Materi akuntansi manajemen, akuntansi biaya, akuntansi keuangan, akuntansi pajak, akuntansi pemerintahan, perbankkan dan Analisis ekonomi

Saturday, January 21, 2017

Pengertian, Tujuan, komponen-komponen, dan Keterbatasan Pengendalian Intern




Untuk menjaga aktiva, memastikan akurasi, kejujuran dan efisiensi penanganan sumber-sumber daya dan pencatatan transaksi-transaksinya setiap perusahaan harus mempunyai sistem pengendalian intern. Pengendalian intern tidak menghilangkan kekeliruan, kesalahan dan kecurangan-kecurangan yang terjadi pada perusahaan, tapi pengendalian intern dimaksudkan untuk dapat mengetahui kasalahan dengan cepat dan segera menanganinya, menekan serendah mungkin masalah-masalah tersebut.

Pengertian, Tujuan, komponen-komponen, dan Keterbatasan Pengendalian Intern
Pengendalian Intern
1.    Pengertian Pengendalian Intern
Pengendalian intern sangat penting bagi kelagsungan kegiatan perusahaan. Tanpa pengendalian intern yang baik bisa menyebabkan perusahaan tidak memperoleh laba yang optimal bahkan bisa menyebabkan perusahaan gulung tikar.

Pengertian pengendalian intern dalam buku Accounting yang diterjemahkan oleh Aria Farahmita dkk,  adalah:
Pengendalian internal (internal control) adalah kebijakan dan prosedur yang melindungi aktiva perusahaan dari kesalahan penggunaan, memastikan bahwa informasi usaha yang disajikan akurat dan meyakinkan bahwa hukum serta peraturan telah diikuti.” (Warren Reeve Fess, 2005:235)
Dari pengertian diatas dapat diuraikan bahwa manajemen bertanggungjawab menyiapkan laporan keuangan untuk investor, kreditor dan para pemakai lainnya baik secara hukum maupun profesionalnya untuk meyakinkan bahwa informasi disajikan secara benar, jujur dan dapat dipercaya.

Pengendalian dalam suatu organisasi bertujuan untuk mendorong penggunaan sumber dayanya termasuk pegawai secara efektif dan efisien untuk mengoptimalkan tujuan organisasi. Pengendalian juga dimaksudkan untuk mengawasi manajemen agar setiap kegiatan perusahaan tidak bertentangan dengan undang-undang yang berlaku, meskipun undang-undang tersebut tidak berkaitan langsung dengan kegiatan perusahaan.

Dari definisi pengendalian intern diatas terdapat beberapa konsep dasar berikut:
a.    Pengendalian intern merupakan suatu proses. Pengendalian intern merupakan suatu proses untuk mencapai tujuan tertentu. Pengendalian intern merupakan suatu rangkaian tindakan yang menjadi bagian tidak terpisahkan, bukan hanya sebagai tambahan dari infra struktur perusahaan.
b.    Pengendalian intern dijalankan oleh orang. Pengendalian intern bukan hanya terdiri dari pedoman kebijakan dan formulir, namun dijalankan oleh orang dari setiap jenjang organisasi yang mencakup dewan komisaris, manajemen dan personel lain.
c.    Pengendalian intern dapat diharapkan mampu memberikan keyakinan memadai, bukan keyakinan mutlak bagi manajemen dan dewan komisaris perusahaan. Keterbatasan yang melekat dalam semua sistem pengendalian intern dan pertimbangan manfaat dan pengorbanan dalam pencapaian tujuan pengendalian menyebabkan pengendalian intern tidak dapat memberikan keyakinan mutlak.
d.    Pengendalian intern ditujukan untuk mencapai tujuan yang saling berkaitan antara pelaporan keuangan, kepatuhan dan operasi.

2.    Tujuan Pengendalian Intern
Seperti  yang telah disebutkan oleh definisi-definisi pengendalian intern diatas, tujuan pengendalian intern adalah untuk memberikan keyakinan memadai dalam pencapaian tiga golongan tujuan.
Berdasarkan buku Auditing, tiga tujuan pengendalian intern  adalah:
“(1) keandalan informasi keuangan, (2)  kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku, (3) efektivitas dan efisiensi operasi.” (Mulyadi, 2002:180)

Tiga golongan tujuan diuraikan sebagai berikut:
1.    Reliability of Financial Reporting (Keandalan Laporan Keuangan)
Manajemen bertanggungjawab atas menyiapkan laporan keuangan untuk investor, kreditur, dan para pemakai lainnya. Manajemen mempunyai tanggung jawab baik hukum dan profesional untuk meyakinkan bahwa informasi tersebut disiapkan secara wajar dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.
2.    Efficiency and Effectiveness of Operations (Efisiensi dan Efektivitas Operasional)
Kendali dalam suatu organisasi dimaksudkan untuk mendorong penggunaan yang efektif dan efisien atas sumber dayanya, mencakup personil, untuk mengoptimalkan sasaran perusahaan. Bagian penting dari kendali ini adalah informasi yang akurat untuk pengambilan keputusan intern. Berbagai informasi digunakan untuk membuat keputusan bisnis. Bagian penting lainnya dari efektivitas dan efisiensi adalah melindungi aktiva dan arsip perusahaan. Aktiva fisik suatu perusahaan dapat dicuri, disalahgunakan, atau hancur secara tidak sengaja kecuali jika mereka dilindungi oleh kendali yang cukup. Hal yang sama berlaku untuk aktiva non fisik seperti piutang dagang, dokumen penting (kontrak pemerintah yang rahasia), dan catatan (buku besar umum dan jurnal). Melindungi aktiva dan catatan tertentu telah menjadi makin penting sejak kehadiran sistem komputer. Sejumlah besar informasi yang disimpan pada media komputer dapat hancur jika tidak ada perhatian untuk melindungi mereka. Melindungi arsip juga mempengaruhi keandalan laporan keuangan.

3.    Compliance With Aplicable Laws and Regulations (Kepatuhan Ketentuan Hukum dan Regulasi yang Diterapkan)
Setiap kegiatan perusahaan tidak boleh bertentangan dengan ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku, meskipun hukum dan peraturan tersebut tidak berkaitan secara langsung dengan kegiatan perusahaan.

3.    Komponen-Komponen Pengendalian Intern
Agar tujuan pengendalian intern tercapai maka diperlukan komponen-komponen pengendalian intern yang saling berhubungan. Apabila salah satu komponen tidak mencukupi maka keseluruhan pengendalian intern tidak akan berjalan efektif walaupun komponen lainnya sangat efektif.

Pengendalian intern meliputi lima kategori pengendalian yang dirancang dan diimplementasikan oleh manajemen untuk memberikan jaminan bahwa sasaran hasil pengendalian manajemen akan terpenuhi.

Menurut “Standar Profesional Akuntan Publik”, lima komponen pengendalian intern tersebut adalah:
“Pengendalian intern terdiri dari lima komponen yang saling terkait berikut ini:
a. Lingkungan pengendalian menetapkan corak suatu organisasi, mempengaruhi kesadaran pengendalian orang-orangnya. Lingkungan pengendalian merupakan dasar untuk semua komponen pengendalian intern, menyediakan disiplin dan struktur.

b. Penaksiran risiko adalah identifikasi entitas dan analisis terhadap risiko yang relevan untuk mencapai tujuannya, membentuk suatu dasar untuk menentukan bagaimana risiko harus dikelola.

c.  Aktivitas pengendalian adalah kebijakan dan prosedur yang membantu menjamin bahwa arahan manajemen dilaksanakan.

d. Informasi dan komunikasi adalah pengidentifikasian, penengkapan, dan pertukaran informasi dalam suatu bentuk dan waktu yang memungkinkan orang melaksanakan tanggungjawab mereka.

e. Pemantauan adalah proses yang menentukan kualitas kinerja pengendalian intern sepanjang waktu.” (IAI, 2001:319.2)


Dari kutipan diatas lima komponen pengendalian intern tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:
1.    Lingkungan Pengendalian (Control Environment)
Lingkungan pengendalian menciptakan suasana pengendalian dalam sautu organisasi dan mempengaruhi kesadaran personil organisasi tentang pengendalian. Lingkungan pengendalian perusahaan terdiri dari beberapa faktor sebagai beriku:
    1. Nilai integritas dan etika.
    2. Komitmen terhadap kompetensi.
    3. Dewan komisaris dan komite audit.
    4. Filosofi dan gaya operasi manajemen.
    5. Struktur organisasi.
    6. Pembagian wewenang dan pembebanan tanggung jawab.
    7. Kebijakan dan praktik sumber daya manusia.

2.    Penetapan Risiko (Risk Assesment)
Kesatuan perkiraan risiko yang timbul betrtujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis dan mengelola risiko yang berhubungan dengan persiapan laporan kauangan yang akan disajikan berdasarkan prinsip akuntansi yang diterima umum.

Penaksiran risiko manajemen harus mencakup pertimbangan khusus terhadap risiko yang dapat timbul dari perubahan keadaan, seperti:
    1. Perubahan dalam lingkungan operasi.
    2. Personel baru.
    3. Sistem informasi yang baru atau yang diperbaiki.
    4. Teknologi baru.
    5. Lini produk, produk atau aktivitas baru.
    6. Operasi luar negeri.
    7. Standar akuntansi baru.

3.    Informasi Komunikasi (Information and communication)
Tujuan dari laporan informasi dan komunikasi adalah untuk mengidentifikasi, mengumpulkan, mengklasifikasikan, menganalisa, mancatat dan melaporkan transaksi dalam perusahaan serta menyelenggarakan pertanggungjawaban terhadap asset perusahaan.

4.    Aktivitas Pengendalian (Control Activities)
Aktivitas pengendalian adalah kebijakan dan prosedur yang dibuat untuk memberikan keyakinan bahwa petunjuk yang dibuat oleh manajemen dilaksanakan serta tindakan yang diperlukan telah dilaksanakan untuk mengurangi risiko dalam pencapaian tujuan perusahaan. Aktivitas pengendalian digolongkan sebagai berikut:
    1. Pengendalian pengolahan informasi.
    2. Pemisahan fungsi yang memadai.
    3. Pengendalian fisik atas kekayaan dan catatan.
    4. Review atas kinerja.

5.    Pemantauan (Monitoring)
Pemantauan adalah proses penilaian kualitas kinerja pengendalian intern sepanjang waktu. Pemantauan dilaksanakan oleh personil yang semestinya melakukan pekerjaan tersebut, baik pada tahap desain maupun pengoprasian pengendalian, pada waktu yang tepat, untuk menentukan apakah pengendalian intern beroperasi sebagaimana yang diharapkan dan untuk menentukan apakah pengendalian intern tersebut telah memerlukan perubahan karena terjadinya perubahan keadaan.

4.    Keterbatasan Pengendalian Intern
Terlepas dari bagaimana bagusnya desain dan operasinya, pengendalian intern hanya dapat memberikan keyakinan mamadai bagi manajemen dan dewan komisaris berkaitan dengan pencapaian tujuan pengendalian intern perusahaan. Kemungkinan pencapaian tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan bawaan yang melekat dalam pengendalian intern.

 Berdasarkan buku Auditing, keterbatasan bawaan tersebut adalah:
Berikut ini adalah keterbatasan bawaan yang melekat dalam setiap pengendalian intern:
1. Kesalahan dalam pertimbangan. Seringkali, manajemen dan personel lain dapat salah mempertimbangkan keputusan bisnis yang diambil atau dalam melaksanakan tugas rutin karena tidak memadainya informasi.

2. Gangguan. Gangguan dalam pengendalian yang telah ditetapkan dapat terjadi karena personel secara keliru memahami perintah atau membuat kesalahan karena kalalaian, tidak adanya perhatian, atau kelelahan. Perubahan yang bersifat sementara atau permanen dalam personel atau dalam sistem dan prosedur dapat pula mengakibatkan gangguan.

3. Kolusi. Tindakan bersama beberapa individu untuk tujuan kejahatan disebut dengan kolusi (collusion). Kolusi dapat mengakibatkan bobolnya pengendalian intern yang dibangun untuk melindungi kekayaan entitas dan tidak terungkapnya ketidakberesan atau tidak terdeteksinya kecurangan oleh pengendalian intern yang dirancang.

4. Pengabaian oleh manajemen. Manajemen dapat mengabaikan kebijakan atau prosedur yang telah ditetapkan untuk tujuan yang tidak sah seperti keuntungan pribadi manajer, penyajian kondisi keuangan yang berlebihan, atau kepatuhan semu. Contohnya adalah manajemen melaporkan laba yang lebih tinggi dari jumlah sebenarnya untuk mendapatkan bonus lebih tinggi bagi dirinya atau untuk menutupi ketidakpatuhannya terhadap peraturan perundangan yang berlaku.

5. Biaya lawan manfaat. Biaya yang diperlukan untuk mengoperasikan pengendalian intern tidak boleh melebihi manfaat yang diharapkan dari pengendalilan intern tersebut. Karena pengukuran secara tepat baik biaya maupun manfaat biasanya tidak mungkin dilakukan, manajemen harus memperkirakan dan mempertimbangkan secara kuantitatif dan kualitatif dalam mengevaluasi biaya dan manfaat suatu pengendalian intern. (Mulyadi, 2002:181)

Berdasarkan kutipan diatas dapat diketahui bahwa pengendalian intern tidak dapat menghilangkan semua masalah-masalah yang dihadapi oleh perusahaan. Pengendalian intern memiliki keterbatasan yang mendasar, sehingga pengendalian intern hanya berfungsi untuk mengetahui masalah-masalah yang terjadi dengan cepat dan menekan serendah mungkin masalah dan kecurangan-kecurangan yang terjadi dalam perusahaan.

Demikian yang dapat kami sampaikan moga bermanfaat bagi kita semua. Aminn

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Pengertian, Tujuan, komponen-komponen, dan Keterbatasan Pengendalian Intern

Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

Loading...
Loading...