Materi akuntansi manajemen, akuntansi biaya, akuntansi keuangan, akuntansi pajak, akuntansi pemerintahan, perbankkan dan Analisis ekonomi

Thursday, January 26, 2017

Pengertian, Tujuan, Manfaat, Klasifikasi dan Metode Penyusunan Laporan Arus Kas

Pengertian, Tujuan, Manfaat, Klasifikasi dan Metode Penyusunan Laporan Arus Kas- Laporan Arus Kas merupakan bagian Informasi dari laporan keuangan. Informasi arus kas suatu perusahaan berguna bagi para pemakai laporan keuangan sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas, dan menilai kebutuhan perusahaan untuk menggunakan arus kas tersebut.

Pengertian, Tujuan, Manfaat, Klasifikasi dan Metode Penyusunan Laporan Arus Kas
Arus Kas (Cash Flow)


Di Indonesia, usaha untuk meningkatkan pengungkapan laporan keuangan di tandai dengan dikeluarkannya Standar Akuntansi (SAK) pada tanggal 7 September 1994 oleh Ikatan Akuntasni (IAI) yang mulai berlaku tanggal 1 Januari 1995. Dalam pernyataan SAK atau PSAK No. 2 dinyatakan bahwa perusahaan harus menyusun laporan arus kas dan harus menyajikan laporan tersebut sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan untuk setiap periode penyajian pelaporan keuangan. Tujuan utama dari laporan arus kas adalah memberikan informasi yang reevan tentang penrimaan dan pengeluaran kas suatu unit usaha selama periode tertentu.



1.    Pengertian Arus Kas

Kas adalah alat pembayaran yang dimiliki perusahaan dan siap digunakan untuk investasi maupun menjalankan operasi perusahaan setiap saat dibutuhkan. Karena itu, kas mencakup semua alat pembayaran yang dimiliki perusahaan yang disimpan di dalam perusahaan maupun di bank dan siap dipergunakan. Fungsi kas adalah untuk membayar semua aktivitas yang dilakukan perusahaan, baik dalam operasi sehari-hari maupun untuk investasi.



Arus kas adaah arus masuk dan arus keluar kas dan setara kas dan Laporan Arus Kas adalah suatu laporan tentang aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan di dalam suatu periode tertentu, beserta penjelasan tentang sumber-sumber penerimaan dan pengeluaran kas tersebut.



2.    Tujuan Dan Manfaat Laporan Arus Kas

Pada mulanya laporan arus kas belum merupakan bagain dari laporan keuangan, karena sebelum tahun 1971 pelaporan yang ada direkomendasikan oleh Generally Accepted Accounting Principles (GAAP) hanya neraca dan laporan laba/rugi. Dalam perekembangan berikutnya yang dilatar belakangi oleh keinginanan investor, kreditor dan pemakai lainnya muncul laporan dana sebagai bagian dari laporan keuangan.



American Institute of Certified Public Accountant (AICPA:1961) mengakui pentingnys penggunaan laporan arus kas dan mensponsori riset mengenai hal ini. Financial Accounting Standard Board (FASB:1987) menerbitkan laporan keuangan tahunan setelah tanggal 15 Juli 1988. Seperti yang pernah dinatakan oleh Lawson dan Lee (1972) bahwa, “............Cash flow and not profit is the end result of entity activity. Profit is an abstaction, cash is a physical resources.” Wolk, Francis & Tearney 1992:340)



Terdapat banyak pengertian tentang laporan arus kas, diantaranya: “The Statements of cash flows is a primary statements that reports the cash receipt, cash payment and net change form the operating, investing and financial activities of and enterprise during a period in a format that reconciles the beginning and ending cash balance.” (Keyso & Wygant 1987:114).



Laporan arus kas baru diwajibkan pada tahun 1987 dengan dikeluarkannya Statement of Financial Accounting Standar (SFAS) No. 95 oleh FASB tentang Statement of Cash Flow yang kemudian menjadi efektif sebagai bagian dari laporan keuangan tahunan setelah tanggal 15 Juli 1988. Merekomendasikan untuk memasukan laporan arus kas untuk menaksirkan likuiditas perusahaan, fleksibilitas perusahaan dan keuangan, profitabilitas dan risiko.



Informasi arus kas suatu perusahaan berguna bagi para pemakai laporan keuangan sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas, dan menilai kebutuhan perusahaan untuk menggunakan arus kas tersebut. Dalam proses pengambilan keputusan ekonomi, para pemakai laporan keuangan perlu melakukan evaluasi terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas serta kapasitas perolehannya.



Arus kas merupakan jiwa bagi setiap perusahaan dan fundamental bagi eksitensi sebuah perusahaan serta menunjukan dapat tidaknya perusahaan membayar semua kewajibannya. Laporan arus kas disusun dengan tujuan untuk memberikan informasi historis mengenai perubahan kas dan setara kas dari suatu perusahaan, dengan mengklasifikasikan arus kas berdasarkan aktivitas operas, investasi dan pendanaan.


Apabila digunakan bersama laporan keuangan lainnya seperti laporan posisi keuangan, laporan laba/rugi kompehensif. Laporan arus kas mempunyai kegunaan memberikan informasi untuk:

1) Mengetahui perubahan aktiva bersih, struktur keuangan dan kemampuan mempengaruhi kas.

2)   Menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas.

3)   Mengembangkan model untuk menilai dan membandingkan nilai sekarang arus kas masa depan dari berbagai perusahaan.

4)   Dapat menggunakan informasi arus kas historis sebagai indikator jumlah waktu dan kepastian arus kas masa depan.

5)  Menilai kecermatan taksiran arus kas masa depan dan menentukan hubungan antara profitabilitas dan arus kas bersih serta dampak perubahan harga.



Laporan arus kas melaporkan penerimaan kas dan pengeluaran kas baik dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Informasi tersebut akan membantu menunjukkan bagaimana mungkin sebuah perusahaan yang melaporkan kerugian tetap dapat membrli aktiva tetap atau membayar dividen. Pelaporan kenaikan dan penurunaan kas bersih menjadi barguna bagi investor, krecditor dan piak lainnya ingin mengetahui apa yang sedang terjadi dengan sumber dana perusahaan yang saling likuid yaitu kas.



3.    Kas dan Setara Kas

Kas adalah saldo kas (cash on hand) dan rekening giro (demand) deposit. Setara kas (cash equivalent) adalah investasi yang sifatnya sangat likuid, berjangka pendek dan yagn dapat dengan cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah yang dapat ditentukan dan memilki risiko perubahan nilai yang tidak signifikan.

1)    Investasi segera jatuh tempoΓ  tiga bulan atau kurang
2)    Saham tidak termasuk kecuali preferen yang jatuh temponya telah ditentukan
3)    Cerukan (bank overdraft) termasuk dalam kas / setara kas


Arus kas tidak termasuk mutasi antara pos-pos yang termasuk kas atau setara kas



4.    Klasifikasi Laporan Arus Kas

Perusahaan menyajikan arus kas dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan dengan cara paling sesuai dengan bisnis perusahaan.



Klsifikasi menurut aktivitas memberikan informasi yang memungkinkan para pengguna laporan untuk menilai pengaruh aktifitas terhadap posisi keuangan perusahaan serta jumlah kas dan setara kas. Berikut klasifikasi arus kas, yaitu:

1)    Aktivitas Operasi

Menurut PSAK No. 2 Aktivitas Operasi adalah Aktivitas Penghasi utama pendapatan entitas dan aktvitas lain yang bukan merupakan aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan



2)    Aktivitas Investasi

Menurut PSAK No.2 Aktivitas Investasi adalah perolehan dan peepasan aset jangka panjang serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas.



3)    Aktivitas Pendanaan

Menurut PSAK No.2, Aktivitas Pendanaan adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jum;ah serta komposisi kontribusi moda dan pinjaman entitas.



Secara ringkas, arus kas dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan seperti yang dinyatakan dalam Standar Akuntansi Keuangan adalah sebagai berikut:

Aktivitas Airan Kas
Penerimaan
Pengeluaran
1.    Arus Kas dari Aktivitas Operasi

a. Penerimaan dan pengeluaran kas oleh perusahaan asuransi sehubungan dengan premi, klaim, anuitas dan manfaat asuransi lainnya.
b. Penerimaan kas dari penjualan barang atau jasa
c. Penerimaan kas royalty, fee, komisi dan pendapatan lain.
d. Penerimaan dan pembayaran kas dari kontrak untuk tujuan transaksi dan perdagangan
a.   Pembayaran kas atau penerimaan kembali pajak penghasilan
b.   Pembayaran kas kepada pemasok barang dan jasa
c.    Pembayaran Gaji Karyawan

2.    Arus Kas dari Aktivitas Investasi
a.    Penerimaan kas dari penjualan tanah, banguan dan peralatan
b.    Perolehan saham atau instrument keuangan lain
a.    Pembayaran kas untuk membeli aktiva tetap, aktiva tak berwujud dan aktiva jangka panjang
b.    Uang muka dan pinjaman yang diberikan kepada pihak lain serta pelunasannya.
c.    Pembayaraan kas sehubungan dengan future contracts, forward contracts, option contracts dan
swap contracts

3.    Arus kas dari aktivitas pendanaan

a.    Penerimaan kas dari emisi saham atau instrument lainnya.
b.    Penerimaan kas dari emisi obligasi, pinjaman, wesel, hipotik dan pinjamaan lainnya
a.    Pembayaraan kas kepada pemegang saham untuk menarik dan menebus saham perusahaan
b.    Pelunasan pinjaman
c.    Pembayaran kas oleh penyewa guna usaha untuk mengurangi saldo kewajiban yang berkaitan dengan sewa guna usaha





5.    Pola Normal Arus Kas

Pola normal arus kas masuk positif atau arus kas negatif yang dilaporkan pada laporan arus kas berbedabeda dari tiap aktivitas. Dari aktivitas operasi kebanyakan perusahaan menghasilkan arus kas positif, apabila arus kas negatif dari aktifitas operasi pada suatu periode adalah indikator adanya masalah yang serius atau sebagai akbiat besarnya kas keluar untuk peluncuran produk.



Mengutip dari Y.W Karsono (2001;51) bahwa apabila operasi perusahaan tidak menghasilkan kas positif, perusahaan harus mencari sumber dana dari luar untuk mrmbiayai operasi rutinnya, apabila perusahaan tidak memiliki cadangan saldo kas yang dibawa dari periode sebelumnya.



Arus kas dari aktifitas investasi biasanya berpola negatif, menunjukan bahwa pada waktu normal, kebanyakan perusahaan menggunkan kas memperluas atau menambah aktiva jangka panjangnya. Sebah perusahaan dengan arus kas positif dari aktivitas investasi berarti menjual aktiva jagka panjang/asset yang tidak terpakai melebihi dana lebih cepat daripada menukarkannya dengan yang baru.



Tidak ada panduan umum yang bias dibuat tentang arus kas dari aktivitas pendanaan. Pada perusahaan yang sehat, angkanya bias saja positif atau negatif. Sebagai contoh, arus kas yang positif dari aktivitas pendanaan mungkin merupakan tanda bahwa sebuah perusahaan sedang melakukan ekspansi dengan cepat sehingga tidak dapat menyediakan kas yang cukup untuk itu.  Maka, kas tambahan harus ada dari pendanaan. Tambahan ini bias diperoleh dari pihak luar seperti kreditur dan penjualan saham.



Arus kas negatif dari aktivitas pendanaan dapat saja dilaporkan oleh perusahaan yang mapan yang telah mencapai tahap stabil dan memiliki kelebihan kas dari aktivitas operasi yang bias digunakan untuk membayar hutang atau membayar dividen tunai yang besar. Pola arus kas merupakan gambaran umum tentang posisi keuangan perusahaan dalam siklus hidupnya.



6.    Metode Penyusunan Laporan Arus Kas

Sebagaimana telah disampaikan pada makalah ini, arus kas yang terjadi di dalam perushaan dibagi ke dalam tiga aktivitas sumber kas, yaitu: aktivitas operasi, investasi dan Pendanaan. Secara umum terdapat dua metode dalam penyusun laporan arus kas, yaitu metode langsung dan metode tidak langsung. Baik metode langsung maupun tida langsung membagi sumber penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan ke dalam tiga kelompok sumber kas tersebut.

1)    Metode Langsung

Suatu metode penyusunan laporan arus kas dimana dirinci sema aliran masuk dan aliran keluar dari aktivitas-aktivitas operasi. Metode langsung menghitung saldo operasi dari selisih antara kas masuk dari pendapatan usaha dengan kas keluar untuk beban usaha perusahaan.



Sedangkan arus kas dari aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan dihitung dengan mencari selisih antara arus kas masuk dan arus kas keluar pada masingmasing kelompok sumber kas tersebut. Arus kas bersih masing-masing kategori dijumlahkan untuk menghasilkan arus kas bersih total, yang kemudian ditambahkan dengan saldo kas pada awal periode sehingga menghasilakn saldo kas pada akhir periode tersebut.



2)    Metode Tidak Langsung

Suatu metode penyusunan lapran arus kas, di mana dibuat rekonsiliasi antara laba yang dilaporkan dengan aliran kas. Metode tidak langsung dimulai dengan laba bersih usaha dan mengubahnya menjadi arus kas bersih dari aktivitas operasi. Sedangkan arus kas dari aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan dihitung dengan mencari selisih antara arus kas masuk dan arus kas keluar pada masing-masing kelompok sumber kas tersebut. Arus kas bersih dari masing-masing kategori dijumlahkan untuk menghasilkan arus kas bersih total, yang kemudian ditambahkan dengan saldo kas pada awal periode sehingga menghasilkan saldo kas pada skhir periode tersebut.



Setiap sumber peneriman kas harus dapat dibuat rinciannya tentang berapa banyak uang yang diperoleh dari setiap sumber tersebut. Setiap sumber pengeluaran juga harus dapat dibuat rinciannya tentang berapa banyak uang yang dibutuhkan untuk aktivitas tersebut Dari perbedaan jumlah dan waktu aliran dana yang diterima dan aliran dana keluar, akan terlihat tingkat keseimbangan antara keduanya. Sehingga pada bagian akhir dari laporan arus kas dapat diketahui jumlah kas yang dimiliki suatu perusahaan.


demikian ulasan yang dapat kami sampaikan moga bermanfaat. Amin....😊😊😊😊😊😊😊😊

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Pengertian, Tujuan, Manfaat, Klasifikasi dan Metode Penyusunan Laporan Arus Kas

Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

Loading...
Loading...