Materi akuntansi manajemen, akuntansi biaya, akuntansi keuangan, akuntansi pajak, akuntansi pemerintahan, perbankkan dan Analisis ekonomi

Saturday, January 21, 2017

Pengertian Efektivitas, Pengertian Keandalan, Pengendalian Intern, dan Hubungan Efektivitas Keandalan Pengendalian Intern Kas Terhadap Kewajaran Penyajian Laporan Arus Kas



Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata efektif mempunyai arti efek, pengaruh,akibat atau dapat membawa hasil. Jadi, efektivitas adalah keaktifan, daya guna, adanya kesesuaian dalam suatu kegiatan orang yang melaksanakan tugas dengan sasaran yang dituju. Efektivitas pada dasarnya menunjukkan pada taraf tercapainya hasil, sering atau senantiasa dikaitkan dengan pengertian efisien, meskipun sebenarnya ada perbedaan diantara keduanya. Efektivitas menekankan pada hasil yang dicapai, sedangkan efisiensi lebih melihat pada bagaiman cara mencapai hasil yang dicapai itu dengan membandingkan antara input dan outputnya (Siagaan, 2001: 24).


Pengertian Efektivitas, Pengertian Keandalan, Pengendalian Intern, dan Hubungan Efektivitas Keandalan Pengendalian Intern Kas Terhadap Kewajaran Penyajian Laporan Arus Kas
Efetivitas
1.    Pengertian Efektivitas
Suatu kegiatan perusahaan, menghasilkan informasi yang akan memberikan manfaat kepada para pemakainya apabila kegiatan tersebut dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang ditentukan. Pengendalian Intern Kas akan menghasilkan informasi yang berguna bagi para pemakainya apabila pengendalian intern tersebut sudah efektif.

Pengertian efektivitas dalam kamus yang berjudul “Kamus Besar Akuntansi”, bahwa efektivitas diartikan sebagai berikut:
“Effectiveness (efektivitas): tingkat dimana kinerja yang sesungguhnya (aktual) sebanding dengan kinerja yang ditargetkan.” (Ardiyos, 2001:360)

Dari definisi diatas dikatakan bahwa efektivitas adalah sesuatu yang tepat waktu, dilaksanakan dengan benar dan konsisten terhadap cara yang dipakai. Jadi efektivitas itu lebih mengacu kapada keberhasilan dari tujuan yang ingin dicapai. Suatu unit akan dikatakan efektif apabila tujuannya telah tercapai.

2.    Pengertian Keandalan
            Agar bermanfaat bagi para pemakainya suatu informasi harus andal. Suatu informasi yang terjaga keandalannya akan membantu dalam pengambilan keputusan yang tepat dan tidak menyesatkan.
Berdasarkan “Kamus Besar Akuntansi”,  yang dimaksud keandalan, yaitu:
“Reliability: Dalam pemeriksaan, menunjukkan kepercayaan atau keyakinan bahwa catatan-catatan keuangan telah dipersiapkan dengan tepat dan bahwa prosedur-prosedur akuntansi serta control internalnya berfungsi dengan baik.” (Ardiyos, 2001:788)

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud keandalan bukan hanya untuk informasi keuangan, untuk pengendalian intern akan disebut andal apabila pengendalian intern tersebut dilaksanakan dengan baik sesuai dengan fungsinya dan mengikuti aturan dan peraturan yang berlaku.

3.    Pengendalian Intern
            Untuk menjaga aktiva, memastikan akurasi, kejujuran dan efisiensi penanganan sumber-sumber daya dan pencatatan transaksi-transaksinya setiap perusahaan harus mempunyai sistem pengendalian intern. Pengendalian intern tidak menghilangkan kekeliruan, kesalahan dan kecurangan-kecurangan yang terjadi pada perusahaan, tapi pengendalian intern dimaksudkan untuk dapat mengetahui kasalahan dengan cepat dan segera menanganinya, menekan serendah mungkin masalah-masalah tersebut.

4.    Kas
Informasi yang akurat mengenai kas sangat penting karena dalam setiap transaksi/kegiatan perusahaan sebagian besar berawal dan berakhir pada perkiraan kas. Oleh karena itu konsep mengenai kas harus benar-benar dipahami.

Pengertian kas harus benar-benar dipahami untuk membedakan mana yang termasuk kas dan setara kas atau bukan. Hal ini sangat penting supaya transaksi yang bukan kas tidak dimasukan kedalam perkiraan kas ataupun sebaliknya.

Setara kas dimiliki untuk memenuhi komitmen kas jangka pendek bukan untuk investasi atau tujuan lain. Untuk memenuhi persyaratan setara kas, investasi harus segera dapat diubah menjadi kas dalam jumlah yang telah diketahui tanpa menghadapi risiko perubahan nilai yang signifikan. Karenanya suatu investasi baru dapat memenuhi syarat sebagai setara kas hanya jika segera akan jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dari tanggal perolehannya.

5.    Kewajaran Penyajian Laporan Arus Kas
Agar dapat digunakan dengan baik suatu informasi harus disajikan dengan wajar. Oleh karena suatu informasi akan membantu para pemakainya dalam mengambil kebijakan manajemen.

Laporan arus kas merupakan salah satu laporan keuangan pokok, disamping neraca dan laporan laba rugi. Jadi untuk pelaporan kepada pihak di luar perusahaan, laporan ini wajib dibuat.

Berdasarkan buku “Standar Akuntansi Keuangan”, yang dimaksud arus kas adalah: “Arus kas adalah arus masuk dan arus keluar kas atau setara kas.”(IAI, 2004:2.2)



Hubungan Efektivitas Keandalan Pengendalian Intern Kas Terhadap Kewajaran Penyajian Laporan Arus Kas

Mengingat keberadaan kas pada perusahaan sangat vital sebagai sumber pembiayaan operasi normal perusahaan, maka perusahaan perlu melakukan pengendalian intern. Pengendalian intern memiliki keterbatasan bawaaan yang telah dibahas sebelumnya. Maka diperlukan suatu  pengendalian intern kas yang efektif dan dapat diandalkan, yang dimaksud efektif dan dapat diandalkan adalah pengendalian intern dilaksanakan dengan baik sehingga tujuannya dapat tercapai.

Perhatian utama dalam menilai efektivitas keandalan pengendalian kas yaitu pada tujuan pengendalian intern kas yang ingin dicapai oleh perusahaan dengan menggunakan kuesioner. Lalu dari penilaian tersebut bisa mengidentifikasikan pegendalian intern kas dapat diandalkan dan efektif.

Kebanyakan prosedur yang berkaitan dengan pengendalian mempengaruhi lebih dari satu tujuan transaksi kas. Setelah menetapkan risiko pengendalikan juga perlu melakukan pengujian atas pengendalian (test of control) untuk menjamin bahwa pengendalian telah dilaksanakan dengan efektif.

 Tahap selanjutnya yaitu melakukan pengujian atas laporan arus kas, sehingga laporan arus kas dapat disajikan secara wajar sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan kebijakan akuntansi perusahaan.

Dengan melaksanakan pengendalian internal dengan baik, perusahaan dapat memiliki keyakinan yang lebih besar bahwa laporan keuangannya akan tersaji dengan wajar.

Demikianlah ulasan kami semoga bermanfaat buat kita semua, Aminnn,….

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :
Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

Loading...
Loading...