Materi akuntansi manajemen, akuntansi biaya, akuntansi keuangan, akuntansi pajak, akuntansi pemerintahan, perbankkan dan Analisis ekonomi

Sunday, January 22, 2017

Akuntansi Merupakan Suatu Sistem Informasi Yang Sangat Penting



A.   Defenisi  dan tujuan Akuntansi sebagai sistem informasi
Akuntansi adalah seni dari pencatatan, penggolongan, dan peringkasan dengan suatu cara dalam nilai uang terhadap kejadian atau transaksi yang paling sedikit atau sebagian bersifat keuangan dan penafsiran terhadap hasil – hasilnya.

Akuntansi Merupakan Suatu Sistem Informasi Yang Sangat Penting
Akuntansi Merupakan Suatu Sistem Informasi Yang Sangat Penting
Dalam proses akuntansi akan dihasilkan sebuah laporan yang disebut Laporan keuangan. Dengan demikian, tujuan akuntansi adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.

Akuntansi dilaksanakan baik dalam perusahaan yang berorientasi mencari laba maupun dalam organisasi nirlaba. Salah satu penyebabnya adalah karena hal itu diharuskan oleh undang-undang. Namun, alasan utama mengapa akuntansi dilaksanakan dalam berbagai organisasi adalah karena semakin rumitnya variabel-variabel yang dihadapi, meskipun dalam perusahaan kecil sekalipun. Keadaan ini menyebabkan transaksi-transaksi keuangan semakin tergantung pada data akuntansi. Dalam akuntansi transaksi-transaksi keuangan diolah sedemikian rupa, sehingga menjadi laporan yang siap digunakan untuk pengambilan keputusan manajemen. Dengan demikian, akuntansi merupakan suatu sistem informasi yang sangat penting.

B.   Kualitas Informasi Akuntansi sebagai Sistem informasi
American Accounting Association mendefinisikan akuntansi sebagai proses identifikasi,pengukuran dan komunikasi informasi ekonomi untuk memungkinkan pembuatan pertimbangan-pertimbangan dan keputusan-keputusan oleh para pemakai informa. Oleh karena itu sasaran kegiatan akuntansi adalah transaksi yang dapat diukur dengan satuan uang. Transaksi keuangan yang terjadi dalam satu periode diproses melalui tahap-tahap pengidentifikasian (identifying) dan pengukuran (measuring), pecatatan (recording), penggolongan (classification),  pengikhtisaran (summarizing), serta penyusunan laporan keuangan (reporting).

 Informasi akuntansi akan disajikan secara tertulis dalam laporan keuangan, baik laporan laba rugi (income statement), laporan perubahan modal (capital statement), neraca (balance statement), dan laporan arus kas (cash flow). Informasi akuntansi harus memenuhi beberapa syarat antara lain:
1)    Perbandingan antara manfaat yang diperoleh dengan biaya yang dibebankan harus disajikan secara transparan dan dapat dipahami serta dimengerti.
2)  Informasi yang bermuatan transaksi keuangan harus relevan.
3)    Informasi atau laporan yang disampaikan harus dapat dipercaya (reliable) oleh pemakai jasa, dalam arti informasi tersebut sudah teruji kelayakannya, netral dan menyajikan data yang sebenar – benarnya.
4)    Informasi yang disampaikan ada nilai prediksinya.
5)    Mempunyai umpan balik (feed back) yang dapat memberikan keterangan dengan sejelas – jelasnya.
6)    Disajikan pada saat/ waktu yang tepat.
7)    Dapat diperbandingkan dari tahun ke tahun
8)    Berisi muatan yang cukup berarti (materiality)

C.   Konsep Dasar Akuntansi
Konsep dasar penyusunan informasi Akuntansi adalah sebagai berikut :
1.    Acrual basic dan cash basic
Acrual basic adalah sebuah konsep yang menyatakan bahwa transaksi atau peristiwa lain diakui saat kejadian.

2.    Konsep kesatuan usaha
Konsep kesatuan usaha menyatakan bahwa akuntansi yang berlaku untuk suatu unit ekonomi lainnya.

3.    Going concern (kelangsungan usaha)
Konsep kelangsungan usaha adalah konsep yang menyatakan bahwa perusahaan akan beroperasi terus menerus sampai waktu yang tidak ditentukan.

4.    Matching concept (pengkaitan)
Matching konsep adalah proses pengkaitan biaya dengan pendapatan.

5.    Konsep harga perolehan
Implikasi dari konsep harga perolehan adalah bahwa aktiva tetap dicatat sebesar harga untuk memperolehnya sehingga informasi yang disampaikan menjadi benar.

D.   Pihak Pihak pemakai Akuntansi sebagai system Informasi
Akuntansi dilaksanakan baik dalam perusahaan yang berorientasi mencari laba maupun dalam organisasi nirlaba. Salah satu penyebabnya adalah karena hal itu diharuskan oleh undang-undang. Namun, alasan utama mengapa akuntansi dilaksanakan dalam berbagai organisasi adalah karena semakin rumitnya variabel-variabel yang dihadapi, meskipun dalam perusahaan kecil sekalipun.

Keadaan ini menyebabkan transaksi-transaksi keuangan semakin tergantung pada data akuntansi. Dalam akuntansi transaksi-transaksi keuangan diolah sedemikian rupa, sehingga menjadi laporan yang siap digunakan untuk pengambilan keputusan manajemen. Dengan demikian, akuntansi merupakan suatu sistem informasi yang sangat diperlukan dewasa ini.

Sebagai suatu sistem informasi, akuntansi diperlukan oleh berbagai pihak baik intern maupun ekstern perusahaan. secara garis besar pihak-pihak tersebut adalah sebagai berikut:
1.    Manajer
Sebagai seorang Manajer, diperlukan Akuntansi sebagai penunjang kegiatan, diantaranya:

1)    Menyusun perencanaan perusahaan
2)    Mengevaluasi kemajuan yang dicapai dalam usaha mencapai tujuan
3)    Melakukan tindakan-tindakan koreksi yang diperlukan.



Keputusan yang diambil oleh menajer selalu berdasarkan informasi akuntansi, misalnya, menentukan peralatan apa yang sebaiknya dibeli, berapa persediaan yang harus ada di gudang, dan berapa kas yang harus dipinjam di bank dan lain sebagainya.

2.    Investor
Investor menggunakan akuntansi dalam hal penanaman modal di perusahaan dengan tujuan untuk mendapatkan hasil sesuai dengan yang diharapkannya. Terkait dengan akuntansi, maka investor akan melakukan hal-hal seperti:
1)    Mengevaluasi pendapatan yang diperkirakan akan diperoleh dari investasinya
2)    Memonitoring perusahaan dengan menganalisis laporan keuangan yang diterbitkan perusahaan atau melalui berita-berita keuangan dalam berbagai surat kabar dan majalah (dilakukan saat investasi telah dilakukan).

3.    Kreditor
Kreditur menggunakan akuntansi untuk menilai layak atau tidaknya suatu perusahaan memberikan kredit kepada pihak yang diberikan kredit. Kreditur hanya bersedia memberikan kredit kepada calon penerima kredit yang dipandang mampu mengembalikan bunga dan mengembalikan kredit tepat waktunya. Kreditur selalu meminta laporan keuangan untuk dinilai, apakah kredit yang telah digunakan sesuai dengan tujuan yang telah disepakati.

4.    Instansi Pemerintah
Instansi pemerintah, menggunakan informasi akuntansi terkait dengan penetapan pajak dan pengawasan perusahaan oleh pemerintah. Badan-badan pemerintah tertentu seperti badan pelayanan pajak atau badan pengembangan pasar modal (Bapepam), membutuhkan informasi keuangan dari perusahaan-perusahaan wajib pajak atau perusahaan yang menjual sahamnya melalui pasar modal.

5.    Organisasi Nirlaba
Organisasi nirlaba tidak bertujuan mencari laba seperti organisasi keagamaan, yayasan atau lembaga pendidikan juga membutuhkan informasi akuntansi seperti halnya organisasi yang bertujuan mencari laba. Organisasi nirlaba membutuhkan informasi akuntansi seperti halnya organisasi yang bertujuan mencari laba dalam hal :

1)    Penetapan anggaran organisasi
2)    Pembayaran tenaga kerja;
3)    Pembayaran listrik;
4)    Pembayaran keuangan lainnya.




6.    Pemakai Lainnya   
Informasi akuntansi diperlukan juga oleh berbagai pihak lain untuk kepentingan-kepentingan tertentu, misalnya oleh organisasi buruh. Pada buruh membutuhkan informasi tentang laba perusahaan dan kadang-kdang juga informasi keuangan lainnya untuk atau dalam rangka mengajukan kenaikan gaji atau tunjangan-tunjangan lain dari perusahaan tempat mereka bekerja. Di negara-negara yang sudah maju, informasi akuntansi juga sering dijadikan dasar oleh kelompok-kelompok masyarakat tertentu untuk melakukan tindakan-tindakan sesuai dengan kepentingan mereka.

E.   Bidang – bidang dan Etika Akuntansi.
1.    Bidang Akuntansi
a)    Akuntansi Keuangan (financial accounting)
        Akuntansi keuangan atau akuntansi umum (general accounting). Obyek akuntansi keuangan adalan data keuangan yang terjadi di perusahaan yang menyangkut perubahan harta,hutang,dan modal.

        Tujuan akuntansi ini adalah menyediakan laporan keuangan perusahaan bagi pihak intern atau ekstern perusahaan.

b)    Akuntansi Biaya (cost accounting)
        Akuntansi biaya merupakan akuntansi yang sasaran kegiatannya berhubungan dengan biaya yang terjadi dalam perusahaan industri.
        Tujuan dari akuntansi biaya adalah menyediakan laporan harga pokok produksi.

c)    Akuntansi manajemen (management accounting)
        Akuntansi manajemen merupakan akuntansi yang bertujuan untuk menyediakan data yang diperlukan manajemen dalam menjalankan kegiatan sehari-hari, dan dalam penyusunan rencana kegiatan operasi di masa datang.

d)    Akuntansi perpajakan (tax accounting)
       Akuntansi perpajakan merupakan akuntansi yang kegiatannya berhubungan dengan penentuan objek pajak yang menjadi beban perusahaan, serta perhitungannya untuk kegiatan penyusunan laporan pajak.



e)    Akuntansi anggaran (budgetary accounting)
       Akuntansi anggaran merupakan akuntansi yang kegiatannya berhubungan dengan pengumpulan dan pengolahan data operasi keuangan yang sudah terjadi, serta taksiran kemungkinan yang akan terjadi, untuk keuntungan penetapan rencana operasi keuangan perusahaan (anggaran) dalam suatu periode tertentu.

f)     Akuntansi pemeriksaan (auditing)
        Akuntansi pemeriksaan merupakan akuntansi yang kegiatannya berhubungan dengan pemeriksaan terhadap catatan-catatan hasil kegiatan akuntansi keuangan, yaitu untuk menguji kelayakan laporan keuangan yang dihasilkannya.

g)    Akuntansi pemerintahan (governmental accounting)
       Akuntansi pemerintahan merupakan akuntansi yang kegiatannya berhubungan dengan masalah pemeriksaan keuangan Negara.
           
2.    Etika Akuntansi
Etika Akuntansi meliputi :
1.    Independensi, integritas dan objektivitas
Sikap mental independensi tersebut harus meliputi independen fakta maupun dalam penampilan.
2.    Standar Umum dan Prinsip akuntansi
a)    Standar umum
1.    Kompetensi Profesional
2.    Kecermatan dan kesesakmaan professional
3.    Perencanaan supervise
4.    Data relevan yang memadai



b)    Prinsip akuntansi
1.    Menyatakan pendapat atau memberikan penegasan bahwa laporan keuangan atau data keuangan lain suatu entitas perusahaan atau organisasi disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.
2.    Menyatakan bahwa ia tidak menemukan perlunya modifikasi material yang harus dilakukan terhadap laporan atau data tersebut agar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku.

3.    Tanggung Jawab kepada Klien
a)    Informasi klien yang rahasia
b)    Fee professional

4.    Tanggung jawab kepada rekan seprofesi
a)    Memelihara citra profesi
b)    Komunikasi antar akuntan public

5.    Tanggung jawab kepada praktik lain
a)    Perbuatan dan perkataan yang mendiskreditkan
b)    Iklan, promosi, dan kegiatan pemasaran lainnya.

F.    Profesi akuntansi        
1.    Akuntan public, merupakan akuntan swasta yang menyediakan jasa pemeriksaan akuntan kepada pihak lain. Apabila suatu pereusahaan diperiksa oleh akuntan public maka pemeriksaan dilakukan oleh pihak luar perusahaan.
2.    Akuntan intern, merupakan akuntan yang bekerja pada perusahaan-perusahaan swasta. Tugas akuntan intern adalah merencanakan system akuntansi, mengatur pembukuan dan membuat ikhtisar-ikhtisar keuangan.
3.    Akuntan pemerintah, merupakan akuntan yang bertugas pada perusahaan-perusahaan Negara, bank-bank pemerintah, Direktorat Jendral Pajak, Direktorat Jendral Pengawas Keuangan Negara dan sebagainya.

4. Akuntan pendidik, merupakan akuntan yang bekerja pada sector pendidikanAkuntansi dilaksanakan baik dalam perusahaan yang berorientasi mencari laba maupun dalam organisasi nirlaba. Salah satu penyebabnya adalah karena hal itu diharuskan oleh undang-undang. 

Namun, alasan utama mengapa akuntansi dilaksanakan dalam berbagai organisasi adalah karena semakin rumitnya variabel-variabel yang dihadapi, meskipun dalam perusahaan kecil sekalipun. Keadaan ini menyebabkan transaksi-transaksi keuangan semakin tergantung pada data akuntansi. Dalam akuntansi transaksi-transaksi keuangan diolah sedemikian rupa, sehingga menjadi laporan yang siap digunakan untuk pengambilan keputusan manajemen. Dengan demikian, akuntansi merupakan suatu sistem informasi yang sangat penting.

Sebagai suatu sistem informasi, akuntansi diperlukan oleh berbagai pihak baik intern maupun ekstern perusahaan. secara garis besar pihak-pihak tersebut adalah manajer, investor, kreditor, instansi pemerintah, organisasi nirlaba, dan lain-lain

Demikianlah ulasan kami mengenai akuntansi merupakan suatu sistem informasi yang sangat penting, semoga bermanfaat amin…..
 

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Akuntansi Merupakan Suatu Sistem Informasi Yang Sangat Penting

Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

Loading...
Loading...