Materi akuntansi manajemen, akuntansi biaya, akuntansi keuangan, akuntansi pajak, akuntansi pemerintahan, perbankkan dan Analisis ekonomi

Monday, January 23, 2017

Pengertian, Sejarah Perkembangan dan Dasar-Dasar Akuntansi Syariah Menurut Hukum Islam

Pengertian, Perkembangan dan Dasar-Dasar Akuntansi Syariah Menurut Hukum Islam- Menginjak era informasi dan teknologi yang semakin menyatuh dengan diri manusia, perlu dikembangkan dan dipertahankan sistem akuntansi yang relevan dengan perkembangan zaman dan tidak melenceng dari koridor-koridor syari’ah Islam. Dalam beberapa tahun terakhir ini, dunia akuntansi digegerkan oleh beberapa kasus diluar konsep akuntansi yang ada dan merugikan orang banyak. Keberadaan akuntansi konvensioanal yang beraliansi komunis dan sosialis diadopsi dari nilai-nilai barat mulai beberapa abad silam.

Pengertian, perkembangan dan dasar-dasar akuntansi syariah menurut Hukum islam
Akuntansi Syariah

Untuk mengimbangi perkembangan zaman dalam dunia akuntansi dan nilai-nilai syari’ah Islam agar tetap kokoh, maka perlu kiranya untuk dikembangkannya akuntansi syari’ah dalam mengatasi permasalahan yang dalam perkembangannya mengalami banyak hambatan dan permasalahan. Adanya akuntansi syari’ah menjadi salah-satu pendobrak sistem ekonomi kapitalis, dimana banyak diantara mereka yang percaya dengan sistem yang ada dalam dunia Islam, yaitu system syari’ah salah satunya sistem akuntansi syari’ah.

Sistem akuntansi syari’ah sendiri memiliki prinsip-prinsip dan ciri-ciri khas tersendiri dalam aplikasi akuntansi di lembaga keuangan syari’ah dan selalu menjungjung tinggi nilai-nilai syari’ah Islam yang berasaskan Al-Qur’an. Al-Qur’an sendiri banyak meyinggung tentang perlakuan dan aplikasi akuntansi secara wajar, benar dan akurat. Sehingga diharapkan dengan adanya akuntansi syari’ah dapat meninggakatkan kualitas sebagai pengendali keuangan perusahaan atau sejenisnya sehingga berdampak pada terciptanyan masyarakat yang adil dan makmur serta terwujudnya baldatun thoyyibatun warobbun ghafur.

A.   Akuntansi Syariah
Definisi umum dari syariah adalah aturan yang telah ditetapkan Allah SWT untuk dipatuhi oleh manusia dalam menjalani segala aktifitas hidupnya didunia. Jadi, Akuntansi syariah dapat diartikan sebagai proses akuntansi atas transaksi-transaksi yang sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan Allah SWT. Oleh sebab itu, akuntansi syariah diperlukan untuk mendukung kegiatan yang harus dilakukan sesuai syariah, karena tidak mungkin dapat menerapkan akuntansi yang sesuai dengan syariah jika transaksi yang akan dicatat oleh proses akuntansi tersebut tidak sesuai dengan syariah.

Informasi yang disajikan oleh akuntansi syariah untuk pengguna laporan lebih luar tidak hanya data financial juga mencakup aktivitas perusahaan yang berjalan sesuai dengan syariat serta memiliki tujuan social yang tidak terhindarkan dalam islam. Misalnya adanya kewajiban membayar zakat.

Akuntansi syariah juga dibutuhkan dan berbeda dengan akuntansi konvensional mengingat dilahirkan dari sistem nilai dan aturan yang berbeda, sebagaimana dijelaskan oleh Harahap (2004) dapat disimpulkan sebagai berikut :
 
Perbedaan Akuntansi syariah dan Akuntansi Konversional
Perbedaan Akuntansi syariah dan Akuntansi Konversional
Sejarah Perkembangan Akuntansi Syariah
1.    Periode sebelum tahun 2002

Walaupun Bank Muamalat sudah beroperasi sejak tahun 1992 namun dengan sampai tahun 2002 belum ada PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) yang mengatur, sehingga  pada periode ini masih mengacu pada PSAK 31 tentang akuntansi perbankan walaupu7n tidak dapat digunakan sepenuhnya terutama paragraf paragraf yang bbertentang dengan prinsip syariah seperti perlakuan akuntansi untuk kredit. Selain itu juga mengacu pada accounting Auditing Standard for Islamic Financial Insntitution yang disusun oleh Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institution, suatu badan otonom yang didirikan 27bmaret 1991 di bahrain.

2.    Periode tahun 2002 – 2007

Pada periode ini sudah ada PSAK 59 tentang Akuntansi Perbankan Syariah. Yang dapat digunakan sevagai acuan akuntansi untuk bank umum syariah. Bank perkreditan rakyat syariah dan kantor cabang syariah sebagaimana tercantum dalam ruang lingkup PSAK tersebut.

3.    Tahun 2007 –  sekarang

Pada periode ini DSAK (Dewan Standar Akuntansi Keuangan) mengeluarkan PSAK syariah yang merupakan perubahan dari PSAK 59. KDPPLKS (Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Syariah) dan PSAK syariah, digunakan baik oleh entitas syariah maupun entitas konvesional yang melakukan transakssi syariah baik sektor publik maupun sektor swasta. Dengan demikian, saat5b inin di indonesia selain memiliki PSAK syariah juga ada standar akuntansi keuangan (PSAK) konversi IFRS, SAK ETAP (Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik) yang diluncurkan secara resmi pada tanggal 17 juli 2009 dan standar Akuntansi Pemerintahan.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa ada nya akuntansi syariah memiliki 2 alasanutama, yaitu: suatu tuntutan atas pelaksanaan syariah dan adanya kebutuhan akibat pesatnyaperkembangan transaksi syariah.

B.   Islam Dan Syariah Islam
Menurut bahasa kata islam berasal dari kata asalama, yuslimu, islaman, yang artinya tunduk dan patuh, menurut terminologi yang digambarkan oleh Nabi Muhammad saw dalam sabda beliau :

 “Islam adalah bahwasanya engkau bersaksi bahwa sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah dan bahwa sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah, engkau menegakkan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan shaum Ramadhan, dan menunaikan ibadah haji ke Baitullah -- jika engkau berkemampuan melaksanakannya.” (HR Muslim)

Oleh karena itu, kata islam adalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, nabi terakhir dan penutup para nabi. Agama islam berbeda dengan agama-agama lain yang ada saat ini dan diyakini umat islam, sebagai kelanjutan dari agama para nabi sebelum Nabi Muhammad SAW, yang tidak lain adalah nabi terakhir atau penutup para nabi.

Inti dari ajaran para nabi adalah tauhid , yaitu tindakan mengesakan Allah ( Tauhidullah ) disertai sikap pasrah, tunduk dan patuh kepada Allah, sebagai syarat mutlak bagi seorang untuk disebut sebagai seorang mukmin. Tanpa sikap itu maka dia masih disebut kafir. Iblis misalnya, meskipun ia mengakui Allah sebagai satu-satunya Tuhan, tetapi karena ia membangkang, maka dalam Al-Quran dia disebut sebagai kafir. (QS 2:34).

Sikap ridha untuk bertuhan Allah, disertai sikap tunduk dan patuh kepada-Nya inilah, yang harus dimiliki oleh setiap orang yang mengaku sebagai orang yang mukmim (orang yang beriman). Jadi, pengikut agama islam adalah orang yang bertuhan satu dan yang satu itu adalah Allah SWT, orang yang memeluk agama islam disebut muslim. Orang yang bertuhan satu tetapi yang satu itu adalah iblis misalnya, maka ia bukan pengikut agama tauhid, dia adalah penyembah iblis, bukan penyembah Allh SWT. Orang yang bertuhan satu tetapi yang satu itu adalah Firaun misalnya, maka ia bukan pemeluk agama tauhid, tetapi ia telahh berlaku syirik karena telah menyekutukan Allah dengan yang lain.

Menurut islam, hidup dan kehidupan manusia didunia adalah bagian kecil dari perjalanan panjangnya menuju Allah. Kehidupan manusia setelah diciptakan oleh Allah dimulai dari alam roh dan kemudian dilanjutkan di alam rahim ibu. Manusia kemudian lahir dan mulai hidup serta berkehidupan di alam dunia, sampai dia meninggal. Namun demikian, kematian bukanlah akhir perjalanan manusia, tetapi awal perjalanan dialam kubur yang kemudian dilanjutkan di alam akhiratyang kekal abadi menuju Allah. Bahkan menurut hadir riwayat Muslim, Dunia adalah lading akhirat (addunya mazra’atul akhirat) dan karena itu, nasib seseorang di akhirat nanti sangat bergantung pada apa yang dikerjakannya di dunia.

Apabil dia ingin menginginkan kehidupan yang baik di akhirat maka dia harus menjalani kehidupan di dunia ini sesuai dengan tuntunan Allah serta selalu berusaha agar hari esoknya (di dunia dan akhirat ) menjadi lebih bai. Jadi tidak mungkin muslim yang baik menjadi penghambat kemajuan peradaban sebagaimana firman Allah pada (QS 59:18).

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.


C. Dasar-Dasar Ajaran Islam
1. Aqidah
Aqidah adalah sistem keyakinan yang mendasari seluruh aktivitas muslim. Ajaran Islam berisikan tentang apa saja yang mesti dipercayai, diyakini, dan diimani oleh setiap muslim. Karena agama Islam bersumber kepada kepercayaan dan keimanan kepada Allah swt, maka aqidah merupakan sistem kepercayaaan yang mengikat manusia kepada Islam. Seorang manusia disebut muslim jika dengan penuh kesadaran dan ketulusan bersedia terikat dengan sistem kepercayaan Islam. Karena itu, aqidah merupakan ikatan dan simpul dasar dalam Islam yang pertama dan utama.

Aqidah dibangun atas 6 dasar keimanan yang lazim disebut Rukun Iman. Rukun iman meliputi : iman kepada Allah swt, para malaikat, kitab – kitab, para Rasul, hari akhir, dan Qodha dan Qadar.

Allah berfirman dalam QS.An-Nisa’, ayat 136 .Artinya  “ Wahai orang yang beriman, tetaplah beriman kepaada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang diturunkan kepada rasul-Nya serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barang siapa ingkar kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-Nya, Rasul-Nya, hari Kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh- jauhnya”.

2. Syari’ah
Syariah dalam bahasa arab memiliki arti jalan yang di tempuh atau garis yang seharusnya dilalui.Dari sisi terminologi,syariah bermakna pokok pokok aturan hukum yang digarisoleh Allah SWT untuk dipatuhi dan dilalui oleh seorang muslim dalam menjalani segala aktifitas hidupnya (ibadah) di dunia. Hukum asal ibadah mahdhah adalah segala sesuatu dilarang untuk dikerjakan, kecuali yang  dibolehkan dalam Al-Qur’an atau dicontohkan Nabi Muhammad melalui As-Sunnah. Sebaliknya,hukum asal ibadah muamalah adalah segala sesuatu dibolehkan, kecuali ada larangan dalam Al-Qur’an atau As-Sunnah.

Aturan mengenai ibadah muamalah
1.  Hukum keluarga (ahwalus syakhsiyah) yang mengatur hubungan suami istri,anak dan keturunantermasuk sistem waris.
2.  Hukum privat (ahkamul madaniyah) yaitu hukum hukum yang berhubungan denganhak manusia satu sama lain dalam tukar menukar kebendaan dan manfaat,seperti jual beli,perserikatan dagang,sewa menyewa,utang piutang.
3.  Hukum pidana (ahkamul jinaiyah) hukum acara(ahkamul murafaat) yang berhubungan dengan peradilan,persaksian,bukti bukti,sumpah dan sebagainnya.
4.  Hukum perundang-undangan (ahkamul dusturiyah) yaitu hukum yang berhubungan dengan azas dan cara pembuatan undang undang.
5.  Hukum internasional (ahkamul dauliyah) yaitu hukum yang mengatur hubungan negara islam dengan negara non-islam dalam bidang-bidang perdamaian,keamanan,perekonomian,kebudayaan,dan lain-lain.
6.  Hukum ekonomi dan keuangan (ahkamul iqtishadiyah maliyah) yaitu hukum hukum yang mengatur sumber sumber keuangan dan pengeluarannya,hak fakir miskn,dan hubungan keuangan antara pemerintah dan warga negaranya.


3. Akhlak
Akhlaq sering juga disebut sebagai ihsan (dari kata Arab ‘hasan’, yang berarti baik). menurut Nabi SAW : “Ihsan adalah engkau beribadat kepada Tuhanmu seolah-olah engkau melihat-Nya sendiri, kalaupun engkau tidak melihat-Nya, maka Ia melihatmu.” (HR.Muslim).

Akhlak dalam islam Mengatur hubungan manusia dengan Allah,dengan Rasul,dengan sesama manusia dan alam serta dengan dirinya sendiri.Tuntutan untuk akhlak kepada Allah dan Rasul sebagaimana dalam (QS 3:31-32)

Katakanlah: Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosamu, Allah maha pengampun lagi maha penyayang.”
Katakanlah: ”Taatilah Allah dan RasulNya jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berbuat zalim”

Tuntunan akhlak kepada diri sendiri terdapat dalam (QS 2:44)
Mengapa kamu suruh orang lain kebaktian, sedang kamu melupakan dirimu sendiri padahal kamu membaca Al Kitab? Maka tidaklah kamu berpikir”

Tuntunan akhlak kepada sesama manusia terdapat dalam (QS 2;83) dan (QS 31;17-19) Hai anakku dirikanlah shalat dan suruhlah orang mengerjakan yang baik, dan cegahlah dari perbuatan yang munkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan.

Dan janganlah kamu memalingkan muka dari manusia, dan janganlah kamu berjalan dimuka bumi dengan angkuh, sesungguh nya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri

Tuntunan akhlak kepada alam terdapat dalam (QS 2:30),(QS 59:21),dan (QS 10;23)
Tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka,malah mereka berbuat kezalimanmu bahayanya akan menimpa dirimu sendiri,itu hanya kenikmatan hidup duniawi,selanjutnya kepada kami-lah kembalimu,kelak akan kami kabarkan kepadamu apa yang telah kam perbuat.

4.    Hukum Islam
secara istilah disebut juga hukum syara’ adalah hukum Allah yang mengatur perbuatan manusia yang didalamnya mengandung tuntutan untuk dikerjakan oleh para mukallaf atau ditinggalkannya atau yang mengandung pilihan  antara dikerjakan dan ditinggalkan oleh ara mukalaf. Hukum syara’ hanya dapat diambil dari sumber-sumber hukum Islam, yaitu Al Qur’an, As Sunnah, ijma’ sahabat nabi, dan qiyas .

Empat mazhab fiqh yang bersumber dari para ahli fikih seperti Al imam Abu Hanifah, Al Imam Malik, Al imam Syafi’ie,dan Al Imam Ahmad bin Hanbali,mengklasifikasikan hukum islam menjadi lima.
1.     Wajib adalah Suatu perbuatan yang apabila dikerjakan akan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan akan mendapat dosa.
2.     Sunnah ialah perbuatan yang apabila dikerjakan akan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan,orang yang meninggalkannya tidak mendapat dosa.
3.     Haram ialah perbuatan yang apabila ditinggalkan,akan mendapat pahala dan apabila dikerjakan,orang yang mengerjakannya akan mendapat dosa.
4.     Makhruh ialah perbuatan yang apabila ditinggalkan,akan mendapat pahala dan apabila dikerjakan,tidak mendapat dosa.
5.     Mubah ialah suatu perbuatan yang bila dikerjakan,tidak mendapat pahala,dan bila ditinggalkan tidak mendapat dosa.


Sasaran Hukum Islam Dalam akuntansi syariah
1.    Penyucian Jiwa

Penyucian jiwa dimaksudkan agar manusia mampu berperan sebagai sumber kebaikan,bukan sumber keburukan  bagi masyarakat dan lingkungannya.Hal ini dapat tercapai apabila manusia dapat beribadah dengan benar yaitu dengan hanya mengabdi kepada tuhan yang benar benar merupakan pencipta,pemilik,pemelihara dan penguasa alam semesta,bukan kepada yang mengaku tuhan serta dengan cara yang benar pula.

2.    Menegakan keadilan dalam masyarakat

Keadilan disini adalah meliputi segala bidang kehidupan manusia termasuk keadilan dari sisi hukum,sisi ekonomi,dan sisi peraksian.semua manusia akan dinilai dan di perlakukan Allah secara sama,tanpa melihat kepada latar belakang strata,agama,kekayaaan,keturunan, warna kulit dan sebagainya.sebagaimana di jelaskan dalam  QS 5:8.

“Dan jaganlah sekali-kali kebencian terhadap suatu kaum,mendorong kamu untuk berlaku tidak adil.berlaku adilah,karena adil itu lebih dekat kepada takwa”

“sesungguhnya Allah(menyuruh) kamu berlaku adil dan berbuat kebajikan,memberi kepada kaum kerabat,dan Allah melarang dari perbuatankeji,kemungkaran dan permusuhan”(QS 16:90)

3.    Mewujudkan kemaslahatan manusia

Semua ketentuan Al-Quran dan As-Sunah mempunyai manfaat yang hakiki yaitu mewujdkan kemasalahatn manusia,karena Al-Quran berasal dari Allah yang sangat mengatahui tabiat dan keinginan manusia,dan As-Sunah dari rasul yang mendapat bimbingan langsung dari Allah SWT.

4.    Memelihara agama (Al muhafazhah ‘alad dien)

Nilai-nilai yang dibawa oleh islam,membuat manusia menjadi lebih tinggi derajatnya daripada hewan.nilai islam melindungi kebebasan beragama,sebagaimana disebutkan dalam (QS 2:256)

“tidak ada pakssaan untuk memasuki agama islam;sesungguhnya telah jelas yang benar daripada jalan yang salah.”

Sikap muslim dalam hal ini adalah tidak bole memaksa ,membujuk,memberi materi agar seseorang mau masuk islam.rasullullah hanya menganjarkan agar setiap muslim menyampaikan firman Allah walaupun satu ayat.

Untuk memelihara agamanya,Allah mewajibkan manusia untuk shalat,zakat,puasa,haji.apabila manusia tidak melakukan peribadatan tersebut maka di mata Allah ia akan mendaptkan dosa karena tidak menjalankan apa yang di perintahnya.

5.    Memelihara jiwa (Al muhafazhah ‘alan nafs)

Memelihara jiwa adlah hak untuk hidup secara terhormat agar manusia terhindar dari pembunuhan,penganiayan baik fisik maupun psikis,fitnah,caci maki dan perbuatan lainnya.

6.    Memelihara akal (Al muhafazhah ‘alal aqi)

Menjaga akal bertujuan agar tidak terkena kerusakan yang dapat mengakibatkan seseorang menjadi tak berguna lagi di masyarakat sehingga dapat menjadi sumber keburukan.
Akal merupakan salah satu unsur yang membedakan manusia dengan binatang.namum demikian,Al-Quran juga mengingatkan bahwa manusia dapat menjadi lebih hina daripda hewan bila tidak memiliki moral

7.    Memelihara keturunan(Al muhafazhah ‘alan nasi)

Memelihara keturunan adalah memelihara kelestarian manusia dan membina sikap mental generasi penerus agar terjalin rasa persahabatan dan perseretuan di antara sesama umat manusia.

Untuk mencapai tujuan tersebut ,di perlukan pernikahan sah,sesuai dengan ketentuan syariah,sehingga dapat terbentuk keluarga yang tentram dan saling menyayangi.

8.    Memelihara harta(Al muhafazhah ‘alal mal)

Menjaga harta,bertujuan agar harta yang dimiliki oleh manusia diperoleh dan digunakan sesuai dengan syariah.aturan syariah mengatur syariah mengatur proses perolehan dan pengeluaran harta.dalam memperoleh harta harus bebas dari riba,judi,menipu,merampok,mencuri dan tindakan lainya yang dapat merugikan orang lain.

Oleh karena itu,ada hukum potong tangan bagi si pencuri.dengan hukuman yang berat ini orang lain akan tahu bahwa dia adalah mantan pencuri,sekaligus akan mencegah orang lain untuk mencuri.

Dari penjelasan ini,sangat jelas bahwa ketentuan syariah bertujuan untuk kemaslahatan bagi manusia dan juga lingkungan nya. 


demikian ulasan yang dapat kami sampaikan moga bermanfaat, Aminn.......
Mata Dunia

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pengertian, Sejarah Perkembangan dan Dasar-Dasar Akuntansi Syariah Menurut Hukum Islam

Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

Loading...
Loading...