Materi akuntansi manajemen, akuntansi biaya, akuntansi keuangan, akuntansi pajak, akuntansi pemerintahan, perbankkan dan Analisis ekonomi

Sunday, January 15, 2017

Dasar Akuntansi keuangan


Di era globalisasi saat ini, semakin banyak perusahaan-perusahaan yang berdiri di Indonesia. Baik perusahaan sejenis maupun yang tidak sejenis. Setiap perusahaan pasti memiliki rencana keuangan yang berbeda-beda. Saat ini semua perusahaan wajib membuat suatu laporan yang berkaitan dengan perkembangan keuangan perusahaan dalam suatu periode tertentu.


Dasar Akuntansi keuangan
Dasar Akuntansi keuangan
Pihak-pihak yang memiliki kepentingan terhadap perkembangan suatu perusahaan sangatlah perlu untuk mengetahui kondisi keuangan suatu perusahaan tercermin dalam laporan keuangannya. Laporan keuangan dibuat dengan maksud memberikan gambaran kemajuan perusahaan secara periodik. Laporan keuangan terdiri dari data-data yang merupakan hasil dari kombinasi antara fakta yang telah dicatat, prinsip-prinsip, dan kebiasaan-kebiasaan dalam akuntansi serta pendapat pribadi yang tertuang dalam prinsip akuntansi Indonesia tahun 1984.

Definisi laporan keuangan yaitu suatu media informasi yang digunakan oleh suatu perusahaan untuk melaporkan keadaan dan posisi keuangan perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan yaitu pihak internal dan eksternal perusahaan yang bermanfaat bagi pihak tersebut dalam pengambilan keputusan secara ekonomi.

A. DEFINISI AKUNTANSI
Definisi akuntansi dapat dilihat dari 2 (dua) sudut pandang yaitu:
1.    Fungsi dan Kegunaan
Akuntansi merupakan aktivitas jasa yang berfungsi memberikan informasi kuantitatif mengenai kesatuan-kesatuan ekonomi terutama yang bersifat keuangan yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan.
2.    Proses Kegiatan
Akuntansi adalah seni mencatat, mengklasifikasi dan mengikhtisarkan transaksi-ttransaksi kejadian yang sekurang-kurangnya atau sebagaian bersifat keuangan dengan cara menginterpretasikan hasil-hasilnya.

Akuntansi dan Tata Buku 

Akuntansi lebih luas dari Tata Buku sebab Tata Buku hanyalah  pencatatan secara sistimatis transaksi/kejadian yang dinyatakan dengan nilai uang.

Cabang Akuntansi

Terdapat 3 (tiga) cabang akuntansi yaitu:
  1. Akuntansi keuangan
Adalah cabang akuntansi yang menghasilkan laporan keuangan bagi pihak ekstern seperti investor, kreditor, dan Bapepam.
  1. Akuntansi manajemen
Adalah cabang akuntansi yang menghasilkan laporan keuangan bagi pihak intern organisasi atau manajemen.
  1. Akuntansi Pemerintah
Adalah cabang akuntansi yang memproses transaksi-transaksi keuangan pemerintah yang menghasilkan laporan keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan APBN/APBD kepada rakyat melalui lembaga legislatif serta untuk kepentingan pihak-pihak yang terkait.

B. SIKLUS AKUNTANSI
Berdasar gambar di atas dapat kita uraikan bahwa siklus akuntansi adalah sebagai berikut:
a.    Pencatatan Data ke dalam dokumen sumber/bukti transaksi.
b.    Penjurnalan, yaitu menganalisis dan mencatat transaksi dalam jurnal (buku harian)
c.    Melakukan posting ke Buku Besar yaitu memindahkan debet dan kredit dari jurnal ke akun Buku Besar.
d.    Penyusunan Neraca Saldo yaitu menyiapkan Neraca Saldo unttuk mengecek keseimbangan Buku Besar.
e.    Membuat ayat jurnal penyesuaian dan memasukkan jumlahya pada Neraca Saldo.
f.     Membuat ayat-ayat penutup yaitu menjurnal dan memindahbukukan ayat-ayat penutup.
g.    Penyusunan Laporan Keuangan yaitu Laporan Rugi Laba, Laporaan Perubahan Modal dan Neraca.

C. PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI


                                        AKTIVA         =        HUTANG       +       MODAL

 


Aktiva                         = harta yang dimiliki perusahaan yang merupakan sumber 
     ekonomi. Contoh: kas, piutang, gedung dsb.
Utang              = kewajiban yang menjadi beban perusahaan
                           Contoh: utang pembelian kredit
Modal              = hak atau klaim pemilik atas aktiva perusahaan
   Contoh: Setoran modal oleh pemilik

D.   ANALISIS TRANSAKSI
1.    Transaksi yang mempengaruhi Aktiva
1.    Pembellian aktiva/aset secara tunai
Contoh       = suatu  perusahaan  produsen  minuman  membeli  sebuah 
   kendaraan seharga Rp 100.000.000,00 secara tunai
Analisis       = transaksi tersebut akan mempengaruhi aktiva yaitu kas
    perusahaan berkurang sebesar Rp 100.000.000,00 dan  kendaraan bertambah senilai Rp 100.000.000,00
 
2.    Pembelian aktiva/aset secara kredit
Contoh        = suatu perusahaan jasa foto copy membeli mesin foto kopi
   seharga Rp 50.000.000,00 secara kredit.
Analisis       = transaksi tersebut akan mempengaruhi aktiva yaitu
peralatan bertambah senilai Rp 50.000.000,00 dan hutang berkurang senilai Rp 50.000.000,00

3.    Penjualan aktiva/aset secara tunai
Contoh        = suatu perusahaan minuman menjual kendaraan seharga
   Rp 80.000.000,00 secara tunai
Analisis       = transaksi tersebut akan mempengaruhi aktiva yaitu kas
   perusahaan bertambah sebesar Rp 80.000.000,00 dan kendaraan perusahaan berkurang senilai Rp 80.000.000,00

4.    Penjualan aktiva/aset secara kredit
Contoh        = suatu perusahaan minuman menjual kendaraan seharga
  Rp 150.000.000,00 secara kredit
Analisis       = transaksi tersebut akan mempengaruhi aktiva yaitu
   kendaraan berkurang senilai Rp 150.000.000,00 dan piutang perusahaan bertambah sebesar Rp 150.000.000,00

2.    Transaksi yang mempengaruhi Utang
1.    Pembelian aktiva/aset secara kredit
Contoh        = suatu perusahaan membeli sebuah mesin secara kredit
   seharga Rp 200.000.000,00
Analisis       =  transaksi tersebut akan mempengaruhi utang yaitu
utang perusahaan bertambah sebesar Rp 200.000.000,00 dan peralatan bertambah sebesar Rp 200.000.000,00. 
2.    Pembayaran utang
Contoh        = suatu perusahaan membayar utang sebesar
   Rp 50.000.000,00
Analisis       =  transaksi tersebut mempengaruhi utang yaitu
Utang perusahaan berkurang sebesar Rp 50.000.000,00 dan kas berkurang sebesar Rp 50.000.000,00.

3.    Transaksi yang mempengaruhi Modal
1.    Penambahan investasi pemilik
Contoh        =  Mr. X melakukan penyetoran sebesar Rp 50.000.000,00
ke kas perusahaan sebagai tambahan modal.
Analisis       =  transaksi tersebut akan mempengaruhi modal yaitu
modal perusahaan bertambah sebesar Rp 50.000.000,00 dan kas perusahaan bertambah sebsesar Rp 50.000.000,00.

2.    Pengurangan investasi pemilik
Contoh        = Mr. T melakukan penarikan uang perusahaan untuk
keperluan pribadi sebesar Rp 25.000.000,-
Analisis       = transaksi tersebut akan mempengaruhi modal yaitu
modal perusahaan berkurang sebesar Rp 25.000.000,- dan kas berkurang sebesar Rp 25.000.000,-.

Latihan 1
Analisislah transaksi-transaksi sebagai berikut:
  1. Pembelian aktiva tetap secara tunai senilai Rp 2.000.000,00
  2. Penerimaan kas atas piutang perusahaan senilai Rp 200.000,00
  3. Pembelian aktiva tetap secara kredit senilai Rp4.000.000,00
  4. Pembayaran utang senilai Rp 100.000,00
  5. Penambahan investasi oleh pemilik sbesar Rp 3.000.000,00.
  6. Pengambilan untuk pribadi sebesar Rp 300.000,00.
E. BASIS AKUNTANSI
Basis akuntansi menyatakan saat pengakuan atas transaksi yang merupakan dasar pencatatan transaksi tersebut.
Terdapat 2 (dua) basis akuntansi yaitu basis kas dan basis akrual.
Basis Kas
Suatu transaksi yang diakui dan dicatat berdasarkan saat kas diterima dan dikeluarkan.
Basis Akrual
Suatu transaksi diakui dan dicatat berdasarkan pengaruh transaksi pada saat kejadian dan dicatat serta dilaporkan pada periode yang bersangkutan.


Latihan 2
Hotel SEPITRUS pada tanggal 2 Agustus 2002 menerima pembayaran dimuka sewa kamar dari seorang tamu hotel sebesar Rp 1.000.000,- untuk sewa kamar selama 4 hari.
Bagaimana pencatatan dan pelaporan transaksi tersebut dengan basis kas dan basis akrual?

Latihan 3
Pada tanggal 1 Januari 2000 telah dilakukan pembayaran biaya iklan untuk periode 24 bulan sebesar Rp. 24.000.000,-.
Bagaimana pencatatan dan pelaporan transaksi tersebut dengan basis kas dan basis akrual?

Mata Dunia

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Dasar Akuntansi keuangan

Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

Loading...
Loading...