Materi akuntansi manajemen, akuntansi biaya, akuntansi keuangan, akuntansi pajak, akuntansi pemerintahan, perbankkan dan Analisis ekonomi

Monday, January 23, 2017

Pengertian Neraca dan Laba Rugi

Pengertian Neraca dan Laba Rugi- Neraca merupakan salah satu dari laporan keuangan yang paling penting. Hal ini karena neraca berisi mengenai harta kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan pada suatu periode tertentu. Selain itu, neraca juga berisi tentang utang serta modal perusahaan pada saat bersamaan. Neraca memiliki bagian-bagian yang seimbang. Sisi kiri memuat aktiva yang mencerminkan sumberdaya perusahaan. Sedangkan sisi kanan memuat kewajiban dan ekuitas pemilik yang mencerminkan klain terhadap sumberdaya yang dimiliki perusahaan. Keseimbangan antara sisi kiri dan kanan pada neraca tidak dapat diubah oleh transaksi apapun.


Neraca dan Laba Rugi
Neraca Dan LAba Rugi
Laba atau rugi sering dimanfaatkan sebagai ukuran untuk menilai prestasi perusahaan atau sebagai dasar ukuran penilaian yang lain, seperti laba per lembar saham. Unsurunsur yang menjadi bagian pembentuk laba adalah pendapatan dan biaya. Dengan mengelompokkan unsur-unsur pendapatan dan biaya, akan dapat diperoleh hasil pengukuran laba yang berbeda antara lain: laba kotor, laba operasional, laba sebelum pajak, dan laba bersih.

A.    Neraca
1.    Pengertian Neraca
Neraca adalah laporan keuangan yang menggambarkan posisis keuangan perusahaan dalam suatu tanggal tertentu atau a moment of time, atau sering juga disebut per tanggal tertentu misalnya per tanggal 31 Desember 2009. Posisi yang digambarkan adalah posisi harta, utang dan modal.

Menurut Jumingan (2011;13) neraca adalah suatu laporan yang sistematis tentang aktiva (assets), utang (liabilities), dan modal sendiri (owner’s equity) dari suatu perusahaan pada tanggal tertentu, biasanya pada saat buku di tutup yakni akhir bulan, akhir triwulan atau akhir tahun.

2.    Klasifikasi neraca
a)   Aktiva
Aktiva merupakan bentuk dari penanaman modal perusahaan. Bentuknya dapat berupa harta kekayaan atau hak atas kekayaan atau jasa yang dimiliki oleh perusahaan yang bersangkutan. Harta kekayaan tersebut harus dinyatakan dengan jelas, diukur dalam satuan uang, dan diurutkan berdasarkan lamanya waktu atau kecepatannya berubah kembali menjadi uang kas.

b)   Utang
Utang menunjukkan sumber modal yang berasal dari kreditur. Dalam jangka waktu tertentu pihak perusahaan wajib membayar kembali atau wajib memenuhi tagihan yang berasal dari pihak luar tersebut. Pemenuhan kewajiban ini dapat berupa pembayaran uang, penyerahan barang atau jasa kepada pihak yang telah memberikan pinjaman kepada perusahaan.

c)   Modal sendiri
Modal sendiri merupakan sumber modal yang berasal dari pemilik perusahaan. Bersama-sama dengan modal yang berasal dari kreditur kemudian ditanamkan dalam berbagai bentuk aktiva perusahaan.

3.    Bentuk Penyusunan Neraca
Bentuk atau format neraca dapat disajikan dalam dua bentuk laporan yaitu;
a.    Skontro (rekening)
Laporan bentuk skontro atau rekening menyajikan rekening dalam dua sisi. Sisi kiri biasanya disebut Aktiva berisi semua akun klasifikasi Aktiva, dan sebelah kanan biasanya disebut Pasiva terdiri dari Kewajiban dan Modal. Berikut contoh neraca bentuk skontro (rekening):
Bentuk Penyusunan NeracaS kontro (rekening)
Bentuk Penyusunan NeracaS kontro (rekening)

b.    Stafel (laporan)
Laporan bentuk stafel atau laporan, penyajiannya dibuat secara berurutan mulai dari Aktiva, Kewajiban dan Ekuitas. Berikut contoh neraca bentuk stafel (laporan):
Bentuk Penyusunan NeracaStafel (laporan)
Bentuk Penyusunan NeracaStafel (laporan)

Dalam praktiknya neraca di susun untuk mengikuti kaidah-kaidah sebagai berikut:
1)    Harus disebutkan judul laporan yang memuat nama perusahaan, nama laporan (neraca), dan tanggal penyusunan laporan
2)    Dalam bentuk rekening (account form), di sebelah kiri selalu di beri judul “Aktiva” sedang di sebelah kanan selalu diberi judul “Utang dan Modal Sendiri”
3)    Dalam neraca, metode penilaian harta kekayaan dianut berdasarkan harga pokoknya (cost)
4)    Pos-pos dalam neraca harus di kelompokkan secara logis dan tepat
5)    Pos-pos yang tidak sejenis, tidak akan dikelompokkan tersendiri dalam neraca.
6)    Jumlah suatu kelompok atau subkelompok harus ditunjukkan dengan jelas
7)    Jumlah keseluruhan untuk kedua sisi harus sama atau seimbang
 (Aktiva = Utang + Modal sendiri)
8)    Laporan harus menunjukkan hal yang sebenarnya agar tidak menyesatkan, bila perlu dapat dicantumkan catatan kaki sebagai suplemen
9)    Harus digunakan judul pos-pos aktiva dan utang yang bersifat deskriptif
10) Untuk keperluan analisis laporan keuangan, jumlah sen dapat diabaikan atau dihilangkan


c.    Manfaat dari laporan neraca


Manfaat dari laporan neraca adalah aspek likuiditas dan fleksibilitas keuangan perusahaan. Likuiditas dan fleksibilitas keuangan merupakan kondisi tertentu yang harus dipelihara pada kapasitas yang mungkin untuk menghasilkan laba.

Likuiditas adalah suatu alat ukur untuk menilai kemampuan perusahaan untuk menunaikan utang-utangnya tepat pada waktu yang telah disepakati. Para pemasok dana jangka pendek sangat berkepentingan dengan likuiditas perusahaan. Sedangkanpara pemasok dana jangka panjang lebih memantau fleksibilitas keuangan perusahaan.

Fleksibilitas keuangan adalah suatu alat ukur untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mendapatkan sumber dana. Alat-alat likuiditas dan utang-utang perusahaan merupakan titik api dalam pembahasan mengenai likuiditas dan fleksibilitas keuangan.Kedua-duanya merupakan komponen neraca, sahingga neraca relevan untuk dipelajari oleh para pengambil keputusan.



B.    Laporan laba rugi
1.     Pengertian Laba Rugi
Laporan laba-rugi adalah salah satu laporan keuangan dalam akuntansi yang menggambarkan apakah suatu perusahaan mengalami laba atau rugi dalam satu periode akuntansi.

Setiap jangka waktu tertentu, umumnya satu tahun, perusahaan perlu memperhitungkan hasil usaha perusahaan yang dituangkan dalam bentuk laporan laba rugi.

2. Unsur-unsur laporan laba rugi
Adapun unsur-unsur laporan laba rugi adalah sebagai berikut:
a.    Penjualan
b.    Harga pokok penjualan
c.    Depresiasi
d.    Bunga
e.    Pendapatan sebelum pajak
f.     Pajak
g.    Laba setelah pajak


3. Bentuk-bentuk laporan laba rugi


a.    Single Step
Dalam bentuk single step semua jenis pendapatan (pendapatan usaha, dan pendapatan luar usaha dan pendapatan lain-lain) disusun dan dijumlahkan dalam satu kelompok. Kemudian disisihkan dengan jumlah semua jenis beban. Selisih jumlah pendapatan dengan jumlah beban merupakan saldo (sisa) laba atau saldo (sisa) rugi. Bentuk ini banyak digunakan dalam perusahaan jasa.
Bentuk Laporan Laba Rugi Single Step
Bentuk Laporan Laba Rugi Single Step
b.    Multiple Step
Penyusunan laporan laba-rugi dalam bentuk ini disusun secara bertahap mulai dari kelompok pendapatan dan beban usaha, pendapatan luar usaha dan beban luar usaha. Sampai dengan kelompok pendapatan lain-lain dan beban lain-lain. Bentuk multi step ini banyak digunakan di perusahaan dagang atau perusahaan industri.
Bentuk Laporan Laba Rugi Multiple Step
Bentuk Laporan Laba Rugi Multiple Step
4. Manfaat laporan laba rugi bagi perusahaan
Laporan laba/rugi yang disajikan perusahaan jasa pada akhir periode memiliki manfaat, antara lain:
a)    Menilai perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari kegiatan usahanya (rentabilitas).
b)    Menganalisis pemakaian modal usaha selama satu periode akuntansi.
c)    Mengetahui perkembangan perusahaan pada masa mendatang.
d)    Menjadikan laporan laba/rugi sebagai dasar pengambilan keputusan.





Dari semua apa yang telah saya paparkan di atas dapat di simpulkan, laporan dalam bentuk apapun sangat penting dalam pengevaluasian perkembangan perusahaan. Dengan laporan kita bisa mengetahui :


1)    Menilai perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari kegiatan usahanya (rentabilitas).
2)    Menganalisis pemakaian modal usaha selama satu periode akuntansi.
3)    Mengetahui perkembangan perusahaan pada masa mendatang.
4)    Menjadikan laporan laba/rugi sebagai dasar pengambilan keputusan
5)    Memberikan informasi tentang posisi keuangan perusahaan pada saat tertentu
6)    Menilai likuiditas dan kelancaran operasi perusahaan
7)    Menilai struktur pendanaan perusahaan
8)    Menganalisis komposisi kekayaan dan potensi jasa perusahaan
9)    Mengevaluasi potensi jasa atau sumber ekonomik yang dikuasai perusahaan




Demikianlah ulasan yang dapat kami sampaikan moga bermanfaat bagi kita semua. Amin……

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Pengertian Neraca dan Laba Rugi

Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

Loading...
Loading...