham
d)    Membentuk pasar bagi saham.
e)    Utk mengurangi operasi.

Metoda Akuntnasi Untuk Sahan Treasuri
Dua metoda akuntansi utk shm treasuri
  1. Metoda Biaya; mendebet saham treasuri utk biaya reakuisisi & dilaporkan sbg pengurang modal disetor & laba ditahan di neraca
  2. Metoda Nilai Pari; menctt transaksi shm treasuri pd nilai pari & melaporkannya sbg pengurang atas saham modal

Saham Treasuri Diperhitungkan pada Biaya
  1. Perkiraan shm treasuri didebet utk biaya shm yg dibeli & dikredit ketika shm diterbitkan kembali.
  2. Dlm metoda biaya, harga yg diterima utk saham pd saat diterbitkan mula-mula tak mempengaruhi ayat jurnal utk menctt akuisisi & penerbitan kembali shm treasuri.

 

Contoh

1.    1000 lembar saham biasa dg nilai pari Rp100 diterbitkan dg harga Rp110
Kas
Rp110.000

   Saham Biasa

Rp100.000
   Modal disetor yg Melebihi Nilai Pari

10.000

2.    100 lembar saham biasa dibeli kembali pd harga Rp112
Saham Treasuri
Rp11.200

   Kas

Rp11.200

3.    10 lembar saham treasuri diterbitkan kembali pd Rp112
Kas
Rp1.120

   Saham Treasuri (10 shm pd Rp112 per lbr)

Rp1.120

4.    10 lembar saham treasuri diterbitkan kembali pd Rp130
Kas
Rp1.300

   Saham Treasuri (10 shm pd Rp112 per lbr)

Rp1.120
    Modal Disetor dr Saham Treasuri

180

5.    10 lembar saham treasuri diterbitkan kembali pd Rp98
Kas
Rp980

Modal Disetor dari Saham Treasuri
140

    Saham Treasuri (10 shm pd Rp112 per lbr)

Rp1.120



6.    10 lembar saham treasuri diterbitkan kembali Rp105
Kas
Rp1.060

Modal Disetor dari Saham Treasuri
40

Laba Ditahan
30

    Saham Treasuri (10 shm pd Rp112 per lbr)

Rp1.120



Saham Treasuri yang Dihitung pada Nilai Pari
Dasar teori: pembelian atau akuisisi lainnya atas saham treasuri sebenarnya merupakan penarikan konstruktif atas saham tersebut. Biaya akuisisi dari saham treasuri diperbandingkan dengan jumlah yang  diterima pada saat penerbitan awal. Lebih bi akuisisi di atas harga penerbitan awal dibebankan pada Laba Ditahan. harga penerbitan awal melebihi harga beli saham treasuri dibebankan pada Modal Disetor Saham Treasuri

Contoh
1.    1000 lembar saham biasa dg nilai pari Rp100 diterbitkan dg harga Rp110
Kas
Rp110.000

   Saham Biasa

Rp100.000
   Modal disetor yg Melebihi Nilai Pari

10.000

2.    100 lembar saham biasa dibeli kembali pd harga Rp112
Saham Treasuri (100 lb pd nilai pari Rp100)
Rp10.000

Modal Disetor yg Melebihi Nilai Pari
1.000

Laba Ditahan
200

   Kas

Rp11.200

3.    100 lembar saham biasa dibeli kembali pd Rp98
Saham Treasuri (100 lb pd nilai pari Rp100)
Rp10.000

Modal Disetor yg Melebihi Nilai Pari
1.000

   Kas

Rp9.800
   Modal Disetor dr Saham Treasuri

1.200

4.    100 lembar saham biasa dibeli kembali pd Rp105
Saham Treasuri (100 lb pd nilai pari Rp100)
Rp10.000

Modal Disetor yg Melebihi Nilai Pari
1.000

   Kas

Rp10.500
   Modal Disetor dr Saham Treasuri

500

5.    100 lembar saham treasuri diterbitkan kembali pd Rp115
Kas
Rp11.500

    Saham Treasuri (100 shm pd nilai pari Rp100)

Rp10.000
    Modal Disetor yg Melebihi Nilai Pari

1.500

6.    100 lembar saham treasuri diterbitkan kembali Rp104
Kas
Rp10.400

    Saham Treasuri (100 shm pd nilai pari Rp100)

Rp10.000
    Modal Disetor yang Melebihi Nilai Pari

400

7.    100 lembar saham treasuri diterbitkan kembali Rp94
Kas
Rp9.400

Modal Disetor dari Saham Treasuri
600

    Saham Treasuri (100 saham pada nilai pari Rp100)

Rp10.000

 

Penarikan Saham Treasuri

Contoh: penarikan 10 lembar  biasa dengan nilai pari Rp100 yg diterbitkan padaRp110
Metoda Biaya
Metoda Nilai Pari
Jika saham treasuri dibeli pd Rp112
Saham Biasa                           1.000
Modal Disetor yang
   Melebihi Nilai Pari                    100
Laba Ditahan                                20
        Saham Treasuri                          1.120

Saham Biasa                   1.000
     Saham Treasuri                 1,000
Jika saham treasuri dibeli pd Rp98
Saham Biasa                           1.000
Modal Disetor yang
   Melebihi Nilai Pari                   100
        Modal Disetor dr Penarikan
             Saham Biasa                            120
         Saham Treasuri                            980


Saham Biasa                   1.000
     Saham Treasuri                 1.000

Saham Treasuri Di Neraca
3.    Pelaporan shm treasuri pd neraca berdasarkan metoda biaya atau nilai pari

Metoda Biaya untuk Melaporkan Saham Treasuri
Ekuitas pemegang saham
   Saham biasa Rp1 pari; otorisasi 2jt lb; diterbitkan 1,5jt lb
Tambahan modal disetor
   Total modal disetor
Laba ditahan
   Total modal disetor & laba ditahan
Dikurangi: biaya saham treasuri (80.000 lb)
   Total ekuitas pemegang saham

Rp1.500.000
   3.600.000
   5.100.000
   4.781.484
   9.881.484
    (480.000)                              
  Rp9.401.484

Metoda Nilai Pari Utk Melaporkan Saham Treasuri
Ekuitas pemegang saham
   Saham biasa Rp1 pari; otorisasi 2 juta lembar ; diterbitkan 1,5juta lembar
Dikurangi: saham treasuri (80.000 lb pd nilai pari)
Saham biasa yang beredar
Tambahan modal disetor
   Total modal disetor
Laba ditahan
   Total ekuitas pemegang saham

Rp 1.500.000
       (80.000)
    1.420.000
  3.200.000
    4.620.000
     4.781.484
Rp 9.401.484

karakteristik saham preferen
         Saham preferen (SP) adl shm dg keistimewaan  krn memiliki preferensi yg tak dimiliki oleh shm biasa. Kelebihan SP (seringkali berkaitan dg penerbitan):
1.    Preferensi atas deviden
2.    Prefrensi atas aktiva pd saat likuidasi
3.    Dapat dikonversi ke saham biasa
4.    Dapat ditebus opsi perseroan
5.    Tak mpy hak suara.

Keistimewaan Saham Preferen
1.    Kumulatif. Dividen tak dibayar pd suatu th hrs dibayarkan th berikutnya sblm laba dpt dibagikan kpd pemegang shm biasa.
2.    Partisipasi. Pemegang shm preferen partisipasi membagi rata dg pemegang shm biasa pd pembagian laba di luar tk yg ditentukan.
3.    Konvertibel. Pemegang shm dpt menukar shm preferen dg shm biasa pd rasio yg telah ditentukan sblmnya, berdasarkan hak opsinya.
4.    Dapat ditarik (callable). Perush penerbit shm dpt menarik atau menebus berdasar hak opsi, shm preferen yg beredar pd tgl ttt di masa depan & pd harga yg ditentukan.

Tambahan Modal Disetor
Transaksi dasar yg mempengaruhi tambahan modal disetor adl
Tambahan Modal Disetor
1.    Disagio shm modal yg diterbitkan
2.    Penjualan shm treasuri di bawah harga pokok
3.    Penyerapan kekurangan dlm suatu rekapitulasi (kuasi-reorganisasi)
4.    Pengumuman dividen likuidasi
1.       Agio shm modal yg diterbitkan
2.       Penjualan shm treasuri di atas harga pokok
3.       Modal tambahan yg timbul pd rekapitalisasi atau revisi pd struktur modal (kuasi-reorganisasi)
4.       Penilaian tambahan pd pmg shm
5.       Konversi obligasi konvertibel atau shm preferen
6.       Pengumuman dividen shm “kecil” (biasa)



Pos-Pos Ekuitas Tambahan

Modal donasi & revaluasi

               Pos lain yang dilaporkan pada ekuitas pemegang saham sebagai suatu bentuk modal tambahan yaitu modal donasi dan modal revaluasi atau modal apresiasi yang belum direalisasi. Modal donasi berasal dari hibah kepada perush oleh pegang saham & kreditur. Modal revaluasi berasal dari kenaikkan atau penurunan aktiva dari harga pokok

Klasifikasi ekuitas pemegang saham hrs dibedakan:
1                       
Saham Modal
4
Modal Revaluasi
2
Tambahan Modal Disetor
5
Laba Ditahan
3
Modal Donasi



demikian ulasan yang dapat kami sampaikan moga bermanfaat. Amin.....

Mata Dunia

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pengertian Ekuitas

Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

Loading...
Loading...